Duduk Paling Depan: Jambi
Pondok Makan Kampoeng Kito Tembesi, Tempat Singgah Favorit dengan Ayam Kampung Goreng Dadakan

Pondok Makan Kampoeng Kito Tembesi, Tempat Singgah Favorit dengan Ayam Kampung Goreng Dadakan

kuliner tembesi


Kalau sedang melintasi Jalan Lintas Tembesi di Kabupaten Batang Hari, Jambi, menurutku menemukan tempat makan yang nyaman itu benar-benar penting. Setelah berkendara cukup jauh, rasanya ingin berhenti sejenak, mengisi tenaga, sekaligus melepas lelah. Nah, salah satu tempat yang menurutku layak dijadikan tempat singgah adalah Pondok Makan Kampoeng Kito.

Ayam Goreng Kampung Dadakan yang Gurih dan Empuk

Menu andalan yang paling menarik perhatianku di sini tentu saja Ayam Goreng Kampung. Yang membuatnya berbeda, ayam baru digoreng setelah dipesan. Jadi saat disajikan, kondisinya masih hangat dengan aroma yang menggugah selera.

Begitu mencicipinya, aku langsung merasakan bumbunya yang meresap hingga ke dalam. Meski menggunakan ayam kampung, tekstur dagingnya tetap empuk dan tidak alot. Dipadukan dengan nasi putih hangat, sambal, dan sayur asam, rasanya benar-benar pas untuk mengembalikan tenaga setelah perjalanan jauh.

Hal yang membuatku semakin suka, harga makanan di Pondok Makan Kampoeng Kito juga masih ramah di kantong.

Tempat Istirahat yang Nyaman untuk Pengendara

Menurutku, Pondok Makan Kampoeng Kito bukan sekadar tempat makan biasa. Tempat ini memang cocok dijadikan lokasi beristirahat, terutama bagi pengendara yang sedang menempuh perjalanan lintas.

Lokasinya Strategis

Lokasinya berada tepat di pinggir Jalan Lintas Tembesi sehingga sangat mudah ditemukan. Aku tidak perlu repot masuk ke dalam kota hanya untuk mencari tempat makan.

Ada Tempat Sholat dan Toilet

Selain makanannya yang enak, tempat ini juga menyediakan fasilitas yang cukup lengkap. Tersedia toilet yang bersih serta tempat salat, sehingga aku bisa beristirahat sekaligus beribadah sebelum melanjutkan perjalanan.

Ada Pilihan Makanan dan Minuman

Setelah menikmati hidangan utama, aku biasanya memilih minuman dingin untuk menghilangkan dahaga. Pilihan minuman di Pondok Makan Kampoeng Kito juga cukup beragam, di antaranya:

  • Aneka jus buah segar.
  • Es teh.
  • Es jeruk.
  • Kopi untuk yang ingin tetap segar selama perjalanan.
  • Air mineral.

Pilihan minumannya sederhana, tetapi sudah cukup untuk menemani waktu istirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Kesimpulan

Kalau aku kembali melewati Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, Pondok Makan Kampoeng Kito bisa menjadi salah satu tempat yang ingin aku singgahi lagi. 

Perpaduan ayam goreng kampung yang dimasak dadakan, harga yang terjangkau, lokasi strategis, serta ada tempat sholat dan toilet, membuat tempat ini cocok dijadikan titik singgah saat berada di Jalan Lintas Jambi-Sumatera Barat.

Kalau kamu sedang dalam perjalanan menuju atau dari Jambi dan melewati kawasan Tembesi, menurutku tidak ada salahnya mampir sejenak ke sini.


Alamat Pondok Makan Kampoeng Kito

Jl. Tembesi–Jambi, Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Jambi 36653.


Terimakasih sudah baca. Ayo duduk paling depan, dan simak terus ceritanya.

Lirik Lagu Daerah Jambi "Ketimun Bungkuk"

Lirik Lagu Daerah Jambi "Ketimun Bungkuk"

Lirik Lagu Daerah Jambi "Ketimun Bungkuk"


Sebagai orang Jambi, aku sudah sangat akrab dengan lagu Ketimun Bungkuk. Dari aku masih kecil, lagu ini sudah populer dan sering terdengar di mana-mana. Hingga sekarang, aku masih menyukai lagu ini karena alunan musiknya yang enak didengar serta liriknya yang penuh makna.

Dalam lagu ini, "ketimun bungkuk" menjadi kiasan bagi seseorang yang sering dipandang rendah atau diremehkan karena kondisi fisik maupun latar belakang status sosialnyanya. 

Layaknya ketimun yang biasanya dipilih jika bentuknya lurus, panjang, dan bagus, sementara yang kecil, pendek, atau bungkuk sering diabaikan. Padahal, sebagai manusia, seharusnya kita saling menghargai dan menjunjung tinggi toleransi.

Lagu daerah Jambi Ketimun Bungkuk seakan mewakili perasaan orang-orang yang kerap menerima hinaan ke mana pun mereka pergi. Namun, di balik kesedihan itu, lagu ini juga menyampaikan pesan yang penuh hikmah: jangan terus-menerus larut dalam kesedihan, karena roda kehidupan akan selalu berputar. Keadaan dan nasib seseorang bisa berubah menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu.

Lagu ini memiliki dua versi yang cukup dikenal, yaitu versi yang dibawakan oleh Nana Sabrina dan Khairun Najwa. Lirik keduanya pada dasarnya sama karena diciptakan oleh orang yang sama. Perbedaannya hanya terletak pada aransemen musik yang digunakan.

Nah, berikut ini adalah lirik lagu daerah Jambi Ketimun Bungkuk, salah satu lagu daerah terbaik yang berasal dari Jambi.


Vocal : Nana Sabrina 

Ciptaan : YAHYA AB

Produksi : Beka Record



Sudahlah nasib ketimun bungkuk

Dak masuk dalam timbangan

Sudahlah nasib ketimun bungkuk

Dak masuk dalam timbangan


Dak jugo dalam itungan

aduh sayang


apo lagi masuk dalam idangan

apo lagi masuk dalam idangan


Malang nasib ketimun bungkuk

Dak renti dicaci orang

Malang nasib ketimun bungkuk

Dak renti dicaci orang


tak sudi ditoleh kawan

aduh sayang


Tinggalah tegolek bawah timbangan

Tinggalah tegolek bawah timbangan


Bilo nian nasib badan macam ketimun lain

disapo dipilih kawan

berego bukan maen


Malang nian nasib awak

kemano badan dibawa

kemano kaki dianjak

aduh sayang


Jangan lah beibo nian

wahai ketimun bungkuk

esok subuh masih ayam bekukuk

Segalonyo isi alam pasti ado duonyo

Kalu ado malam ado siangnyo


Bilo nian nasib badan macam ketimun lain

disapo dipilih kawan

berego bukan maen


Malang nian nasib awak

kemano badan dibawa

kemano kaki dianjak

aduh sayang


Jangan lah beibo nian

wahai ketimun bungkuk

esok subuh masih ayam bekukuk

Segalonyo isi alam pasti ado duonyo

Kalu ado malam ado siangnyo

Kalu ado malam ado siangnyo

Kalu ado malam ado siangnyo


Lirik Lagu Ketimun Bungkuk Versi 2 
Vocal : Khairun Najwa
Ciptaan : Yahya AB
Aransemen: Alex



Sudahlah nasib ketimun bungkuk
Dak masuk dalam timbangan
Sudahlah nasib ketimun bungkuk
Dak masuk dalam timbangan

Dak jugo dalam itungan
Do'e Sayang


Apo lagi masuk dalam idangan
Apo lagi masuk dalam idangan

Malang nasib ketimun bungkuk
Dak renti dicaci orang
Malang nasib ketimun bungkuk
Dak renti dicaci orang

Dak jugo ditoleh kanti
Do'e sayang

Tinggallah tegolek bawah timbangan
Tinggallah tegolek bawah timbangan

Bilo nian nasib badan macam ketimun lain
Disapo dipilih kawan
Berego bukan maen

Malang nian nasib awak
Kemano badan dibawa
Kemano kaki dianjak
Do'e sayang

Janganlah beibo nian
Wahai ketimun bungkuk
Esok subuh masih ayam bekukuk
Segalonyo isi alam pasti ado duonyo
Kalu ado malam ado siangnyo

Bilo nian nasib badan macam ketimun lain
Disapo dipilih kawan
Berego bukan maen

Malang nian nasib awak
Kemano badan dibawa
Kemano kaki dianjak
Do'e sayang

Janganlah beibo nian
Wahai ketimun bungkuk
Esok subuh masih ayam bekukuk
Segalonyo isi alam pasti ado duonyo
Kalu ado malam ado siangnyo
Kalu ado malam ado siangnyo
Kalu ado malam ado siangnyo
Kumpulan Pantun Pembuka Acara

Kumpulan Pantun Pembuka Acara

Kumpulan Pantun Pembuka Acara


Sebagai orang yang termasuk sering menjadi pembawa acara, bagiku membuka acara dengan sebuah pantun merupakan cara yang efektif untuk menarik perhatian tamu dan hadirin agar fokus bahwa acara telah dimulai.

Review Little Talk Cafe & Resto Jambi

Review Little Talk Cafe & Resto Jambi

Review Little Talk Cafe & Resto Jambi


Tempat Makan yang Nyaman, Kids Friendly, dan Makanannya Enak.

Senang banget kalau bisa nemu tempat makan yang suasananya nyaman, kids friendly, interiornya bagus, banyak spot foto dan yang terpenting makanan dan minumannya enak-enak. 

Review Tempat Wisata Jambi Paradise

Review Tempat Wisata Jambi Paradise

jambi paradise


Mengisi Libur Lebaran

Libur lebaran tahun ini saya dan keluarga jalan-jalan ke salah satu tempat wisata di Jambi namanya Jambi Paradise. Ini kali kedua saya ke sana setelah pertama kali itu sekitar tujuh tahun yang lalu. Ternyata tempatnya sudah banyak berubah jadi lebih bagus dan banyak wahana permainannya.

Dulu setahu saya tempat ini cuman seperti Taman dengan gazebo dan juga kolam ikan yang besar jadi pengunjung bisa memberi makan ikan. 

Tapi bulan Ramadhan lalu saya lihat di media sosial kalau di Jambi Paradise bisa main mobil ATV juga. Jadi penasaran saya niatin banget waktu libur lebaran buat kesini. 

Saya jalan dari rumah orang tua saya Yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sehingga perjalanan menuju kesana hampir dua jam menggunakan mobil. Tentunya dengan mengandalkan Google maps juga.

Harga Tiket Masuk dan Wahana di Jambi Paradise

Begitu sampai disana, langsung disambut dengan petugas yang memberikan karcis parkir dan kita harus membayar di awal sebesar Rp5000 untuk untuk parkir mobil. Kemudian lanjut membeli tiket masuk sebesar Rp30.000/orang. 

Tempat parkirnya sendiri juga luas banget. Jadi meski saya datang pada saat libur lebaran tetap gampang untuk dapat tempat parkir.

Pas masuk juga saya merasa banget kalo Jambi Paradise ini udah banyak berubah jadi jauh lebih bagus dibandingkan pertama kali saya kesini. 

Lanjut setelah parkir mobil kita mau langsung main. Nah, saya kira uang 30rb yang dibayarkan pada tiket masuk itu sudah sekalian sama wahana yang ada, tapi ternyata setiap wahana permainan kita harus bayar lagi.

Warna yang menarik perhatian adalah sewa sepeda dan mobil ATV. Untuk sepeda listrik dari sewanya 50rb per tiga puluh menit. Sedangkan ATV sewanya 150rb/sekali putaran. 




Jujur menurut saya agak mahal, karena pernah ke tempat wisata lain sewa ATVnya nggak semahal itu. Cuma karena memang lagi liburan dan sudah niat mau senang senang sama keluarga ya ikhlasin aja. 

Ternyata seru juga ya naik sepeda listrik. Ini memang pertama kalinya saya cobain sepeda listrik. Cara bawanya sama aja kaya mengendarai motor matic. 

Dengan sepeda listrik kita bisa keliling keliling di area Jambi Paradise yang luasnya sekitar 4 hektar. Sambil menikmati pemandangan dari tanaman/pepohonan, danau, dan dekorasi yang dibangun untuk menambah cantiknya tempat wisata ini. 

Kalau motor ATV, dipakai sama suami, anak, dan ponakan saya. Jadi ada guide yang memandu pengunjungnya naik motor ATV mengelilingi area Jambi Paradise. 

jambi paradise


Kenapa harus dipandu,? Karena memang ada jalur khusus ATV yang sudah disiapkan dan itu jalannya cukup menantang seperti ada bebatuan atau melewati aliran sungai. Nah kalau di tengah jalan pengunjung kesulitan mengendarai ATVnya, petugasnya akan siap membantu. 

Saya ngelihat suami dan anak-anak happy banget main ATV. Apalagi pas harus ngelewatin aliran sungai, berasa kayak syuting my trip, my adventure 😆. 

Setelah selesai main ATV, suami saya juga ikutan sewa sepeda listrik dan kita keliling bareng bareng terus kita ketemu ada ayunan di atas danau jadi kita foto-foto disitu. Disini emang banyak banget spot foto yang bagus-bagus dan instagramable tentunya. 





Selanjutnya anak anak mau main Bombom car water, Yang sekali main harganya Rp100.000 waktunya sekitar 20 menit. Ini kayak main bebek-bebekan air biasa tapi ditambah ada tembakan air di bagian depan. 




Oh ya di sini ada foodcourtnya yang dimana kita bisa pesan makanan/minuman. Tapi karena waktu itu udah kesorean dan anak anak juga nggak mau beli jajan di situ kita beli air meneral aja. 

Memang masih ada wahana yang belum kita mainin kayak gokart, paint ball, dan flying fox. Tapi berhubung kita memang mengejar waktu untuk pulang sebelum Maghrib kita putusin cuma main itu aja. 

Sebenarnya Jambi Paradise ini buka dari 09.00 pagi sampai 11.00 malam. Apalagi kalau malam itu ada dekorasi lampu-lampu yang cantik, menambah kesan menarik buat foto-foto. 

Secara keseluruhan, kesan saya liburan ke Jambi Paradise kemarin terasa menyenangkan walaupun rasanya kurang puas karena cuma sebentar. Semoga nanti ada kesempatan lagi buat kesana. 

Oh iya saya juga ngonten review tempat wisata ini di IG dan Tiktok. Nggak nyangka viewnya tembus sampai puluhan dan ratusan ribu 😍. Kalau mau nonton juga kontennya silahkan langsung ke instagram saya ya @dudukpalingdepan.




Nah semoga tulisan ini bermanfaat buat teman teman yang mencari referensi tempat wisata di kota Jambi dan sekitarnya. 

Lezatnya Mie Kocok Bandung "Gilang" dan Mudahnya Pembayaran Dengan Mesin EDC Gopay

Lezatnya Mie Kocok Bandung "Gilang" dan Mudahnya Pembayaran Dengan Mesin EDC Gopay



Sebagai ibu yang bekerja, akhir pekan sangat saya nanti-nantikan sebagai waktu untuk quality time bersama keluarga kecil saya. Kegiatan favorit kami di akhir pekan adalah kulineran dan mengajak anak ke taman bermain. Saya memilih ke kabupaten Bungo, satu jam dari tempat tinggal saya. Meski kabupaten, di sini banyak banget pilihan tempat makan yang enak dan jajanan kekinian. 

Saking seringnya ke Bungo untuk kulineran, saya sampai bingung mau kemana lagi. Bosan kalau cuma makan itu-itu saja. Akhirnya saya inisiatif tanya ke seorang teman yang juga blogger, yaitu mas Djangki. Beliau merekomendasikan tempat makan Mie Kocok Bandung "Gilang". 

Saya sendiri belum pernah mencoba mie kocok Bandung sebelumnya. Saya nggak berekspetasi tinggi juga sih, takutnya kecewa. Maklum, soalnya sudah sering dikecewakan karena terlalu banyak berharap, wkwkwkw. 

Lezatnya Mie Kocok Bandung "Gilang" di Bungo

Bermodal Google Maps, sampailah saya di tempat makannya. Ternyata warung Mie Kocok Bandung Gilang ini memanfaatkan halaman rumah pemiliknya, jadi bukan bangunan khusus gitu. Saya langsung suka dengan suasananya yang teduh, karena banyak tanaman hijau. Selain tanaman asli, ada juga daun rambat sintetis yang dipasang untuk memperindah dekorasi. Di bagian kanan, ada ayunan dengan hiasan daun-daun juga, cocok deh untuk yang suka foto-foto buat Instagram. 
Liburan Seru Sehari di Bungo

Liburan Seru Sehari di Bungo


Libur akhir tahun kemarin pada kemana nih? Saya sendiri cuma bisa libur satu hari, pas ditanggal merah hari raya Natal tanggal 25 Desember. Soalnya karena kerja di Lapas, kami nggak boleh cuti karena akhir tahun memang masa-masa rawan. 
Nikmatnya Berakhir Pekan di Lubuk Beringin

Nikmatnya Berakhir Pekan di Lubuk Beringin

lubuk beringin wisata bungo jambi

Bagi teman-teman yang tinggal di perkotaan, mungkin mall atau bioskop jadi tempat yang mengasyikkan untuk menghabiskan akhir pekan bersama orang-orang tersayang. Sedangkan bagi saya yang tinggal di daerah kecil, kedua tempat tersebut nggak tersedia di sini, sempat bingung mau jalan-jalan kemana saat weekend tiba. 

Dari cerita tetangga saya jadi tahu tentang wisata alam Lubuk Beringin atau biasa disebut dengan singkatan "Luber". Lokasinya sekitar dua jam dari tempat tinggal saya di kabupaten Tebo, Jambi. Akhirnya berangkatlah saya bareng suami, anak, dan mertua kesana. 
Cafe Dengan Menu Persahabatan

Cafe Dengan Menu Persahabatan


Saya punya sahabat, namanya Candra. Awalnya kami dekat karena satu kelompok tugas kuliah di SMA. Satu kelompok rame-rame gitu ada cowok ada cewek. Cewek-ceweknya saya dan dua sahabat saya juga namanya Rani dan Fani. 
Tengkuluk, Tutup Kepala Tradisional Wanita Jambi.

Tengkuluk, Tutup Kepala Tradisional Wanita Jambi.



Kain batik Jambi di atas hijab yang saya kenakan pada foto di atas ialah yang disebut Tengkuluk/Tekuluk. Sejak zaman nenek moyang dulu, wanita Jambi sehari-harinya memakai tutup kepala dari kain batik yang dililitkan. Lengkap dengan baju kurung dan kainnya. 
Lebaran Ke Kebun Binatang [Taman Rimbo Kota Jambi]

Lebaran Ke Kebun Binatang [Taman Rimbo Kota Jambi]



Lebaran kali ini bisa dibilang nggak terlalu semarak dengan acara kumpul keluarga. Beberapa bulan lalu nenek saya, satu-satunya orang tua yang tersisa dari sisi mama dan papa saya meninggal. Terakhir kali sembilan orang anak nenek berkumpul saat pengajian 40 hari. Selebihnya kembali ke kotanya masing-masing. Sehingga alasan kuat untuk pulang ke Jambi sudah nggak ada.

Be Plus Be Positive

Be Plus Be Positive



Assalamualaikum... yang cantik yang ganteng.

Iya kamu.. kamu yang ganteng.

Bukan..bukan kamu.. itu coba geser dikit, nah itu.. yang di sebelah kamu. 

Nggak ada siapa-siapa di sebelah kamu? Kan makhluk itu bukan Cuma yang bisa dilihat tapi ada juga yang nggak bisa dilihat dengan kasat mata, xixixixi.
 
Lho kok jadi horor?
Gentala Arasy, Wisata di Tengah Kota.

Gentala Arasy, Wisata di Tengah Kota.

Sebenarnya bisa sih liburan ke Paris dan selfie depan menara Eifel, tapi gimana dong ya nggak punya banyak waktu tuh. *digeplak sendok nasi*. Intinya sih nggak punya duit banyak buat kesana, tapi bahagia itu nggak selamanya tergantung pada uang banyak kok, yang pas-pas-an juga bisa bikin bahagia. Kayak kamu, pas di hati aku #eaaa #salahfokus


Warna Warni Festival Lampion

Warna Warni Festival Lampion

Assalamualaikum...

Sebagai AHGJ (Anak Hampir Gaul Jambi) belum hits rasanya kalau aku belum berkunjung ke tempat yang lagi jadi pembicaraan warga Jambi. So, jadilah kemaren aku mengisi waktu sabtu malam (bukan malam minggu) ke festival lampion Suzhou.

Tempoyak. Cherrybelle Aja Suka.

Tempoyak. Cherrybelle Aja Suka.

Aku suka tempoyak hingga tetes terakhir” *pakek nada lagu iklan susu*

Kuahnya yang kental dengan rasa asam manis pedas, harum khas durian. Kuah nikmat itu bergumul dengan ikan patin yang dagingnya lembut dan gurih. Bisa juga dengan jenis ikan lain atau udang, euum.. Delicious *lap iler*.

Kalau orang Jambi udah pasti tahu lah ya sama yang namanya Tempoyak. Apa? gak tahu? Duh, pasti Jambinya karbitan nih, atau kw 20?!. Meski nggak semua orang Jambi suka sama Tempoyak (berdasarkan survey aku ke warga komplek) tapi hampir semua orang Jambi tahu kalau salah satu makanan khas Jambi adalah Tempoyak.
Kalau Palembang punya empek-empek, Jakarta punya kerak telor, Jogja punya gudeg, nah Jambi punya tempoyak sebagai kuliner khasnya. Tempoyak itu terbuat dari fermentasi buah Durian. Tempoyak memang jadi sejenis lauk yang enak disantap dengan nasi putih. Apalagi kalau dihidangkan pas hangat-hangatnya, ditambah lalap dan makannya bareng orang tercinta, beeeeeh!
Aku sendiri suka banget makanTempoyak. Kalau nemu rumah makan yang jualan lauk Tempoyak, rasanya kayak nemu gebetan dengan kriteria yang diidam-idamkan *sekalian curcol*. Iya, soalnya meski Tempoyak makanan khas Jambi tapi disini lebih banyak kita temuin Rumah Makan Padang dari pada Rumah Makan Jambi. Itulah kenapa ada orang bilang, orang Padang nggak bisa lihat perempatan jalan, bawaannya pasti pengen buka rumah makan.
Meski begitu aku tahu dimana tempat makan Tempoyak yang enak di Jambi ini. Ada rumah makan “Bu Salma” yang memang menyajikan kuliner khas Jambi kayak Ikan patin tempoyak dan ikan patin pindang. Di beberapa restoran di Jambi juga menyajikan Tempoyak sebagai menu andalannya. Di depan kampus aku juga ada yang jual tempoyak yang seporsinya sesuai sama kantong mahasiswa.
Penasaran tempoyak itu penampakannya kayak apa? ini dia.



tempoyak udang made by mrs.Nur'aini a.k.a my emak.
Karena tempoyak berbahan dasar fermentasi durian, nggak semua orang bisa makan karena ada orang yang nyium bau durian aja udah mual. Aku sih kasian banget sama orang yang nggak suka Durian, nggak menikmati hidup tuh. Karena bagi aku durian adalah buah surga yang bibitnya jatuh ke bumi dan kemudian dikembangbiakkan sama manusia. Kalau bukan buah surga nggak mungkin tuh seenak itu *teori ngasal*.

Tapi anehnya ada temen aku yang suka durian tapi nggak suka tempoyak, ada juga yang suka tempoyak tapi nggak suka durian. Kenapa nggak kayak aku aja sih, yang mencintai durian apa adanya bagaimanapun bentuknya. Dan tahukah kamu nggak aku aja yang doyan tempoyak, Cherrybelle aja suka, nih buktinya.
Oh iya kalau ada yang mau coba masak Tempoyak tinggal googling aja resepnya. Jangan tanya aku karena aku masak mie instan aja nggak enak apalagi masak tempoyak. Walaupun banyak cowok yang suka sama cewek yang jago masak, semoga jodoh gue kelak memaklumi bahwa gadisnya ini nggak bisa masak. Lah, curcol lagi ._.
Kalau kalian yang belum pernah nyobain Tempoyak tapi penasaran sama rasanya, boleh lho hubungin aku untuk jadi guide dan temen makan tempoyak bareng. *ini bukan modus* *kalau dianggep modus ya nggak apa-apa juga sih* *sambil menyelam minum susu*.

Nb: tulisan ini sebelumnya dimuat di http://jabloco.blogspot.com/2014/06/tempoyak-cherrybelle-aja-suka.html
Mengabdi, Menginspirasi, Berprestasi!

Mengabdi, Menginspirasi, Berprestasi!

Judul di atas adalah slogan dari LSO (Law Science Organization) , Organisasi yang kemarin berkolaborAKSI bersama komunitas B+ mengadakan kegiatan di Lapas Anak Ma.Bulian, Jambi.


Ada bahagia yang nggak bisa dinilai dengan apapun saat aku berkegiatan seperti ini. Ada rasa haru disaat melihat teman-teman relawan yang rata-rata aku nggak kenal sebelumnya tapi atas rasa kepedulian mereka mau menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dari kota Jambi menuju Lapas.

Lebih haru lagi saat aku melihat anak-anak didik di Lapas yang biasanya minder, malu untuk mengungkapkan pendapat, hari itu malah rebutan tunjuk tangan bahkan berdiri untuk menyuarakan opininya. Hari itu teman-teman dari LSO mengusung tema "Kejujuran mencegah korupsi" yang disampaikan dengan ringan melalui film pendek yang menarik.
Melawan Ragu

Melawan Ragu

Setiap akan memulai hal baru selalu terlintas keraguan bahkan ketakutan di dalam diri ini. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul seolah-olah menahan diri untuk melangkah. "Apa ini akan berhasil?" "Gimana kalau ternyata nggak ada yang support?" "Gimana kalau ternyata malah dicemooh orang?" "Yakin ini nggak akan sia-sia?" dan serentetan pertanyaan lainnya di dalam hati yang bikin semakin ragu memulai hal baru.


Kadang-kadang suka stres sendiri karena pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari diri sendiri justru nggak bisa aku jawab. Kalau sudah gitu kadang suka stuck sendiri dan nggak tahu harus ngapain. Tapi biasanya setelah melewati guling-guling di rumput kamar seharian akhirnya muncul kalimat lain di dalam kepala "Kalau mau tahu jawaban dari semua pertanyaan itu satu-satunya cara adalah mencoba. Gimana bisa tahu itu gagal atau berhasil kalau nggak dicoba? gimana bisa tahu ada yang support atau nggak kalau nggak berani memulai? gimana bisa tahu orang-orang akan mencibir atau malah memuji jika terus bergumul dengan keraguan? gimana bisa tahu ini akan sia-sia atau malah bermanfaat untuk orang lain jika kamu terus diam di kamar? Keluarlah, mulailah dengan sederhana, semampu yang kau bisa".
Sharing is caring

Sharing is caring



“This life is for loving, sharing, learning, smiling, caring, forgiving, laughing, hugging, helping, dancing, wondering, healing, and even more loving. I choose to live life this way. I want to live my life in such a way that when I get out of bed in the morning, the devil says, 'aw shit, he's up!”
Steve Maraboli, Unapologetically You: Reflections on Life and the Human Experience




Udah mayan lama nih nggak nge-post. Maafkanlah penulis amatiran yang sok sibuk ini. huhu.
Ramadhan Ceria Bersama Anak Didik di Lapas Anak Ma.Bulian, Jambi.

Ramadhan Ceria Bersama Anak Didik di Lapas Anak Ma.Bulian, Jambi.


Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..

Duh, nggak henti-hentinya aku bersyukur atas kelancaran acara kemarin.

Sudah lama sebenarnya aku menggagas sebuah komunitas sosial anak muda yang melakukan pendampingan ke Lapas (Lembaga Pemasyrakatan) namun belum ketemu moment yang pas untuk memulai langkah awal. Pas banget waktu lagi main twitter ngeliat timeline @DreamDelion yang mengadakan acara “Share the Love” yang menggalang dana  buka bersama dan pemberian donasi buku untuk anak-anak di Lapas Tanggerang. 

Terinspirasi @Dreamdelion akhirnya aku mengajak teman-teman komunitas B+ dan bekerja sama dengan komunitas Sketchers Jambi dan Bara Api untuk mengadakan acara “Ramadhan Ceria” di Lapas Anak Ma.Bulian, Jambi.