Why I Go to the Gym
"Ngapain ngegym, nanti berotot kayak laki-laki"
"Udah turun berapa kilo sejak nge-gym?"
"Segitu-gitu aja aku lihat badannya padahal udah sering nge-gym?"
Beberapa komentar kayak gitu aku dapatkan ketika orang-orang tahu kalau aku mulai nge-gym. Jujur agak bingung gimana menjawab atau menanggapinya.
Karena apa pentingnya aku memenuhi ekspetasi orang-orang tersebut?
Lagian mengutip dari situs Halodoc, Fungsi otot pada manusia adalah untuk menghasilkan gerakan, mempertahankan postur tubuh, menstabilkan sendi, dan membantu dalam sirkulasi darah serta pernapasan. Selain itu, otot juga berfungsi melindungi organ-organ internal, menjaga suhu tubuh melalui produksi panas, dan membantu proses pencernaan serta melahirkan.
Nah, jadi apa salahnya kalau perempuan juga berotot?
Mungkin yang dimaksud badan jadi gede ala-ala binaragawan itu kali ya? Padahal laki-laki aja nggak gampang dapat badan kayak gitu karena butuh komitmen dan konsistensi jangka panjang untuk latihan, atur pola makan dan pola tidur.
Ini foto-fotoku setelah rutin gym 3 bulanan. Apakah ada sisi yang terlihat seperti laki-laki?
Tapi kalaupun menurut orang lain iya, aku mirip laki-laki, ya udah nggak apa-apa juga, nggak mengurangi beras di rumah juga sih.
Dari diriku sendiri, memulai untuk rutin olahraga lagi itu karena badan sudah ngasih sinyal nggak enak terutama diumur 30++ ini.
Mudah capek dan pegal padahal aktivitas harian termasuk ringan, mudah mood swings, yang menurutku bukan hanya menyebalkan bagi orang sekitar, bahkan aku pun jadi kesal dengan diri sendiri.
Metabolisme menurun, berat badan naik, apalagi aku memang tipikal sweet tooth, suka banget yang manis-manis. Kalau terus begini, ya lama-lama bisa jadi penyakit.
Belum lagi ada beban pikiran yang cukup besar pada tahun ini, dan aku takut jika tidak ada penyaluran yang positif, justru beban pikiran ini bisa jadi sakit fisik.
Itulah kenapa memutuskan untuk mulai aktif olahraga lagi. Aku pilih gym karena memang manfaat latihan otot itu banyak banget terutama bagi perempuan. Tapi karena aku bukan ahlinya kalian bisa googling sendiri lah ya.
Setidaknya yang aku rasakan, BB tetap stabil dan aku tetap bisa makan enak. Walaupun makan yang tinggi gula dan tinggi kalori, tubuhku bisa kasih sinyal "cukup" dengan sendirinya.
Misal dulu kalau makan cake bisa 5-6 potong sendirian. Setelah rutin olahraga, aku merasa dua potong juga sudah cukup. Kalau mau nanti lagi atau besoknya lagi.
Aku nggak mau terlalu keras sama diri sendiri. Aku masih mau makan apa aja, tapi sewajarnya. Aku nggak diet dan skip jam makan, tapi juga nggak makan berlebihan.
Ada hari dimana aku kulineran terus terutama saat liburan, dan skip olahraga. Nggak apa-apa juga, liburan paling lama seminggu. Setelahnya kembali ke rutinitas olahraga.
Secara mental juga aku merasa ada perubahan. Sekalipun masalah-masalah yang ada belum menemukan jalan keluar terbaik, setidaknya aku tetap bisa menjalani hari-hari dengan baik.
Jadi, balik lagi ke pertanyaan atau komentar orang-orang seperti di atas. Aku akan menjawab dengan cengar-cengir doang. Karena yang komentar begitu yang nggak nge-gym juga.
Nggak ada ekspetasi siapapun yang harus kupenuhi. Nggak ada kompetisi dengan siapapun yang mewajibkan aku menang.
Jadi aku olahraga ya for fun, for my body, for my mental health.
Yang penting apa? Berani memulai dan konsisten.
Get notifications from this blog




