Nodong Nikah

Monday, September 18, 2017





Aku sayang sama kamu”


“hm.. aku juga. Tapi hubungan kita mau dibawa kemana?”


“jalanin aja dulu, urusan kedepannya gimana nanti”




Nggak asing sama percakapan tersebut? Saya juga mengalaminya ketika dulu menjadi aktivis pacaran. Saya menganggap pacaran adalah aktivitas menuju pernikahan yang sebenarnya tameng dari ketidakmampuan saya menahan nafsu. 


Saya tahu pacaran itu dosa, orang tua saya juga melarang. Tapi lingkungan sangat berperan besar. Kalau nggak punya pacar, apa kata teman-teman? Nggak kuat diledekin jomlo melulu. Sebel lihat teman yang upload foto jalan bareng pacar di sosmed, kesal dengar teman yang cerita kalau dia dapat kado dan bunga dari pacarnya. Duh, padahal kalau dipikir sekarang nggak punya pacar ya nggak bakalan mati juga kan 🤔.

source : google image


Tetap saja waktu itu saya bandel dan melakukan banyak cara untuk mendapatkan pacar. Kriteria sayapun inginnya pacar yang sholeh, yang ingatin makan dan juga sholat. Duh ileee, mana ada pacar yang sholeh yak. Karena yang beneran sholeh tentu nggak akan mau diajak pacaran. Lagian kalau mau pacar yang ingatin sholat kenapa nggak pacaran aja sama beduk masjid 😅.


Seiring berjalannya waktu, alih-alih mendapatkan pria yang memang serius ternyata semua hubungan berbalut status pacaran tersebut hanya bertahan beberapa bulan. 


Sedih, kecewa, sakit hati itu perasaan yang saya rasakan ketika hubungan saya kandas. Tapi mungkin itu cara Allah agar saya sadar bahwa Allah melarang hambanya untuk pacaran karena hanya akan menimbulkan mudharat, yaitu perasaan yang menyakitkan dan dosa yang berkepanjangan. 





Sejak itu saya bertekad untuk menghindari pacaran dan berusah menjadi muslimah yang lebih baik, sekalipun godaannya sungguh sulit ditepis. Perempuan mana yang nggak mudah klepek-klepek saat diberi perhatian dan pujian? Apalagi kalau sampai diberi perhiasan, hihi 😝.


Sebelum saya terjebak lagi dalam dunia pacaran, saya melakukan “Nodong Nikah kepada pria yang mendekati saya dengan modus tertentu. 


Nodong Nikah yang saya maksud bukan saya bawa-bawa golok terus saya ancam si cowoknya untuk nikah sama saya. Nodong Nikah dalam artian saya tanya apa maksudnya mendekati saya? Karena saya inginnya menikah. Kalau hanya ingin berteman, cukup berteman biasa jangan sering-sering komunikasi dan bertemu kalau nggak ada kepentingan. Tapi kalau ingin menikah, ayolah kita ta'aruf untuk mengenal satu sama lain. Jika saling cocok visi dan misinya maka kita akan lanjut menikah. Waktu perkenalannya pun hanya boleh satu bulan.


Lebih baik tegas di awal daripada kecewa di akhir. Dengan nodong nikah seperti itu saya jadi bisa melihat keberanian seorang pria. Terbukti ada beberapa pria yang kemudian menjauh setelah saya ajukan kalimat seperti itu. Padahal sebelumnya kelihatan ngebet banget berusaha mendekati saya😒. 

Meminta dinikahi oleh pria bukan aib bagi muslimah. Bercermin kepada kisah bunda Khadijah yang meminta bantuan sahabatnya yang saliha untuk minta dinikahi oleh Nabi Muhammad SAW. Itu jauh lebih terhormat daripada meminta untuk dipacari atau mengajak pacaran.


Alhamdulillah, kalau kita melakukan sesuatu untuk mengharap ridho Allah maka Dia akan berikan lebih dari apa yang kita minta. 


Suami saya sekarang adalah pria yang meng-iya-kan ketika saya todong nikah. Cukup sebulan waktu kami untuk saling mengenal dan bertukar visi misi kemudian melanjutkan ke jenjang pernikahan. Jika Allah meridhoi, jalannya pun terasa mudah. Orang tua saya dan orang tua dia merestui, lamaran dan akad berjalan lancar tanpa hambatan berarti. 

 
22 April 2016



Bersyukurnya lagi meski tanpa pacaran saya dapatkan suami yang romantis, baik, tidak pernah berkata dan berlaku kasar 😍. 

Allah berikan kami titipan anak yang sehat dan menggemaskan, dan Allah jadikan suami saya ayah yang baik. Ayah yang mau membantu menjaga anak, memberikan waktu me time untuk saya, dan mendukung istrinya tetap berkarya dengan menulis.




Seandainya dulu saya masih sibuk pacaran, tentu saya nggak akan sebahagia sekarang. Saya bersyukur menjadi salah satu hamba Allah yang Dia berikan hidayah. 

Nah untuk kamu diluar sana yang masih galau akan jodoh tapi nggak mau putus dari pacar, percayalah Allah akan berikan lebih dari yang kamu minta saat kamu mau menuruti aturan-Nya. Karena saya sendiri sudah membuktikannya.

Pernah pacaran bukan berarti nggak bisa dapat jodoh yang sholeh/saliha, asalkan kita mau berubah jadi lebih baik dengan berhijrah niscaya Allah akan mengirimkan jodoh yang baik pula. 



Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan inspiratif bagi High Quality Single di luar sana. Sekarang do'a saya adalah semoga bisa istiqomah dalam hijrah. 

Tolong do'akan saya juga ya 😉.




Artikel ini diikut sertakan dalam kompetisi blog Saliha.id "Jadi Lebih Baik"

12 comments:

  1. Keren aku suka tulisan mu mba. . Selalu istiqomah buat yang jomblo, inget perempuan yg baik hanya untuk laki laki yang baik

    ReplyDelete
  2. wah ini nih perempuan yang berani. Saya suka dengan prinsip mbak. Saya juga dulu ngalamin hal serupa tapi sebagai laki-laki. Sejak lelah menjalani masa pacara yang cuan nguras banyak waktu dan perasaan.Lambat laun saya hilangin pemikiran itu. Yah,walaupun belum menikah seperti mbak, saya juga punya prinsip dalam menghadapi suatu hubungan. Tapi gak nodong nikah loh, hanya saya ingin mendengar jawabannya saja. Lagian saya juga masih ingin bekerja dan membantu keluarga, belum terlalu terburu-buru untuk nikah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas kalau belum mantap menikah lebih baik kerja dan nabung dulu sampai siap dan ketemu calonnya. InsyaAllah dapat yang terbaik menurut-Nya.

      Delete
  3. Aq jg termasuk yg nodong nikah mbak sm pak suami, krn sudah lelah di php sm pacar,, hahaha
    Aq dulu bilangnya dulu boleh deketin kl mo nikahin, kl gak jauh2 aja... Disambut ternyata tantangan saya... Jd nikah deh setelah 1.5 tahun kenal . Alhamdullilah tahun ini sdh mo 6 tahun pernikahan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah mba, iya laki-laki mah kudu ditegasin. karena saya percaya sifat laki-laki itu tegas dalam mengambil keputusan karena laki-laki pasti jadi pemimpin dalam keluarganya.

      Delete
  4. Subhanallah kagum mba...
    Insallah mba doain sya y tetp istitiqomah sma prinsip katakan tidak pada pacaran sebelum halal.hihik
    Semoga mba dn keluarga slalu dalam lindungan Allah
    Aminn...

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaamiin semoga mendapat yang terbaik ya ukh ^^

      Delete
  5. mba, seandanya nih ada lelaki yg dalam kerjaan blm pasti namun punyai niah kuat buat jalani hubungan serius. itu kira2 sang wanita mau nerima ga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. maksudnya kerjaan belum pasti itu pengangguran? atau freelancer?
      kalau pengangguran, big No. karena kewajiban suami adalah memberikan nafkah lahir dan batin. Niat serius nggak cukup.

      tapi kalau freelancer, ajak taaruf dulu. dalam proses taaruf lah komunikasi visi misi pernikahan termasuk masalah keuangan. Kalau memang wanitanya type yang tangguh, mau mensupport suami yang penghasilannya perbulan nggak tetap ya lanjutin dong ke pernikahan.

      Intinya pengenalan dulu. bisa juga baca artikel yang ini yaa http://www.dudukpalingdepan.com/2017/09/nodong-nikah.html

      Delete
  6. Insyaalloh lebih berkah ya kalau diperoleh dengan cara yang baik :)
    semoga langgeng selamanya mbak.

    ReplyDelete

Silahkan komentar dengan nada positif, no SARA. Terimakasih ^^

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS