Satu, dua, tiga.

By dudukpalingdepan - April 03, 2021


Pada cermin yang berdiri di dinding, ia lihat ada bayangan yang tak sama. 

Satu, dua, tiga. Mereka memperlihatkan banyak warna. 

Satu, ia yang berusaha kau tunjukkan pada semua orang. 

Dua, ia yang hanya membagikannya pada sebagian kecil. 

Tiga, ia yang kau tanggung sendirian. 

Satu, ia yang berusaha menyenangkan semua orang. 

Dua, ia yang tahu bahwa tidak semua orang menyukainya. 

Tiga, ia yang sering merasa susah sekali untuk dicintai. 

Satu, ia yang merasa bisa menguatkan orang di sekitarnya. 

Dua, ia yang ternyata juga butuh dikuatkan.

Tiga, ia yang rapuh dalam kesendirian.

Satu, ia yang menutup luka dengan tawa.

Dua, ia yang menghadapi luka dengan tangis.

Tiga, ia yang merawat luka dengan membuka luka baru. 

Satu, ia yang ingin menjadi baik.

Dua, ia yang tahu tidak ada manusia yang seutuhnya baik. 

Tiga, ia yang memilih menjadi jahat.

Satu, dua, tiga, mereka selalu ada. Erat. Berkaitan. Saling menyembuhkan, saling melukai.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar