Belajar jadi ibu : berusaha yang terbaik

Tuesday, October 24, 2017



Saya yakin setiap ibu punya caranya masing-masing untuk memberikan yang terbaik bagi anaknya. Cara mengasuh yang ideal menurut teori kesehatan dan buku belum tentu terbaik untuk diterapkan di setiap keluarga.

Dulu saya sempat masuk sebuah forum ibu - ibu menyusui. Saya jarang banget aktif disitu sampai suatu hari ada seorang ibu yang curhat kalau anaknya menyusui sampai ngegigit dan putingnya berdarah. Jadi sementara dia pakai dot, cuma takut anaknya bingung puting dan minta solusi gimana.


Saya kasih saran kalau saya pakai dot untuk bayi saya merk Comotomo dan itu nggak bikin bingung puting.

Waktu itu niat saya pengen ngebantu aja, puting digigit sampe berdarah pasti sakitnya luar biasa. Tapi mulianya seorang ibu pasti tetap pengen ngasih ASI walau harus dipompa dan diberikan dengan media lain.

Kemudian datang komentar dari ibu-ibu lain yang seolah memojokkan saya karena memberi saran pakai dot.  Ada yang menjelaskan panjang kali lebar bahwa dot tidak direkomendasikan WHO untuk pemberian ASIP (padahal saya sudah tahu itu). 

Ada juga yang komentar bahwa saya disuruh dicatat namanya, kalau si anak ibu yang minta saran tadi sampai bingung puting saya disuruh bertanggung jawab, dan komentar-komentar lainnya.

Saya shock, speechless, dan sedih bacanya.




Niat saya awalnya cuma ingin membantu, terbayang sakitnya puting berdarah. Pemberian ASIP via dot akan membantu sementara si ibu pumping dan menyembuhkan lukanya.


Mungkin salah saya yang nggak menjelaskan dulu background bahwa anak saya (waktu itu 2 bulan lebih umurnya) sudah dicobain kasih ASIP pakai gelas dan sendok nggak mau. Malah yang ada tumpah-tumpah atau keselek. Sedangkan saya sudah harus masuk kerja. Saya tinggal cuma sama suami. Orang tua di kabupaten lain, mertua malah lebih jauh di pulau jawa. Nggak ada sanak saudara. Pengasuhnya pun orang yang baru kami kenal atas rekomendasi teman kantor.

Pengasuh anak saya waktu itu bilang cuma bisa ngasih susu ke bayi yang pernah dia asuh ya pakai dot.

Setelah berpikir dan diskusi dengan suami saya putuskan untuk membelikan dot dan biarlah Mukhklas minum ASIP dari dot.

Saya sudah tahu resiko pakai dot bisa bingung puting, saya menyiapkan mental kalau mukhlas bingung puting total berarti saya harus jadi mama ekslusif pumping. Setiap pilihan pasti ada resikonya kan.

Namun saat dicoba, alhamdulillah mukhlas nggak bingung puting karena dia pakai dot hanya saat saya kerja atau sakit. Selebihnya ya menyusu langsung.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ummi Enny (Miny) (@dudukpalingdepan) pada



Tapi masak ngasih saran di forum saya kudu jelasin background saya sepanjang itu?

Huhu entahlah. Semenjak hri itu saya keluar dari forum tersebut. Saya juga jadi takut banget berkomentar kalau nggak benar-benar ditanya secara personal.

Pernah suatu hari di arisan kantor, ada temen yang ngeluh anaknya susah makan maunya minum sufor aja. Saya pun nanya, apa makanan sudah bervariasi? Apa makanan keluarga juga nggak mau? Suka buah aja atau gimana? Dia jawab sudah banyak cara dicoba tapi belum mau. Kalaupun mau cuma sedikit.

Saya dan ibu-ibu lain cuma semangatin dan bilang yang penting anak sehat dan aktif. Sambil terus dicoba variasi makanan.

Begitu juga ketika saya ngeluh rambut Mukhlas tipis banget. Ibu-ibu di komplek nyaranin pakai minyak kemiri, atau kemiri yang dibakar. Selebihnya juga bilang "nggak apa nanti tumbuh kok".

See? Di dunia nyata , lingkungan sekitar nggak ada yang nge-judge sama sekali. Tapi di dunia maya bahkan nggak kenal, ada yang kata-katanya menusuk hati.

Cukup lama saya nggak pernah gabung di forum online apapun lagi sampai saya sadar, inilah dunia maya dimana kita nggak saling kenal tapi bebas berkomentar apapun.

Terkhusus untuk gaya parenting, semua ibu wajib cari tahu teori yang baik tapi carilah teori yang paling memungkinkan untuk diterapkan di keluarga masing-masing.

Misalnya kita tahu bahwa ASI adalah asupan yang terbaik untuk anak dan idealnya tidak diberikan susu lain sampai umur 2 tahun. Namun kenyataannya ada ibu yang kasih ASI sampai 2 tahun, yang lain kasih ASI hanya sampai 6 bulan karena kebetulan dia mom working, jam kerjanya yang padat menyulitkan untuk pumping.

Kita tau MPASI buatan rumah yang dimasak dari bahan-bahan segar adalah yang terbaik. Namun pada kenyataannya, ada ibu yang rajin banget bikin kreasi mpasi homemade dan ada pula ibu yang memilih bubur instan karena nggak sempat.

Dan masih banyak contoh kasus lainnya.

Lantas kenapa masih ada yang menghakimi hanya karena gaya parenting yang berbeda?

Lantas apa karena gaya pengasuhan yang berbeda kita nggak boleh kasih saran?

Apakah ketika seseorang meminta saran di suatu forum maka langsung diterapkan mentah-mentah tanpa mencari tahu dari sumber terpercaya?

Sebagai sesama ibu ada baiknya kita saling mendukung, kalau memang ingin mengingatkan gunakanlah bahasa yang santun.

Jaman now, people bisa terluka bukan karena pisau. Tapi berdarah hanya karena komentar di dunia maya.

Sekarang saya hati-hati banget komentar di forum kalau saya nggak menerapkan yang menurut sebagian orang di forum itu terbaik, saya akan diam.

Kecuali kalau memang ada yang nanya suatu pengalaman, dan saya pernah mengalaminya maka saya akan cerita.

Saya yakin sebagai ibu kita menerapkan yang terbaik untuk anak-anak kita. Namun "terbaik" punya versi yang berbeda-beda bagi setiap orang.

baca komentar pedas dari orang yang ga dikenal? smile and bye :)





21 comments:

  1. Ya Allah segitunya ya mbak sampai disuruh catet nama segala? Moderator grupnya ga menengahi?

    Awalnya saya sempat khawatir jg dgn 'bingung puting' ini. Tp pengalaman 3 ipar saya yg semuanya ngASI dengan botol (siang) dan langsung (malam), Alhamdulillah ga ada yg sampai begitu. Si baby pinter2 aja membedakan, buktinya di hari libur full sama ibunya jg fine2 aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nggak ada mba, huhu.

      menurut saya juga nggak bing put asalkan frekuensi menyusu langsungnya lebih banyak dari pakai dot :)

      Delete
  2. Kalau saya bilangnya barisan sumbu pendek. Entahlah, kenapa sekarang orang-orang susah untuk menerima pendapat orang lain ya. Padahal maksudnya baik. Lain kali diinbox aja mba, dari pada kasih pendapat malah di judge gitu kan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener mba, jadi pelajaran saya untuk hati-hati komentar ngasih saran lebih baik kalau memang diperlukan via inbox aja.

      Delete
  3. Hihi kadang temen dunia nyata nyebelin, kadang engga begitupun temen dunia maya ada yang judge adapula yang ngebuka pintu rezeki. Saya pernah keluar dr grup kalo gasalah forum mama gitu gara2 posting link blog tentang senam hamil, saya disuruh hapus-lapor-kasi ijin-posting lagi. Akhirnya saya nyuruh mereka aja yg hapus link saya dan saya keluar setelah tahu kalo disana pengeluh lebih dihargai daripada orang yang mau sharing ilmu dan pengalaman:)semangat hentikan Mom War yuk ahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha tuh kan ada-ada aja yaa mom jaman now, kudu banyak stock sabar dan saling memaklumi ya mba ^^

      Delete
  4. aq suka sedih mbak kalau sesama ibu-ibu yang masih pada belajar saja kita sudah saling menghakimi tentang menjadi ibu yang baik untuk anaknya-anaknya, lebih banyak yang mudah sekali membuat pernyataan kalau kita tidak sama dengan mereka, kita salah, kita ibu yang buruk untuk anak kita. padahal tak selalu seperti itu. penting untuk tahu masalah sampai dengan akarnya, tp kdg kita suka malas nanya detail. thanks for sharing mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. he-eh, jadi malah kayak takut gitu upload tentang perkembangan anak di sosmed takut dikomentarin LOL.

      Sama-sama mba maya :D

      Delete
  5. ya ampun segitunya reaksinya, tapi baik dunmay n dunia nyata ada aja sih yang begitu mba. Lagian aku juga working mom siang pake dot malam langsung alhamdulilah anakku 2tahun full asi ga bingung sama dot kok malahan sejak usia 1,5tahun minumnya pake gelas kecuali malam :) gaya parenting tiap orang emang beda2 teori bilang A tapi ttp kita sesuaikan dengan kondisi yang ada dikeluarga y mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tuh kan, saya nggak sendrian yang ngasih anaknya dot :D mungkin salah saya yang masuk grup anti dot wkwk
      bener banget mba, itulah kenapa pentingnya saling menghargai.

      Delete
  6. Iya bun jaman sekarang kita bener2 harus berhati2 jika berkomentar. Saya juga brusaha ngasih saran kalau diminta aja. Takut disangka nyinyir. Trus klo kasih saran biasanya saya nyantumin juga misanya menurut WHO atau menurut pndapat ahli yg mana gtu bla...bla, untuk menghindari kesalahan. Soalnya jaman sekarang orang bukan mulut aja yg tajem, tapi jempol ngetik yg tajem ya 😃

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul bund, jempolmu harimaumu, lidah tak bertulang tapi jari menusuk tajam.

      Delete
  7. Hai mbaa, tetap semangat ya mbaaa. Masing2 ibu punya cara sendiri untuk mengasuh anaknya ya mba. Jangan semua dimasukkin hati ya. Aku yakin mba sudah melakukan yang terbaik. Kalau ada yang nyinyir, walapun makjlep, tapi wes biarkan aja. Aku juga kasih anakku dot dan nggak bingung puting :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, nulis ini biar lega aja karena sempat kepikiran gitu apa saya ibu yang jahat ngasih anak ASIP pakai dot. Tapi seiring berjalannya waktu saya sadar bahwa kita semua punya cara terbaik :)

      Delete
  8. yang sabar mbak, namanya orang terkadang suka menghakimi orang lain tampa tau permasalahnya apa dan apa sebabnya. yang penting kita melakukan yang baik tanpa merugikan orang lain. niat kita kan cuma membantu jadi gak usah didengerin omongan orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, kuapok komen di forum begitu haha. Kalau emang urgent mending japri aja deh daripada dihakimi ramai-ramai :P

      Delete
  9. hai mbag enny, maaf sebelumnya ya bukan menggurui, apa lagi ngajari ribut. tiap orang memang berbeda. dan tipe saya adalah ngeyel sampek akhir >.<
    kalau saya di judge gitu saya pasti balik nanya,
    situ sapa?
    dokter kah?
    ilmuan?
    pratiksi kesehatan anak?
    anak ente usia berapa?
    udah punya anak berapa banyak?
    anak situ gak pernah sakit?
    situ oke?
    ..
    kalau saya sich setuju sama mbag enny pola mengasuh ya yang paling pas buat kita aja. bener kata mbag karena setiap ibu di muka bumi pasti ingin yang terbaik buat anaknya. udah lah gak usah di gurui dia pasti belajar. entah bagaimana caranya.

    lagian kan si ibu bertanya minta solusi, so bebas lah kita menjawab tar pasti sebagai ibu dia menyaring tiap jawaban kok. gak bakal di telan bulat bulat.

    anak saya saya tinggal keluar kota juga tetap inget ma puting. saya tinggal kerja juga tetap ingat puting. pertanyaannya, kalau ada ibuk kenapa dia gak mau minum dari dot? why? karena pelukan dan kasih sayang ibu yang baby butuhkan bukan semata masalah dot dan puting

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener juga mba, kalau kita ngasih susu pakai dot tapi setelah kita di rumah kita peluk anak, main sama anak toh namanya tetap memberi kasih sayang kan? semoga makin banyak ibu-ibu yang sadar untuk nggak merasa "jago" hanya karena berbeda gaya asuhan.

      Delete
  10. Itulah kenapa aku jg jrg aktif di forum2 begitu mba. Males ribut. Apalagi kalo udh ttg parenting. Doooh, bisa2 aku dikutuk kalo mereka tau caraku ngasuh anak2 :p. Udahlah.. Biarkan masing2 ibu punya cara sendiri yg dia anggab baik utk anaknya :) .. Makanya kalo ketemu ibu lain yg punya cara asuh berbeda, aku mah woles aja. hak dia kok mau mengasuh dgn cara apa :D. Asal anaknya ttp sehat, itu yg terpenting kan

    ReplyDelete
  11. Mbak salfok sama stikernya. Buat sendiri ato pesen kah? Hehehe kalo bole tahu dmn?

    ReplyDelete
  12. Ya Alloh mbak. T.T sampe segitunya ya.. padahal tiap apa yg qt tulis bakal dipertanggungjawabkan juga. Apalagi kalo sudah merembet ke'nyinyir'an dan judging sana sini tanpa adanya baik sangka :(:( syedih mbak.

    ReplyDelete

Silahkan komentar dengan nada positif, no SARA. Terimakasih ^^

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS