Duduk Paling Depan
Inilah 4 Kesalahan Membeli Kacamata yang Baiknya Dihindari

Inilah 4 Kesalahan Membeli Kacamata yang Baiknya Dihindari

tips membeli kacamata

Di Indonesia trend memakai kacamata bukan lagi hal yang baru, apalagi bukan hanya orang dewasa saja yang dapat memakai kacamata. Melainkan banyak juga diantara anak-anak yang sudah memakai kacamata ini untuk menunjang tampilan mereka agar semakin gaya, selain itu sebenarnya kacamata juga berfungsi sebagai sarana bantu bagi yang memiliki gangguan penglihatan, seperti diantaranya rabun jauh ataupun rabun dekat. Itulah mengapa dianjurkan bagi Kamu untuk melakukan pemeriksaan atau check up terlebih dahulu sebelum membeli, sehingga bisa mendapatkan produk terbaik.
 Scarlett Whitening Pilihan Bodycare Dalam Rangka Perwujudan Mencintai Diri Sendiri

Scarlett Whitening Pilihan Bodycare Dalam Rangka Perwujudan Mencintai Diri Sendiri

review scarlett whitening

Bagi teman-teman yang sudah sering berkunjung ke blog ini juga mungkin sudah baca cerita pengalaman saya berjuang menyembuhkan jerawat menahun. Tapi dari pengalaman itu, pengetahuan saya akan produk-produk perawatan wajah semakin bertambah.

Sayangnya gara-gara fokus pada wajah saya malah mengabaikan perawatan tubuh. Misalnya dulu setiap hari pakai skincare berlapis itu penting banget bagi saya. Bahkan bela-belain telat sedikit berangkat kerja yang penting nggak skip skincare. Sedangkan untuk bodycare, malah saya cuekin. Nggak pakai lotion apapun padahal keluar rumah dengan matahari yang bersinar terik.

Sebelumnya saya mikir karena sudah berhijab, anggap saja pakaian adalah pelindung terbaik. Sayangnya saya salah, yang ada malah kulit belang, terus jadinya kulit kering banget. Kulit yang kering jadi mudah iritasi, misalnya kalau kelamaan pakai cincin malah kulitnya ikut terkelupas dan perih.
 
Pengalaman kulit terkelupas karena terlalu kering

Mencintai Diri Sendiri Dengan Bodycare dari Scarlett Whitening

Kalau dulu saya hanya peduli pada perawatan wajah dan mengabaikan perawatan tubuh, tapi semenjak sering baca-baca tentang #SelfLove yang mana pentingnya bagi kita mencintai diri sendiri, saya jadi berniat untuk merawat kulit tubuh juga. Tujuannya bukan karena ingin terlihat cantik dan segar saja, tapi lebih kepada wujud rasa syukur atas fisik sempurna yang sudah Allah SWT berikan.

Pilihan saya jatuh kepada rangkaian Bodycare dari Scarlett Whitening. Soalnya sudah banyak blogger dan vlogger yang review dan bilang kalau produk ini bagus banget untuk mencerahkan kulit. Jadi saya penasaran ingin membuktikannya juga.



 
Sekitar tiga minggu lalu, paket Scarlett Whitening saya datang. Ada Body Scrub, Shower Scrub, dan Body Lotion. Dari kemasannya saja sudah menarik. Warna pinknya menggambarkan wanginya yang sweet. Berikut reviewnya satu persatu ya.

Scarlett Whitening Body Scrub Romansa

body scrub romansa

Dulu saya malas banget sebenarnya mau luluran atau pakai body scrub. Karena kebanyakan butirannya sakit saat digosokkan di kulit tubuh. Tapi ternyata Body Scrub dari Scarlett Whitening ini butirannya nggak bikin sakit dan perih saat diaplikasi di seluruh tubuh.

Cara pakainya juga gampang, tinggal oleskan ke seluruh tubuh, lalu diamkan 2-3 menit kemudian bilas seperti biasa. Nah sensasi pas bilasnya ini yang saya suka karena kulit langsung kerasa halus dan wangi banget. 
 

Scarlett Whitening Body Scrub ini mengandung Glutathione (vitamin pencerah kulit paling cepat di dunia) dan butiran Vitamin E.  Butiran scrub-nya mampu menghidrasi kulit, mengangkat sel kulit mati dan kotoran yang ada di kulit tubuh. Makanya kulit langsung terasa lembut setelah pemakaian.

Saya juga suka body scrub ini karena waktu pemakaiannya yang nggak perlu lama-lama. Maklum, saya seorang ibu yang punya balita yang nggak bisa ditinggal lama-lama. Selain itu isi body scrub ini banyak banget, bisa lebih dari sebulan. Jadi nggak bikin kantong bolong.

Scarlett Whitening Shower Scrub Pomegrante


Setelah pakai body scrub, saat mandi saya juga pakai Scarlett Whitening Shower Scrub Pomegrante. Cara pakainya sama kayak sabun biasa. Tapi yang bikin beda karena di dalam Scarlett Whitening Shower Scrub ini terdapat butiran halus yang dapat membantu meregenerasi, melembabkan serta mencerahkan kulit tubuh secara lebih maksimal terutama jika rutin digunakan setiap hari.

Warna Scarlett Whitening Shower Scrub Pomegrante ini juga cantik banget, yaitu warna ungu dengan bulir warna-warni. Aromanya juga wangi banget. Bikin waktu mandi jadi lebih menyenangkan dan bisa jadi “me time” buat saya, ibu-ibu yang setiap harinya ada segudang rutinitas.



 
Setelah pakai body scrub dan shower scrub dari Scarlett Whitening, kulit terasa lembut, segar, dan wangi. Keluar kamar mandi rasanya jadi semangat untuk menjalankan aktifitas dipagi hari, atau beristirahat pada malam hari.

Scarlett Whitening Body Lotion Charming


Dari botolnya unik banget ya, kayak kemasan hand wash tapi ini body lotion. Mulut botolnya berbentuk pump yang memudahkan saat dipakai, tinggal pencet dan nggak perlu ribet buka-tutup. Walaupun bentuknya pump, tapi nggak gampang tumpah kok karena lock-unlocknya. Tapi pernah juga buru-buru saya bawa pergi langsung masuk tas tanpa pasang lock-nya, ternyata tetap nggak tumpah kok.

Tekstur body lotion ini lebih thick daripada lotion biasa. Meski begitu tetap mudah diaplikasikan dan di-blend pada kulit. Begitu dipakai terasa lembutnya dan tercium wanginya yang menurut saya manis dan romantis.

Body lotion ini juga mengandung Glutathione (Mother of Antioxidant) dan Vitamin E yang sangat bagus dan efektif untuk membantu merawat kulit tubuh terutama untuk melembabkan dan mencerahkan kulit. Bahkan efeknya bisa terlihat pada pemakaian pertama lho.



 
Apa lagi kalau dipakai secara teratur, hasilnya pasti akan lebih kelihatan. Saya sendiri tentu nggak berharap kulit saya jadi putih layaknya orang Korea atau China. Karena warna kulitnya juga bergantung pada gen keturunan. Cerah bagi saya itu yang penting nggak kusam, lembut, dan sehat.

Alasan Memilih Scarlett Whitening Bodycare

Kalau sebelumnya saya memilih Scarlett Whitening karena sudah banyak reviewnya tapi setelah memakainya, berikut alasan saya yakin memilih Scarlett whitening sebagai pilihan untuk merawat kulit tubuh.

  • Body Scrub, Shower Scrub, dan Body Lotion mengandung GLUTATHIONE dan VIT E utk mencerahkan, melembabkan, dan menutrisi kulit.
  • Produk Scarlett Whitening sudah terdaftar BPOM, jadi sebagai konsumen kita merasa lebih tenang dan aman
  • Produk ini juga tidak diujicobakan pada hewan
  • Harganya terjangkau sesuai dengan isi dan manfaatnya
Nah, untuk harga produk Scarlett Whitening, seluruh harga satuannya adalah Rp75.000. Tapi ada harga paket hemat juga lho untuk pembelian 5 item sekaligus hanya Rp300.000. Teman-teman bisa membelinya melalui e-commerce Shopee: Scarlett_whitening


Jangan khawatir juga kalau beli online karena paketnya dikemas dengan bubble wrap dan kardus yang aman banget. Kardus kemasannya juga bisa dipakai lagi lho, jadi bermanfaat dan nggak langsung jadi sampah.

Oh ya selain manfaat yang sudah saya jelaskan di atas, ada satu lagi nih manfaat yang saya dapatkan dari memakai Scarlett Whitening. Waktu itu setelah saya memakai ketiga rangkaian produk Scarlett Whitening, suami saya bilang “sayang pakai parfum ya? Wangi banget”. Padahal saya nggak pakai parfum lho, memang aroma dari produk Scarlett Whitening wanginya tahan lama. Berasa dapat bonus dari mencintai diri sendiri, yaitu semakin dicintai oleh pasangan. 

Ada teman-teman yang pakai Scarlett Whitening juga nggak? Atau punya cerita tentang #SelfLove dalam perawatan kulit tubuh? Cerita di kolom komentar, ya.



Baca juga: Review Scarlett Acne Cream

Pengalaman Mengerjakan Praktik Pengalaman Beracara Universitas Terbuka (UT)

Pengalaman Mengerjakan Praktik Pengalaman Beracara Universitas Terbuka (UT)

Pengalaman Mengerjakan Praktik Pengalaman Beracara Universitas Terbuka (UT)


Berhubung tulisan saya yang "Pengalaman Mengerjakan Karil dan TAP Universitas Terbuka (UT)" mendapatkan banyak pengunjung, dan banyak juga yang kemudian berlanjut bertanya via email dan DM Instagram @dudukpalingdepan, saya memutuskan untuk sharing lagi tentang perkuliah di UT. 

Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman saya dalam mengerjakan mata kuliah praktik Pengalaman Beracara, Jurusan Ilmu Hukum S1. Alhamdulillah untuk mata kuliah Praktik Pengalaman beracara ini saya dapat nilai A. 

Gambaran Pengerjaan Praktik Pengalaman Beracara 

Jadi untuk mata kuliah praktik ini diambil pada semester 5, tapi karena saya non sipas jadi saya ambil waktu itu semester 6 mengingat saya sempat cuti kuliah karena menikah dan melahirkan. Saya juga mahasiswa yang full tuton, nggak ikut kelas Tatap Muka. 

Untuk mahasiswa yang full tutorial online seperti saya, kegiatan praktiknya memang hanya melalui situs e-learning UT. Sedangkan saya dengar dari teman yang ikut kelas Tatap Muka praktiknya di kelas atau di Pengadilan langsung. 

Sebelumnya saya sempat cari informasi seperti apa sih Praktik Pengalaman Beracara itu. Ternyata kalau langsung praktik di kelas atau di Pengadilan, kita menonton bagaimana jalannya persidangan. Kemudian mahasiswa dibagi tugasnya masing-masing ada yang jadi  majelis hakim, panitera, sekretaris, jaksa, pengacara, tersangka/terdakwa, saksi, dll. 

Nah sedangkan yang full tuton seperti saya ternyata kita disuruh seolah-olah menjadi bagian dari persidangan tapi dengan cara tertulis. 

Gambaran Tugas Praktik Pengalaman Beracara 


Misalnya dikasih contoh kasus tentang sengketa dua pihak A dan B. Kita adalah pengacara pihak A yang diserahkuasakan untuk mengirimkan somasi kepada pihak B. Nah tugas yang dikirimkan adalah dalam bentuk surat somasi.
 
Tugas kita selain membuat surat somasi sesuai format, tapi juga mengarang sengketa yang terjadi. Boleh perebutan lahan, boleh wanprestasi perjanjian usaha, boleh juga utang piutang, pokoknya bebas. Kronologi dan tanggal kejadiannya juga karang-karang aja. Lihat aja refrensinya di google. 

Selain membuat surat Somasi, ada juga tugas lain seperti membuat surat tuntutan jaksa, ada juga membuat pledoi, intinya membuat surat/berkas administrasi keperluan persidangan. 

Kemudian ada juga tugas dimana kita harus mendengarkan dan menyimak video simulasi persidangan dari kampus lain. Waktu itu saya ditugaskannya video dari mahasiswa fakultas hukum UI. 

Jadi mereka bikin video praktik persidangan mulai dari sidang pertama, sidang pembuktian, sidang pembacaan tuntutan, pembelaan, tanggapan, sampai sidang pembacaan putusan. 

Nah nanti ada pertanyaan-pertanyaan dari video tersebut. Misalnya apakah tindakan jasa penuntut umum sudah benar? Benarkah pasal-pasal yang dipakai dalam kasus tersebut? dll. 

Tantangannya adalah bagi saya sulitnya mendengarkan dengan detail percakapan di sidang tersebut karena video mereka ngomongnya cepat banget dan dengan audio yang kecil. Saran saya pakai headseat, di ruangan yang sepi, sediakan pulpen dan kertas untuk mencatat materi penting. Videonya juga bisa didownload  dulu ya biar nggak habis kuota karena pasti harus diulang-ulang.


Tips Mendapatkan Nilai A

Berhubung nggak ada praktik langsung, jadi nilai kita tergantung tugas tuton maka wajib hukumnya ikut tuton setiap minggu dan mengerjakan semua diskusi dan tugas. Tapi waktu itu saya kelupaan ngerjain tugas minggu terakhir. Untungnya tetap dapat nilai A, mungkin 7 tugas dibagi berapa gitu hasilnya tetap A atau dosennya yang emang baik😭.




Jangan lupa juga untuk baca modul Praktik Pengalaman Beracara di pustaka.ut.ac.id atau googling aja langsung. Karena di sini ada contoh surat/berkas administrasi yang jadi bagian dari tugas. Sebelum cari refrensi di Google ikuti dulu refrensi yang ada di modul ya. 

Apakah Membuat Laporan Akhir?

Pada modul Praktik Pengalaman Beracara  ada contoh laporan dari setiap tahap persidangan. Tapi kalau saya baca itu untuk yang praktik langsung ke Pengadilan. Sedangkan untuk yang full tuton hanya mengerjakan tugas saja. Tapi nggak tahu ya kalau yang sekarang, intinya ikuti saja tugas dari dosen.

Itu saja sharing pengalaman mengerjakan Praktik Pengalaman Beracara, Jurusan Hukum Universitas Terbuka (UT) dari saya. Untuk contoh tugas saya sudah cari tapi nggak ada lagi di laptop, jadi mohon maaf nggak bisa kasih ya. 

Untuk teman-teman yang sedang mengikuti tuton Praktik Pengalaman Beracara semester ini saya doakan nilainya bagus ya, supaya nggak perlu ngulang lagi. 

Sedangkan untuk teman-teman  yang ketinggalan nggak isi form tuton sehingga nggak bisa ikut tuton gimana? Nah ini juga saya sudah tanya ke pihak UT tapi dibilang kemungkinan ada TMK (Tugas Mata Kuliah) pengganti tuton tapi belum tahu tanggal berapa. Pantengin aja media sosial UT ya. 

Semoga bermanfaat.