√ Menjenguk Malin Kundang dan Main ATV di Pantai Air Manis - Duduk Paling Depan

Menjenguk Malin Kundang dan Main ATV di Pantai Air Manis

Menjenguk Malin Kundang dan Main ATV di Pantai Air Manis


Masih edisi liburan di Padang, setelah sebelumnya saya cerita tentang review hotel Pangeran Beach dan Rumah Makan Lamun Ombak (yang enak banget itu), selanjutnya mau cerita keseruan main di Pantai Air Manis.

Berkunjung ke Pantai Air Manis (Lagi)

Sebenarnya saya sudah pernah kesini tahun 2019, bareng anak dan suami juga. Pantai ini memang terkenal dengan legenda Malin Kundang, seorang pria Minang yang dikutuk jadi batu karena durhaka terhadap ibunya hanya karena ibunya miskin sedangkan dia sudah jadi saudagar kaya saat merantau 😡. 

Nah batu Malin Kundang itu, ada di Pantai Air Manis, Kota Padang, Sumatera Barat. Makanya pantai ini jadi semacam destinasi wajib bagi wisatawan yang jalan-jalan ke Padang. 

Cocok banget kan ya sebagai wisata keluarga, soalnya bisa kasih lihat anak kalau durhaka sama ibu bisa jadi batu, nggak tahu deh batu bentuk orang kayak Malin atau malah jadi batu ulekan. 

Tahun 2019 itu kan anak saya masih kecil banget, jadi mungkin dia lupa. Eh beberapa bulan lalu dia nonton di YouTube kisah legenda Malin Kundang, makanya dia minta diajarin buat lihat batunya. 

Maka ke sinilah lagi kami di akhir tahun 2023 ini. 

Lokasi Pantai Air Manis ini nggak jauh dari pusat kota Padang, sekitar 20-30 menit saja. Dari arah jembatan Siti Nurbaya, ikuti jalan menurun, lalu terus aja dan ikuti jalannya. Bisa pakai Google Maps ya.

Harga Tiket dan Fasilitas di Pantai Air Manis

Tiket masuknya juga nggak mahal, tapi saya lupa detailnya T_T. Kalau nggak salah ingat, kami bertiga pakai kendaraan mobil, itu nggak sampai 30ribu sudah sama tiket masuk dan parkir. 

Begitu sampai di parkiran, langsung disamperin sama orang yang jual jasa sewa motor ATV. Satunya 100ribu dengan durasi pakai selama satu jam. Tarifnya masih sama dengan terakhir saya kesini tahun 2018. Orang yang menyewakan ATV ini ada banyak, ada yang dekat parkiran dan juga di area pantainya. 

Awalnya pakai ATV kagok banget, ngegas kemana eh malah jadi belok kemana. Tapi sama abangnya dibantuin sampai ke pantai. Di Pantai baru saya bisa lancar pakainya. 

Pantai air manis Padang Sumatera barat

Pantai air manis Padang Sumatera barat


Pantai Air Manis ini bukan pantai yang cocok untuk rebahan dan berenang ya. Karena pasirnya hitam, lengket, dan agak berlumpur. Ombaknya juga lumayan kencang. Jadi memang cocok buat main ATV, duduk-duduk menikmati angin pantai, dan mengunjungi Malin Kundang. 

Tapi asyik juga kok sensasi mengendarai motor ATV di tepi pantai, melihat luasnya laut, semiliar angin, dan wisatawan lainnya yang datang dengan raut wajah gembira. Di Sepanjang pantai juga banyak yang jualan air kelapa dan pop mie gitu. Ada juga penjual baju kaos/daster yang bertuliskan Padang/Sumbar.

Oh ya beberapa hal yang agak berbeda di Pantai Air Manis dari saya kesini tahun 2019 dan sekarang adalah, adanya sewa becak motor hias. Jadi yang nggak mau sewa ATV tapi juga malas jalan kaki bisa pakai sewa motor hias ini, sudah ada abang drivernya, kita tinggal duduk manis aja. 

Menjenguk Malin Kundang

Selain itu dulu Batu Malin Kundanganya tergeletak di tepi pantai tanpa ada pagar pembatas, kalau sekarang sudah dibuat beton pembatas. Jadi dari pantai kita harus naik tangga melewati kios-kios jualan lalu turun lagi menuju area batu Malin Kundangnya. 


Wisata batu Malin Kundang Padang


Nah dulu juga nggak ada tuh, hiasan semen ala puing-puing kapal, sekarang sudah ada. Cocoklah menambah kekuatan cerita legenda Malin Kundang ini. 

Wisata batu Malin Kundang Padang


Si Malin juga masih setia dengan posisi bersujud menyesali kelakuannya itu. Makanya jangan durhaka jadi anak. Kalau kamu hidup di zaman sekarang nih ya Malin, mungkin udah diviralin sama netizen karena kelakuan OKBmu itu sampai jahat ke ibu kandung. Wkwkwk. 

Di kawasan wisata batu Malin Kundang ini kita bebas foto-foto, tapi ada juga bapak-bapak tua yang nawarin jasa foto langsung cetak. Beliau menggunakan kamera mirrorless. Tarifnya 25ribu perfoto.

Sebenarnya foto pakai HP aja sudah cukup, tapi saya kasihan bapaknya sudah tua dan waktu itu cuaca agak panas, nggak ada juga pengunjung yang pakai jasa si bapak. Jadilah kami pakai jasanya untuk dua foto.

Walaupun hasilnya kayak vibes foto tahun 2000an, burem gimana gitu, tapi nggak apa-apalah. Saya suka semangat bapaknya yang masih berjuang cari nafkah dengan mengandalkan skill, dibanding jadi peminta-minta. Dia juga nawarin dengan baik, nggak berkesan maksa. 

Kalau teman-teman ke Pantai Air Manis, dan ada budgetnya, pakai jasa si bapak ya. 

Di depan batu Malin Kundang juga saya bilang ke anak saya, inilah akibat kalau melawan ortu. 

Saya juga bilang (agak ngarang dikit) kalau Malin ini sering naruh baju kotor sembarangan, malas jemur handuk, sama disuruh belajar tuh susah. Makanya jangan begitu ya, Nak. Xixixixi. Biarlah dia percaya dulu sama legenda Malin Kundang ini mumpung sebelum dia makin besar dan percaya kalau ini cuma cerita rakyat 😂.

*** 



Setelah puas lihat batu Malin Kundang, lanjut main ATV dan foto-foto/video, barulah kami pulang. Saya nggak ngehitung juga sih ATVnya sudah sejam apa belum. Mana abang yang nyewa-in juga nggak tahu kemana. Jadi kami parkir aja motor ATVnya di dekat parkiran mobil. Karena sudah bayar juga saat awal tadi. 

Karena sudah masuk jam makan siang, kami keluar dari kawasan Wisata Pantai Air Manis untuk cari makan. Niatnya pengen ke Marawa Beach Club, karena satu arah pulang juga. 

Tapi pas saya check di IG mereka, menunya kebanyakan menu makanan western. Kalaupun ada makanan nusantara, harganya bisa 5 kali lipat dari harga resto pada umumnya. 

Makan Ikan Bakar Enak di Depan Kawasan Wisata Pantai Air Manis

Belum lagi nggak tahu rasanya apakah sesuai dengan harganya. Yah mungkin emang masih sobat mendang-mending, jadi kami makan aja di rumah makan di depan wisata Pantai Air Manis. Namanya RM Etek. 

Rekomendasi wisata kuliner di Padang


Suprisingly, rasanya enaaak banget. 

Kami pesan ikan bakar. Kata penjualnya yang direkomendasikan itu ikan bakar jenis ikan Karang. Maka kami pesan itu. Selain itu dihidangkan juga aneka lauk lainnya kayak sambal jengkol, gulai tahu, ayam goreng, dan sayur. 

Kuliner di kota Padang


Ikan bakarnya enaaaaaak nian. Bumbunya gurih, asin, rempahnya berasa, dicocol dengan sambal kecap jeruk nipis. Asam pedas segar. Untungnya nggak sampai asam lambung kambuh. 

Lauk lainnya juga enak. Apalagi gulai tahu. Tahunya tuh lembut banget, lebih lembut daripada rayuan suami, wkwkwk. 

Ikannya juga gede banget buat porsi berdua. Soalnya anak saya kan makan ayam goreng aja. Jadi saya dan suami sedikit aja makan nasinya biar puas ngehabisin ikannya. 

Harganya juga standar, untuk makan bertiga dengan tambahan minum es jeruk dan es teh, habis 177ribu. 

Buat teman-teman yang main ke Padang, berkunjung ke Pantai Air Manis, jangan lupa mampir makan juga di RM Etek ya. 

Liburan ke Padang kali ini tuh rasanya menyenangkan karena bisa main dan makan enak. 

Tentunya masih banyak banget wisata alam, dan makanan enak yang bisa dieksplorasi disini. Hanya saja waktu dan budget terbatas. Pokoknya niatan aja dulu bakal balik lagi ke Padang tahun depan. 

Semoga tulisan ini bisa jadi rekomendasi buat yang mau jalan-jalan ke Padang, ya. 


Get notifications from this blog

Jalan-jalan ke rumah caca, mampir sebentar beli kedondong, jangan cuma dibaca, kasih komentar juga dong.