Cara Mengatasi AC Sharp yang Tiba-Tiba Mati Sendiri
Awal Mula AC Mati
Kejadian yang Sama Terulang Kembali
Ternyata Ini Penyebab dan Cara Mengatasi AC Sharp yang Tiba-Tiba Mati Sendiri
Rindu Tempatku Bermain Kata
![]() |
| Illustration generated with AI based on the author's reference photo. |
Ternyata postingan terakhir blog ini tanggal 31 Desember 2025 yang mana itu berarti sudah kurang lebih enam bulan lamanya aku nggak nulis blog lagi.
Selama enam bulan ke belakang tentu banyak banget yang terjadi, banyak tempat yang dikunjungi, banyak cerita yang harusnya bisa dituangkan ke dalam tulisan.
2025 yang Aaaarrrrgghhh
Judulnya gitu banget ya, tapi memang ada banyak banget momen ditahun ini yang bisa diwakili pakai kata "aaaarrrrgghhh". Bahkan itu bukan kata baku Bahasa Indonesia, tapi biasanya sering dipakai untuk mewakili keadaan yang bikin kita greget, marah, dan sedih, campur jadi satu.
Ada banyak sekali hal yang nggak sesuai ekspetasi dan rencana. Aku pribadi orang yang sangat suka menuliskan rencana, karena bagiku hidup nggak boleh ngalir apa adanya. Kita bukan ranting yang ada di atas sungai, diam saja membawa kemana arus mengalir.
Kita manusia yang punya pola pikir, punya jatah kehidupan yang harus dijalani dengan rencana dan usaha sebaik-baiknya.
Tapi sifat begitu bisa jadi bumerang buatku sendiri. Rasanya kecewa bahkan sampai stres saat banyak hal yang terjadi diluar rencana.
Aku jadi bertanya-tanya, kenapa begini? Biasanya kalau aku sudah berencana, lalu berusaha dan berdo'a, pasti ada hasil. Ini value yang kupegang sepanjang aku hidup.
Kali ini kenapa beda ya? Usaha rasanya sudah maksimal, do'a rasanya sudah kencang.
Aku kemudian berhenti berdo'a hal yang kuminta. Mungkin ada makhluk lain yang do'anya dikabulkan terlebih dahulu.
Momen-momen "aaaarrrrgghhh" dalam hidupku di tahun ini, rasanya cukup berat. Tapi aku kemudian melihat diriku, oh aku masih hidup. Masih bernafas, masih menjalankan rutinitas, aku masih punya uang untuk membiayai kebutuhan dan keinginan.
Intinya, aku masih disini, masih ada.
Artinya semua "aaaarrrrgghhh" momen ini tidak membuatku sakit apalagi sampai mati. Jadi aku sebenarnya masih kuat, masih sanggup, masih tangguh.
Kalau hal tersebut di atas menguras energiku, menyita perhatianku, harusnya aku bisa melakukan hal yang sama terhadap hal-hal baik yang juga terjadi di tahun 2025 ini.
Harus aku akui, hal-hal yang baik dan menyenangkan pun juga banyak. Tinggal aku harus mati-matian melawan sistem saraf otak yang cenderung memilih untuk fokus pada hal-hal negatif seperti kegagalan.
Aku perlu belajar untuk lebih bisa "menerima" bahwa ada yang bisa aku kontrol, ada yang nggak. Apa yang diluar kontrolku mungkin bisa menyakitiku, tapi tidak membuatku kehilangan diri sendiri secara utuh.
Misal kebaikan dibalas keburukan, aku memang sakit hati dan sedih. Tapi tidak mengubah bahwa aku sudah melakukan hal yang baik.
Okelah, mari kita sudahi tahun 2025 yang arghhhhhhh ini, dan apapun yang terjadi besok pada tahun 2026, ya sudah hadapi besok saja.
Sweaty but Happy, My 5K Debut.
Telat banget ya baru mulai hobi lari dan ikutan event fun run di akhir tahun 2025?
Nggak apa-apalah ya, biar kata telat yang penting sudah memulai, bahkan aku berani mengalahkan diri sendiri yang dulu mikirnya nggak akan sanggup ikutan event lari bahkan yang 5k sekalipun dikarenakan memang nggak biasa lari dan faktor usia (sudah 30+).
Berawal dari bulan September, ada event fun run disini, dan banyak banget yang ikutan termasuk teman-teman kantor.
Aku menonton mereka dari pinggir garis start dan finish, serta ikut foto-foto. Beberapa teman bilang "kenapa kakak nggak ikutan?" Aku jawab karena kayaknya nggak akan sanggup soalnya selama ini olahraganya hanya gym.
Tapi disaat event tersebut juga, aku melihat banyak yang jauh lebih tua daripada aku. Meski pelan-pelan, tapi sampai digaris finish dengan semangat.
Lalu aku bertanya di dalam hati, memang karena aku nggak sanggup atau memang belum nyoba aja?
Akhirnya bertekad buat coba dulu, kalau nggak sanggup atau nggak suka ya udah berarti memang nggak cocok olahraga lari.
Pertama kali latihan, nggak langsung suka. Capek, nafas ngos-ngosan banget, kaki sakit. Beda banget dengan gym yang ada masa rest disetiap sesi. Heart rate juga cepat banget naiknya.
Tapi aku nggak nyerah, soalnya kan baru pertama kali. Masih adaptasi. Akhirnya coba latihan lagi setelah 3-4 kali, ternyata aku suka. Ada perbedaan tentunya saat latihan beban dan cardio lari. Manfaatnya pun juga bagus untuk jantung.
Sama seperti latihan beban yang dimulai dari beban paling kecil, lalu lama-lama naik berat bebannya. Begitu juga dengan lari. Awalnya 1-2 menit lari langsung berhenti dan lanjut jalan, sampai berhasil 1 km lari tanpa berhenti dan begitu seterusnya.
Kemudian ada pengumuman ada event lari lagi kan di daerah tempat tinggalku, gas langsung ikutan. Nama eventnya, Siginjai Run.
Mendekati event justru nggak bisa intens latihan karena bertepatan dengan kesibukan pekerjaan akhir tahun. Bahkan h-1 event, posisiku masih di luar kota. Pulangnya jam 11 malam, dan malam itu karena tahu akan ada event besok paginya, jadi malah gelisah dan susah tidur.
Nggak ingat baru bisa tidur jam berapa, tapi jam 5 aku sudah bangun dan bersiap-siap. Awalnya deg-deg-an, tapi setelah sampai disana, ketemu banyak teman, nggak deg-degan lagi. Intinya aku akan coba semampunya kayak pas latihan sebelumnya.
Bedanya saat latihan dan event, tentunya dari euforianya. Meski kurang latihan dan kurang tidur, tapi tetap semangat.
Aku juga nggak memaksakan diri karena tahu diri bahwa aku adalah pemula, dengan kondisi kurang istirahat juga. Meski rasanya masih sanggup, tapi aku lari sambil pantau heart rate terus. Kalau terlalu tinggi langsung berhenti dan jadi jalan cepat aja.
Jangan sampai mengejar personal best, tapi mengorbankan kesehatan. Lagian namanya juga event "fun run" kalau malah ambruk nanti nggak jadi "fun".
Hasilnya berhasil menyelesaikan 5km dengan waktu kurang lebih 45 menit dengan rata-rata pace 8. Ini kurang lebih mirip dengan hasil latihan (yang nggak seberapa itu). Pacenya keong banget ya, tapi mengingat aku benar-benar pemula, ini cukup memuaskan.
I was really happy.
Senang karena bisa menaklukan pikiran negatif sendiri yang dulu bilang kayaknya nggak akan sanggup deh lari 5km.
Apalagi kalau ingat pas masa sekolah aku nggak suka banget praktik olahraga. Kalau lari tuh selalu jadi paling belakang, sampai teman-teman lain sudah pada istirahat minum, aku baru sampai (karena memang nggak lari, jalan doang).
Ngerasa olahraga lari juga panas kan karena harus outdoor, tapi sebenarnya bisa diakalin larinya pilih waktu pagi, walau setelahnya harus gedebag-gedebug persiapan kerja.
Ternyata setelah dicoba dan latihan, aku bisaaaaa. Walau baru mulai di akhir 2025, pada usia yang sudah tante-tante ini yaaa, wkwkwkw.
Makasih banget buat diri sendiri ini yang mau belajar, nggak nyerah saat latihan 1-2 kali.
Walaupun ya setelah event, kaki sakit, sampai langsung ke spa buat pijat dan sauna, terus selama dua hari nggak lepas dari gel pereda nyeri otot.
Apakah kapok? Nggak dong. Malah punya target nh bisa ikut Alfamart Run 2026, walaupun jauh dari Jambi ke Jakarta, aku mau. Iya benar, karena pengen dapat goodie bag Alfamart Run yang segambreng itu.
Lagipula berawal dari fomo dan pengen coba ikut event fun run, aku jadi punya kebiasaan baru yang baik. Salah satunya pas lagi staycation sama keluarga, pagi-paginya aku dan saudara nyempetin untuk latihan lari.
Wow👏.
Itu adalah hal yang sebelumnya nggak pernah kami lakukan meskipun berkali-kali liburan bareng.
Malah enak bisa lari pagi di lingkungan hotel yang asri.
Selain itu, hikmahnya adalah anakku kan nonton di garis finish, terus dia bilang kalau mau ikutan event lari juga lain kali. As a mom, tentu aku bolehin tapi harus latihan. Senang bisa jadi insipirasi positif bagi anak sendiri 💜.
Begitulah ceritanya, walau capek tapi senang banget. Diantara banyaknya kejadian dar der dor di tahun 2025 ini, ada juga salah satunya yang positif dan menyenangkan.
Why I Go to the Gym
"Ngapain ngegym, nanti berotot kayak laki-laki"
"Udah turun berapa kilo sejak nge-gym?"
"Segitu-gitu aja aku lihat badannya padahal udah sering nge-gym?"
Beberapa komentar kayak gitu aku dapatkan ketika orang-orang tahu kalau aku mulai nge-gym. Jujur agak bingung gimana menjawab atau menanggapinya.
Karena apa pentingnya aku memenuhi ekspetasi orang-orang tersebut?
Liburan Seru di Taman Mini Indonesia Indah
Saya memang sudah janji sama anak, kalau nilainya nggak ada yang jelek pada rapor kenaikan kelas, maka kami akan liburan yang naik pesawat.
Kenapa harus naik pesawat? Karena memang naik pesawat itu terasa cukup istimewa dan mewah. Terakhir, anak saya itu naik pesawat sekitar 2 tahun lalu. Nah, kebetulan direct flight dari Jambi yang paling terjangkau itu ke Jakarta.
Mata Kering Bikin Produktivitas Terhambat? Insto Dry Eyes Solusi Jitu untuk Pekerja Fokus!
Dunia Kerja Milenial dan Gen Z: Produktivitas di Tengah Era Digital
Dunia kerja saat ini sudah tampak berbeda dibandingkan dengan satu atau dua dekade lalu. Kini, dunia kerja telah banyak didominasi milenial akhir (kelahiran 1990-1996) dan Gen Z (kelahiran 1997-2012).
Coba deh kalian lihat di kantor tempat kalian bekerja, sudah banyak rekan kerja yang kelahiran tahun 19986 ke bawah. Bahkan saya shock sendiri saat ada anak baru di kantor kelahiran tahun 2003. Harusnya anak-anak kelahiran 2000-an bukannya masih SMP/SMA ya?!! *berusaha denial*.
Generasi milenial akhir dan gen z yang tumbuh besar beriringan dengan pesatnya perkembangan teknologi ini, membawa serta gaya hidup digital ke dalam setiap aspek pekerjaan.
Makanya nggak heran, kalau gadget mulai dari laptop, smartphone, hingga tablet, kini menjadi “senjata” utama yang tak terpisahkan dari rutinitas harian para pekerja muda ini. Bahkan mereka dianggap lebih paham dengan perkembangan dunia digital sebagai penyokong produktivitas kerja dan kemajuan perusahaan.
Dari meeting online yang tak mengenal batas ruang, surat menyurat yang lebih efisien menggunakan email, pemasaran digital yang semakin terus berkembang, hingga penyelesaian proyek dari seluruh dunia dengan koneksi internet, mata kita dituntut untuk terus beradaptasi dengan cahaya layar yang menyala sepanjang waktu.
Ketika Produktivitas Terganjal Mata Kering
Sayangnya, tuntutan kerja yang terus-menerus di depan layar ini seringkali berujung pada masalah yang umum namun sering disepelekan, yaitu mata kering.
![]() |
| Sumber : freepik.com/author/benzoix |
Saya yakin bagi kita para pekerja yang sehari-harinya menggunakan gadget dan menatap layarnya selama berjam-jam, membaca buku penunjang materi pekerjaan, dan melakukan pekerjaan tersebut di ruangan ber-AC, maka pasti pernah merasakan mata kering.
Mata kering bukan sekadar rasa lelah biasa. Ini adalah kondisi di mana mata tidak memiliki cukup air mata yang berkualitas untuk melumasi permukaannya dengan baik.
Kenali Gejala Mata Kering
Jangan sampai kamu mengabaikan sinyal yang diberikan mata. Gejala mata kering bisa sangat mengganggu produktivitas dan kenyamananmu.
Tanda-tanda (Gejala) Mata Kering yang Perlu Diwaspadai : Mata SEpet, PErih, LElah.
1. Mata Sepet
Mata sepet adalah ungkapan yang menggambarkan kondisi mata terasa tidak nyaman, berat, sulit dibuka lebar, dan cenderung ingin selalu terpejam atau menyipit. Ini bukan istilah medis, tapi lebih ke deskripsi sensasi yang dirasakan. Biasanya, "mata sepet" muncul karena:
- Terlalu lama menatap layar (komputer, handphone), membaca, atau fokus pada sesuatu tanpa istirahat.
- Permukaan mata kurang terlumasi dengan baik, menimbulkan rasa tidak nyaman, perih, dan gatal, sehingga mata cenderung ingin menyipit.
- Paparan lingkungan seperti debu, asap, atau udara AC yang kering bisa membuat mata terasa tidak nyaman.
Mata perih adalah sensasi tidak nyaman yang terasa seperti ada rasa panas, menyengat, atau nyeri ringan hingga sedang di mata. Ini adalah gejala umum mata kering.
3. Mata Lelah
Gejala mata kering lainnya yaitu mata lelah, Mata lelah, kondisi umum di mana mata terasa pegal, berat, atau tidak nyaman setelah penggunaan gadget secara intensif.
Jika merasakan gejala SEPELE (SEpet, PErih, LElah) di atas, jangan diabaikan begitu saja karena nanti malah bisa iritasi yang lebih parah atau bahkan infeksi. Jika gejala-gejala di atas akrab kamu rasakan, itu pertanda mata kamu membutuhkan perhatian ekstra.
Jangan Sepelekan Mata Kering Atasi Dengan Insto Dry Eyes
Jangan menganggap sepele gejala mata kering, lelah, karena dampaknya bisa sangat mengganggu. Bayangkan ada meeting yang menunggu, ada jadwal live streaming, ada target dan deadline yang harus dikejar.
Jangan biarkan prooduktivitas menurun, fokus buyar, dan kenyamanan sehari-hari jadi terenggut. Terlebih lagi bagi kita yang hidup di era digital, di mana mata terus-menerus terpapar layar dan lingkungan ber-AC.
Mata kita butuh pelumas khusus yang mampu mengembalikan kelembapan dan kenyamanan. Saya merekomendasikan memakai tetes mata Insto Dry Eyes. Solusi praktis mengatasi mata kering, membuat mata terasa lebih nyaman dalam waktu yang tidak terlalu lama. Cocok untuk para pekerja produktif yang berkejaran dengan waktu dan target setiap harinya.







.jpg)












.jpg)
