Wednesday, April 18, 2018

Mematahkan Mitos Menyusui


Sadar nggak sih banyak banget mitos-mitos menyusui yang beredar di lingkungan kita? alhasil niat awal ibu baru yang semangat menyusui  lama-lama kendor karena termakan mitos-mitos tersebut. Bahkan seorang ibu bisa gagal memberi ASI hanya karena masukan orang-orang sekitar yang padahal mitos, alias nggak benar. 

Dari jaman belum menikah, saya sudah banyak mendengar mitos tentang ibu menyusui dan dunia per-ASI-an. Sampai saya bertekad kalau jadi busui saya mau mematahkan mitos tersebut bahkan di depan orang yang bilang, haha.

Baca : Cerita Persalinan (Pengalaman Operasi Caesar)


Bukan saya nggak menghargai saran orang-orang yang sudah lebih dulu berpengalaman, hanya saja pengalaman harus sejalan dengan ilmu yang berkembang. Makanya saya lebih berpatokan pada literatur yang saya baca dan juga kata-kata dokter. Karena sebuah buku dibuat dari penelitian dan survey, dan seorang dokter sudah mempelajari ilmu di bidangnya selama bertahun-tahun. Maka tentu sumber tersebut lebih terpercaya dan masuk akal. 

Apa saja sih mitos-mitos yang saya dengar dan berhasil saya patahkan selama setahun lebih menjadi busui?

"Ibu menyusui selama 40 hari awal cuma boleh makan sayur bening dan nasi putih. Biar ASInya lancar"

Wagelaseh, kalau empat puluh hari cuma dijejelin nasi putih dan sayur bening yang ada bosan dan eneg. Padahal faktanya ibu menyusui boleh makan dan minum apapun selama tidak menimbulkan reaksi alergi pada ibu dan bayi. Tentu saja kandungan gizi juga diperhatikan. Kita kan juga butuh protein dan lemak dari lauk pauk, bukan cuma serat dan vitamin dari sayuran. 

Apalagi kalau orang seperti saya yang doyan ngemil, makan cake justru jadi ASI Booster buat saya. Salah satu hormon penghasil ASI adalah Oksitosin, hormon cinta atau hormon kebahagiaan. Apapun yang membuat ibu menyusui bahagia, itu bisa merangsang hormon oksitosin untuk bekerja dan mempengaruhi kuantitas ASI.

My Asi Booster. Source : Pixabay


Lagian busui pasti dikit-dikit lapar, kasian kalau cuma dikasih nasi putih sama sayur bening doang. 

"Jangan minum es, nanti susunya dingin, anaknya demam"

Saya sempat bengong waktu pertama dengar kalimat di atas. Ya kali payudara kita bisa kayak dispenser, ada hot n coolnya sekalian bisa nyeduh kopi dong. Padahal ASI selalu dalam keadaan hangat yang pas untuk diminum bayi.  Toh buktinya saya minum es, Mukhlas nggak demam. Dia demam kalau lagi kena virus atau kecapekan.

Follow deh Ayah Asi di Instagram, banyak ilmu tenteng mitos dunia ASI


"Kalau pas menyusui bayi gelisah, tandanya ASI kamu sedikit"

Nggak ada patokan ASI banyak atau sedikit, apalagi kondisi ibu dan kebutuhan masing-masing bayi berbeda. Kalau bayi gelisah saat menyusui banyak faktor yang mempengaruhi. Lingkungan yang terlalu berisik, popok basah, pelekatan belum pas, ingin ditimang-timang, cahaya lampu kamar terlalu menyilaukan, AC terlalu dingin, dll. 

Hal itu sudah saya buktikan, kalau Mukhlas popoknya bersih dan pelekatannya pas maka dia akan anteng menyusu sampai tertidur.

kenyang habis nenen


"Lewat setahun ASI sudah mulai basi"

Emangnya ASI sama kayak gulai santan bisa basi. Maksud disini ASI yang masih di payudara ibu ya, kalau ASIP tentu bisa basi jika tidak disimpan dengan benar. Aneh aja gitu ada yang bilang ASI di dalam PD ibu bisa basi. Tahu darimana cobak? itu sama sekali nggak benar. Dari segi medis dan agama Islam dianjurkan untuk menyusui sampai anak berumur dua tahun. 

"Bayinya nangis terus, ASInya nggak cukup tuh"

Ini juga sudah pernah saya bahas di postingan sebelumnya. Namanya bayi, satu-satunya cara dia berkomunikasi bahwa dia membutuhkan sesuatu ya dengan menangis. Kalau lapar dia nangis, kalau haus dia nangis, kalau popoknya basah dia nangis, minta digendong dia nangis, ditinggal gebetan dia nangis.

Jadi jangan buru-buru memberikan MPASI Dini (Sebelum 6 bulan) atau memberikan susu formula pada anak. Kecuali kalau semua cara sudah dicoba, bisa bawa ke dokter spesialis anak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Anak demam, ibunya harus minum paracetamol juga"

Meskipun memang obat yang diminum ibu bisa berpengaruh ke ASI tapi tentu hanya sepersekian persen. Tidak cukup untuk mengobati bayi. Lagian aneh banget ibunya sehat-sehat aja kok minum obat. Kalau anak demam, memang harus diberi ASI sesering mungkin. Kalau diperlukan anaknya yang dikasih paracetamol, bukan ibunya. 


"Menyusui itu bikin rambut rontok"

Ternyata nggak kok, saya biasa aja rambutnya. Pastilah ada rontok-rontok dikit tapi dari sebelum saya menikah juga sudah begini kondisinya. Bayangin kalau mitos itu benar, sekarang saya pasti sudah botak karena sudah setahun lebih jadi ibu menyusui. 

"Pd kecil ASInya sedikit"

Padahal ASI keluar bukan karena tergantung ukurannya, tapi hormon yang mempengaruhi dan seberapa sering kita mengeluarkannya. Semakin sering disusui, ASI semakin mengalir. Nggak mempengaruhi ukuran. Jangan sampailah ada yang ngomong begini lagi ke ibu -ibu yang emang dari sononya sudah kurus. Kalau mereka jadi nggak PD, justru itu yang bikin ASI seret dan lama-lama malah beneran mikir kalau gara-gara PDnya kecil dia nggak berhasil memberi ASI ekslusif. 

"Jangan makan pedas, nanti anaknya mencret"

Apapun yang kita makan tentu akan berpengaruh ke anak, tapi bukan berarti bentuknya plek sama ya. Misalnya makan bakso kuah pedas, ASI langsung berasa kuah bakso. Ya nggak gitu. Anak hanya bisa merasakan sensasi rasanya, bukan rasa beneran. Jadi kalau makan pedas bukan berarti anak juga kepedasan pas minum susu. Hanya saja kita juga harus bisa membatasi, kalau kebanyakan makan pedas kita juga bakalan sakit perut, kan. 

Sejauh ini selama menjadi busui saya makan apa saja termasuk makan pedas dan nggak pernah Mukhlas sakit perut karena saya makan sambal.

***

Itu dia mitos-mitos menyusui yang saya patahkan. Menjadi ibu itu sudah berat, harus urus keperluan anak dari pagi, bahkan malam nggak jarang harus begadang. Tidur pun sambil menyusui. Jadi penting banget untuk membuat pikiran tenang dan hati senang. Jangan ditambahin kepikiran mitos-mitos yang aneh. 

Satu-satunya cara menangkal mitos-mitos tersebut adalah memperbanyak pengetahuan tentang dunia ASI. Selain baca buku kita bisa konsultasi ke dokter. Kita juga manfaatkan teknologi dengan follow akun-akun media sosial yang memang concern tentang pemberian ASI. Pastikan juga sumber yang mereka pakai berasal dari literasi dan dunia kedokteran. Saya juga suka menonton video dr.Tiwi di youtube. Beliau salah satu dokter spesialis anak yang gemar berbagi ilmu di channel youtubenya.Untuk orang yang tinggal di daerah kecil seperti saya, video-video beliau sangat membantu. Dapat ilmu bergizi langsung dari ahlinya tanpa keluar rumah, gratis pula. 






Buibuk pernah dapat mitos tentang menyusui? cerita di kolom komentar, ya. 

23 comments:

  1. Mitos paling nggak masuk akal buatku adalah ibu menyusui jangan sampai belikatnya kepegang suami. Nanti asi-nya kering. Lah gimana to caranya biar nggak kepegang

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha baru denger mba, ada-ada aja kasian dong suami nggak boleh pegang2 :D

      Delete
  2. Ternyata banyak mitos seputar asi. Beberapa diantaranya malah baru saya dengar. Apa karena saya yang kurang perhatian ya...

    Pastinya busui harus makan makanan bergizi agar bisa memberikan asi terbaik untuk bayinya.

    ReplyDelete
  3. "Jangan dipompa ASI-nya, nanti PD-nya rusak". Lah di seluruh penjuru dunia banyak ibu2 yg pumping dan ga ada masalah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. PD yang nggak sekencang dulu ya wajar namanya juga busui kan :D

      Delete
  4. Dari semua mitos di atas, saya cuman ketemu yang makan pedes itu. Syukurlah gak banyak teror. Eh, kalau busui ga boleh minum kopi itu mitos atau gmn yak? Soalnya saya suka banget minum kopi. xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. asal nggak berlebih masih boleh kok mba, cafein dalam kopi takutnya membuat bayi gelisah dan nggak bisa tidur.

      Delete
  5. Saya agak canggung koment di artikel ini, tapi karena sudah baca artikel diatas rasanya kurang afdol kalau tidak koment, ntr saya dimarahin oleh yang punya artkel. :) hahahah....

    dari mitos yang beredar, saya cuma dengar kalau " ibunnya makan pedas anaknya akan mencret " saya kurang paham kebenarannya.

    Kalau seandainya dibalik " ibunya Makan Manis, apakah anaknya akan diserbu semut " sepertinya tidak.

    Sungguh beruntung para ibu2 yang bisa menyusui anaknya, karena kita sendiri tahu agenda menyusui ini selain menyehatkan si Anak, maka tidak perlu repot membeli susu formula.

    Tapi ada mitos yang beredar dari kalangan bapak2, kalau Si ibunya sering menyusui anaknya, Si Bapaknya sering ngambek, saya kurang faham mitos yang satu ini, mohon pencerahannya Mbak, trims. :)

    Ohy...fotonya sudah ganti baru yach.... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkkwk kando, nanti kalau lah jadi bapak2 paham dewek lah tu. Tapi ilmu menyusui ini penting juga lho diketahui bapak-bapak. Karena support system paling utama adalah si suami. Suami wajib menyenangkan hati istri biar ASI tetap lancar :D

      Delete
    2. Gimana sich Mbak cara supportnya,? pakai yel - yel " Mama bisa...Mama bisa.. ! " gitu yach mbak, hehehhe....

      Delete
    3. Maaf ni kang sama mbak admin, bukan niat mau membenarkan mitos, cuman ada hal hal yang tidak bisa dijelaskan dokter sekalipun. Kedua meski belum ngalami cuman sering jumpai masalah pedas ini memang pengaruh sama dedek bayi,ada ikatan batin yang tidak bisa dijelaskan juga oleh dokter manapun. Terkadang yang orang tua bilang buat kebaikan kita, dan kita anggap mitos ini benar kejadian. Masalab percaya dan tidak sih tergantung pribadi masing masing.

      Delete
  6. Kadang geli ah sama bahasannya, serasa belum siap jadi ibu-ibu. hehehe Keep spirit buat para ibu-ibu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gpp mba, malah salut sama mereka yang mau belajar meski belum jadi ibu-ibu. Makasih sudah baca ^_^

      Delete
    2. Belajar gk ada batas umur mbaak, kadang banyaak orang yang beranggapan kalau sudah belaar sampe jenjang teringgi sudah merasa cukup dan benar sendiri 😂

      Delete
  7. PD kecil ASI dikit bener2 mitos mba. PD gw lmyn gede, ASI ampun2 keluarnya udah 1 bulan tetep ga ada 30 ml. Kayaknya gara2 stres. Giliran orang yg aku kenal PDnya kecil ASInya luber2. Aku sampai iri. Mungkin PD gede malah berkelok2, jadinya keluarnya dikit *jayus.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kelok 9? udah kayak jalan ke sumatera barat :D betul sekali, yang paling penting adalah mood dan suasana hati si Ibu.

      Delete
  8. Ilmu baru nih! Seneng banget bisa nemu artikel tentang "keibuan" seperti ini. Mumpung masih menikmati masa muda, saatnya rajin-rajin membaca artikel seperti ini :))

    ReplyDelete
  9. Ahaha, negeri penuh mitos ya mba, tentang menyusuipun tak lepas dari mitos. Perlu ilmu dan wawasan ya mba, agar jadi busui yang cerdas

    ReplyDelete
  10. Saya malah baru denger mitos seperti ini, Teh..
    Dan sekarang jadi tahu juga, terlebih channel drtiwitv itu, makin mudah aja ya di zaman yang serba digital ini. Jadi pengen nonton juga, setidaknya buat pengetahuan nggak ada salahnya ya, Teh..
    Nice info, Teh..

    ReplyDelete
  11. pernah sih denger kayak gitu, tapi dilanggar semua sama istri saya, huahahahaha.... Puas ngalahin mitos yang gak terbukti kebenarannya, dan orang-orang yang gencar memitoskan hal ini pun langsung terdiam, muehehehe.

    Itu lucu ya, misalkan si ibu makan bakso pedas, rasa ASInya berubah rasa bakso, terus kalo ibunya makan pizza, rasa ASInya berubah jadi rasa pizza. Enak bener kalo gitu ya, hehehe

    ReplyDelete
  12. Mitosnya kalo dijalani malah bikin stres, dan bikin asi nggak lancar bahkan nggak keluar.. Makannya istri milih lahiran jauh dari keluarga besar krna ndak mau dihantui oleh mitos yg sdh melekat dan aneh

    ReplyDelete
  13. Sangat bermanfaat! Boleh ya Aku share kebetulan kakakku mamah Baru dan lagi galau beginian masalah mitos asi apalagi Kalo terus dpt masukan Dari mertua ttg asi yg biasanya mitos Kaya di atas.

    ReplyDelete

Jalan-jalan ke rumah caca, mampir sebentar beli kedondong, jangan cuma dibaca, kasih komentar juga dong.