Duduk Paling Depan: Blog Competition
Ciptakan Personalisasi Desain Interior Rumah dengan AvatarOn Dari Schneider Electric

Ciptakan Personalisasi Desain Interior Rumah dengan AvatarOn Dari Schneider Electric


"Mas, kapan ya kita punya rumah sendiri?"
"Ya nanti pasti ada masanya. Sabar dulu, ya"

Itu adalah percakapan saya dan suami pada tahun-tahun awal pernikahan kami. Karena keterbatasan dana, setelah menikah kami tinggal di rumah orang tua, lalu mengontrak, terakhir di rumah dinas yang disediakan instansi tempat saya bekerja. 

Dari ketiga tempat tersebut satu hal yang sama adalah, saya nggak bisa berkreasi menata rumah sesuka hati. Kalau di rumah orang tua, tentu ikut selera mereka. Mengontrak juga nggak banyak yang bisa dilakukan karena bukan milik sendiri. Sedangkan rumah dinas, pihak instansi juga sudah punya aturan tersendiri.

Itulah semakin lama keinginan memilik rumah sendiri semakin kuat. Karena bagi saya senyaman apapun rumah orang tua/kontrakan/rumah dinas tentu lebih nyaman rumah sendiri. 

Syukurlah pada pertengahan tahun ini, akhirnya kami bisa memiliki rumah. Bukan rumah baru memang, tapi rumah second karena pemilik lama pindah tugas ke luar kota. Meski begitu saya tetap senang, karena statusnya sudah menjadi hak milik, bukan lagi menumpang atau mengontrak.

Rumah Adalah Tempat Paling Nyaman Untuk Menjadi Diri Sendiri

Rumahku, sederhana namun istimewa.


Rasa bahagia menyelimuti hati saya dan suami karena akhirnya bisa memiliki rumah sendiri. Kami sepakat ingin menjadikan rumah ini bukan cuma sekedar tempat berteduh, namun menjadi tempat paling nyaman untuk pulang setelah sejauh apapun pergi, tempat paling nyaman untuk menjadi diri sendiri.

Maksudnya adalah kami ingin rumah ini juga menjadi cermin dari kepribadian kami masing-masing. Meski tentunya saya dan suami memiliki karakter yang berbeda, justru perbedaan tersebut akan menjadi warna yang menghiasi rumah ini.

Awal pindah ke rumah ini, tentu kami sibuk membersihkan rumah yang telah lama ditinggal penghuninya pindah. Letih memang, tapi tetap saja membuat hati senang. Kami juga sibuk berdiskusi tentang interior rumah dan pemilihan furniture. Seringkali diskusi itu berbuah argumen yang berbenturan, tapi itulah proses yang menyenangkan dari menata hunian yang selama ini kami impikan.

Mendapat Inspirasi Dari Kampanye #RumahAdalah Oleh Schneider Electric 



Pas banget di tengah keriuhan saya dan suami untuk menata rumah pertama kami, saya mendapat informasi tentang acara peluncuran kampanye #RumahAdalah yang dipersembahkan  Schneider Electric secara virtual pada tanggal 17 September 2020 dengan tema “Wujudkan Tiap Ide #RumahAdalah Bagi Anda dengan Personalisasi”.

Dalam acara ini ada tiga narasumber yang memberikan materi yang menarik, yaitu mbak Rina Renville, Chairman Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) DKI Jakarta. Mbak Nike Prima, Co-Founder & Creative Director @livinglovingnet. Serta mbak Niken Widyasti, Operational Offer Manager Schneider Electric Indonesia.

Menciptakan Suasana Rumah yang Nyaman Untuk Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Hidup


Materi pertama yang disampaikan mbak Rina Renvilee, ialah tentang pemahaman rumah  bukan cuma sebagai tempat istirahat, tapi juga sebagai tempat kita melakukan banyak aktivitas. Terutama di tengah masa pandemi seperti sekarang, dimana banyak kantor yang memberlakukan WFH (Work From Home).


Dengan keterbatasan di tengah masa pandemi ini, rumah menjadi tempat seluruh anggota keluarga beraktifitas. Mulai dari sekolah, bekerja, bersantai, beristirahat dan mencari inspirasi. Dengan banyaknya kegiatan yang dilakukan di rumah, tentu penghuni rumah harus menciptakan suasana yang nyaman sehingga dapat meningkatkan produktivitas meski hanya dari rumah.

Salah satu caranya adalah dengan mendesain interior rumah yang lebih personal, unik dan dekat dengan alam yang mencerminkan nilai-nilai hidup kita, dan hal-hal yang dapat membuat kita merasa gembira dan terinspirasi.



Lebih lanjut mbak Rina Renville menjelaskan bahwa personalisasi merupakan perpaduan antara kejujuran terhadap diri sendiri, keunikan dan perhatian terhadap hal-hal detil. Cara sederhana yang dapat dilakukan oleh pemilik dan penghuni rumah dalam personalisasi desain interior adalah dengan memasukkan berbagai detail kecil yang memiliki makna khusus setiap anggota keluarga.

Saya sendiri merasa tercerahkan dengan apa yang disampaikan mbak Rina Renville, karena seringkali kita mencari inspirasi desain interior rumah dari apa yang kita lihat di majalah, internet, atau rumah orang lain. Sampai kita lupa untuk memasukkan hal-hal personal yang hanya kita yang memilikinya.

Rumah Adalah Tempat Kita Bebas Bereskpresi



Selanjutnya materi dari mbak Nike Prima, yang mana saya sendiri sering membaca blog livingloving dan kagum dengan selera mbak Nike dalam mendesain interior rumah. Ternyata mbak Nike bilang kuncinya adalah menjadikan rumah sebagai tempat untuk berekspresi dan menjadi diri sendiri.

Mbak Nike memiliki prinsip untuk membangun koneksi sedekat mungkin antara interior dengan apa yang menjadi nilai-nilai penting dalam keluarganya. Oleh karena itu, bagi mbak Nike penting sekali memilih finishing, fixtures, furniture hingga ornamen dekorasi yang selaras.

Senang rasanya bisa mendengar penjelasan dari mbak Nike, ternyata saya dan beliau sepaham tentang bagaimana rumah harusnya menjadi tempat kita bebas berkespresi dan menjadi diri sendiri.

Ciptakan Personalisasi Desain Interior Rumah dengan AvatarOn Dari Schneider Electric



Berikutnya mbak Niken Widyasti, Operational Offer Manager Schneider Electric Indonesia, menyampaikan bahwa kampanye #RumahAdalah yang diluncurkan Schneider Electric bertujuan untuk menginspirasi masyarakat agar menjadi diri sendiri, menghidupkan kembali rumah dengan menjadikannya tempat yang memungkinkan tiap penghuni rumah mencapai dirinya sendiri, mencerminkan siapa dirinya, gayanya, dan gaya hidupnya.

Sehubungan dengan  kampanye tersebut, Schneider Electric memperkenalkan terobosan terbarunya yang dapat menjawab kebutuhan personalisasi desain interior, yaitu sakelar AvatarOn yang memungkinkan sakelar menjadi satu kesatuan konsep interior rumah yang semakin memperkuat kesan stylish, personal, dan multifungsi.




Jadi AvatarOn ini adalah sakelar dimana penutupanya bisa kita personalisasi dengan gambar apa saja sesuai dengan keinginan dan kepribadian kita lho. Saya sendiri mendengarnya pada acara itu dengan perasaan kaget bercampur kagum.
 
Masih dari narasumber mbak Niken,  AvatarOn merupakan kombinasi sempurna antara estetika dan fungsional. AvatarOn – peraih penghargaan iF Design Award 2017; hadir dengan teknologi "Slim Rocker, Sure Click", memiliki desain kontak yang tipis dan halus, meminimalisir resiko percikan api untuk memastikan penggunaan yang aman dan andal. Jadi walaupun anak kita suka cetak-cetak sakelar, InsyaAllah tetap aman kok. 

Selain itu, soft LED locator miliknya menyatu sempurna dengan permukaan sakelar yang lebar dan dilengkapi dengan fluorescent LED locators di bagian bawah dengan pencahayaan yang lembut dalam kondisi gelap. Sakelar ini juga mencakup aksesori multifungsi seperti gantungan kunci dan soket pengisi daya USB untuk kenyamanan sehari-hari, menjawab kebutuhan rumah seluruh penghuni rumah.




Woaaah, keren banget ya. Kita bisa cetak foto/gambar apapun yang kita mau. Bisa foto sekeluarga, foto anak, karakter kartun favorit, gambar alam, tumbuhan, hewan peliharaan, apa pun itu sesuka hati sesuai dengan konsep personalisasi yang ingin kita terapkan di rumah.

Jangan khawatir juga soal kualitas gambar. Karena Schneider Electric bekerja sama dengan perusahaan digital printing, Snapy, yang menjamin kualitas dari hasil cetak gambar pada sakelar AvatarOn.

Kalau disimpulkan berikut alasan kenapa sakelar AvatarOn pantas berada di rumah kita:

  • Unik, menarik, dan personal
  • Kualitas gambar bagus, tahan lama.
  • Dilengkapi dengan fluorescent LED
  • desain kontak yang tipis dan halus


Cara Membeli Sakelar AvatarOn

Kita dapat membeli dan mencetak penutup sakelar AvatarOn di Snapy terdekat sebagai vendor percetakan resmi yang bekerja sama dengan Schneider Electric. Bisa juga memesan melalui situs snapy.id/avataron.

sakelar avataron



Kalau mau beli yang ready stock juga bisa. Apa lagi selama masa kampanye #RumahAdalah, Schneider Electric bekerja sama dengan Tokopedia memberikan promo diskon 16% + cashback 5% untuk pembelian sakelar AvatarOn selama Bulan September.

Nah, gimana menurut teman-teman semua tentang AvatarOn dari Schneider Electric ini? Atau jika kalian punya definisi sendiri tentang #RumahAdalah, ceritakan di kolom komentar, ya.




Sumber foto: Schneider Electric, dokumentasi pribadi
Ilustrasi : Oleh penulis didesain dengan Canva Premium

Kabut Asap, Bencana Terulang Akibat Lalainya Menjaga Hutan dan Udara

Kabut Asap, Bencana Terulang Akibat Lalainya Menjaga Hutan dan Udara



Kabut asap adalah bencana yang beberapa kali saya rasakan selama tinggal di Provinsi Jambi. Dari saya remaja sampai sekarang saya sudah punya anak, ancaman kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan masih saja datang dan mengganggu.  

Tahun 2015 kabut asap di Jambi sangat parah. Jarak pandang berkisar 300-900 meter saja. Berkendara wajib menghidupkan lampu dekat atau lampu jauh. Berasa di negeri awan, bedanya negeri awan di dongeng-dongeng itu indah dan bikin bahagia, kalau yang ini bikin sesak napas. 
Jalani Ramadan Anti Bosan Bersama Shopee #THRBigRamadhanSale2020

Jalani Ramadan Anti Bosan Bersama Shopee #THRBigRamadhanSale2020


Senang rasanya bisa kembali bertemu dengan bulan suci Ramadan. Bulan dimana saatnya berlomba meraih pintu pengampunan, bulan dimana pahala dilipatgandakan, dan bulan yang menguji umat Islam agar dapat meraih kemenangan.

Namun Ramadan kali ini terasa berbeda. Tahun-tahun sebelumnya, bulan Ramadan adalah saat paling banyak kita bersilahturahmi dengan keluarga, sahabat, rekan kerja, bahkan dengan teman yang sudah bertahun-tahun nggak ketemu.

Tahun ini oleh pemerintah, kita diminta untuk menjalankan Ramadan #dirumahaja, demi memutus rantai penularan Covid-19. Virus yang sampai saat tulisan ini diterbitkan sudah membuat lebih dari sebelas ribu orang di Indonesia terinfeksi virus tersebut, sehingga harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit.

Grup angkatan terasa sepi, nggak ada riuh dan ricuhnya obrolan hanya karena sibuk menentukan tanggal untuk buka bersama. Nggak ada rapat panitia acara buka bersama di kantor, atau merencanakan buka bersama di panti asuhan. Sedihnya lagi, saya nggak bisa berkunjung ke rumah orang tua untuk mencicipi kolak pisang dan gulai ayam buatan mama untuk berbuka puasa.
Menjaga Hutan Lestari, Demi Anak Cucu di Masa Depan Nanti

Menjaga Hutan Lestari, Demi Anak Cucu di Masa Depan Nanti


"Uh, bau apa nih?" 

Anak saya Mukhlas (2,5 tahun) refleks menutup hidungnya saat kami keluar rumah menuju daycare tempat biasa dia dititipkan selama saya bekerja.

"Bau asap, Nak. Makanya tutup hidung dan mulut Mukhlas."

"Acap ya?" dengan nada cadelnya, Mukhlas menutup mulut dan hidung dengan kedua tangan mungilnya.

"Iya, kabut asap namanya."

Ada perasaan sedih disaat anak saya mengalami kotornya udara dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Provinsi Jambi, masalah ini masih sering terjadi dari tahun ke tahun.
Secarik Puisi Untuk NKRI

Secarik Puisi Untuk NKRI


"Jangan Dengarkan Dia"
Oleh : Dudukpalingdepan

Dia bilang kita berbeda
Padahal kita satu bangsa
Dia bilang kita bisa saja saling pukul
Namun yang kuinginkan kita bisa saling rangkul
Dia bilang tak perlu saling menghargai
Aku ingin kita saling bertoleransi 
Dia bilang hidup tak perlu berdampingan
Tapi aku suka hidup di tengah perbedaan
Dia bilang jika berbeda, maka kita bukan saudara
Aku bilang, tak usah kau dengarkan dia
ASUS ZenFone Max M2,  Kado Impian Untuk Suami yang Hobi Main Game.

ASUS ZenFone Max M2, Kado Impian Untuk Suami yang Hobi Main Game.


Meski saya bukan seorang gamer, tapi saya nggak asing dengan nama-nama Mobile Gaming yang lagi trend kayak Mobile Legend, PUBG, atau dulu sempat rame juga Let's Get Rich. Saya tahu itu darimana? tentu dari suami saya yang memang doyan main game. Belum lagi orang-orang di kantor juga main game itu kalau lagi break.

Awalnya saya pikir "Apaan sih nih orang-orang main game melulu, apa faedahnya?". Saya juga ngedumel kalau lihat suami main game di rumah pakai smartphonenya. Sampai suami saya bilang kalau setiap orang punya hobi yang berbeda.

Suka Duka Membuat Konten Kreatif Dengan Laptop ASUS

Suka Duka Membuat Konten Kreatif Dengan Laptop ASUS

suka duka membuat konten

Dulu saya bikin blog dan akun media sosial hanya untuk bersenang-senang. Saya cuma unggah foto-foto narsis (padahal muka kucel😝). Di blog pun dulu saya sering menulis tentang curhat-curhat tanpa hikmah. Pokoknya kalau diingat-ingat lagi kasian orang yang follow medsos dan blog saya, nggak ada faedahnya. 

Namun setahun terakhir ini saya mulai agak serius dalam memanfaatkan internet, khususnya blog dan media sosial. Sayang banget kalau uang yang saya keluarkan setiap bulan, untuk beli kuota dan bayar Wifi hanya digunakan untuk haha-hihi nonton Youtube atau nonton perang komentar warganet di Instagram. 

Saya mulai berpikir bagaimana caranya agar konten di blog maupun medsos saya lebih bermanfaat untuk followers? Syukur-syukur kalau bisa menghasilkan uang, minimal bisa menutupi pengeluaran biaya internet bulanan *biar suami nggak manyun lihat tagihan internet tiap bulan*.