Tips Agar Anak Berhasil Toilet Training (Lepas Popok)

By dudukpalingdepan - 9:14:00 PM


Fase pada setiap anak itu kayak tantangan tersendiri bagi saya sebagai orang tua. Kalau berhasil dilewati rasanya lega dan senang banget kayak habis menang lomba. Karena proses melewati fase itu juga nggak mudah, ada drama-dramanya gitu. 

Salah satunya adalah fase toilet training, alias anak benar-benar lepas dari diapers/popok. Selain nggak perlu khawatir lagi dengan kesehatan kulitnya karena takut iritasi, lepas popok itu juga lumayan hemat budget yang bisa dialihkan untuk hal lain. 

Pengalaman saya butuh waktu untuk dua minggu anak berhasil nggak ngompol dan bisa bilang kalau dia kebelet. Tapi setelahnya butuh 1-2 bulan juga sampai saya berani ngajak dia pergi agak lama keluar rumah tanpa memakai popok. 

Tips Agar Anak Berhasil Toilet Training

1. Sounding

Kayaknya mau mencapai fase apapun, sounding itu penting banget ya. Kalau ini sih sudah saya lakukan sedari anak bayi banget. Misalnya dengan bilang "nanti kalau udah dua tahun, adek lepas popok ya. Kita pipis dan eeknya di kamar mandi/wc"

Walaupun anaknya belum ngerti bilang aja terus berulang-ulang, setidaknya menanamkan pemahaman kalau buang air besar/kecil itu ada tempatnya. 

2. Mengajarkan Lewat Buku



Saya beli buku anak karya @fufuelmart judulnya "Belajar Adab Toilet". Buku ini ada dua versi yaitu untuk anak laki-laki dan versi anak perempuan. 

Jadi di buku ini menceritakan anak lelaki yang belajar toilet training. Sama orang tuanya diajarkan istilah buang air besar dan buang air kecil dan bagaimana perbedaannya. Ada juga edukasi tentang toilet duduk dan jongkok.

Sesuai judulnya, buku ini juga menceritakan adab di toilet sesuai ajaran agama Islam. Misal do'a yang harus dibaca sebelum dan sesudah keluar toilet, mendahulukan kaki kiri ketika masuk, dan kaki kanan ketika keluar. Serta jangan berlama-lama dan menghamburkan air. 

Karena ilustrasinya yang lucu, dan warnanya yang mencolok, anak saya tertarik dibacakan buku ini berulang-ulang. 

Meski pun nggak ada impact langsung, karena walau baca buku ini berulang-ulang, anak saya nggak langsung bisa lepas popok, tapi buku ini membantu proses sounding saya kepada anak tentang toilet training.

Dulu saya beli buku ini di distributornya langsung, tapi saya cek ada kok di e-commerce. Harganya Rp157.000. Cukup pricey tapi itu karena bukunya tebal (board book) plus full ilustrasi.

3. Lepas Popok Bertahap

Nah ini yang paling penting sih. Jadi ketika dirasa anak sudah tahu istilah pup/eek/pipis, langsung praktik saja secara bertahap. Misalnya ketika memang nggak kemana-kemana pada siang hari, anak nggak perlu dipakaikan popok, cukup celana dalam dan celana rumah saja. 

Selalu bilang kalau anak sudah mulai besar, jadi latihan nggak pakai popok. Kalau dirasa mau pipis atau perut terasa sakit, segera panggil mama/papa untuk diantar ke WC.

4. Perhatikan Ekspresi Anak

Nah, karena sudah mulai lepas popok tentu biar nggak "bercecer" kita sebagai ortu harus perhatian dengan perubahan ekspresi anak. Kalau sudah mulai terlihat diam terus keningnya mengkerut, bisa jadi itu tanda mau buang air besar. Selain itu kalau dia mulai pegang-pegang kemaluannya seperti menahan sesuatu, segera ajak ke toilet. 

5. Ajak Anak ke Toilet Secara Berkala

Walau pun anak nggak menunjukkan ekspresi seperti yang sudah saya tulis di poin sebelumnya, bisa juga ajak anak ke toilet secara berkala misalnya 4-5 jam sekali. Apa lagi kalau memang anak banyak makan/minum.

6. Lepas Popok Full Selama Dua Minggu

Ini yang paling berhasil sih. Sebelumnya selama proses bertahap itu ya ada aja bocornya atau anak memang bisa bilang tapi bilangnya sudah keburu keluar duluan.

Nah, pas momen Covid-19 bulan Maret lalu, daycare anak saya pun tutup. Saya dan suami masuk kantornya gantian, pas itu kami manfaatkan untuk momen lepas popok anak. 

Selama 24 jam anak benar-benar nggak kami pakaikan popok. Minggu pertama ada berhasilnya, ada juga bocornya. Tapi masuk minggu kedua, minimal kalau malam nggak bocor lagi. 

Setelah dua minggu, berhasil nggak bocor sama sekali, kalaupun bocor itu sudah depan pintu kamar mandi. Dia sudah tahu betul kalau mau eek/pipis itu harus segera ke kamar mandi.

***

Senang banget rasanya berhasil melatih anak untuk bisa lepas popok dan buang air di toilet. Rasanya terlewati satu fase lagi yang menunjukkan dia semakin besar.

Nangis haru seorang mama

Dari pengalaman saya di atas, bukan cuma kesiapan anak yang diperlukan tapi juga kesiapan orang tuanya. Sebelumnya saya selalu ngerasa takut nggak bisa ngelatih anak, atau udah mikir bakal repot dan riweh ngepel pipis dan pupnya di lantai, tapi ternyata nggak seburuk itu juga kok. Dari dua minggu itu paling bocornya 3-4 kali saja.

Setelah dua minggu itu biasanya kalau mau pergi agak lama saya tetap pakaikan popok, takutnya nggak nemu toilet dan anak keburu kebelet. Tapi pernah kejadian juga lagi di mini market, terus anak saya bilang "mama, mau pipis". 

Karena saya mikirinya ke mini market cuma sebentar, jadi nggak saya pakaikan popok. Tapi cepat-cepat saya ajak ke toilet. Eh ternyata toiletnya ada orang. Disitu udah agak deg-degan, takutnya dia malah ngompol karena nggak tahan. 

Tapi saya bilang begini "Di dalam lagi ada orang, Nak. Mukhlas bisa nggak, tahan sebentar?"

"Tahan?" Ekspresinya agak bingung

"Iya, jangan keluarin pipisnya dulu sampai orang yang di toilet keluar, terus kita yang masuk. Bisa?"

"Bisa" muka polosnya mengangguk-angguk.

Syukurlah ternyata dia berhasil menahan dan nggak ngompol sampai kami dapat giliran ke toilet. Dari kejadian itu saya jadi tahu anak saya sudah bisa menahan jadi kalau pergi agak jauh pun nggak saya pakaikan popok lagi.

Mengajarkan Anak BAB di Toilet Jongkok

Sekalian bahas ini juga ya. Kalau pipis sudah berhasil gimana dengan buang air besarnya? Jadi karena di rumah lama itu adanya wc jongkok jadi dulu saya soundingnya pun ya dengan wc jongkok. 

Di rumah baru ini ada dua toilet, jongkok dan duduk. Saya ajarkan lagi keduanya, tapi ternyata anaknya lebih nyaman toilet jongkok (baguslah, emaknya juga nggak nyaman toilet duduk😝). 

Awalnya dia berdiri di atas toilet jongkok, bertahap saya ajarkan untuk jongkok tapi pegangan, makin lama sudah bisa jongkok sendiri. 

Nah, kalau cebok BABnya ini belum bisa sendiri. Saya masih bingung gimana ngajarinnya, ngasih contohnya itu giman😅. Ntar deh diskusi sama suami. Kalau untuk cebok pipis, dia sudah bisa pakai gayung atau selang shower. 

Sekian, semoga pengalaman saya ini bisa membantu bapak/ibu yang lagi proses mengajarkan anak toilet training juga ya. 



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar

Jalan-jalan ke rumah caca, mampir sebentar beli kedondong, jangan cuma dibaca, kasih komentar juga dong.