Pengalaman Mengerjakan Praktik Pengalaman Beracara Universitas Terbuka (UT)

By dudukpalingdepan - 11:55:00 AM

Pengalaman Mengerjakan Praktik Pengalaman Beracara Universitas Terbuka (UT)


Berhubung tulisan saya yang "Pengalaman Mengerjakan Karil dan TAP Universitas Terbuka (UT)" mendapatkan banyak pengunjung, dan banyak juga yang kemudian berlanjut bertanya via email dan DM Instagram @dudukpalingdepan, saya memutuskan untuk sharing lagi tentang perkuliah di UT. 

Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman saya dalam mengerjakan mata kuliah praktik Pengalaman Beracara, Jurusan Ilmu Hukum S1. Alhamdulillah untuk mata kuliah Praktik Pengalaman beracara ini saya dapat nilai A. 

Gambaran Pengerjaan Praktik Pengalaman Beracara 

Jadi untuk mata kuliah praktik ini diambil pada semester 5, tapi karena saya non sipas jadi saya ambil waktu itu semester 6 mengingat saya sempat cuti kuliah karena menikah dan melahirkan. Saya juga mahasiswa yang full tuton, nggak ikut kelas Tatap Muka. 

Untuk mahasiswa yang full tutorial online seperti saya, kegiatan praktiknya memang hanya melalui situs e-learning UT. Sedangkan saya dengar dari teman yang ikut kelas Tatap Muka praktiknya di kelas atau di Pengadilan langsung. 

Sebelumnya saya sempat cari informasi seperti apa sih Praktik Pengalaman Beracara itu. Ternyata kalau langsung praktik di kelas atau di Pengadilan, kita menonton bagaimana jalannya persidangan. Kemudian mahasiswa dibagi tugasnya masing-masing ada yang jadi  majelis hakim, panitera, sekretaris, jaksa, pengacara, tersangka/terdakwa, saksi, dll. 

Nah sedangkan yang full tuton seperti saya ternyata kita disuruh seolah-olah menjadi bagian dari persidangan tapi dengan cara tertulis. 

Gambaran Tugas Praktik Pengalaman Beracara 


Misalnya dikasih contoh kasus tentang sengketa dua pihak A dan B. Kita adalah pengacara pihak A yang diserahkuasakan untuk mengirimkan somasi kepada pihak B. Nah tugas yang dikirimkan adalah dalam bentuk surat somasi.
 
Tugas kita selain membuat surat somasi sesuai format, tapi juga mengarang sengketa yang terjadi. Boleh perebutan lahan, boleh wanprestasi perjanjian usaha, boleh juga utang piutang, pokoknya bebas. Kronologi dan tanggal kejadiannya juga karang-karang aja. Lihat aja refrensinya di google. 

Selain membuat surat Somasi, ada juga tugas lain seperti membuat surat tuntutan jaksa, ada juga membuat pledoi, intinya membuat surat/berkas administrasi keperluan persidangan. 

Kemudian ada juga tugas dimana kita harus mendengarkan dan menyimak video simulasi persidangan dari kampus lain. Waktu itu saya ditugaskannya video dari mahasiswa fakultas hukum UI. 

Jadi mereka bikin video praktik persidangan mulai dari sidang pertama, sidang pembuktian, sidang pembacaan tuntutan, pembelaan, tanggapan, sampai sidang pembacaan putusan. 

Nah nanti ada pertanyaan-pertanyaan dari video tersebut. Misalnya apakah tindakan jasa penuntut umum sudah benar? Benarkah pasal-pasal yang dipakai dalam kasus tersebut? dll. 

Tantangannya adalah bagi saya sulitnya mendengarkan dengan detail percakapan di sidang tersebut karena video mereka ngomongnya cepat banget dan dengan audio yang kecil. Saran saya pakai headseat, di ruangan yang sepi, sediakan pulpen dan kertas untuk mencatat materi penting. Videonya juga bisa didownload  dulu ya biar nggak habis kuota karena pasti harus diulang-ulang.


Tips Mendapatkan Nilai A

Berhubung nggak ada praktik langsung, jadi nilai kita tergantung tugas tuton maka wajib hukumnya ikut tuton setiap minggu dan mengerjakan semua diskusi dan tugas. Tapi waktu itu saya kelupaan ngerjain tugas minggu terakhir. Untungnya tetap dapat nilai A, mungkin 7 tugas dibagi berapa gitu hasilnya tetap A atau dosennya yang emang baik😭.




Jangan lupa juga untuk baca modul Praktik Pengalaman Beracara di pustaka.ut.ac.id atau googling aja langsung. Karena di sini ada contoh surat/berkas administrasi yang jadi bagian dari tugas. Sebelum cari refrensi di Google ikuti dulu refrensi yang ada di modul ya. 

Apakah Membuat Laporan Akhir?

Pada modul Praktik Pengalaman Beracara  ada contoh laporan dari setiap tahap persidangan. Tapi kalau saya baca itu untuk yang praktik langsung ke Pengadilan. Sedangkan untuk yang full tuton hanya mengerjakan tugas saja. Tapi nggak tahu ya kalau yang sekarang, intinya ikuti saja tugas dari dosen.

Itu saja sharing pengalaman mengerjakan Praktik Pengalaman Beracara, Jurusan Hukum Universitas Terbuka (UT) dari saya. Untuk contoh tugas saya sudah cari tapi nggak ada lagi di laptop, jadi mohon maaf nggak bisa kasih ya. 

Untuk teman-teman yang sedang mengikuti tuton Praktik Pengalaman Beracara semester ini saya doakan nilainya bagus ya, supaya nggak perlu ngulang lagi. 

Sedangkan untuk teman-teman  yang ketinggalan nggak isi form tuton sehingga nggak bisa ikut tuton gimana? Nah ini juga saya sudah tanya ke pihak UT tapi dibilang kemungkinan ada TMK (Tugas Mata Kuliah) pengganti tuton tapi belum tahu tanggal berapa. Pantengin aja media sosial UT ya. 

Semoga bermanfaat.






  • Share:

You Might Also Like

1 komentar

  1. aku kuliah di fakultas hukum juga mbak enny *toss* hehehe
    aku baru denger ada istilah tuton, kayaknya waktu aku kuliah dulu nggak ada istilah begini ya

    ReplyDelete

Jalan-jalan ke rumah caca, mampir sebentar beli kedondong, jangan cuma dibaca, kasih komentar juga dong.