5 Hal Tentang Seks yang Perlu Dibahas Bersama Suami/Istri

By dudukpalingdepan - 5:17:00 PM



Sebelumnya saya tekankan dulu tulisan ini ditujukan untuk teman-teman yang sudah menikah, atau belum menikah tapi mau open mind dan bertujuan untuk edukasi.

Awalnya saya juga maju mundur untuk menulis topik ini. Tapi setelah diskusi dengan suami, dia setuju karena memang sebenarnya seks ini adalah topik yang penting dibahas dalam rumah tangga, namun sayangnya masih banyak yang menganggap kalau ngomongin seks itu tabu dan nggak pantas. 

Bagi saya dan suami, mengelola rumah tangga itu ada seninya. Bukan cuma perkara pembagian tugas cari duit, urus rumah, dan anak, tapi juga bagaimana menjaga agar hubungan suami istri tetap harmonis sebagai sepasang kekasih yang memadu asmara (duhhh ile kalimatnya udah kayak novel-novel roman, wkwkwk). 

Seks atau bercinta adalah satu satu cara yang paling manis dalam menjaga hubungan suami istri. Masalahnya apakah selama menikah, seks sudah dijalankan pakai hati? Atau hanya sekedar menunaikan hasrat semata? 

Apakah suami/istri tahu kalau pasangannya sudah puas atau belum? Apakah masing-masing pasangan tahu apa yang pasangannya rasakan setelah bercinta? Sakit kah? Senang kah?

Untuk itu perlunya duduk santai bersama dan ngobrolin beberapa hal berikut terkait seks.

1. Kepuasan masing-masing 

Pernah nggak sih nanyain ke suami istri dia sudah puas atau belum, setelah kalian bercinta? Terlihat lemas dan orgasme belum tentu tanda kepuasan. Harus ada rasa lega dan bahagia yang dirasakan, dan itu butuh pengakuan.

Kalau orgasme tapi ternyata prosesnya dirasa menyakitkan, atau salah satu hanya dianggap sebagai objek semata tentu nggak adil, kan.

Kalau ternyata jawabannya belum puas, komunikasikan apa yang perlu diperbaiki? Gaya kah? Penampilan? Durasi? 

Karena bercinta itu berdua, selalu pikirkan kalian harus puas bersama. Meski kita tahu ya kebutuhan akan seks pada perempuan dan laki-laki itu berbeda, tapi soal kepuasan harus adil. 


Jangan mikir mentang-mentang perempuan nggak perlu sering "mengeluarkan" seperti lelaki, lantas merasa nggak penting dia mau ngerasain enak/nggak, yang penting suami keluar, suami puas. 

2. Penampilan dan Kebersihan Badan

Bisa jadi ada pasangan yang baik-baik aja kalau nggak cukuran bulu-bulu di badan, tapi ada juga yang berharap badan pasangannya bersih dari bulu yang mengganggu.
 
Begitu juga dengan riasan, wewangian, pakaian, dan sebagainya. Hal-hal kecil seperti itu juga bisa mempengaruhi mood dan kepuasan bercinta. 

Jadi komunikasikan ya, suami suka istri pakai apa saat bercinta. Begitu juga sebaliknya. Nggak semua lelaki suka perempuan pakai lingerie kok (suami saya contohnya), jadi daripada beli-beli tapi ternyata bukan selera pasangan, kan sayang duitnya, enaknya dikomunikasikan dulu. 

Bapak-bapak juga jangan cuma ngarep istrinya yang pakai pakaian seksi dan wangi, emangnya perempuan nggak suka keindahan juga😍? Coba tanya istri apakah ada pakaian yang disuka untuk dipakai saat bercinta? Parfum favorit? Apa perlu makan permen dengan rasa dan aroma tertentu?

Kenapa sih penampilan juga penting? Toh kan nanti pas ngelakuin sama-sama buka?
Nah, yang bikin beda itu sensasinya. Pasti beda deh rasanya bercinta dimulai dengan masing-masing pakai pakaian rapi, wangi, foreplay, dengan ngobrol dan mengutarakan kalimat indah, dibanding yang ujug-ujug buka baju, hap hap hap, udah selesai gitu aja. 

Balik lagi harusnya bercinta itu kegiatan yang menyenangkan dan memuaskan hasrat satu sama lain.

3. Waktu Bercinta Favorit

Pernah nggak sih diajak pasangan untuk berhubungan intim, tapi waktunya nggak pas? Pasti beda rasanya dibanding dimana waktu favorit kita. Kalau waktunya pas, moodnya juga lebih enak. 

Maksudnya begini lho, misalnya suami saya sering ngajak itu setelah subuh. Cuacanya sih memang enak ya, dingin-dingin sejuk. Anak juga masih tidur. 

Tapi..... Saya ngerasa nggak rileks. Karena kepikiran takut anak bangun, mikirin belum bikin sarapan, mikirin persiapan ke kantor, mikirin takutnya bablas dan telat ke kantor. Belum lagi subuh itu mau mandi dulu tapi dingin banget, alhasil cuma sikat gigi dan pakai parfum ajaπŸ˜–. 

Badan juga kerasa kurang segar karena baru bangun. Belum lagi pakaiannya piyama, dimana bagi saya pakaian juga mempengaruhi mood. 

Cuma memang kalau kondisi masih mampu dan memungkinkan, saya turuti aja karena suami pasti akan sedih kalau "ditolak".

Lain waktu pernah saya ajak suami saat sore hari. Anak baru tidur, jadi kemungkinan dia bangun masih lama. Saya juga punya waktu buat dandan, pilih pakaian, dan pakai parfum. 

Alhasil sesi bercinta jadi lebih lama dan menyenangkan. Setelahnya saya tanya suami bisa lihatkan perbedaannya? Karena saya lebih rileks disore hari dibandingkan pagi atau malam. 

Meskipun disaat tertentu dengan kondisi tertentu, adanya waktu cuma itu ya nggak apa-apa dijalani aja. Tapi tetap komunikasikan waktu favorit biar lain kali bisa melakukannya dengan lebih santai dan menyenangkan. 

4. Variasi

Ini sih penting banget, apalagi buat yang nikahnya sudah cukup lama. Kalau begitu-begitu saja pasti bosan. 

Ajak pasangan untuk ngobrolin variasi dalam bercinta. Mungkin perlu tambahan musik? Ganti warna lampu? Pakai gaya baru? Utarakan ide-ide yang kalian punya, lalu sepakati mana yang nyaman untuk dijalani. 



Kuncinya kenyamanan ya. Jangan paksakan pasangan atas ide liar yang ternyata bikin dia nggak nyaman. Misalnya kan ada tuh dimana pasangan bercinta dengan cara yang "kasar". Kalau keduanya oke-oke aja, ya silahkan, tapi kalau salah satu nggak nyaman jangan dipaksa

Untuk cari refrensi, jangan dari blue film πŸ—™πŸ—™πŸ—™. Itu nanti malah bikin kita ngebandingin pasangan kita sama aktor/aktris di film itu.
 
Saran saya bisa konsultasi dengan seksolog, baca artikel atau buku yang mengajarkan teori tentang variasi gaya pasutri untuk bercinta. 

Kalau di Instagram ada selebgram yang sering bahas tentang variasi gaya dalam bercinta plus tips-tips buat pasutri lainnya. Namanya @olevelove, coba deh dibaca-baca highlight storynya. Dia juga sudah nulis buku judulnya "Uncensored".

Bisa juga nonton sesi Tonight Clinic bersama dokter Boyke di acara Tonight Show di Net TV. Tapi saya sih seringnya nonton di youtube. Seru banget, karena banyak dapat ilmu langsung dari ahlinya. Lagian acara ini dibawakan oleh Vincent Desta, jadi pasti ada aja tingkah yang bikin ngakak pas sesi bareng dokter Boyke.

Selain itu variasi tempat dan posisi juga perlu untuk selingan. Nggak melulu harus sambil berbaring. Coba deh berdiri, duduk, jungkir balik, salto, kayang, wkwkkw πŸ˜…. 

Nggak harus selalu di kamar juga, bisa di ruang tamu, dapur (di sini jangan heboh banget, takutnya kecolok garpu), di dalam mobil, dll. Tapi perlu diingat jangan sampai kepergok anggota keluarga lainnya ya, apalagi sampai kepergok tetangga. 

Kalau ada budget sesekali boleh lah check in di hotel. Anak titipin dulu ke neneknya atau saudara yang lain. Di hotel, pasutri bisa eksplor sudut-sudut kamar. Kalau ada bathupnya juga bisa dipakai.

Biar kata nikah udah lama, kalau selalu bervariasi kan bisa berasa pengantin baru lagi. 

5. Treatment After Sex



Siapa yang kesal kalau setelah memadu kasih, eh malah langsung ditinggal tidur😑? Walau sebenarnya tidur adalah reaksi yang wajar, terutama pada pria karena mengeluarkan sperma memberikan sensasi lemas dan rileks yang membuat mengantuk.

Tapi coba dikomunikasikan lagi, perlakuan apa yang bisa membuat pasangan senang setelah bercinta. Apakah dilanjut mandi bareng? Makan indomie? Atau sesederhana pelukan, ngobrol, dan elus-elus rambut?

Kalau saya sih biasanya minta makan, terserah suami mau masakin atau beliin. Kenapa ya reaksi saya habis begitu malah laper? Wkwkwk. 

Perlakuan setelah bercinta yang baik, bisa membuat pasangan kita merasa istimewa karena dianggap telah memberikan kepuasan satu sama lain. Sebaliknya, kalau ditinggal tidur, rasanya tuh kecewa seolah-olah "habis manis sepah dibuang" *ya ini agak dramatis sih*.

Balik lagi semuanya perlu dikomunikasikan agar pasangan nggak kecewa. Kita perlu memberikan yang terbaik bukan karena takut pasangan cari yang lain ya, kita melakukan yang terbaik karena memang sudah seharusnya seperti itu. Tujuan menikah kan salah satunya untuk menyenangkan dan memuaskan satu sama lain.
 
Tapiiiiiiii, yang perlu diingat usaha memberikan yang terbaik itu harus KEDUAnya yaaa, nggak bisa suami aja atau istri aja. 

Kalau ternyata pasanganmu yang memulai duluan, apresiasi usaha dia, terus tanyain apa yang dia harapin dari kamu? Karena saya tahu nggak semua orang bisa inisiatif duluan. 

Lagi pula memang harus diakui, hubungan rumah tangga nggak cukup cuma modal perasaan atau juga keuangan yang stabil. Urusan "kepuasan duniawi" ini juga salah satu pemicu untuk merekatkan hubungan atau justru menjauhkan. 

Jadi buang jauh-jauh rasa sungkan untuk membahas poin-poin di atas bersama suami/istri. 

Semoga bermanfaat πŸ˜ƒ. 

Baca tulisan "relationtips" lainnya juga ya.






  • Share:

You Might Also Like

5 komentar

  1. Aku belum punya istri nyimak aja deh hehe nanti aku perbincangkan kelak jika sudah di satukan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya semoga bisa jadi bekal ilmu kalau nikah nanti yaa

      Delete
  2. Hihihi aku juga agak males sbnrnya kalo abis subuh mba. Dingin, males keramasnya, apalagi pas msh ngantor dulu. Tapi skr udh bisa terima Krn udh ga ngantor. Jd aku bisa mandi menjelang Zuhur hihihihi.

    Sbnrnya bicara ttg sex Ama pasangan, aku tau kok banyak yg risih walo Ama pasangan sendiri. Akupun ga srg2 juga bicarain ini. Tp kalo sdg ngelakuin suka aja kdg minta pake gaya baru.

    Tp jujur kami jg kdg ga nyaman kalo anak2 masih tidur. Takut kebangun. Makanya aku dan suami selalu rutin bikin planning liburan cm berdua , demi bisa memanaskan hubungan :D. Anak2 titip dulu Ama babysitter . Jd acara romantisnya bisa lancar :D. Ga lama2 kok, maksimal 7 hari aja. LBH dr itu baru ajakin anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, ada perasaan takut digrebek kalau anak lagi tidur tuh, hahahah. Mana anakku udah tiga tahun, kalau mandi aja suka digedor2. wkwkwk

      Bener banget tuh memang harus meluangkan waktu untuk quality time berduaan.

      Delete
  3. bahahahaha, ngakak baca ini, udah lama pengen nulis ini di blog, tapi agak aneh soalnya banyak pembaca lelaki hahaha.

    Btw, betoollll sekaliii....
    Meskipun ya kalau untuk laki, agak sulit ngomongnya, misal nggak suka bulu di tubuh, mau bilang takut istrinya ngambek.

    Demikian juga sebaliknya.
    Tapi kalau saya yang pasti, nggak mau ada bau aneh, harus bau parfum, dan yang pasti ruangan kondusif, terutama sekarang si kakak udah 10 tahun, udah amat sangat hati-hati dalam hubungan suami istri :D

    ReplyDelete

Jalan-jalan ke rumah caca, mampir sebentar beli kedondong, jangan cuma dibaca, kasih komentar juga dong.