Monday, July 16, 2018

Tips Menjadi Ibu Produktif

Senang banget untuk pertama kalinya saya berkolaborasi menulis dengan salah satu parenting blogger favorit saya, yaitu mbak Yeni Sovia (Jakarta). Gaya bahasanya dalam menyampaikan nggak terkesan menggurui. Selain itu kami punya sudut pandang yang berbeda karena latar belakang yang juga berbeda namun saling melengkapi. Mba Yeni adalah Stay at Home Mom dan saya working mom. Kali ini kita mau bahas bagaimana untuk tetap produktif meski sudah menjadi ibu dengan rutinitas segambreng. 




Baca Juga Postingan Mba Yeni (Parenting Bunda Erysha) disini ya :

Semenjak jadi ibu rasanya 24 jam dalam sehari itu kurang banget, waktu terasa cepat berlalu. Rasanya baru kemaren ngerasain cekat-cekit jahitan pasca operasi caesar eh sekarang anaknya udah bisa lari-larian dan bawel melafalkan nama-nama hewan. 

Saya senang jadi ibu, apalagi melihat tumbuh kembang Mukhlas yang dari hari kehari semakin pintar dan menggemaskan. Namun bagaimanapun juga saya sadar bahwa saya ini tipe orang yang nggak bisa terjebak dengan rutinitas. 

Dalam artian saya nggak bisa terpaku mengurusi hal yang sama berulang setiap harinya. Kalau saya paksa biasanya saya akan jadi uring-uringan dan gampang tersinggung. Padahal saya juga bekerja kantoran lho, tapi itu belum cukup untuk membunuh rasa jenuh. Soalnya pekerjaan saya di bagian pelaporan dimana formatnya itu sudah baku, cuma merubah data aja. Bayangkan itu yang harus saya lakukan hampir setiap hari. Woaaah untuk tipe golongan darah B kayak saya, butuh banget pelarian untuk lari dari runitas dan melatih kreatifitas. 

Saya berfikir sebagai karyawan dengan aturan baku, dan ibu rumah tangga dengan segala rutinitasnya, saya ingin menjadi pribadi yang produktif terlepas dari kedua status saya tersebut. Saya butuh wadah untuk menyalurkan ide yang nggak bisa saya suarakan di kantor. Saya butuh diakui bahwa saya bisa berkarya. 

Cuma ada juga masalahnya nih, hal apa yang bisa saya lakukan tapi nggak menganggu prioritas utama saya sebagai ibu dan karyawati? tentu ruang gerak saya sudah terbatas, nggak seluwes ketika single dulu. 

Pernah saya coba jualan online produk muslimah , alhamdulillah pelanggan berdatangan. Tapi meladeni chatting pembeli yang beragam itu makan waktu banget. Apalagi kalau sudah CLBK (Chat Lama Beli Kagak), bikin saya jadi PDKT (Pusing Deh Kepala Tuh). 



Nggak enak juga rasanya disaat Mukhlas narik-narik baju saya untuk ngajak main, tapi saya sibuk balas chat dari calon pembeli. Kalau nggak diladenin dengan cepat takutnya nggak jadi beli. Tapi ada rasa bersalah juga sama anak. Akhirnya saya sempat rekrut teman sebagai admin. Eh tapi malah sepi pembeli. Pernah dua bulan nggak ada pemasukan sama sekali tapi saya harus bayar admin. Barang menumpuk, omset nggak ada, fokus tersita. Jadi saya putuskan untuk mengakhiri karir sebagai sista-sista olshop. 

Meski begitu saya tetap butuh sesuatu yang lain, saya ingin produktif disamping jadi ibu dan karyawati. Untunglah setelah mendaki gunung, melewati lembah, sungai mengalir indah melewati samudera, saya menemukan kembali panggilan jiwa saya dalam dunia tulis menulis. Langkah yang paling mudah adalah menulis blog. Blog yang dulu saya buat waktu SMA dan sempat mati-hidup-mati lagi-hidup lagi semoga tetap eksis sampai nanti saya tua. 


Saya kadang merasa aneh sendiri. Dulu aja waktu single saya punya banyak waktu tapi saya nggak sadar kalau menulis itu adalah passion saya yang bisa menghasilkan. Jadinya saya cuek aja milih pekerjaan berdasarkan arahan orang tua. Eh pas ngerasa mentok, saya malah menemukan passion saya disini. Sayangnya sekarang sudah nggak sebebas dulu lagi kan waktunya. 

Namun ya sudahlah, waktu nggak bisa diputar ulang. Lebih baik menata masa depan. Semenjak rajin ngeblog lagi saya mendapatkan banyak benefit baik bentuknya materi dan non materi. Misalnya dapat uang dari sponsored post, dapat hadiah dari juara lomba blog, dapat teman - teman baru sesama blogger dari berbagai daerah, nambah wawasan karena sering blogwalking, berani bikin project impian yang dari dulu saya inginkan, dan masih banyak lagi. 


Berikut tips dari saya agar tetap bisa produktif berkarya :

❤️Find Your Passion❤️

Sebelum masuk bagaimana caranya bagi waktu, penting banget meyakini bahwa apa yang kita lakukan itu sesuai dengan passion. Saya pernah coba jualan tapi pas menemukan problem saya menyerah, saya tahu seharusnya saya nggak menyerah semudah itu tapi entah kenapa saya nggak semangat untuk meneruskannya. 

Beda dengan menulis saya selalu berusaha cari waktu untuk tetap bisa update blog, ikut lomba, blogwalking, baca buku untuk refrensi, karena memang saya menyukainya. Kalau saya ketemu masalah di bidang ini justru saya semangat untuk cari solusinya.


Intinya passionlah yang bikin kita nggak menyerah berkarya di bidang tertentu. 

❤️Tentukan Tujuan❤️

Selain menentukan passion satu hal yang bikin semangat untuk terus berkarya adalah mengingat tujuan. Jadi jangan lupa menentukan tujuan "untuk apa kita berkarya di bidang yang kita sukai" karena dengan begitu akan memotivasi saat semangat sedang turun. 

Kalau tujuan saya menulis karena saya ingin mengabadikan kenangan. Manusia gampang lupa sama hal-hal indah, tapi ingat banget sama hal-hal yang menyedihkan. Saya nggak mau hal-hal buruk dalam hidup saya mendominasi memori, saya ingin mengenang banyak hal baik dalam hidup agar saya bisa bersyukur. 

Saya juga ingin berkarya supaya bikin suami dan anak saya bangga. Bahwa istri dan ibunya meski sudah sibuk mengurus ini itu tapi tetap bisa memberikan manfaat bagi orang lain melalui tulisan. 


❤️Menentukan Prioritas❤️

Sesuka-sukanya saya dengan menulis, tapi tentu saya harus ingat prioritas saya. Jadi biasanya saya ngeblog saat anak sedang tidur atau sedang dijaga suami/mertua, atau di kantor saat kerjaan sudah beres semua. Kalau lagi mepet deadline, biasanya disela-sela waktu ngeblognya dari smartphone. 

❤️Membuat Jadwal❤️

Apalagi untuk orang yang pelupa kayak saya, bikin jadwal membantu banget untuk menentukan prioritas kegiatan pada hari itu. Jadi kalau ada jadwal juga kebayang hari itu mau ngapain aja, walaupun nonton youtube selalu saya selipkan diantaranya (hiburan mamak-mamak). 

❤️Menyiapkan Daftar Ide Materi Tulisan❤️




Ide itu bisa datang kapan saja dan dimana saja (kayak mantan tiba-tiba nongol darimana aja), makanya begitu dapat ide biasanya saya catat di notes hp. Sehingga kalau ada waktu untuk menulis nggak terbuang hanya untuk cari ide. 


❤️Jangan Lupa Me Time❤️

Memberikan waktu untuk diri sendiri sekedar nyalon atau nulis di cafe itu bisa bikin badan dan otak jadi segar kembali. Kalau otak sudah fresh biasanya akan lebih banyak ide yang datang untuk berkarya. 



Nah semoga pengalaman saya di atas bisa memotivasi buibuk semua untuk terus berkarya meskipun memang kerjaan kita nggak ada habis-habisnya. Bagaimanapun juga selain milik keluarga, diri kita adalah milik kita sendiri. Kita perlu mengapresiasi diri sendiri dengan menyalurkan bakat dan minat yang kita punya. 

Jangan segan untuk komunikasi dengan keluarga agar mereka mengerti bahwa kita juga butuh ruang untuk berkarya. 



10 comments:

  1. Kalau saya belum mau kerja di luar dulu mba makanya salut sama working Mom yang tetep bisa menej waktu, makasih tipsnya ya💖

    ReplyDelete
  2. Setuju mbak. Menjadi produktif (di bidang apapun) selain bisa menjadi ajang eksistensi diri lewat karya, juga menjadi bentuk pemanfaatan waktu yang bijak. Krna kita pastinya fokus pada hal-hal yang berfaedah saja jadi waktu gak terbuang sia-sia :)

    ReplyDelete
  3. bener mba... walopun kita bekerja ful time di kantor, tp kadang akupun berasa pgn lbh menghasilkan di luar itu. Tapi aku lbh ke jualan ato mencoba jd konsultan traveling ke teman2 hahahah ;p.bikinin mereka itin, nentuin budget, bookingin tiket.. karena passionku memang di sana... menulis aku hobi, tp bukan utk dijadikan uang. pokoknya ada 1 at least kegiatan yg bisa bikin kita merasa lebih produktif drpd hanya sebagai wanita karir kantoran yaa :D

    ReplyDelete
  4. Soal gak bisa terpaku sama rutinitas itu sama dengan saya, Mbak. Bedanya saya tidak mengikuti arahan keluarga untuk menjadi guru. :D tapi saya sudah ingin menulis saja, dan alhamdulillah sudah mulai menghasilkan - walau tak seberapa. Meski belum menjadi ibu, namun sudah berpikir untuk tidak mau ketinggalan tumbuh kembang anak kelak. Heu

    ReplyDelete
  5. Super mom nih yaaaa...
    Semua rutinitasnya positif bgt...
    Yang penting produktif disemua bidang dan berbagi cerita yang bermanfaat lewat tulisan. Inspiratif bgt

    ReplyDelete
  6. Wah bunda sesar juga ya? Sama kita hihihi. Aku tu ya suka senyum-senyum sendiri kalau baca tulisan bunda. Soalnya kadang ada lucunya kayak ClBk. Pinter banget sih nemu singkatanya hahha. Kalau soal passion, setahu saya paasion saya itu mengajar. Tpi sjk jd irt jadi nulis. Tpi msh ga tau apa nulis itu passion aku bukan ya wkwk

    ReplyDelete
  7. Keren tulisannya, giving me spirit to keep writing. :)

    ReplyDelete
  8. Duh aku juga pernah merasa bersalah ketika lagi ngebuzz campaign di medsos dan anakku narik narik baju buat diajakin main. Thanks tipsnya mba

    ReplyDelete
  9. ya ampunnnn abis baca ini aku yg belakangan demotivasi banget, sampe kegiatan sehari-hari yg monoton ya namanya 8 jam di belakang meja sampe rumah udah malem pun cuma main bentar ama anak trus bobo...baca ini jadi menghidupkan lagi semangat yg tengah meredup ini ceilaaah hahaha thanks for posting this mbak, cant wait for next post colab nya :D

    ReplyDelete
  10. Mmmmm...benar2 seorang ibu yang super kuat, dimana orang2 ingin santai saja, namun Mbak malah ingin lebih memaksimalkan waktu.

    ReplyDelete

Jalan-jalan ke rumah caca, mampir sebentar beli kedondong, jangan cuma dibaca, kasih komentar juga dong.