Duduk Paling Depan
Pregnancy Story : Drama

Pregnancy Story : Drama

Yesterday was full of drama.

source : google images



Entah ini karena faktor sedang hamil atau faktor lainnya saya memang merasa beberapa bulan terakhir ini suka drama dalam menyikapi hal-hal di sekitar saya. Misalnya masalah yang nggak terlalu besar tapi bisa bikin saya nangis bombay. Kangen keluarga bukannya nelpon malah nangis. Hal sepele yang bikin kesal ngomelnya bisa seharian.
Pregnancy Story : Mual dan Muntah

Pregnancy Story : Mual dan Muntah


help...


Assalamualaikum.. akhirnya ada lagi mood menulis dikarenakan bulan ini memang sempat sibuk di kantor karena ada acara hari kemerdekaan dan pulang kantor biasanya banyak saya habiskan untuk istirahat. Sama seperti ibu hamil pada umumnya, di trisemester pertama ini pasti akan dilewati dengan fase mual dan muntah karena ada perubahan hormon pada ibu hamil begitu kata dokter ketika saya tanya. 
Pregnancy Story :  Surat Cinta (?)

Pregnancy Story : Surat Cinta (?)







Meski suka nulis tapi nyari mood buat anteng nulis itu yang susah. Karena nggak kayak instagram yang tinggal jepret, tulis caption dan upload, kalau nulis blogitu butuh mood, waktu luang dan camilan :D *banyak alesan*


So many stories I want to write on this blog. Supaya cerita-cerita menyenangkan ini nggak menguap dan terlupakan begitu saja. Tapi ada satu hal yang rasanya nggak sabar untuk diceritakan.
Menemukan Teman Hidup

Menemukan Teman Hidup







Alhamdulillah, 22 April 2016 akad nikah dilaksanakan di rumah orang tua saya. See? Doa saya terkabul untuk menikah di bulan April 2016. Doa saya dari kecil bahwa saya berharap Allah memberikan keberkahan umur dan kesempatan agar ayah saya yang menikahkan saya secara langsung pun terkabul. Sekali lagi, Alhamdulillah....

photo by : instagram.com/flavianphoto


24 April 2016 resepsi dilaksanakan dan Alhamdulillah keluarga, kerabat orang tua, sahabat-sahabat saya bahkan teman dari SD datang dan mengucapkan selamat. 




Sekarang saya sudah menemukan teman hidup. Saya bilang ke dia bahwa cinta bisa saja luntur, ada masanya jenuh. Untuk itu kita harus memposisikan diri tidak hanya sebagai pasangan yang saling mencintai tapi juga salng support. Jadi kegiatan apapun yang kita lakukan bersama bukan terasa sebagai kewajiban suami istri tapi sebagai kegiatan yang fun dan bikin kita happy.










Nggak Perlu Berbakat.

Nggak Perlu Berbakat.



untuk sukses pada suatu bidang kamu nggak perlu berbakat, kamu hanya perlu berminat dan berlatih.” –El, 22th, menunggu diajak ke KUA-


Mantap banget kan quotes di atas? *udah iyain aja* 

Sering nggak kita kagum sama seseorang di bidang tertentu dan kita merasa dia sukses karena memang dia terlahir berbakat di bidang tersebut? Dulu saya pun berpikir begitu, misalnya penyanyi terkenal itu pasti karena dia terlahir dengan talenta suara yang merdu. Pembaca berita, pembawa acara, penyiar radio, mereka pasti terlahir dengan bakat public speaking yang keren.  Pebisnis sukses pasti karena dia terlahir dengan bakat dangang sampai-sampai pas lahiran dari dalam perut dia udah bawa-bawa kalkulator *ngaco*.