Top Social

Top Social

..........dan simak ceritanya

Bersahabat Dengan Suami

couple

Kata orang kalau kita bisa menikah dengan sahabat sendiri, itu akan menyenangkan. Karena sudah kenal satu sama lain, nyambung ngobrolin apa aja, dan bisa diajak gila-gulana bareng.


Tapi nggak semua orang berjodoh dengan sahabatnya, kan?


Tips Untuk Pejuang CPNS

Sudah hampir dua minggu nggak ngeblog, kangen euy. Kali ini datang-datang saya mau berbagi tips untuk pejuang CPNS.

source : Tribunnews

Mungkin sudah pada tahu ya kalau pemerintah tahun ini membuka kembali pendaftaran CPNS. Lumayan banyak juga kuotanya dua ratus lima puluh ribuan lebih. Tapi dua ratus ribunya disebar untuk CPNS pemerintah daerah. Sisanya untuk kementrian dan lembaga.

Semenjak saya sharing pengalaman saya ikut tes CPNS kemenkumham pada 2012 lalu,banyak banget yang baca dan akhirnya mampir nanya-nanya ke IG dan email. Kalau saya sempat pasti saya balas. Kalau nggak sempat ya mohon maaf yak, namanya juga mak-mak rempong. 

Salah satu pertanyaan paling banyak adalah gimana caranya lulus CAT (Computer Assited Test). Sistem CAT ini baru berjalan beberapa tahun belakangan. Soalnya jaman saya tes dulu masih manual mengerjakan soal dengan lembar kunci jawaban pakai pensil 2b. 

Bagus sih sekarang pemerintah sudah mengubah sistemnya. Soalnya dengan sistem CAT, ujian jadi lebih transparan. Setelah selesai, nilai langsung keluar. Beberapa jam kemudian, panitia akan menempelkan daftar skor seluruh peserta. Jadi minim kecurangan dan KKN.

Hanya saya dari beberapa curhatan teman saya, tes CAT ini cukup sulit. Malah semenjak ada tes CAT anak pejabat sekalipun nggak ada jaminan bisa lulus. Kalau mau lulus emang kudu belajar dan latihan-latihan soal. 

Kebetulan saya dapat beberapa contoh soal-soal ya CAT dari grup WA keluarga besar Kemenkumham. Kalian bisa download di link di bawah ini.




Soal-soalnya memang nggak ada kunci jawaban, tapi coba aja dikerjakan dulu ya sambil nanti Googling Jawabannya jd kalian bisa tes dulu kemampuan sendiri, apakah sudah siap atau masih harus banyak belajar.

Jadi tiap ditanya apa tipsnya lulus tes CAT? Jawaban saya ya cuma satu: rajin belajar dan latihan soal. 

Biasanya soal-soal ujian begini mirip dari tahun ke tahun. Bukan soalnya sama persis, tapi model soalnya. Sama kayak ujian nasional kita waktu SMA. Misal pelajaran matematika pasti muncul soal deret, substitusi, persentasi, dll. Model soalnya sama, tapi pertanyaannya beda.

Jadi semakin sering kalian latihan akan semakin terbiasa menghadapi soal-soal seperti itu. Setahu saya di toko buku seperti Gramedia banyak kok jual buku-buku soal tes CAT. Coba beli dan lahap habis bukunya. Jangan lupa juga setiap latihan soal, pasang stop watch. Hitung berapa detik yang dibutuhkan untuk membaca dan mengisi jawaban. Ini penting karena banyak juga teman saya yang merasa mampu mengerjakan tapi waktu sudah keburu habis. Fyi, durasi tes CAT 100 soal adalah 90 menit. 

Selain itu BKN juga mengadakan simulasi tes CAT di beberapa kota. Jangan ketinggalan informasinya di media sosial mereka. Kalau ada kayak gitu mending ikutan, lumayan untuk ajang latihan. 

Percaya nggak percaya saya dulu latihan soal-soal dari internet lho. Pas ujian saya kaget, karena model soalnya mirip. Saya ngerasa beruntung banget ketemu latihan soal itu, padahal modal Googling doang.

Selain itu bisa juga cari guru privat. Apalagi kalau yang memang kesulitan pada pelajaran  matematika. Biasanya mtk sulit dipelajari sendiri, harus ada yang membimbing. Dulu sih saya beruntung karena kebetulan kuliah di fakultas keguruan matematika.

Jangan malas juga nonton berita serta update wawasan sejarah dan kebangsaan. Karena tentu saja itu masuk dalam ujian. Pokoknya sebulan sebelum tes puasa dulu deh nonton YouTube dan drama Korea.

Ingat yaaa, para pejuang CPNS jangan minder kalau kalian berasal dari keluarga ekonomi biasa saja atau kurang mampu. Jangan pernah berpikir bahwa kalian akan tersingkirkan dengan orang yang punya kekuasaan dan uang banyak. Percaya deh makin kesini sistem sudah semakin transparan, layanan pengaduan pun terbuka lebar dan mudah diakses via online. Percaya aja kalau kalian sudah berusaha dan berdoa maksimal, Allah pasti kasih yang terbaik.

Sedikit cerita nih, dulu saya juga beranggapan nggak bakalan lulus tes CPNS. Karena saya tahu banget kondisi keuangan orang tua saya, dan di keluarga kami nggak ada yang kerja di Semenkumham. 

Saya sempat pesimis dan ogah-ogahan ikut, tapi saya lihat orang tua saya berharap banget. Akhirnya saya jalanin semua test dengan baik, eh ternyata lulus. Saya yakin sih ini hasil dari doa orang tua. Soalnya setelah lulus bapak saya cerita kalau beliau bangun tahajjud tiap malam dan mendoakan saya dapat yang terbaik dari hasil tes CPNS yang saya ikuti. Jadi terharu, padahal anaknya sendiri boro-boro tahajjud, subuh aja suka telat, hiks.

Percayalah Allah pasti memberikan sesuatu sesuai usaha kita, sesuai kebutuhan kita. Just do your best, and Let Allah do the rest. 

Terakhir, jangan malas cari informasi ya. Tapi carinya di website resmi BKN, kemenpan, atau institusi yang kalian tuju. Soalnya sering banget saya dapat pertanyaan kebenaran informasi yang ternyata didapat dari website hoax. Di blog ini pun kebanyakan saya berbagi pengalaman, informasi lainnya tentu saya kutip dari web resmi. 

Sebelum ada pertanyaan lebih lanjut baca dulu tulisan saya pada related post di bawah atau kolom menu bagian "cerita petugas lapa"s. Sudah banyak tips  dan pengalaman yang saya bagikan. 



Semoga tulisan ini membantu ya, selamat berjuang. 

Suka Duka Membuat Konten Kreatif Dengan Laptop ASUS

suka duka membuat konten

Dulu saya bikin blog dan akun media sosial hanya untuk bersenang-senang. Saya cuma unggah foto-foto narsis (padahal muka kucel😝). Di blog pun dulu saya sering menulis tentang curhat-curhat tanpa hikmah. Pokoknya kalau diingat-ingat lagi kasian orang yang follow medsos dan blog saya, nggak ada faedahnya. 

Namun setahun terakhir ini saya mulai agak serius dalam memanfaatkan internet, khususnya blog dan media sosial. Sayang banget kalau uang yang saya keluarkan setiap bulan, untuk beli kuota dan bayar Wifi hanya digunakan untuk haha-hihi nonton Youtube atau nonton perang komentar warganet di Instagram. 

Saya mulai berpikir bagaimana caranya agar konten di blog maupun medsos saya lebih bermanfaat untuk followers? Syukur-syukur kalau bisa menghasilkan uang, minimal bisa menutupi pengeluaran biaya internet bulanan *biar suami nggak manyun lihat tagihan internet tiap bulan*.

Hidup Jangan Terlalu Baper

pixabay

Tulisan ini bakalan jadi self reminder, tapi kalau ada yang merasa sama dengan apa yang saya rasakan semoga ini akan bermanfaat. 

Saya sadar kalau saya orangnya terlalu mudah terbawa perasaan. Di saat-saat tertentu itu baik karena saya bisa lebih peka dan empati. Tapi di sisi lain ini menjadi semacam toxic untuk saya sendiri. 

Menjaga Imunitas Anak Dengan Botanina Baby Oil

dudukpalingdepan, ibu dan anak


Kata orang-orang, anak di bawah dua tahun itu wajar kalau langganan batuk, pilek, demam, karena memang daya tahan tubuhnya belum terlalu kuat. Tapi bagi saya nggak enak banget melihat anak sakit meski hanya flu. Apalagi Mukhlas itu kalau sudah demam, bapil, jadi rewel banget dan nggak mau makan sama sekali, cuma mau nyusu. Pokoknya kalau anak sakit saya juga jadi puyeng, di kantor pun nggak konsentrasi. 

Membuat Tulisan Menjadi Penghasilan



Saya sering lihat teman-teman yang tulisannya bagus, tapi mereka jarang mempublikasikan tulisannya. Ada juga yang sering update status menarik di media sosial, dan banyak dibagikan. Sayang banget kalau hanya sebatas itu, nggak dikembangkan lebih jauh lagi. Saya tahu kebanyakan orang menganggap menulis hanyalah hobi yang disalurkan disaat waktu luang saja, dan nggak mikirin harus dapat uang dari menulis. Saya dulu juga begitu, tapi ketika sudah merasakan bahwa dari tulisan bisa jadi penghasilan, saya jadi makin cinta dengan hobi ini.

Pengalaman Datang ke Acara Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad


Akhirnya kesampaian juga nonton ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) secara langsung. Biasanya cuma lihat di Youtube. Rasanya kalau kita sering melihat satu tokoh di layar kaca atau di internet, dan kagum dengan kiprahnya, pasti ada rasa ingin suatu saat ketemu/lihat langsung. 

Tote Bag, Tas Gaya yang Serbaguna

Source : Norbe

Perempuan dan tas sulit untuk dipisahkan. Apalagi sifat dasar perempuan yang selalu "prepare" dalam segala hal. Kalau keluar rumah jarak jauh atau dekat kudu bawa tas yang isinya dompet, hp, power bank, pouch make up, tisu basah, tisu kering, botol minum, laptop, charger, note book, pulpen,scraft, sapu tangan, tv, kulkas, dan AC kalau muat dimasukin juga. 

Merayakan Kemerdekaan Dari Dalam Lapas

Agak telat sih bahas ini karena sudah lewat beberapa hari dari HUT RI ke 73 beberapa hari lalu. Tapi sebagai orang yang berkerja di Lapas sayang rasanya kalau saya nggak menulis tentang ini. 

Pengalaman Mastitis dan USG Payudara


Jadi ibu itu selalu ada kejutan seru. Seperti pengalaman saya seminggu lalu sampai harus izin kerja karena kena Mastitis. Padahal saya merasa sebentar lagi akan lulus jadi ibu menyusui, karena Mukhlas sekarang sudah 1tahun 5bulan tapi ternyata tetap ada cobaannya shaayy. 


Review Aplikasi Berfaedah : Inspigo dan Ruangkerja


Halooo, baru bisa update blog lagi nih. Inipun nulisnya sebagian di notes handphone. Habis ini jempol keriting dah. Ide nulis sih banyak, tapi waktu eksekusinya nggak ada. Maklum, saya kan bagian dari pengacara (perkumpulan emak-emak banyak acara). Apalagi kemarin sempat kena Mastistis, huhu. 

Meski begitu yang namanya passion, nggak bisa didiemin. Gatel pengen nulis. Disempet-sempetin deh. Ini mumpung anak tidur nih, kalau dia bangun berarti tulisannya disambung minggu depan yak. 



Baeklah, kali ini saya mau review aplikasi yang berfaedah untuk semua kalangan. Ini bukan endorse, bukan lomba juga. Murni karena saya sebagai pengguna merasakan manfaatnya. Aplikasi ini masih tergolong baru, jadi saya ingin lebih banyak orang tahu dan juga bisa merasakan manfaat yang sama. 

Idealis Tapi Realistis




Setiap ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya, termasuk saya. Setelah punya anak pertama setahun lalu, saya semakin aktif mencari ilmu.  Beruntung saya jadi seorang ibu di zaman dimana teknologi sudah semakin canggih. Mau cari informasi apa saja tinggal scroll-scroll and click. Salah satunya yang saya lakukan adalah bergabung di grup-grup ibu-ibu yang punya anak untuk berbagi ilmu seputar menyusui, MPASI, tumbuh kembang, dan sebagainya di media sosial. 

Tips Menjadi Ibu Produktif

Senang banget untuk pertama kalinya saya berkolaborasi menulis dengan salah satu parenting blogger favorit saya, yaitu mbak Yeni Sovia (Jakarta). Gaya bahasanya dalam menyampaikan nggak terkesan menggurui. Selain itu kami punya sudut pandang yang berbeda karena latar belakang yang juga berbeda namun saling melengkapi. Mba Yeni adalah Stay at Home Mom dan saya working mom. Kali ini kita mau bahas bagaimana untuk tetap produktif meski sudah menjadi ibu dengan rutinitas segambreng. 


Cerita Petugas Lapas : Serasa Dunia Milik Berdua



Mungkin yang sudah sering berkunjung kesini tahu kalau saya adalah seorang petugas Lapas. Bagi saya selalu ada sisi menarik yang ingin diceritakan dibanding hanya membahas tentang kejahatan yang sudah mereka lakukan. Salah satu hal yang sering menggelitik bagi saya adalah kisah cinta orang-orang di dalam Lapas ini. Aduhaaai, kalau produser Indosi*r tahu mungkin bisa dibikinin FTV dengan judul panjang dan nggak nyambung itu. 

Pengalaman Anak Mimisan [Review Aplikasi YesDok]


"Astagfirullah, nak. Hidungnya kenapa? Mas, sini mas. Mukhlas hidungnya berdarah"
Saya ingat banget malam itu saya lagi nemenin Mukhlas main di kamar. Namanya anak-anak ada aja yang dia mainin, bolak-balikin buku, mindahin botol-botol, bongkar bantal dan selimut. Intinya sepengawasan saya dia nggak ada main mainan yang berbahaya atau sampai kepleset atau kejedot. 

Jangan Jadi Generasi Latah Menindas


Ada artis digosipin pelakor? dibully rame-rame. Ada transgender katanya laki tapi ngaku perempuan? dihina rame-rame. Ada artis Tiktok aslinya lebih hitam daripada di video? dicaci rame-rame. Masih banyak lagi berita yang mencuat kemudian warganet rame-rame ngebully dengan cacian dan hinaan. 

5 Tips Rutin Ngeblog Meskipun Sibuk


Saya yakin ada banyak blogger yang punya profesi lain, bahkan bisa dibilang profesi yang utama. Misalnya bagi saya profesi utama adalah karyawati di Lapas, dan blogger adalah profesi sampingan. Keduanya saling melengkapi. Sebagai karyawati gajinya mencukupi kebutuhan saya dan keluarga. Namun menjadi blogger duitnya masih sedikit, menuangkan ide dan opini melalui tulisan adalah passion saya. Dibayar ataupun tidak, saya tetap senang melakukannya. 

Tidak Ada Hambatan Untuk Jadi Baik Dengan TCASH


Ramadhan baru saja kita lewati, tapi rasanya rindu sudah menyelimuti hati. Ramadhan adalah bulan yang sangat istimewa untuk kita umat Islam. Dimana segala amal kebaikan Allah lipat gandakan pahalanya. Ibarat voucher belanja nih, kalau hari-hari biasa belanja seratus ribu bisa dapat satu voucher, kalau bulan Ramadhan bisa dapat puluhan voucher sekaligus dengan nominal belanjaan yang sama *contohnya emak-emak banget ya*.

Lebaran Ke Kebun Binatang [Taman Rimbo Kota Jambi]



Lebaran kali ini bisa dibilang nggak terlalu semarak dengan acara kumpul keluarga. Beberapa bulan lalu nenek saya, satu-satunya orang tua yang tersisa dari sisi mama dan papa saya meninggal. Terakhir kali sembilan orang anak nenek berkumpul saat pengajian 40 hari. Selebihnya kembali ke kotanya masing-masing. Sehingga alasan kuat untuk pulang ke Jambi sudah nggak ada.

Mesin Waktu

"Kalau punya mesin waktu dan bisa balik ke masa lalu apa yang akan kamu lakukan?"

"Tapi mesin waktu kan nggak ada"

"yaa, seandainya ada?"

"Kenapa berandai sama sesuatu yang nggak nyata sih?"

"Berarti kamu nggak mau memperbaiki kesalahan di masa lalu?berandai aja kamu nggak mau"

Menyikapi Pertanyaan "Kapan Nikah?"


Lebaran sebentar lagi, sudah pada terima THR belum? kalau saya sih sudah dari seminggu lalu dapat jadwal THR (Tugas Hari Raya) karena Lapas meski lebaran tetap buka. Tapi kali ini saya mau bahas pertanyaan yang mungkin akan jadi momok saat lebaran tiba nanti. Dimana keluarga besar pada kumpul, pasti ada sih yang bakal nanyain pertanyaan yang bikin enak atau bikin eneg, hehe. 

Salah satunya adalah pertanyaan "Kapan Nikah?"

Ibu Cerdas Pilih Pompa ASI Berkualitas [Review Medela Swing Maxi]



Semua Ibu pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya termasuk dalam pemberian ASI. Sejak hamil dulu saya sudah banyak mencari informasi seputar ASI. Saya optimis bisa memberikan ASI eksklusif untuk bayi saya. Sangking optimisnya, saya nggak menyiapkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Saya pikir ketika melahirkan nanti ASI saya langsung mengalir deras bagaikan air terjun Niagara. Ternyata, ekspektasi nggak berbanding lurus dengan realita.

Pengalaman dapat Iphone 7 dari Alfamart


Ini bukan sponsored post, saudara-saudari. Mau sharing pengalaman saya menang kuis instagram dari Alfamart. Sekalian menjawab keraguan para netizen yang mengira kuis Alfamart itu cuma bohongan karena pengumuman kuisnya cuma sesekali, pengumuman pemenangnya juga nggak ada di Instagram. Nah lho, gimana tuh? dulu saya juga mengira begitu sampai mengalami sendiri beneran dapat iPhone 7 rose gold, uhuuy!!

Merencanakan Kembali Bulan Madu yang Pernah Gagal



Setiap pasangan yang baru menikah pasti memimpikan bulan madu yang indah. Termasuk saya dan suami. Membayangkan dua insan yang saling mencintai menikmati keindahan alam tanpa harus memikirkan pekerjaan dan rutinitas lainnya. Benar-benar berdua memadu kasih, menikmati cinta yang halal. Namun sayangnya ekspetasi nggak selalu berbanding lurus dengan realita. 

Ramadhan Tiba, Saatnya Mengencangkan Doa Untuk Indonesia.


Alhamdulillah kita dipertemukan lagi dengan bulan yang penuh kemuliaan bagi umat Islam, bulan suci Ramadhan 1439 H. Tapi sayangnya tahun ini saya belum kuat berpuasa, karena masih menyusui. Saya sudah coba, tapi abis sahur sampai jam menjelang ke kantor Mukhlas sudah 2-3 kali minta nenen. Alhasil pagi-pagi saya sudah lemas dan tenggorokan sakit rasanya pengen minum. Setelah ngobrol sama suami, dia menyarankan saya untuk nggak puasa dulu. Daripada memaksakan diri jadi dehidrasi. 

Jadi Blogger Dapat Apa?


Saya mulai bikin blog tahun 2009, saat itu lagi hits banget bikin-bikin blog karena virusnya Raditya Dika. Penulis yang awalnya bikin buku dari kumpulan tulisannya di blog. Kayaknya waktu itu banyak banget blog yang nichenya personal-komedi. Saya pun jadi terpengaruh, makanya awal-awal tulisan itu kebanyakan curhat doang.

Nah itu dia kayaknya kesalahan saya, bikin blog cuma buat ikut-ikutan.

Belajar Dari Anak Nakal



Jaman sekolah dulu saya suka nggak habis pikir dengan anak nakal. Kenapa ya kok ada anak yang hobi melanggar aturan sekolah? Suka bolos, baju dipendek-pendekin, ngerokok di belakang kelas, nonton bokep di dalam  kelas (hayooo siapa yang begini), malakin anak-anak lain. Kok mereka nggak mikirin orang tua yang sudah capek-capek bayar sekolah, beliin buku, kasih uang saku, supaya mereka bisa mendapatkan pendidikan tapi malah dibalas dengan kenakalan mereka. 

Bukan Teman Tapi Menikah



Disclaimer : ini bukan review film yak, biar nggak salah ekspetasi :p


Dulu saya mikirnya nggak akan bisa menikah dengan orang yang baru saya kenal. Rasanya akan sangat canggung memulai rumah tangga yang seumur hidup dengan orang yang baru dikenal beberapa bulan. Saya pikir tentu akan lebih asik kalau menikah dengan orang yang sudah lama kita kenal perangainya, lingkungannya, keluarganya, ya seperti teman sendiri. "Teman tapi menikah", mengutip istilah pasangan Ayudia dan Ditto. 

Mematahkan Mitos Menyusui


Sadar nggak sih banyak banget mitos-mitos menyusui yang beredar di lingkungan kita? alhasil niat awal ibu baru yang semangat menyusui  lama-lama kendor karena termakan mitos-mitos tersebut. Bahkan seorang ibu bisa gagal memberi ASI hanya karena masukan orang-orang sekitar yang padahal mitos, alias nggak benar. 

Dari jaman belum menikah, saya sudah banyak mendengar mitos tentang ibu menyusui dan dunia per-ASI-an. Sampai saya bertekad kalau jadi busui saya mau mematahkan mitos tersebut bahkan di depan orang yang bilang, haha.

Baca : Cerita Persalinan (Pengalaman Operasi Caesar)

Pengalaman kena tipu belanja online jutaan rupiah


Kita semua tahu Internet memberikan banyak manfaat bagi penggunanya. Bukan cuma untuk mencari informasi tapi juga untuk komunikasi, membangun bisnis, investasi, pembayaran, dan menggunakan barang/jasa yang diiklankan secara daring (online). Semakin canggih teknologi, kita semakin dimudahkan dalam berbagai urusan khususnya berbelanja. Kalau dulu mau belanja harus ke pasar/toko sekarang cukup dari rumah, usap-usapkan jempol di layar smartphone  maka kita sudah bisa membeli apapun yang kita mau dan mampu. 

Menurut data dari iPrice, salah satu e-commerce di Indonesia mencapai omset sampai 4 triliun rupiah pada tahun 2017 lalu. Saya bisa dengan bangga bilang kalau saya menjadi salah satu orang yang ikut andil dalam pencapaian tersebut. Saya adalah salah satu konsumen yang sangat suka belanja online.

Berhenti Membandingkan Kehidupan



Setuju nggak sama quote yang saya buat di atas?

Setiap hari kita berinteraksi dengan orang lain mulai dari tetangga, teman-teman kantor, keluarga besar, bahkan lebih luas lagi kita bisa berinteraksi dengan siapa saja di dunia maya. 

Inilah Perbedaan Antara Listrik Pascabayar dan Prabayar PLN Online


Listrik saat ini sudah menjadi kebutuhan utama seluruh masyarakat. Bagaimana tidak? Hampir semua aktivitas, baik di rumah, di sekolah, di kampus, di kantor, maupun di pusat perbelanjaan, membutuhkan listrik. Tidak hanya untuk penerangan, sebagian besar teknologi bahkan tidak dapat berfungsi tanpa adanya listrik.

Tips Lolos Seleksi Poltekip (Politeknik Ilmu Pemasyarakatan) - Open Recruitment 2018

Cerita Petugas Lapas balik lagi nih dengan kabar gembira. Mulai besok secara resmi pendaftaran penerimaan calon taruna  Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dibuka. Poltekip ini perguruan tinggi ikatan dinas di bawah naungan Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).  Karena ini Perguruan Tinggi Ikatan Dinas, maka biaya selama perkuliahan ditanggung negara. Setelah lulus harus siap langsung menjadi abdi negara atau Calon Pegawai Negeri Sipil. 


"Me Time" di Rumah (Review Pomy Skin Face n Body Scrub)


Pernah nggak ngerasain perasaan yang mudah jengkel dengan keadaan atau seseorang padahal cuma karena masalah sepele? atau punya teman yang mungkin bawaannya ngomel mulu, bikin sakit kuping? bisa jadi orang seperti itu butuh "me time" tapi dia sendiri nggak sadar akan sinyal yang diberikan otaknya. 

Belajar Dari Kehilangan



Kangen banget ngeblog, sudah seminggu lebih nggak buka blog. Saya habis cuti, mengunjungi orang tua di kota Jambi. Sehari saya di Jambi dapat kabar duka bahwa nenek saya meninggal.

Tips Menghemat Biaya Pernikahan

Banyak yang bilang kalau nikah itu sebenarnya adalah proses sakral yang mudah untuk dilaksanakan. Jika sudah punya kesiapan mental, sudah baligh, sudah bisa menafkahi lahir dan batin, dan yang paling penting sudah punya calonnya maka siapapun bisa menikah. Eits, sayangnya kenyataan nggak semudah FTV pemirsaah. Ada lika-liku yang harus dihadapi, salah satunya adalah biaya resepsi pernikahan.

Jatuh Cinta Pada Pemakaian Pertama [Review Bamboo Post Partum Belly Band]


Salah satu hal yang membuat buibuk berkaca-kaca adalah ketika menatap nanar pada perut yang mulai berkantong kayak Doraemon. Apalagi bagi kita yang sudah melahirkan, perut bergelambir sudah menjadi resiko.

Saya ingat dulu sesaat setelah operasi cesar, saya tuh langsung merasa perut kosong banget. Kulit perut juga kelihatan ngelisut. Gini lho kayak tas yang diisi penuh banget sampai menggelembung, terus diambil isinya yang paling besar, nah jadi ngelisut gitu kan tasnya, wkwkwk. Semoga paham ya maksudnya.

Surat Untuk Mukhlas Al Ghiffari - Tahun Pertama

Assalamualaikum, anak baik. 

Tanggal 8 maret kemarin umur Mukhlas pas setahun. Maaf ya Miny baru sempat nulis suratnya hari ini. Karena ada banyak hal yang ingin Miny sampaikan ke Mukhlas. 

Kita flashback dulu yaa, setahun yang lalu tanggal 7 Maret 2017 Miny sudah harus masuk Rumah Sakit karena ketuban sudah merembes terus-terusan. Miny ditempatkan di ruang bersalin yang kecil. Maklum kita tinggal di daerah yang fasilitas kesehatannya masih minim. Abati bahkan sampai harus tidur dilantai. Padahal waktu itu Abati baru pulang dinas malam, jadi belum tidur. Ditambah lagi malam itu juga sedikit sekali tidurnya karena Miny sebentar-sebentar mengeluh karena kontraksi.

Baca : Cerita Persalinan (Pengalaman Operasi Caesar)

Tips Merawat Kulit Bayi yang Iritasi


Punya anak itu bahagianya kebangetan, tapi pusingnya juga lumayan. Pusing kalau anak sakit entah itu demam, batuk, pilek, atau iritasi kulit. Soalnya kalau sudah ada sesuatu yang bikin nggak nyaman dibadannya, anak pasti rewel banget. Apalagi kalau kulitnya lagi muncul bintik-bintik keringat malam atau bersisik karena terlalu kering, dia pasti ngerasa nggak nyaman dan sibuk garuk-garuk. Saya sudah coba mengalihkan perhatiannya untuk nggak garuk-garuk, tapi begitu saya lengah dia garuk-garuk lagi. 
Apa sih sebenarnya penyebab bintik-bintik merah atau yang kita sebut keringat malam pada kulit bayi?

Minder


Siapa sih yang nggak pernah  ngerasa minder dalam hidupnya? kalau ada saya salut banget, berarti tingkat percaya dirinya melebihi Miss Internasional yang tetap kece meski kejengkang saat sedang catwalk, hihihi.  Minder itu sendiri berarti rasa tidak percaya diri yang cenderung merendahkan diri sendiri. Bahkan ada yang mindernya sudah sampai tahap akut, alias nggak mau bersosialisasi. Alasannya minder duluan karena pasti nggak ada yang mau berteman dengannya.

Saya sendiri pernah merasa minder, terutama dalam hal fisik dan materi.

Ngomelin Pelakor? Setuju Nggak?


Kayaknya jaman sekarang ngomelin pelakor (perebut laki orang) dan diunggah ke media sosial sudah menjadi semacam trend di kalangan buibuk. Trend yang membuat saya keheranan sampai nggak habis pikir. KENAPA MASALAH RUMAH TANGGA CENDERUNG AIB BEGITU DIUMBAR KE MEDIA SOSIAL?

Saya nggak mengerti apa tujuan dari buibuk yang dengan sengaja merekam aksinya saat melabrak perempuan yang dianggap merebut suaminya dan mengunggahnya ke media sosial. Pengen dapat ribuan likes? ratusan komentar? apa itu semua bisa membantu menyelesaikan rumah tangga tersebut? Nggak, kan?!!

Berbagi Tugas Dengan Suami


Semenjak punya anak dunia saya berubah banget. Waktu 24 jam sehari rasanya nggak cukup. Ya urus anak, ya urus suami, ya urus rumah, kerja juga, ngeblog juga, nonton youtube, dan seabrek tugas lainnya. Capek? hahahaha ya ng..Menurut lo?

Awal-awalnya saya berusaha mandiri, saya pasti bisa mengurus anak dengan tangan saya sendiri. Selama hamil saya sudah baca buku cara merawat bayi, ikut kelas parenting online, rasanya teori udah oke oce.

Salah Sasaran Berujung Berantem Di Pinggir Jalan

Saya bukan tipe orang yang mudah "meledak" di depan umum. Dalam artian saya jarang menunjukkan rasa marah saya dengan jelas di depan orang lain. Biasanya kalau kesal dengan suatu keadaan atau seseorang saya pasti pendam di dalam hati. Pas orangnya nggak ada baru deh saya ngedumel. 

Salah satu alasannya karena nggak mau memperpanjang masalah aja, apalagi kalau saya kenal dengan orang tersebut. Saya berusaha memaklumi mungkin dia lagi PMS jadi bawaannya sensi meskipun dia laki-laki.

Cerita Petugas Lapas : Sahabat Paling Setia



Siapa sih yang nggak senang kalau punya sahabat setia. Setia dalam artian selalu ada untuk kita di saat kita senang ataupun susah. Nggak mesti setiap hari ada sih tapi senggaknya, sahabatlah yang siap menjadi garda terdepan untuk membantu kita di saat sulit. Sahabat juga yang merayakan keberhasilan kita bahkan melebihi diri kita sendiri. 

Tapi gimana kalau orang-orang yang kita anggap sahabat itu ternyata palsu? selalu ada disaat kita happy aja. Giliran kita kesusahan, semuanya berubah menjadi ninja dengan jurus menghilang secepat bayangan. 

"Kok Bayinya Nangis Terus?"



Hayooo, mommies siapa yang pernah dapat pertanyaan seperti itu dari orang sekitar? entah dari Ibu/Mertua, atau bahkan dari orang-orang yang berkunjung melihat bayi kita. Saya sendiri pernah dapat pertanyaan seperti itu ditambah dengan kalimat yang berujung membuat ibu baru seperti saya galau. 

"Kok bayinya nangis terus? Mungkin laper, tuh. ASI aja nggak kenyang dia. Coba kasih pisang atau nasi yang dilumat".

"Haaa? Emang begitu ya?"

Bacotan Warganet

Gila ya, nggak habis pikir sama sebagian warganet yang kalau komentar di Instagram publik figur udah kayak buang sampah ke Kali. Semua yang kotor-kotor dan nggak bermanfaat ada. 

Saya lagi esmosi. Lihat ada publik figur yang upload foto bareng teman-temannya isi captionnya lagi siap-siap mau syuting, eh ada aja yang komen begini :

Antara Shiren Sungkar, Katarak, Dan Daun Pegagan

image source : here


Katarak.

Pasti pernah dengar dong ya penyakit Katarak? biasanya penyakit ini menyerang orang yang sudah lanjut usia. Coba deh tanya nenek kakek kita, kalau penglihatannya terasa samar-samar dan berkabut itu adalah salah satu gejala dari penyakit katarak. 

Dulu sebelum saya nikah saya juga pernah ngerasa penglihatan samar-samar, terutama pas baca undangan pernikahan dari mantan calon gebetan. Alhamdulillah semenjak nikah sih udah nggak. *minta kena sambit sendal jepit*.

Liburan tanpa instastory



Saya dan suami ambil cuti dari tanggal 15-20 Januari lalu. Sebenarnya nggak liburan yang gimana-gimana, nggak keluar kota atau ke luar negri (kayak banyak duit aje sih 😝). Kami cuma ke tempat orang tua di Sabak dan kota Jambi. Kalau dari tempat tinggal saya di kabupaten Tebo sekitar 5-7 jam. Kebetulan orang tua saya akan berangkat umroh, jadi kami sengaja datang untuk menghadiri pengajiannya. 

Tipe-Tipe Pengunjung Lapas (Part 2)



Sudah dua bulan terakhir ini saya ditugaskan menjadi petugas pendaftaran layanan kunjungan di Lapas tempat saya bekerja. Awalnya saya pikir asik nih, kalau jadi petugas pendaftaran nggak mikir yang namanya laporan. Kalau jam layanan kunjungan habis, selesai kerja saya. Tapi ternyata nggak semudah itu juga. Namanya melayani masyarakat yang berkunjung itu berarti saya bertemu bermacam-macam orang dengan karakter yang beda-beda. Mulai dari yang ramah sampai yang bikin urut dada.

1. Nggak ada kartu identitas, tapi maksa mau masuk

Syarat utama setiap pengunjung yang mau membesuk narapidana itu harus ada kartu identitas. Satu rombongan cukup 1 ktp saja. Sering nih saya temui orang yang mau berkunjung tapi pas diminta ktpnya jawabannya nggak ada karena ketinggalan, sudah ngurus tapi  belum jadi karena dikorupsi ._.” , ktp hilang pas malam tahun baru, ada aja jawabannya.

Terus saya tanya dong ada kartu identitas yang lain nggak? SIM? STNK boleh juga deh yang penting ada data nama dan alamat lengkap.

Malah dijawab “nggak ada bu, BPJS boleh?”

Eh buset, dia kira disini Puskesmas? Ini LAPAS woi.

Lain hari malah ada yang bilang “ATM aja boleh nggak bu?”

Kalau bersedia ngasih sama PINnya baru saya bolehin.

Ada-ada aja nih kelakuan pengunjung, masak kartu identitas nggak dibawa kemana-mana.

2. Nggak percayaan

Ada hari-hari tertentu selain tanggal merah, kunjungan ditiadakan.  Biasanya kalau di lapas lagi ada acara. Pengumuman sudah ditempel di depan pintu. Tetap aja ada beberapa pengunjung yang nggak percaya.

“nggak bisa besuk ya, bu?”

“nggak bisa, itu ada pengumumannya”

“tolonglah  bu, kami pengen ketemu dari jauh”

“emang dari mana?”

“(nyebut nama tempat)”

“ya ampun, itu cuma sejam dari sini besok aja balik lagi”

Tetap lho mereka nunggu di depan, dikiranya kita petugas layanan kunjungan ini bohong. Zzzzz.

3.   Ngaku keluarga tapi nggak tahu nama lengkapnya

Salah satu prosedur berkunjung saya harus tanya nama warga binaan yang ingin dikunjungi. Harus nama lengkap karena banyak nama warga binaan yang sama atau mirip. Saya juga butuh datanya untuk diinput di aplikasi SDP. 

“yang mau dikunjungi namanya siapa bu?”

“mi”

“hah?”

“mi, namanya mi.

“masak mi doang bu? Mi goreng?”

“haduh saya nggak tahu nama lengkapnya, biasa manggil mi..mi gitu.”

“ibu nih siapanya?” mungkin cuma kenalan jadi maklum kalau nggak tahu.

“saya keluarganya. Bibinya”

“lah, kalau keluarga kok nggak tahu nama lengkapnya?!!*

KZL.




4. Manggil seenaknya

“Yuk, mau besukan”

“daftar besukan, nte (tante)”

“ besukan, kak. “

Padahal jelas-jelas saya pakai seragam dan lagi kerja, kenapa nggak “Ibu” aja sih?

5. Ngasih tanpa diminta

Nah, kalau pengunjung kayak gini nih menyenangkan. Kami petugas lapas dilarang keras untuk pungli (pungutan liar) pada pengunjung. Ada banner nomor pengaduan kok kalau memang ada pungli. Tapi sesekali ada pengunjung yang tanpa diminta ngasih gorengan, rambutan, mangga. Saya sudah bilang “nggak usah bu (tapi sambil nyiapin kresek)” tetap mereka ngasih. Kan nggak enak ya nolak rejeki 🤗.

Pernah juga ada yang ngasih uang. Sudah ditolak juga, tapi dia bilang “jangan ditolak ini bukan suap”. Ya udah sih kalau si bapaknya maksa, hehe. Saya jajanin deh uangnya ke Alfamart di depan Lapas.

Ingat ya, berkunjung ke LAPAS itu GRATIS. Kalau ada oknum yang minta jangan mau ngasih.


6.  Bohong

Setiap pengunjung juga ditanya saat pendaftaran bawa hp atau nggak? Kalau bawa jumlahnya berapa? Karena HP nggak boleh dibawa sampai ruang kunjungan, harus dititip di locker yang sudah disediakan.

Ada nih pengunjung yang ditanya jawabnya satu, pas diperiksa ternyata hpnya ada dua. Atau bilangnya nggak bawa hp pas diperiksa kedapatan 1 hp. Biasanya yang model begitu langsung “diusir” karena dari awal sudah kelihatan niat nggak baiknya.  Kalau di Lapas memang harus waspada, soalnya bisa saja barang terlarang masuk lewat pengunjung.

7. Saya kira laki tahunya perempuan

Ini baru aja kejadian kemaren, ada yang mau besukan dan ngasih KTPnya. Saya reflek mau nyapa “mau besuk siapa pak?” eh pas lihat KTPnya jenis kelamin perempuan. Habis gaya si ibu itu kayak laki-laki. Rambut pendek, pakai celana jeans dan jaket.

Karena nggak enak hati saya ulang lagi “mau besuk siapa, mba? 😬”

***


Gitu deh suka dukanya kerja di bagian layanan kunjungan, kudu sabar menghadapi aneka ragam jenis sifat orang. Apalagi kalau pengunjungnya lebih galak daripada petugas. Dih, kudu nyetok sabar banyak-banyak😓.

Ada juga yang kerja di bagian pelayanan masyarakat dan ngalamin kejadian lucu/aneh/unik? Share di kolom komentar ya.






[RelationTips] Pisah atau Maklumi

Saya bukan ahlinya, pengalaman saya juga masih seujung kuku. Tapi dari saya single dulu, saya sering dijadikan tempat curhat tentang masalah rumah tangga dari orang-orang yang lebih tua dan berpengalaman. Saya masuk kerja mulai dari umur 19 tahun, otomatis di kantor rekan saya beragam umurnya. Entah apa yang bikin mereka percaya cerita sama saya yang bisa dibilang "masih bocah" di antara mereka.