√ Ku Tulis Dengan Haru - Duduk Paling Depan

Ku Tulis Dengan Haru

Aku nggak pernah malu kalau lelaki paruh baya itu mencium keningku, pipiku dan memelukku di depan teman-temanku. Aku nggak pernah malu kalau wanita paruh baya itu mengelus kepalaku dan mencium pipiku bahkan di keramaian sekalipun. Aku bahkan menyukainya, merindukannya. Ialah lelaki dan wanita paruh baya itu kedua orangtuaku.

Ma, Pa.

Terimakasih untuk selalu menyayangiku,
Terimakasih untuk selalu menjadi supporter terbaik dalam hidupku,
Terimakasih untuk selalu memanjakanku,
Terimakasih untuk selalu memenuhi kebutuhanku,
Terimakasih untuk selalu mendo'kanku dalam setiap sholatmu,
Terimakasih untuk selalu menerima kelebihan dan kekuranganku,
Terimakasih untuk ciuman dan pelukan yang menyenangkan itu,
Terimakasih untuk selalu memperhatikanku, melarang aku sering-sering keluar malam, dan menyuruhku banyak istirahat.
Terimakasih untuk segalanya, segala yang kalian berikan dari aku lahir sampai detik ini.

Aku nggak bisa balas apapun, tapi do'a senantiasa aku panjatkan semoga mama dan papa selalu sehat, bahagia, murah rejeki, dan selalu mesra sampai kapanpun.

Salam cinta tak terhingga dari bungsumu yang manja.



Get notifications from this blog