Pengalaman Pasang dan Lepas Kontrasepsi KB Implan

By dudukpalingdepan - 11:30:00 PM

KB Kontrasepsi Implan

Setelah maju mundur dan berpikir lama, akhirnya pada bulan Maret 2019 saya pasang kontrasepsi Implan. Itu pun kebetulan ada teman sekaligus tetangga yang ngajak. Karena ada temannya, saya jadi lebih berani untuk pasang sepotong besi di lengan. 

Sebenarnya orang-orang sekitar sudah ada yang nanya "kapan Mukhlas dikasih adek?" atau dido'ain semoga cepat punya anak lagi. Saya sih terima kasih jika ada yang mendo'akan kebaikan. Tapi karena ini saya yang menjalani, jadinya ya saya dan suami yang tahu betul kondisi kami bahwa kami belum siap untuk memiliki anak kedua.

Alasan Memutuskan Pakai Kontrasepsi

Secara mental ada beberapa hal pada masa kehamilan dan melahirkan dulu yang bikin saya pengen kasih jeda dulu, nggak mau buru-buru. Masih kebayang nggak enaknya mual-mual, plus alergi yang bikin seluruh punggung tangan saya bentol dan perih.


Waktu proses melahirkan pun, saya melalui induksi sehari semalam. Sudah menahan sakit selama itu, eh bukaan nggak kunjung bertambah jadi tetap harus operasi caesar


Ketika menyusui, saya juga sempat kena mastistis. Payudara bengkak, nyeri, tapi masih harus menyusui anak, mau nangis aja bawaannya. Untung saya cepat ke dokter spesialis, sehingga nggak sampai harus operasi.


Belum lagi keadaan saya yang jauh dari ortu/mertua, dan sanak saudara lainnya. Memang tetangga baik-baik, tapi kan nggak bisa kita repotin sering-sering layaknya kalau minta tolong ke ortu/mertua untuk bantu jaga anak.

Dulu aja ngedatangin bapak dan ibu mertua dari pulau Jawa. Nggak enak aja gitu harus terus merepotkan mereka dalam waktu dekat.

Suami saya juga setuju saya memakai kontrasepsi karena memang dia sendiri menemani proses kehamilan, persalinan, sampai mengurus anak. Jadi dia tahu banget ngurus anak satu aja riweh, dan menguras energi. Apa lagi kami berdua sama-sama kerja. 

Sehingga kami sepakat menunda dulu sementara punya anak berikutnya. 

Kenapa Memilih Kontrasepsi KB Implan?

Kontrasepsi KB Implan

Sebenarnya alat kontrasepsi itu ada banyak. Mulai dari kondom, pil yang harus diminum setiap hari, pil darurat, suntik berkala, implan, dan ada juga IUD. 

Kalau kondom rasanya kurang greget gitu (emangnya pawang macan, kudu greget? :P), kalau pil saya nggak sanggup deh harus minum pada jam yang sama setiap hari. Sedangkan pil darurat itu hanya untuk keadaan darurat saja dan harus resep dokter.

Suntik berkala bagi saya merepotkan. Sedangkan IUD pemasangannya pada vagina, saya takut dan kebayang ngilunya. Jadi pilihan paling tepat rasanya ya implan. Pemasangannya di lengan, sekali pasang bisa untuk sampai tiga tahun.

Pengalaman Pasang Kontrasepsi KB Implan di Bidan Terdekat

Kontrasepsi KB Implan

Sama teman saya itu kita pilih masang kontrasepsinya di bidan dekat rumah. Kita berdua sama-sama pilih KB Implan. Setelah konsul dan cek tensi darah, prosesnya pun dimulai.

Pertama pada bagian lengan kiri disuntik anastesi (bius) dulu biar nanti pas diseyet dikit kulitnya nggak berasa (paling berasa geli-geli doang). Setelah kebas, baru deh ibu bidan membuat sedikit seyetan dengan pisau. Rasanya...aduuh!! Nggak berasa apa-apa kok. Asal jangan dilihat, kalau dilihat ngilu juga kulit kita disayat. 

Setelah itu pakai alat dimasukin deh tabung kecil seukuran korek api yang mengandung hormon untuk mencegah kehamilan.

Mengutip dari hallosehat.com, implan yang sudah dimasukkan ke bawah kulit akan melepaskan hormon progestin dengan kadar rendah. Kemudian, hormon tersebut akan mencegah ovulasi (pelepasan sel telur dalam siklus bulanan). Jika seorang wanita tidak berovulasi, ia tidak bisa hamil karena tidak ada sel telur untuk dibuahi.

Progestin yang dilepaskan oleh KB implan juga akan menebalkan lendir di sekitar leher rahim atau serviks. Hal ini akan mencegah sperma untuk memasuki rahim.

Progestin juga akan menipiskan lapisan dinding rahim, sehingga jika ada sperma yang berhasil membuahi sel telur, telur tersebut akan sulit menempel pada dinding rahim untuk memulai kehamilan.

Setelah implan masuk ke bawah kulit, bekas sayatan ditutup dengan kapas. Tanpa perlu dijahit, karena emang kecil banget kok sayatannya kayak kegores aja. 

Proses pemasangannya juga nggak lama. Hanya sekitar 15-20 menit. Terus sama sekali nggak sakit ya karena efek suntik bius pada awal pemasangan tadi.

Efek Pemakaian Kontrasepsi KB Implan

Setelah pulang ke rumah, masih nggak berasa sakit apa-apa. Sampai 24 jam berikutnya, bius hilang baru deh berasa ngilunya dan muncul lebam-lebam biru yang baru hilang setelah hari ketiga.


Selama itu nggak ada obat apa-apa yang perlu diminum paling kalau untuk mengurangi nyeri dikompres pakai air es saja. 

Nah, efek lain yang saya rasakan pada bulan berikutnya adalah menstruasi menjadi lebih panjang. Biasanya saya hanya menstruasi selama 6-7 hari. Tapi setelah pakai implan bisa 10-12 hari. Masih normal sih ya, karena durasi menstruasi itu bisa sampai 14 hari.

Tapi yang berbeda adalah, menstruasinya jadi dua kali dalam sebulan. Durasinya juga sama, 10 harian. Kebayang dong, dua kali dalam sebulan dapat mens. Dua kali PMSnya, dua kali nyeri pinggang dan perutnya. 

Efek dua kali menstruasi saya rasakan sampai bulan kedelapan. Bulan berikutnya sempat normal dua bulan. Tapi pernah juga nggak haid sama sekali. Sampai saya galau jangan-jangan hamil. Eh bulan berikutnya jadi haid dua kali lagi dalam sebulan sampai pada bulan tulisan ini diterbitkan.

Efek lain seperti berat badan naik drastis sih nggak ya, itu juga tergantung pola makan dan olah raga kan. Hanya saja jerawat jadi lebih sering karena mensnya dua kali sebulan plus lebih lama. 

Saya sudah konsultasi dengan bidan dan baca-baca artikel juga. Katanya efek kontrasepsi Implan memang begitu. Siklus haid jadi nggak teratur dan bisa lebih banyak. Tapi katanya itu hanya 6-12 bulan pertama. Sedangkan saya sudah hampir 15 bulan, masih begitu juga.

Efek ini juga dirasakan teman saya yang kami barangen pasang kontrasepsinya. Tapi ditanya ke teman-teman lain yang pakai juga, ternyata efeknya berbeda-beda. Ada yang haidnya lancar dan teratur, ada yang jadi nggak haid selama berbulan-bulan.

Biaya Pasang Kontrasepsi KB Implan

Pengalaman saya setahun lalu, biayanya sebanyak Rp250.000. Itu di bidan ya, kalau di Rumah Sakit saya kurang tahu. Bervariasi sih cuma sekitaran itu. Kalau mikirin jangka waktunya ya harganya sesuai sih. Dibanding repot minum pil atau suntik berkala.

Apakah Akan Terus Melanjutkan Kontrasepsi Ini?

Nah, ini dia yang sedang saya pikirkan. Efek menstruasi dua kali dalam sebulan benar-benar bikin tubuh saya nggak nyaman. Mood kacau, lebih sering nyeri pinggang dan punggung, terus malah suami harus "puasa" lebih lama  karena menstruasinya juga lama.

Ekspresi kalau lagi PMS

Keseringan pakai pembalut juga bikin iritasi, walau pun sudah saya selingkan dengan pembalut kain. Ibadah juga jadi ragu. Walau pun saya mengambil pendapat menstruasi kedua sebagai darah penyakit dan tetap menjalankan ibadah. Kebayang nggak puasa tapi darah haid keluar? Lemes banget. Dua kali saya batal karena itu.

Kemungkinan saya mau lepas kontrasepsi ini. Tapi galau kalau kebobolan gimana? Wkwkwk. Tapi tentunya saya dan suami akan cari cara aman lainnya. 

Anak Adalah Amanah yang Harus Dijaga, Bukan Sekedar Titipan

Bagi sebagain orang, ada yang anti kontrasepsi. Menganggap tidak mensyukuri nikmat benih anak yang diberikan Allah SWT. Saya sendiri sudah membaca dari sisi kajian Islam dan kesehatan. 

Segala sesuatu tergantung niatnya. Kalau niatnya menolak takdir Allah atas keturunan ya itu salah. Tapi kalau niatnya memberi jarak, agar kebutuhan anak secara lahir dan batin terpenuhi, itu nggak apa-apa. 

Saya sendiri termasuk percaya bahwa anak bukan sekedar titipan dari Allah SWT. Tapi amanah yang perlu dijaga, dirawat, dididik. Tentu itu semua membutuhkan perhatian, fokus, tenaga, waktu, dan materi dari orang tuanya.


Lagi pula kemampuan setiap keluarga berbeda. Nggak boleh disama ratakan dan atau dibanding-bandingkan

Dari sisi kesehatan, saya yang melahirkan dengan persalinan operasi caesar, ada baiknya memberi jarak 4 tahun lebih agar kondisi badan lebih siap. Sebenarnya sih di bawah 4 tahun boleh-boleh aja kalau sanggup, tapi saya ngilu kalau jahitan ini harus buka tutup dalam waktu dekat.

Jadi apapun keputusan orang kita hargai aja. Mau punya banyak anak dan rapat jaraknya, ya kita berikan selamat. Mau berjarak ya kita do'akan semoga rencananya berjalan lancar.

Kalau saya sih yang penting diskusi dan restu suami. Suami juga bilang, yang penting kesiapan saya katanya. 

Update! Pengalaman Lepas KB 

Saya memutuskan Lepas KB Implan pada awal bulan Juni 2020, karena saya merasa nggak nyaman dengan efeknya yang membuat menstruasi saya menjadi dua kali dan lama dalam sebulan. 

Proses melepasnya sebentar dan mirip dengan saat mau memasang dulu. Lengan saya dibius, lalu setelah kebas, bidan akan menyayat sedikit dan mengeluarkan kontrasepsi implannya. 

Nggak ada rasa sakit karena dibius, paling cuma pas suntik biusnya yang rada cenat-cenut sedikit. Untuk biaya pelepasannya sebesar Rp50.000.

Setelah lepas, saya sempat keluar darah haid 3-4 hari tapi cuma sedikit dan itu juga pada pagi hari saja. Setelahnya berhenti dan saya masih menunggu siklus haid saya normal.

Lalu bagaimana keputusan tentang jumlah anak? Saya dan Suami tetap ingin menunda dulu. Tapi pakai kontrasepsi lain seperti kondom saja. 

Semoga berjalan lancar. Tapi saya yakin sebaik-baiknya rencana manusia, rencana Allah SWT adalah yang terbaik.

Nah, semoga tulisan panjang ini bisa membantu memberikan refrensi bagi ibu-ibu yang mau menjarakkan kelahiran anaknya ya. 

Ingat, kondisi tubuh kita berbeda-beda. Ada baiknya konsultasi dulu dengan tenaga medis setempat.

Semoga bermanfaat.




  • Share:

You Might Also Like

32 komentar

  1. Semoga ada pilihan terbaik ya kak buat kakak dan suami. Saya dulu pake kalender karena jadwal istri saya teratur. Ini habis anak ke3 juga kepikiran pake kontrasepsi, tp masih bingung pake yg mana, makasih sharingnya ya kak

    djangki.wordpress.com

    ReplyDelete
  2. waaah noted buat pengetahuan aku nih mbak, baru tahu bisa bengka2 lebam begitu, bayangin doang rasanya ngilu huhu

    ReplyDelete
  3. Kalau baca ceritanya,memang bikin dilema bangetz.

    Semoga ada bukibuk dibawah ini yg bisa kasih saran yg bermanfaat buat Dindo.

    Saya cuma kasih masukan buat Pak Su : " yg sabar yah Mas , " . Suami sabar disayang Istri loh....😊🙏🙏🙏

    ReplyDelete
  4. emang ada aja efek sampingnya ya mba? ibu saya dulu KB suntik, terus jadi gendut banget. katanya kalo pil takut lupa. saya semenjak nikah belum KB karena mau berkembang biak dulu hehe. makasih sharingnya mba..

    ReplyDelete
  5. Saya abis lahiran anak ke-3 pasang implan juga Mbak, di lengan sebelah kiri. Cocok²an sih ya, haid saya gak datang², trus badan jd meroket naiknya huhuu... Setelah 3 thn sy buka dan 3 thn kemudian lahir si anak bungsu. Jaraknya 6 tahunan ama si no 3

    ReplyDelete
  6. Ternyata efek sampingnya lumayan juga ya, kak. Ipeh pernah pake spiral dan memang waktu itu mens lebih banyak dan lebih lama. Tapi, cuma itu. Justru selama pake spiral malah saat mens ngga pernah sakit sama sekali. Pas lepas spiral, justru balik lagi jadi sakit setiap mens.

    ReplyDelete
  7. Membayangkan mens lama ituuu, btw semoga dapat solusi yg terbaik ya kaka 👌

    ReplyDelete
  8. Aku malah serem duluan kalo implan, tadinya sih mau KB alami aja, tapi pas lahiran kedua, dokter mewajibkan pasang IUD, yah gimana lagi. Pasang deh alhirnya.

    ReplyDelete
  9. wah kok bisa ampe lebam dan bengkak gitu kak..sy klo bengkak dan lebam biasa aja lama banget ilangnya..tp mungkin efek tiap orang beda2 ya..mksh sharingnya

    ReplyDelete
  10. Sampe sekarang saya belum berani pake kontrasepsi suntik, pil, implan, iud dll.
    Saya masih mengandalkan KB Alami kalender. ini masuk tahun ketiga belum kebobolan.

    ReplyDelete
  11. Sampe sekarang masih ngeri kalo mau pasang kontrasepsi macem2, takut sama efek sampingnya. Alhasil 3 tahun ini pilih kb alami pake kalender

    ReplyDelete
  12. Aku pake KB IUD, efeknya beberapa hari setelah mens, keluar darah lagi 2-5 hari.
    Jadi tahu banget gimana rasanya ibadah dalam kondisi ini.
    Meski ragu, semoga Allah menerima ibadah kita :)

    ReplyDelete
  13. ngilu juga ih ngeliat bisa lebam dan bengkak gitu
    jadi makin selektif milih alat kontrasepsi
    sangat membantu sharingnya ini mba

    ReplyDelete
  14. Aku pernah dengar KB implan tapi baru kali ini dapat informasi lengkap mengenai KB implant ini, keren sista

    ReplyDelete
  15. Aku ini suka banget baca pengalaman orang lain tentang pasang alat KB kak. Tapi ya gitu, akunya takut. Ya sudahlah akhirnya gak pasang apapun .hahaha

    ReplyDelete
  16. Saya team nyimak dulu ya kak, belum ada pengalaman pakai kontrasepsi hihihi jadi no comen. Tapi setiap kontrasepsi ada plus minusnya pasti ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi toss kita kak Aisyah. Aku takut ngebayangin efeknya. Soalnya temen-temen yang pake KB banyak yang ngeluh. Jadinya kan serem sendiri akutu

      Delete
  17. Baru tahu kalau ada alat kontrasepsi yang dipasang di lengan. Teknologi KB semakin hari semakin berkembang saja ya Mbak.

    ReplyDelete
  18. jadi tambah tau setelah baca cerita kakak, kalo itu pilihan teraik untuk tidak enambah momongan menurutku juga gak papa ya, karena semua ada alasannya.

    semoga tromanya cepat hilang dan cepat mendapatkan momongan lagi.

    ReplyDelete
  19. Alat kontrasepsi memang cocok - cocokan ya,Mbak. Saya sempat pakai IUD, tapi karena sering perdarahan, saya lepas lagi. Semoga implannya cocok dan nyaman ya, Mbak. Sehat selalu :)

    ReplyDelete
  20. Semua alat kontrasepsi memang ada plus minusnya ya mba. Ada teman saya pakai suntik ga haid selama 2 bulan. Kalau pakai pil kb kadang lupa minum. Akhirnya semua tergantung kepada kecoocokan individu masing2

    ReplyDelete
  21. Duh, aku maju mundur nih mau pasang kb, sampai saat ini belum pasang apa-apa karena emang lagi pengin punya anak nih mb, doain ya amin.
    Tapi pengalaman orang emang bener ga bisa disamaratakan ya

    ReplyDelete
  22. Hahaha sama ya kita bun. Udah diinduksi seharian, tetep aja nggak ada pembukaan. Akhirnta sesar deh. Tapi allhamdulillah ya untung juga ada sesar. Klo nggak gimana nasib kita dan anak kita coba. Ngomong-ngomong aku baru tahu ada kb implan yang dipasang tangan itu. Hadeuhhh ketahuan ya ilmu aku masih cetek hahahaha 😂

    ReplyDelete
  23. Semoga lancar2 n baik2 aja ya Mbak Enny implannya di lengan mbak. Mudah2an emang bekerja sesuai dengan yang diharapkan. Ibu sehat, keluarga terawat. hehe... slogan KB bangeet

    ReplyDelete
  24. Ibuku dulu pernah pake KB implan ini, kalau dulu namanya KB susuk. Memang aman. Tapi aku pribadi tidak diizinkan memakai KB ma paksu.

    ReplyDelete
  25. Keliatannya implan memang praktis dan aman ya, tapi dilihat dari efeknya agak ngeri sedap gitu ya, agak ga nyaman jika kelamaan mens. Kalau aku sebelumnya pernah pakai pil kb, aman sih ga ada efek apa2, tapi ya gitu harus rutin ga boleh kelewat kalau ga nanti bisa ngisi lagi deh. Semua pemakaian kb ada plus minusnya ya.

    ReplyDelete
  26. Aku masih banyak-banyak membaca ttg alat kontasepsi ini, buat nambah ilmu juga buat kedepannya.ntar aku konsul ke dokter deh yg cocok buat ku apa. Soal nya Ada yg kita nya skrg (pengen pake itu) Tapi ga cocok secara hormonal

    ReplyDelete
  27. Haidnya gimana mba? Lancar kah? Seefektif apa setelah pasang implan? Saya sudah 6 tahun menikah, dan sudah ada 3 anak, itu kami konsisten dan disiplin pakai kondom. Hihihi. Alhamdulillah itu juga pilihan suami sih. Dia kuatir kalo minum pil, pasang IUD, atau KB implan, itu suka ada kejadian-kejadian ngeri yg dia baca di berita. Dia kasihan juga lihat saya nanti haidnya gak teratur trus menggendut karena pil. Kakakaka. Macam2 dah pertimbangannya.

    ReplyDelete
  28. Wah... efeknya kebalikan dengan saya ya Mbak. Saya implant setahun lalu, dan sudah setahun ini tidak menstruasi lagi. Badan ajek, tidak tambah. Cuma jadi nggak penginan yang itu. Jadi kadang cuma gugurkan kewajiban saja karena mood memang penting.
    Ini efek yang saya rasakan jika KB suntik 3 bulan....
    Saya juga sedang bertanya-tanya apa akan teruskan atau copot saja implant-nya.

    ReplyDelete
  29. Saya dan istri setelah punya satu anak belum memutuskan menggunakan KB, kami menggunakan cara alami dulu. Pengen ikutan KB tapi ya itu banyak banget pertimbangannya. Saya juga bari tahu tentang KB implan ini

    ReplyDelete
  30. Wah sama mba, aku juga induksi semalaeman. Tp akhirnya tetep berhasil normal. Pas mau lahiran anak ke2 sempet takut juga kebayang sakitnya induksi. Tp untung aja ga perlu induski 😁

    KB yg hormonal bakal kaya gitu, kaya Implan, suntik atau pil. Kalau mau mending KB non hormonal kaya IUD mba, ngilu di awal aja kan 😁

    ReplyDelete
  31. Aku nih belum pernah pasang kb sampai sekarang.. Huhuuu makasih banyak yah mba informasi nya ini jadi semakin tau deh tentang kb aku

    ReplyDelete

Jalan-jalan ke rumah caca, mampir sebentar beli kedondong, jangan cuma dibaca, kasih komentar juga dong.