Duduk Paling Depan
2025 yang Aaaarrrrgghhh

2025 yang Aaaarrrrgghhh


Judulnya gitu banget ya, tapi memang ada banyak banget momen ditahun ini yang bisa diwakili pakai kata "aaaarrrrgghhh". Bahkan itu bukan kata baku Bahasa Indonesia, tapi biasanya sering dipakai untuk mewakili keadaan yang bikin kita greget, marah, dan sedih, campur jadi satu. 

Ada banyak sekali hal yang nggak sesuai ekspetasi dan rencana. Aku pribadi orang yang sangat suka menuliskan rencana, karena bagiku hidup nggak boleh ngalir apa adanya. Kita bukan ranting yang ada di atas sungai, diam saja membawa kemana arus mengalir.

Kita manusia yang punya pola pikir, punya jatah kehidupan yang harus dijalani dengan rencana dan usaha sebaik-baiknya.

Tapi sifat begitu bisa jadi bumerang buatku sendiri. Rasanya kecewa bahkan sampai stres saat banyak hal yang terjadi diluar rencana.

Aku jadi bertanya-tanya, kenapa begini? Biasanya kalau aku sudah berencana, lalu berusaha dan berdo'a, pasti ada hasil. Ini value yang kupegang sepanjang aku hidup.

Kali ini kenapa beda ya? Usaha rasanya sudah maksimal, do'a rasanya sudah kencang. 

Aku kemudian berhenti berdo'a hal yang kuminta. Mungkin ada makhluk lain yang do'anya dikabulkan terlebih dahulu. 

Momen-momen "aaaarrrrgghhh" dalam hidupku di tahun ini, rasanya cukup berat. Tapi aku kemudian melihat diriku, oh aku masih hidup. Masih bernafas, masih menjalankan rutinitas, aku masih punya uang untuk membiayai kebutuhan dan keinginan.

Intinya, aku masih disini, masih ada.

Artinya semua "aaaarrrrgghhh" momen ini tidak membuatku sakit apalagi sampai mati. Jadi aku sebenarnya masih kuat, masih sanggup, masih tangguh. 

Kalau hal tersebut di atas menguras energiku, menyita perhatianku, harusnya aku bisa melakukan hal yang sama terhadap hal-hal baik yang juga terjadi di tahun 2025 ini. 

Harus aku akui, hal-hal yang baik dan menyenangkan pun juga banyak. Tinggal aku harus mati-matian melawan sistem saraf otak yang cenderung memilih untuk fokus pada hal-hal negatif seperti kegagalan. 

Aku perlu belajar untuk lebih bisa "menerima" bahwa ada yang bisa aku kontrol, ada yang nggak. Apa yang diluar kontrolku mungkin bisa menyakitiku, tapi tidak membuatku kehilangan diri sendiri secara utuh. 

Misal kebaikan dibalas keburukan, aku memang sakit hati dan sedih. Tapi tidak mengubah bahwa aku sudah melakukan hal yang baik. 

Okelah, mari kita sudahi tahun 2025 yang arghhhhhhh ini, dan apapun yang terjadi besok pada tahun 2026, ya sudah hadapi besok saja. 


Sweaty but Happy, My 5K Debut.

Sweaty but Happy, My 5K Debut.


Telat banget ya baru mulai hobi lari dan ikutan event fun run di akhir tahun 2025?

Nggak apa-apalah ya, biar kata telat yang penting sudah memulai, bahkan aku berani mengalahkan diri sendiri yang dulu mikirnya nggak akan sanggup ikutan event lari bahkan yang 5k sekalipun dikarenakan memang nggak biasa lari dan faktor usia (sudah 30+). 

Berawal dari bulan September, ada event fun run disini, dan banyak banget yang ikutan termasuk teman-teman kantor. 

Aku menonton mereka dari pinggir garis start dan finish, serta ikut foto-foto. Beberapa teman bilang "kenapa kakak nggak ikutan?" Aku jawab karena kayaknya nggak akan sanggup soalnya selama ini olahraganya hanya gym.

Tapi disaat event tersebut juga, aku melihat banyak yang jauh lebih tua daripada aku. Meski pelan-pelan, tapi sampai digaris finish dengan semangat.

Lalu aku bertanya di dalam hati, memang karena aku nggak sanggup atau memang belum nyoba aja?

Akhirnya bertekad buat coba dulu, kalau nggak sanggup atau nggak suka ya udah berarti memang nggak cocok olahraga lari. 

Pertama kali latihan, nggak langsung suka. Capek, nafas ngos-ngosan banget, kaki sakit. Beda banget dengan gym yang ada masa rest disetiap sesi. Heart rate juga cepat banget naiknya.

Tapi aku nggak nyerah, soalnya kan baru pertama kali. Masih adaptasi. Akhirnya coba latihan lagi setelah 3-4 kali, ternyata aku suka. Ada perbedaan tentunya saat latihan beban dan cardio lari. Manfaatnya pun juga bagus untuk jantung. 

Sama seperti latihan beban yang dimulai dari beban paling kecil, lalu lama-lama naik berat bebannya. Begitu juga dengan lari. Awalnya 1-2 menit lari langsung berhenti dan lanjut jalan, sampai berhasil 1 km lari tanpa berhenti dan begitu seterusnya.

Kemudian ada pengumuman ada event lari lagi kan di daerah tempat tinggalku, gas langsung ikutan. Nama eventnya, Siginjai Run. 

Mendekati event justru nggak bisa intens latihan karena bertepatan dengan kesibukan pekerjaan akhir tahun. Bahkan h-1 event, posisiku masih di luar kota. Pulangnya jam 11 malam, dan malam itu karena tahu akan ada event besok paginya, jadi malah gelisah dan susah tidur. 

Nggak ingat baru bisa tidur jam berapa, tapi jam 5 aku sudah bangun dan bersiap-siap. Awalnya deg-deg-an, tapi setelah sampai disana, ketemu banyak teman, nggak deg-degan lagi. Intinya aku akan coba semampunya kayak pas latihan sebelumnya. 

Bedanya saat latihan dan event, tentunya dari euforianya. Meski kurang latihan dan kurang tidur, tapi tetap semangat. 

Aku juga nggak memaksakan diri karena tahu diri bahwa aku adalah pemula, dengan kondisi kurang istirahat juga. Meski rasanya masih sanggup, tapi aku lari sambil pantau heart rate terus. Kalau terlalu tinggi langsung berhenti dan jadi jalan cepat aja. 

Jangan sampai mengejar personal best, tapi mengorbankan kesehatan. Lagian namanya juga event "fun run" kalau malah ambruk nanti nggak jadi "fun".

Hasilnya berhasil menyelesaikan 5km dengan waktu kurang lebih 45 menit dengan rata-rata pace 8. Ini kurang lebih mirip dengan hasil latihan (yang nggak seberapa itu). Pacenya keong banget ya, tapi mengingat aku benar-benar pemula, ini cukup memuaskan.

I was really happy.

Senang karena bisa menaklukan pikiran negatif sendiri yang dulu bilang kayaknya nggak akan sanggup deh lari 5km. 


Apalagi kalau ingat pas masa sekolah aku nggak suka banget praktik olahraga. Kalau lari tuh selalu jadi paling belakang, sampai teman-teman lain sudah pada istirahat minum, aku baru sampai (karena memang nggak lari, jalan doang).

Ngerasa olahraga lari juga panas kan karena harus outdoor, tapi sebenarnya bisa diakalin larinya pilih waktu pagi, walau setelahnya harus gedebag-gedebug persiapan kerja. 

Ternyata setelah dicoba dan latihan, aku bisaaaaa. Walau baru mulai di akhir 2025, pada usia yang sudah tante-tante ini yaaa, wkwkwkw. 

Makasih banget buat diri sendiri ini yang mau belajar, nggak nyerah saat latihan 1-2 kali.




Walaupun ya setelah event, kaki sakit, sampai langsung ke spa buat pijat dan sauna, terus selama dua hari nggak lepas dari gel pereda nyeri otot. 

Apakah kapok? Nggak dong. Malah punya target nh bisa ikut Alfamart Run 2026, walaupun jauh dari Jambi ke Jakarta, aku mau. Iya benar, karena pengen dapat goodie bag Alfamart Run yang segambreng itu. 

Lagipula berawal dari fomo dan pengen coba ikut event fun run, aku jadi punya kebiasaan baru yang baik. Salah satunya pas lagi staycation sama keluarga, pagi-paginya aku dan saudara nyempetin untuk latihan lari. 

Wow👏. 

Itu adalah hal yang sebelumnya nggak pernah kami lakukan meskipun berkali-kali liburan bareng. 

Malah enak bisa lari pagi di lingkungan hotel yang asri. 

Selain itu, hikmahnya adalah anakku kan nonton di garis finish, terus dia bilang kalau mau ikutan event lari juga lain kali. As a mom, tentu aku bolehin tapi harus latihan. Senang bisa jadi insipirasi positif bagi anak sendiri 💜. 

Begitulah ceritanya, walau capek tapi senang banget. Diantara banyaknya kejadian dar der dor di tahun 2025 ini, ada juga salah satunya yang positif dan menyenangkan. 

Why I Go to the Gym

Why I Go to the Gym


Why I Go to the Gym


"Ngapain ngegym, nanti berotot kayak laki-laki"

"Udah turun berapa kilo sejak nge-gym?"

"Segitu-gitu aja aku lihat badannya padahal udah sering nge-gym?"

Beberapa komentar kayak gitu aku dapatkan ketika orang-orang tahu kalau aku mulai nge-gym. Jujur agak bingung gimana menjawab atau menanggapinya. 

Karena apa pentingnya aku memenuhi ekspetasi orang-orang tersebut?

Liburan Seru di Taman Mini Indonesia Indah

Liburan Seru di Taman Mini Indonesia Indah

liburan di TMII


Saya memang sudah janji sama anak, kalau nilainya nggak ada yang jelek pada rapor kenaikan kelas, maka kami akan liburan yang naik pesawat. 

Kenapa harus naik pesawat? Karena memang naik pesawat itu terasa cukup istimewa dan mewah. Terakhir, anak saya itu naik pesawat sekitar 2 tahun lalu. Nah, kebetulan direct flight dari Jambi yang paling terjangkau itu ke Jakarta. 

Mata Kering Bikin Produktivitas Terhambat? Insto Dry Eyes Solusi Jitu untuk Pekerja Fokus!

Mata Kering Bikin Produktivitas Terhambat? Insto Dry Eyes Solusi Jitu untuk Pekerja Fokus!


Dunia Kerja Milenial dan Gen Z: Produktivitas di Tengah Era Digital

Dunia kerja saat ini sudah tampak berbeda dibandingkan dengan satu atau dua dekade lalu. Kini, dunia kerja telah banyak didominasi milenial akhir (kelahiran 1990-1996) dan Gen Z (kelahiran 1997-2012).

Coba deh kalian lihat di kantor tempat kalian bekerja, sudah banyak rekan kerja yang kelahiran tahun 19986 ke bawah. Bahkan saya shock sendiri saat ada anak baru di kantor kelahiran tahun 2003. Harusnya anak-anak kelahiran 2000-an bukannya masih SMP/SMA ya?!! *berusaha denial*.

Generasi milenial akhir dan gen z yang tumbuh besar beriringan dengan pesatnya perkembangan teknologi ini, membawa serta gaya hidup digital ke dalam setiap aspek pekerjaan. 

Makanya nggak heran, kalau gadget mulai dari laptop, smartphone, hingga tablet, kini menjadi “senjata” utama yang tak terpisahkan dari rutinitas harian para pekerja muda ini. Bahkan mereka dianggap lebih paham dengan perkembangan dunia digital sebagai penyokong produktivitas kerja dan kemajuan perusahaan.

Dari meeting online yang tak mengenal batas ruang, surat menyurat yang lebih efisien menggunakan email, pemasaran digital yang semakin terus berkembang, hingga penyelesaian proyek dari seluruh dunia dengan koneksi internet, mata kita dituntut untuk terus beradaptasi dengan cahaya layar yang menyala sepanjang waktu.

Ketika Produktivitas Terganjal Mata Kering

Sayangnya, tuntutan kerja yang terus-menerus di depan layar ini seringkali berujung pada masalah yang umum namun sering disepelekan, yaitu mata kering

Sumber : freepik.com/author/benzoix


Saya yakin bagi kita para pekerja yang sehari-harinya menggunakan gadget dan menatap layarnya selama berjam-jam, membaca buku penunjang materi pekerjaan, dan melakukan pekerjaan tersebut di ruangan ber-AC, maka pasti pernah merasakan mata kering. 

Mata kering bukan sekadar rasa lelah biasa. Ini adalah kondisi di mana mata tidak memiliki cukup air mata yang berkualitas untuk melumasi permukaannya dengan baik.

Kenali Gejala Mata Kering 

Jangan sampai kamu mengabaikan sinyal yang diberikan mata. Gejala mata kering bisa sangat mengganggu produktivitas dan kenyamananmu. 

Tanda-tanda (Gejala) Mata Kering yang Perlu Diwaspadai : Mata SEpet, PErih, LElah.

1. Mata Sepet

Mata sepet adalah ungkapan yang menggambarkan kondisi mata terasa tidak nyaman, berat, sulit dibuka lebar, dan cenderung ingin selalu terpejam atau menyipit. Ini bukan istilah medis, tapi lebih ke deskripsi sensasi yang dirasakan. Biasanya, "mata sepet" muncul karena:

  • Terlalu lama menatap layar (komputer, handphone), membaca, atau fokus pada sesuatu tanpa istirahat.
  • Permukaan mata kurang terlumasi dengan baik, menimbulkan rasa tidak nyaman, perih, dan gatal, sehingga mata cenderung ingin menyipit.
  • Paparan lingkungan seperti debu, asap, atau udara AC yang kering bisa membuat mata terasa tidak nyaman.
2. Mata Perih

Mata perih adalah sensasi tidak nyaman yang terasa seperti ada rasa panas, menyengat, atau nyeri ringan hingga sedang di mata. Ini adalah gejala umum mata kering.

3. Mata Lelah

Gejala mata kering lainnya yaitu mata lelah, Mata lelah, kondisi umum di mana mata terasa pegal, berat, atau tidak nyaman setelah penggunaan gadget secara intensif. 

Jika merasakan gejala SEPELE (SEpet, PErih, LElah) di atas, jangan diabaikan begitu saja karena nanti malah bisa iritasi yang lebih parah atau bahkan infeksi. Jika gejala-gejala di atas akrab kamu rasakan, itu pertanda mata kamu membutuhkan perhatian ekstra.

Jangan Sepelekan Mata Kering Atasi Dengan Insto Dry Eyes



Jangan menganggap sepele gejala mata kering, lelah, karena dampaknya bisa sangat mengganggu. Bayangkan ada meeting yang menunggu, ada jadwal live streaming, ada target dan deadline yang harus dikejar.  

Jangan biarkan prooduktivitas menurun, fokus buyar, dan kenyamanan sehari-hari jadi terenggut. Terlebih lagi bagi kita yang hidup di era digital, di mana mata terus-menerus terpapar layar dan lingkungan ber-AC. 

Mata kita butuh pelumas khusus yang mampu mengembalikan kelembapan dan kenyamanan. Saya merekomendasikan memakai tetes mata Insto Dry Eyes. Solusi praktis mengatasi mata kering, membuat mata terasa lebih nyaman dalam waktu yang tidak terlalu lama. Cocok untuk para pekerja produktif yang berkejaran dengan waktu dan target setiap harinya.

Mengapa Harus Pilih Insto Dry Eyes?


Pelumas Andal untuk Mata Keringmu

Insto Dry Eyes mengandung bahan aktif Hydroxypropyl Methylcellulose 3.0 mg memberikan efek pelumas seperti air mata, sehingga membantu mengatasi gejala mata kering dan iritasi akibat kurangnya produksi air mata (sumber : Alodokter). 

Artinya, saat kamu meneteskannya, mata akan langsung merasakan efek melembapkan yang mirip dengan cara kerja air mata kita sendiri. Ini sangat penting untuk mengembalikan kenyamanan pada mata yang terasa kering, sepet, atau perih karena kurangnya lubrikasi. 

Fungsi pelumas ini memastikan permukaan mata tetap lembap dan terlindungi, mengurangi gesekan yang menyebabkan iritasi.

Meringankan Iritasi Akibat Kurangnya Air Mata

Tak hanya melembapkan, Insto Dry Eyes juga dibekali bahan aktif yang efektif meringankan iritasi mata, yaitu kandungan  Benzalkonium Chloride 0.1 mg, senyawa kimia yang termasuk dalam golongan amonium kuarterner dan berfungsi sebagai antiseptik dan pengawet dalam produk tetes mata. Senyawa ini memiliki sifat antibakteri, antijamur, dan antivirus, sehingga mencegah pertumbuhan mikroorganisme pada produk dan menjaga kebersihan serta keamanan penggunaan tetes mata (sumber :  Alodokter). 

Praktis dan Siap Sedia

Insto Dry Eyes tersedia dalam ukuran 7,5 ml yang sangat praktis. Ukuran ini ideal untuk dibawa kemana saja – pas di saku, tas kecil, pouch, atau diletakkan di meja kerja. 



Dengan kemasan yang ringkas ini, kamu bisa memberikan pertolongan pertama pada mata kapan saja dan di mana saja, karena mata kering bisa menyerang kapan saja, dan Insto Dry Eyes siap menjadi solusi praktis dan cepat.

Tentu, ini adalah hal-hal penting yang harus diperhatikan ketika menggunakan Insto Dry Eyes, atau tetes mata kering pada umumnya, untuk memastikan keamanan dan efektivitas:

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Memakai Insto Dry Eyes

Menggunakan tetes mata dengan benar sangat penting untuk mendapatkan manfaat maksimal dan menghindari efek samping yang tidak diinginkan. Berikut adalah panduan dan peringatan yang perlu kamu perhatikan saat memakai Insto Dry Eyes:

1. Baca Petunjuk Penggunaan dengan Seksama

Pastikan kamu membaca keterangan penggunaan kemasan Insto Dry Eyes untuk dosis, frekuensi penggunaan, dan cara pakai yang direkomendasikan.

2. Cuci Tangan Sebelum dan Sesudah Aplikasi Tetes Mata Insto Dry Eyes

Tangan yang bersih akan mencegah perpindahan kuman dari tangan ke mata, yang bisa menyebabkan infeksi.

3. Jangan Berbagi Tetes Mata Sembarangan

Tetes mata adalah produk personal. Berbagi botol tetes mata dengan orang lain dapat menyebarkan infeksi mata.

4. Perhatikan Penyimpanan, Tanggal Kedaluwarsa dan Masa Pakai Setelah Dibuka.

Insto Dry Eyes, seperti kebanyakan tetes mata dengan pengawet (Benzalkonium Chloride), memiliki tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan. Selain itu, perhatikan masa pakai setelah botol dibuka. Umumnya, tetes mata harus dibuang 1 bulan (sekitar 28-30 hari) setelah kemasan dibuka, meskipun isinya belum habis. Ini karena efektivitas pengawet berkurang seiring waktu dan risiko kontaminasi meningkat.

Simpan Insto Dry Eyes pada suhu kamar dan jauhkan dari paparan sinar matahari langsung atau suhu ekstrem (terlalu panas/dingin). Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

5. Bukan Untuk Digunakan Saat Memakai Lensa Kontak

Jika kamu memakai lensa kontak, dan mengalami gejala mata kering, lepas lensa kontak sebelum meneteskan Insto Dry Eyes.

Tunggu minimal sekitar 15-30 menit setelah meneteskan obat sebelum memasang kembali lensa kontakmu.

6. Perhatikan Reaksi Alergi atau Iritasi

Meskipun jarang, beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi atau iritasi terhadap bahan dalam tetes mata. Jika sakit berlanjut segera pergi ke dokter mata terdekat. 

Pengalaman Menggunakan Insto Dry Eyes



Saya sendiri termasuk generasi milenial akhir yang sehari-harinya bekerja menggunakan gadget baik itu PC dan smartphone. Bukan cuma pekerjaan di kantor, tapi di rumah saya lanjut menjalankan pekerjaan sekaligus hobi saya sebagai blogger dan konten kreator. 

Tentunya saya pernah merasakan gejala mata kering SePeLe (Sepet, Pegel, Lelah) dan itu rasanya nggak nyaman banget. Apalagi kalau masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan. 

Saya pakai Insto Dry Eyes karena memang Insto merupakan merk tetes mata yang termasuk dalam top of mind. Merk ini sudah sering saya dengar dari bertahun-tahun lalu karena iklannya cukup masif di media elektronik dan cetak. Sekarang diera media digital, Insto justru makin dikenal. 

Selain itu tentu karena efeknya yang cepat terasa, sekitar 10-15 menit, mata terasa lebih sejuk, nyaman dan saya dapat melanjutkan pekerjaan. Tetapi tentu saja setelah pekerjaan selesai saya tetap harus beristirahat full dan menjauhkan segala aktivitas yang menggunakan gadget sementara. 

Produk Insto yang mudah didapat di apotek dan mini market terdekat, juga menjadi alasan saya memilih tetes mata ini untuk mengatasi gejala mata kering. Apalagi bisa menggunakan aplikasi pesan antar, sehingga saya bisa memesan Insto Dry Eyes untuk diantar ke kantor saat saya bekerja. 

Lanjutkan Produktivitas yang Tertunda Karena Mata Kering Dengan Insto Dry Eyes

insto dry eyes


Dunia kerja yang serba cepat di era digital memang menuntut kita untuk selalu terhubung dengan layar. Namun, jangan biarkan tuntutan itu mengorbankan kesehatan matamu dan akhirnya merenggut produktivitasmu. 

#MataKeringJanganSepelein dan diabaikan, apalagi jika itu sudah mulai mengganggu konsentrasi dan kenyamanan bekerja. Ingat, mata adalah jendela produktivitasmu. Jadi, sudah saatnya kamu memberikan perhatian ekstra kepada aset yang berharga, yaitu mata.

Dengan  #InstoDryEyes, kamu bisa menjaga mata tetap lembap, segar, dan nyaman, siap untuk menghadapi tantangan pekerjaan. 

Mata yang nyaman, produktivitas optimal. Yuk, segera dapatkan Insto Dry Eyes di apotek atau mini market terdekat. 

Kelebihan dan Kekurangan Rumah KPR Subsidi

Kelebihan dan Kekurangan Rumah KPR Subsidi

Kelebihan dan Kekurangan Rumah KPR Subsidi


Dari Jual Rumah Hingga Ngontrak

Postingan saya sebelumnya cerita tentang bagaimana saya mengurus pelunasan KPR. Setelah lunas rumahnya dijual karena memang saya ada rencana pindah tugas mengikuti suami ke daerah lain. 

Selagi menunggu SK pindah keluar, saya ngontrak dulu di perumahan yang termasuk KPR Subsidi. Perumahan ini baru ada sekitar 6-7 tahun. Saya pilih karena memang lokasinya strategis, dekat ke kantor, dan lingkungannya aman

Dari hasil ngobrol sama pemilik kontrakan, dia beli rumah ini dengan cicilan. Awalnya mau ditempati sendiri tapi karena suatu lain hal jadi kosong dan dikontrakan.

Kondisi rumah kontrakan ini masih bentukan asli dari pihak developer. Dengan 1 ruang tamu / serba guna, 1 kamar tidur, dan 1 kamar mandi. Jadi pemilik rumah belum melakukan renovasi. 

Nah, sekitar dua bulan saya tinggal disini, saya jadi punya sudut pandang tentang plus minus rumah KPR Subsidi. Saya mau share disini supaya teman-teman yang mungkin lagi cari rumah, bisa tahu kelebihan dan kekurangan rumah subsidi. 

Kelebihan Rumah KPR Subsidi

1. Uang Muka dan Cicilan yang Terjangkau

Ini memang jadi daya tarik utama rumah KPR Subsidi ya. Sesuai namanya "subsidi" memang ada peran pemerintah sehingga kita bisa beli rumah dengan harga yang lebih terjangkau. 

Bahkan sekarang banyak promo rumah KPR subsidi yang uang mukanya di bawah 10 juta, bahkan ada yang 0 Rupiah. 

Bayangkan dengan uang nggak sampai 10 juta, kita sudah bisa menempati rumah yang sertifikatnya akan jadi hak milik kita setelah cicilan lunas. 

Untuk cicilan perbulan pun bisa dibilang terjangkau. Dari hasil riset saya, cicilan rumah KPR Subisidi ini berkisar antara 800ribuan hingga 1,7 juta saja perbulan tergantung tenor yang diambil. 

2. Telah Tersedia Fasilitas Umum

Namanya perumahan biasanya sudah disiapkan fasilitas umum seperti jalan yang sudah dicor, ada taman bermain atau olahraga, pos satpam, bahkan ada perumahan yang ada fasilitas kantin-kantin umum. 

Perumahan biasanya juga dibangun di lokasi yang strategis meskipun di pinggiran kota. Minimal dekat dengan sekolah, atau perkantoran. Makanya jadi daya tarik masyarakat karena kalau dekat dengan sekolah atau tempat kerja bisa sekalian hemat biaya transportasi. 

3. Tenor Panjang

Masa pinjaman (tenor) KPR subsidi bisa sangat panjang, hingga 20-30 tahun. Ini membuat cicilan per bulan menjadi lebih kecil dan terjangkau.

4. Bebas PPN

Pembelian rumah subsidi dibebaskan dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang secara signifikan mengurangi total biaya pembelian.

5. Proses Mudah

Proses pengajuan KPR subsidi cenderung lebih sederhana dan cepat dibandingkan KPR komersial, dengan persyaratan yang lebih longgar. Apalagi kalau ASN, biasanya sat set banget di-acc pengajuannya.

6. Ramai / Langsung Ada Tetangga

Ini cocok untuk yang orangnya emang ekstrovert, atau anak kos perempuan yang tentunya akan merasa lebih aman kalau tinggal di lingkungan yang ramai. 

Kekurangan Rumah KPR Subsidi

1. Ukuran Terbatas

Rumah subsidi umumnya memiliki luas bangunan dan tanah yang terbatas (misalnya tipe 21 atau 36). Seperti yang saya sebutkan di atas, di kontrakan saya tipe 21 dengan 1 ruang tamu / serba guna, 1 kamar tidur, dan 1 kamar mandi. 

Karena nggak ada dapur, jadi kompor dan peralatan dapur diletakkan di depan kamar tidur yang masih menyatu dengan ruang tamu. 

Begitu juga dengan jemuran handuk, mesin cuci, dan pakaian kotor juga di ruangan yang sama. Mau berusaha serapi dan se-estetik apapun tetap nggak enak dilihat. 

Kondisinya anak saya baru satu, sehingga masih bisa tidur dengan kami. Bayangkan kalau anak lebih dari satu, ada yang sudah dewasa, tentu kondisi ruangannya sudah nggak ideal. 

2. Butuh Renovasi dengan Biaya yang Lumayan Besar

Menyambung dengan alasan di poin satu, maka rumah subsidi butuh renovasi minimal tambahan ruang dapur, ruang tidur, garasi, dan pagar (untuk lebih aman). 

Pengalaman saudara dan teman-teman saya yang renovasi rumah subsidi, nggak kurang dari 100juta bahkan lebih. Tergantung pula dengan material yang dipilih, biaya tukang, dan biaya nggak terduga lainnya. 

Jadi jika uang muka dan cicilan ringan, kita tetap butuh menguras saldo untuk renovasi. Karena benar-benar nggak nyaman jika berkeluarga dan tinggal dengan bentuk asli bangunan. 

3. Pengap dan Panas

Ini memang tergantung lokasi dan desain, tapi pengalaman saya, rumah didesain dengan plafon yang tidak terlalu tinggi, ventilasi kecil, sehingga terasa pengap dan panas. 

Saya hanya pakai AC di kamar tidur, nah kalau keluar kamar, hawanya langsung gerah, belum lagi faktor cuaca.

Apalagi perumahan di tempat saya nggak didesain ada pohon-pohon rindang, benar-benar dari depan sampai akhir blok-blok, nggak ada pohon, jadi kalau panas ya langsung ke dalam rumah. 

Jujur saya sering banget ngeluh soal ini, karena benar-benar mempengaruhi mood di dalam rumah. 

Untung anak saya sudah SD dan sudah bisa dikasih pengertian. Kalau anak saya masih bayi atau toddler, dia pasti rewel terus karena panas. 

Kalau bukan ngontrak, mungkin saya juga akan pasang AC di ruang tamu ini yang mana akan berpengaruh ke cost listrik yang membengkak. 

4. Material Bangunan Belum Tentu Baik

Lagi-lagi tergantung developernya ya. Tapi saya lihat rumah kontrakan ini sudah ada retak rambut, dan jamur. Padahal baru kurang lebih 5 tahun. 

Itu artinya rumah ini perlu biaya perawatan berkala lebih sering dibanding rumah yang dibangun sendiri dengan kualitas bahan yang ada di bawah kontrol pemilik rumah. 

5. Jarak Rumah Berdempetan 

Syukurnya kalau di tempat saya ngontrak meski berdempatan tapi cukup kedap suara, sehingga saya nggak dengar isi rumah tetangga. Paling hanya dengar derit pintunya itu pun sayup-sayup. 

Tapi bagi saya jarak rumah yang berdempetan ini bisa jadi kekurangan karena rawan konflik. Iya kalau dapat tetangga baik, kalau nggak?

Contohnya tetangga saya ada tong sampah di depan rumahnya, dia taruh di antara halaman dia dan saya. 

Suatu hari saya pulang kantor, lihat sampah dia berserakan di halaman rumah saya. Posisi capek jadi emosi karena sampah itu sampah makanan yang berisi nasi bekas dll. Mungkin ada binatang atau anak kecil iseng nendang tong sampah sehingga sampahnya berserakan ke arah halaman saya.

Tentu saya ogah mungutin dan bersihin sampah orang. Tapi saya gedeg juga karena ya nggak etis ada sampah tergeletak dimana orang juga lalu lalang lewat. 

Nah, andai rumah ini tidak terlalu berdempetan, tentu nggak ada space tetangga naruh tong sampah di antara rumah dia dan rumah saya. 

Ini cuma satu contoh kasus ya, saya yakin ada banyak contoh konflik lain antar tetangga jika rumah terlalu berdempatan. Walaupun balik-balik lagi tergantung karakter individu masing-masing. 

6. Tidak Cocok Untuk Orang yang Suka Bikin Acara

Bagi sebagian keluarga, kita pasti punya budaya bikin acara tergantung hajatnya. Ada yang suka bikin pengajian mingguan, bulanan, arisan keluarga, bahkan acara khitan dan pernikahan jika memang sudah tiba waktunya. 

Nah ini saya nggak kebayang kalau ada yang tinggal di perumahan subsidi dengan ruas jalan blok terbatas, dan rumah yang berdempetan, gimana kalau mau bikin acara khitanan atau resepsi pernikahan?

Khusus untuk di daerah saya, belum ada gedung serba guna yang bisa disewa untuk pernikahan, dan juga belum lazim. 

Nggak kebayang riwehnya bangun tenda/pelaminan di halaman rumah yang kecil, dan bisa jadi rawan konflik dengan tetangga karena berdempatan dan bagian rumahnya harus dipakai untuk hajatan. 

Kembali Kepada Kondisi Masing-Masing

Kelebihan dan Kekurangan rumah KPR Subsidi yang saya tulis di atas murni dari sudut pandang dan opini saya pribadi. 

Saya juga bisa memahami nggak semua orang punya kesempatan untuk bangun rumah di atas tanah sendiri atau tanah warisan orangtua. Nggak semua orang bisa beli rumah cash yang cukup besar. Nggak semua orang, bisa lolos administrasi KPR komersil. 

Pada akhirnya keputusan punya rumah dikembalikan kepada kondisi, kebutuhan, dan keinginan kita masing-masing. 

Pengalaman mengontrak ini benar-benar membuat saya lebih paham akan kelebihan dan kekurangan rumah KPR Subsidi dan bisa jadi bahan pertimbangan kelak ketika memutuskan untuk punya rumah sendiri setelah berhasil pindah. 

Semoga sharing pengalaman ini bisa bermanfaat, dan saya do'akan yang sudah baca ini kelak bisa punya rumah impian kalian ya. Amiiin. 😊💜



Review MOP My Perfect Nude Lip Cream Burn Peach

Review MOP My Perfect Nude Lip Cream Burn Peach

Review MOP My Perfect Nude Lip Cream Burn Peach


Brand Lokal dari Beauty Influencer Indonesia 

Kalau ada beauty influencer bikin produk makeup atau skincare, saya termasuk yang tertarik untuk membeli dan mencoba. Alasannya karena beauty influencer biasanya sudah mencoba berbagai macam produk dan bisa memposisikan dirinya sebagai konsumen yang ingin produk bagus namun terjangkau. 
What Are the Trends in Personalized Gift Giving?

What Are the Trends in Personalized Gift Giving?

 


Gift giving express love, appreciation and connection. But in recent years it has evolved into something more intentional. In recent times it’s just not only a nice touch, it has become the heart of meaningful gifting. From lifestyle items to fashion keepsakes, people want gifts that feel that they were made just for them. 

This isn’t a shift that is just about printing a name on a product or choosing a favorite color. It’s about designing experiences, giving something that carries emotional weight and preserving memories. Personalized gift giving reflect deeper values like creativity, authenticity and emotional connection.

gift drawelry


Focusing on sentiment over the price tag

Gifts-givers are leaning away from expensive or flashy items more and more. And they are leaning towards more thoughtful ones. The goal is to create something memorable and meaningful, not simply something impressive. A well thought custom piece, can carry more emotional value than the priciest gadget. 

This is the reason why gifts are now being curated around shared stories, family history and inside jokes… even life milestones. When someone receives something that has been tailored to their personal journey, it will become a keepsake for them, not simply a gift. The level of attention and care will make personalized items stand out on a world of mass-produced products. 

custom gift drawely


Jewelry with deeper meaning

Personalized jewelry is still trending, but now it has a modern twist. We are saying goodbye to the days where only engraved initials were enough. Now people are looking for pieces that hold stories. One standout piece now is custom men's bracelets. These are being design with everything from subtle engraving to coordinates of special locations. And these are details that only the wearer and the gift giver understand. 

It can be a message from a child, a design that represent a personal triumph, a date etched inside the clasp. This gift style will blend masculinity with sentimentality in a way that resonates. It can be a perfect gift for anniversaries, Father’s Day or any other occasion where connection matters. 

custom gift drawelry


Personalization meets comfort

Nowadays, self-expression and comfort are highly valued, which is making personalized apparel have a huge moment. People want to wear pieces that reflect who they are, what they believe in, or things that they hold dear. This becomes true when it comes to casualwear.

In this moment, is when personalized hoodies come in. You can transform the hoodies into meaningful, wearable memories with names, dates, favorite quotes or even original artwork. Some might feature handwritten notes turned into embroidery. Others include small designs hidden in collars or cuffs. These will be touches that only the recipient might appreciate. Definitively a quiet way of keeping your cherished moments close without being super flashy. 

These intentional and cozy pieces are perfect for your loved ones who appreciate subtle but significant gestures. And since hoodies are versatile wardrobe staples, they will become a part of someone’s everyday life easily. Turning the gift into a lasting reminder of how thoughtful you are. 



Elevated everyday style

Function and fashion merge beautifully nowadays, especially when it comes to personalized gifts. While comfort is key, many people look for pieces that make them feel stylish and unique. 

These pieces will allow people to take something ordinary and turn it into something that is truly their own. With quotes, embroidered names, minimalist art and even line drawings based on photos. All of these are being used to turn apparel into personalized Mother's Day gifts.

The craftmanship of embroidery also adds a touch of timelessness elevating the piece into something that feels modern and meaningful. This is a very versatile trend, that works across genders, age groups and style preferences. No matter who you are giving the gift to, there will be a way to personalize embroidered piece to suit their aesthetic perfectly. 



Pengalaman Pelunasan KPR di BSI

Pengalaman Pelunasan KPR di BSI

Pengalaman Pelunasan KPR di BSI


Saya memang berniat menulis pengalaman ini ketika prosesnya sudah selesai, dengan harapan bisa menenangkan para pejuang pelunasan KPR di luar sana. Karena ketika saya browsing tentang pengalaman pelunasan KPR di Bank Syariah, ceritanya tuh nggak ada yang menenangkan, malah bikin tambah cemas 😖. 

Kreasi Kartu Ucapan Idul Fitri 2025: Keluarga Kartun Lucu dan Gemas

Kreasi Kartu Ucapan Idul Fitri 2025: Keluarga Kartun Lucu dan Gemas


Hari Raya Idul Fitri 1446 H / 2025 M sebentar lagi tiba. Momen kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa ini tentu menjadi saat yang paling dinanti. 

Selain tradisi silaturahmi dan saling bermaaf-maafan, mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri melalui staus media sosial juga menjadi salah satu cara untuk mempererat tali persaudaraan. 

Masih Rezeki

Masih Rezeki

Jatuh dari Kantong

Pernah nggak, handphone jatuh terus beberapa menit kemudian kita sadar, pas ditelusuri sudah nggak ada? 😢

Saya pernah mengalami hal tersebut tapi sudah lama banget, waktu itu saya bawa motor, handphone ditaruh di kantong jaket. 

Terus di tengah jalan ada yang nelpon, saya nepi dulu untuk angkat telpon. Begitu selesai ya saya lanjut jalan. Tapi beberapa menit dari terakhir saya masukin hp ke kantong, saya ngeraba kantong kok kosong. 

"Deg"

Ini sudah pasti jatuh, dan saya buru-buru putar balik dan menelusuri jalan yang saya lewati dari terakhir tadi terima telpon. Bolak balik, tapi nggak ketemu. Padahal jalanan cukup sepi. 

Ternyata memang handphone saya itu diambil orang, tapi baru dua hari kemudian orang tersebut aktifin hp saya. Setelah nego-nego pakai sedikit ancaman dari papa saya, baru orangnya bersedia balikin, itupun setelah dijanjiin sejumlah uang 😩. 

Ada lagi kejadian sama suami saya, kurang lebih mirip kronologisnya hp ditaruh di kantong, nggak lama kemudian sadar, pas putar balik udah nggak ketemu. Bedanya, hpnya dinonaktifkan dan nggak pernah balik sampai sekarang. 

Nah, makanya sejak kejadian itu saya lebih berhati-hati. Kalau lagi bawa kendaraan, mending hp ditaruh di tas. Biarin deh ada telpon, nanti aja diangkatnya. 


Apa yang Masih Menjadi Hak Kita, Nggak Akan Kemana-Mana.

Fast forward, kejadian lagi hal yang mirip di tahun 2025 tepatnya bulan Ramadan ini. 

Jadi saya pergi ke pasar, naik mobil sama suami, dan dia nunggu aja di mobil. Itu saya belanja cukup lama, nah pas mau selesai belanja, saya sadar handphone saya kok nggak ada. Tapi pikiran saya waktu itu, pasti ketinggalan di mobil, jadi yaudah santai aja, masih lanjutin belanja.

Pas saya selesai dan mau balik ke mobil, syok banget pas saya lihat handphone saya tergeletak di aspal, di parkiran persis sebelah pintu mobil saya keluar tadi 😱.

Berarti hp saya udah jatuh dari awal saya keluar mobil, dan tergeletak gitu aja sampai saya selesai belanja.  Alhamdulillah masih ada disitu. Karena memang saya belanja cukup lama, parkiran sepi (tapi tetap banyak yang lalu lalang kan di pasar).

Apalagi casing hp saya tuh warna ungu gonjreng, jadi pasti kontras banget di atas aspal. Tapi syukurnya masih rezeki. Nangis banget kalau sampai diambil orang, karena mikirin data-datanya, kerjaan, m-banking, dan belum ada budget kalau harus segera beli baru 😭. 

Syukurnya lagi, hp saya nggak ada rusak sedikitpun. Cuma agak panas aja karena kejemur di bawah matahari, kan. Tapi selebihnya nggak ada pecah atau lecet layarnya, LCDnya juga aman, pokoknya nggak kenapa-kenapa.

Mungkin ini yang namanya masih rezeki ya, kalau masih jadi hak kita nggak akan kemana, sekalipun sempat lepas dari genggaman. 

Bisa jadi juga karena bulan Ramadan, ada yang lihat pun nggak berani ambil, intinya apapun itu saya masih bersyukur masih dilindungi dan jadi pelajaran untuk lebih hati-hati. 


Barang yang Kita Temukan Bukan Berarti Jadi Hak Milik

Bagi orang yang kehilangan, pelajarannya harus lebih berhati-hati. Tapi bagi orang yang menemukan barang, terutama barang berharga, bukan berarti menjadi hak milik. 

Karena saya pernah lihat di media sosial ada orang yang menemukan hp, pas ditelpon sama pemilik dia nggak mau balikin karena punya prinsip kalau nemu barang di jalan artinya jadi milik dia 😢.

Padahal kan nggak gitu ya konsepnya, nggak ada orang normal yang dengan sengaja buang hpnya di jalan. Sudah pasti itu karena nggak sengaja jatuh. 

Yuk jadi orang baik, kembalikan kepada yang punya. Apalagi kalau hp, sudah pasti pemilik bakalan menghubungi hp tersebut, kita tinggal janjian ketemu, kembalikan, selesai. Kalau malas ribet, kasih aja ke petugas keamanan terdekat dimana kita ketemu barang tersebut. 

Jangan pula mengharapkan imbalan, baru mau mengembalikan. Jadi orang baik nggak akan pernah rugi, suatu hari kita mengalami kemalangan, kebaikan itu pasti berbalik kepada kita dengan cara apapun

Yah, semoga makin banyak yang sadar dan mau melakukan hal sesederhana ini.