Duduk Paling Depan
Menyapa Ikan-Ikan dan Putri Duyung di Ancol Jakarta

Menyapa Ikan-Ikan dan Putri Duyung di Ancol Jakarta





Mewujudkan Keinginan 10 Tahun Lalu


Butuh waktu sepuluh tahun bagi saya mewujudkan keinginan ini. 


Ceritanya pada tahun 2012 saya pergi study tour bareng teman-teman satu jurusan. Salah satu destinasinya adalah Taman Impian Jaya Ancol.


Di Ancol kita dibebasin milih tempat atau wahana yang dimau. Ada yang milih ke dufan, ada yang milih main-main di sekitaran pantainya aja, dan saya milih ke Sea World. 

Memulai 2023 Tanpa Resolusi

Memulai 2023 Tanpa Resolusi




Haloooo, gimana awal 2023nya? Apakah malam tahun baru diisi dengan kumpul-kumpul di rumah sambil bakar kenangan masa lalu daging/jagung? Atau ke tempat wisata untuk menikmati pergantian tahun dengan melihat semarak kembang api? 


Melewatkan Malam Tahun Baru dengan Biasa


Kalau saya malam tahun baru diisi dengan di rumah aja. Rebahan, nonton, makan, main sama anak, terus jam 10 malam kami tidur. Santai banget kayak nggak ada bedanya sama hari-hari lainnya. 


Nggak ada yang istimewa karena tanggal 31 Desember 2022 saya dan suami juga masih kerja. Anak saya juga belum ngerti soal tahun baru ini.


Besoknya memang kami pergi makan dan main ke taman. Tapi ini juga biasa aja sih dilakukan kalau lagi libur.


Alias nothing special πŸ˜†.


Saya memilih untuk santai aja melewatkan 2022 dan memasuki 2023. Apa mungkin karena tahun ini saya akan memasuki umur kepala tiga? Jadi lebih slow dan nggak menggebu-gebu.

 

via GIPHY

 

Memulai 2023 Tanpa Resolusi


Padahal tahun lalu saya masih semangat banget sampai sengaja menjadwalkan staycation di hotel. Lalu bikin resolusi panjang di buku catatan saya. 


Alhamdulillah banyak yang kesampaian, ada juga yang nggak. 


Tapi tahun ini saya malas bikin resolusi. Soalnya sering kecewa sama ekspetasi diri sendiri. 


Semakin bertambah umur saya berusaha semakin mengenali diri sendiri. Saya tahu bahwa saya termasuk orang yang berambisi. 


Ibaratnya kalau saya mau sesuatu, saya harus dapat. Kalau nggak, saya akan kecewa banget sama diri sendiri, marah dan menyalahkan keadaan. 


Itu rasanya capek banget, menguras energi, mengaduk-aduk emosi. 


Padahal nggak ada kok yang menekan saya harus begini dan begitu. Tapi saya terlalu keras sama diri sendiri harus bisa mencapai ini dan itu. 


Kemudian saya berusaha instropeksi. Apakah segala resolusi dan pencapaian itu memang benar-benar saya inginkan? Atau hanya ingin dapat pengakuan?


Memang sifat alami manusia butuh validasi apalagi kalau itu datang dari orang yang kredibel di bidangnya, atau orang-orang yang memang mau kita buktikan bahwa kita bisa. 


Tapi kok kalau pun sudah tercapai rasanya nggak benar-benar puas dan happy ya? 


Karena omongan orang nggak ada habisnya. 


Contoh kita punya resolusi nurunin bb, hanya karena ada yang bilang kita gendutan. 


Kalau berhasil ada yang muji bilang cantik kalau kurusan, tapi ada yang bilang nggak bagus karena kesannya kayak nggak dikasih makan.


pas nulis ini, pas ketemu quote ini.


Lagipula saya kemudian menyadari bahwa pergantian tahun itu cuma momentum pengingat bahwa waktu terus berjalan maju.


Karena kalau mau punya resolusi kenapa harus nunggu tahun berganti? 


Kalau mau jadi lebih baik, lakukan ketika niat itu tercetus, nggak harus nunggu malam saat kembang api besar meletus. 


So yeah, tahun ini memang pengen lebih santai sama diri sendiri. Nggak perlu bikin resolusi biar nggak ada ekspetasi tinggi sama diri sendiri. 


Let it flow, and make it easy. 


Saya yakin pandangan tentang awal tahun akan berbeda bagi tiap orang karena faktor yang mempengaruhinya juga berbeda. 


Kalau ada yang berambisi dan menggebu-gebu dengan daftar resolusinya tahun ini, ya nggak apa-apa. it's your choice.


Asalkan yakin bahwa apapun pencapaianmu, itu untuk diri kamu sendiri. 


Kalau diberi umur panjang, mari kita lihat seseru apakah tahun 2023 😊


Pengalaman Ujian Penyesuaian Ijazah Untuk ASN

Pengalaman Ujian Penyesuaian Ijazah Untuk ASN

image by Tirachardz on Freepik


Lulus ASN Dengan Ijazah SMA


Ya, memang benar adanya kalau saya lulus menjadi PNS (yang merupakan bagian dari ASN) dengan memakai ijazah SMA. Karena pada tahun 2012, formasinya dibuka untuk lulusan SMA dan saya sendiri waktu itu masih kuliah semester 3. 

Mungkin sudah jalan rezekinya, saya lulus tes CPNS dan akhirnya saya berhenti kuliah karena jurusannya nggak sesuai dengan bidang pekerjaan, dan waktunya juga nggak memungkinkan dengan jam kerja saya. 

Barulah tahun 2015 saya kuliah lagi di Universitas Terbuka (UT) mulai dari awal, karena males ribet ngurus transfer mata kuliah dasar (jangan ditiru ya, transfer matkul dasar yang sudah lulus itu memudahkan banget untuk lebih cepat lulus). 

Nah saya menyelesaikan semua matkul tahun 2020, nilai dan ijazah keluar tahun 2021. Saya sempat nggak ngontrak dua semester karena menikah dan lahiran. Ngerasa banget kuliah setelah menikah dan punya anak itu repotnya luar biasa dan fokus terbagi-bagi. 

Yasudahlah ya, yang penting lulus 😁.

Syarat Mengikuti Ujian Penyesuaian Ijazah


Setelah lulus kuliah, untuk diakui ijazah S1 ini, saya harus mengikuti yang namanya ujian penyesuaian ijazah (PI). Selain untuk pengakuan gelar dan ijazah, ujian ini berguna untuk naik golongan dan pangkat. 

Ada beberapa syarat untuk bisa mengikuti ujian PI salah satunya minimal pangkat adalah II b, minimal dua tahun. Sebenarnya aturan ini bisa berubah-ubah juga. Karena pernah juga aturannya minimal pangkat II c minimal satu tahun. 

Kemudian ada beberapa syarat administrasi lainnya yang harus dilengkapi seperti ijazah dan transkrip nilai. Terus minimal akreditasi jurusan adalah B dibuktikan dengan sertifikat akreditasi dari Dikti. 

Selain syarat administrasi itu, ditambah dengan diwajibkan membuat karya ilmiah sesuai dengan bidang pekerjaan. 

Semua syarat tersebut diupload di aplikasi SIMPEG, kemudian menunggu pengumuman seleksi administrasi untuk selanjutnya ke tahap ujian tertulis. 


Pengalaman Mengikuti Ujian Penyesuaian Ijazah


Jujur ini adalah tahap yang paling menegangkan ya karena penentuan apakah bakal lulus atau nggak. 

Untungnya kisi-kisi materinya sudah dikasih tahu sebelum pelaksanaan tes melalui menu "Seleksi" di aplikasi SIMPEG. Jadi saya bisa download materinya digoogle untuk dibaca dan dihapal.

Ini ya poin-poin kisi-kisi materi yang juga dikasih tahu melalui aplikasi SIMPEG. Oh ya saya ini ikut penyesuaian ijazah untuk instansi Kemenkumham khususnya petugas Lembaga Pemasyarakatan. Saya nggak tahu apakah sistem dan kisi-kisi materinya sama dengan instansi lain. 

Kisi-Kisi Materi/Soal Ujian Penyesuaian Ijazah ASN Kemenkumham


  • Pancasila 
  • Undang-Undang Dasar Tahun 1945 
  • Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara 
  • Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil dan perubahannya, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020
  •  Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) 
  •  NAWACITA / Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
  • Struktur Organisasi Kementerian Hukum dan HAM 
  • Rencana Strategis Kementerian Hukum dan HAM 
  • Teori Kepemimpinan 
  •  Fungsi Manajemen 
  •  Perkembangan (Isu-Isu Terkini) Politik Dalam Negeri, Ekonomi dan Pembangunan
  •  Perkembangan (Isu-Isu Terkini) Politik Luar Negeri, dan Kerjasama Negara-Negara Anggota ASEAN 
  • Sejarah Indonesia 
  •  Bahasa Indonesia 
  •  Bahasa Inggris

Jadi kisi-kisinya memang cuma poin-poin materi ya. Untuk contoh-contoh soal saya cari sendiri di google dan youtube dengan keyword "contoh soal ujian penyesuaian ijazah ASN". 

Selain itu saya juga download dan baca UU dan PP yang disebutkan di atas. Untuk soal dengan materi ini memang nggak jauh dari isi UU dan PPnya. 

Bagi saya yang susah itu materi Pancasila, Sejarah Indonesia, ASEAN, dan Perkembangan Isu-Isu Terkini. Karena terlalu luas materinya, nggak bisa ditebak spesifik ke pembahasan apa. Jadi saya mengandalkan contoh-contoh soal yang ada di google atau youtube. 

Alhamdulillahnya ada yang mirip, tapi banyak juga yang nggak. Misal kayak materi ASEAN, saya sudah ngehafalin sejarahnya, filosofi logonya, negara-negara anggotanya, serta tanggal kongres besarnya.

Tapi ternyata yang keluar justru isu ASEAN yang baru-baru terjadi. Huhuhuhu jadi kayak sia-sia ngehafal seluk beluk organisasinya tapi ngelewatin isu-isu terbarunya. 

Untungnya dari 100 soal yang ada, saya terbantu dengan soal yang materinya berhubungan dengan instansi tempat saya bekerja, pertanyaan tentang ASN yang sesuai dengan UU ASN, bahasa Indonesia, dan bahasa inggris. 

Misalnya pertanyaan tentang ASN itu apa perbedaan PNS dan PPPK? terus juga ada tentang apa hak yang tidak dimiliki oleh PPPK? Ada juga pertanyaan tentang nama pangkat/golongan ASN.

Untuk bahasa Indonesia kayak mengenal jenis teks dari beberapa paragraf bacaan yang disediakan, atau tentang jenis kalimat.

Kalau bahasa inggrisnya semacam soal grammar tingkatan kelas 3 SMA. Kalau bisa bahasa inggris so-so, insyaAllah bisa kok. 

Waktu itu saya pede jawaban saya benar sekitar 60-70%. Sisanya yaa "semoga beruntung" aja sih, wkwkwkw. 

Cuma saya masih punya harapan karena sebelumnya diminta untuk membuat karya tulis ilmiah. Dari yang saya baca di website BKN, pembuatan karil ini berperan juga untuk menambah nilai kelulusan penyesuaian Ijazah.

Hasil Ujian PI


Setelah kurang lebih berjarak 1,5 bulan dari masa ujian, pengumumannya keluar dan saya dinyatakan lulus. Pengumumannya hanya ada Lulus/Tidak Lulus ya, nggak ada dicantumkan berapa skor hasil ujian.

Alhamdulillah terbayarkan juga rasanya perjuangan menyelesaikan S1, apalagi mengingat saya sempat kuliah tiga semester, berhenti, lalu mengulang dari awal dengan jurusan berbeda, kuliah dengan perut gede karena hamil, pernah juga kuliah sambil bawa pompa ASI, wiih akhirnya sampai juga di titik lulus ujian PI. 

Selang beberapa bulan berikutnya, SK dengan golongan yang baru juga turun. Jadi dari masa ujian sampai ke turunnya SK kurang lebih 5 bulan. 

Semua proses menurut saya efisien karena dari awal pemberkasan syarat administrasi melalui aplikasi, jadi dokumennya dalam bentuk scan. Segala pengumuman juga jelas di aplikasi SIMPEG, bahkan ujiannya juga melalui situs aplikasi SIMPEG. 

Terus pemberkasannya juga nggak ribet, jadi setelah dinyatakan lulus saya cuma menunggu sampai SK keluar, nggak perlu ngurus apa-apa lagi. 

Terimakasih untuk kepegawaian kantor saya, kepegawaian kantor wilayah, kepegawaian kantor pusat yang sudah membantu proses ujian penyesuaian Ijazah ini secara efisien, transparan, dan tepat waktu. 

Tentunya juga makasih untuk pasangan dan keluarga saya yang selalu support saya dalam keadaan apapun.

Semoga tulisan ini bermanfaat ya buat teman-teman ASN yang lagi berjuang menyelesaikan kuliahnya agar bisa PI dan naik pangkat/golongan.

Kalau ada yang mau ditanyakan atau didiskusikan, jangan sungkan untuk menghubungi saya melalui email dudukpalingdepan(@)gmail(.)com. 


Cara Klaim Asuransi Garda Oto Karena Kecelakaan

Cara Klaim Asuransi Garda Oto Karena Kecelakaan

 

image by: Freepik

Jika memiliki sebuah kendaraan, tentu kamu menginginkan kendaraan tetap terawat dan terlindungi dari kejadian yang tidak diinginkan. Salah satu cara untuk melindungi kendaraan agar terlindungi maka Kamu bisa menggunakan asuransi Garda Oto

Dengan memiliki asuransi tersebut, maka ketika berkendara kamu akan lebih merasa tenang dalam setiap perjalanan.