Top Social

Top Social

..........dan simak ceritanya

Move On! Karena Semua Ada Hikmahnya


Nggak pernah terbayangkan saat umur 19 tahun, saya akan kerja di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau yang masih sering disebut masyarakat awam dengan penjara. Padahal sebelumnya saya nggak pernah datang ke Lapas walau hanya untuk berkunjung. Namun Allah SWT selalu punya cara yang unik dalam menerapkan skenario kehidupan kepada hambaNya.

Di tahun 2012, atas permintaan orang tua saya ikut tes CPNS Kemenkumham. Awalnya saya pikir nggak akan lolos, karena saya bukan anak orang kaya dan bukan pula anak pejabat. Eh ternyata, Alhamdulillah lulus murni tanpa ada embel-embel sogok atau “orang dalam”. Setelah dinyatakan lulus, ada pembekalan teori selama seminggu, lalu saya langsung di tempatkan di bagian penjagaan tahanan/narapidana di salah satu lapas perempuan di provinsi Jambi.

Walau sudah dibekali teori, tetap saja kenyataan sering kali jauh dari ekspetasi. Gimana hati nggak berdegup kencang saat melihat narapidana wanita yang berbadan besar, bertato, dan sorot mata yang tajam. Rata-rata umur mereka 25-50 tahun. Bayangin, anak umur 19 tahun harus berhadapan dengan mereka.

Alhasil di bulan-bulan pertama kesehatan saya drop banget, karena harus banyak beradaptasi dengan lingkungan yang sangat asing bagi saya. Sebelumnya saya jarang banget begadang, tapi ketika bekerja di Lapas dengan sistem shift, terutama shift malam mau nggak mau saya harus begadang dan tidur hanya 3-4 jam saja. Belum lagi harus mengkonsumsi bergelas-gelas kopi dan makan mie instan , karena Lapas tempat saya bekerja terletak di desa kecil yang jauh dari pasar dan pertokoan. Pokoknya pola makan dan pola tidur jadi berantakan.

Belum lagi waktu itu sebenarnya saya masih kuliah, namun harus berhenti karena nggak sesuai dengan jam kerja. Saya sempat sedih karena jadi jarang ketemu dengan teman-teman di kampus. Lebih sedih lagi karena saya harus putus dengan pacar waktu itu karena kesibukan baru saya.

Bayangin capek habis begadang piket malam, pulang-pulang berantem sama pacar, dan akhirnya putus. Untuk saya yang dulu berumur 19 tahun itu rasanya nyesek banget, nangis pun sampai nggak ada suaranya lagi.

Baru kali itu saya sedih dan kepikiran sesuatu sampai  kehilangan semangat dan nafsu makan. Padahal aslinya saya anak yang ceria dan selalu berpikiran positif. Sempat saya menyesali keputusan saya untuk mengikuti tes CPNS atas arahan orang tua. Tapi di sisi lain saya ingin membanggakan mereka. Entahlah, saya sampai merasa asing dengan diri sendiri.

Rasanya dunia saya terlalu cepat berubah. Dulu saya anak kuliahan yang tahunya ke kampus untuk belajar, organisasi, main sama teman-teman dan jalan sama pacar. Tiba-tiba saya harus menjadi petugas Lapas yang menghadapi narapidana dengan berbagai macam latar belakang kasus kejahatan, dan dengan berbagai karakter, serta jam kerja yang nggak biasa.

Gara-gara perubahan “kehidupan” itu, saya sampai turun 5-8 kg dalam waktu dua bulan.

Bahkan seragam kerja yang awal masuk dijahit pas di badan, jadi longgar banget karena berat badan saya menurun. Entah kenapa setiap melihat makanan saya merasa mual, sehingga saya sering menghindari makanan. Padahal kita semua tahu bahwa makan itu sangat penting untuk asupan nutrisi sehingga bisa beraktivitas dengan baik.

Ujung-ujungnya daya tahan tubuh saya lemah dan sering sakit. Saat ke dokter, beliau menyarankan saya untuk mengatur pola makan yang lebih sehat. Karena sumber energi dan daya tahan tubuh berasal dari makanan yang sehat. Kalau saya terus menerus mengabaikannya, bisa-bisa saya terkena gangguan fungsi hati dan pencernaan. Selain itu saya juga harus berusaha berpikiran positif dan menghindari stres.

Pulang dari dokter, saya banyak berpikir. Whatever has happened, life must go on. Apa yang Allah sudah gariskan dalam hidup saya pasti ada hikmahnya. Buktinya dengan bekerja, orang tua saya merasa bangga. Saya pun bisa mandiri finansial disaat anak-anak lain seumuran saya masih bergantung dengan orang tua. Bagaimanapun juga saya harus move on dan bangkit, hidup terlalu singkat hanya untuk disesali.
Proses move on itu saya mulai dengan menata pola hidup saya agar lebih sehat, terutama mengembalikan nafsu makan saya kembali seperti dulu. Cara saya meningkatkan nafsu makan adalah dengan mengkonsumsi Herbadrink Sari Temulawak. 




Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza) sudah terkenal khasiatnya untuk meningkatkan nafsu makan, menjaga kesehatan hati, mengatasi perut kembung, masalah pencernaan, menghilangkan nyeri sendi, mengobati maag, dan diabetes.

Dengan Herbadrink Sari Temulawak  saya tidak perlu repot mengupas, membersihkan, memarut, merebus, dan menyaring temulawak. Karena sudah dikemas secara praktis dan higienis di dalam kemasan sachet yang mudah dibawa kemanapun. Apalagi kalau saya piket jaga di Lapas, nggak mungkin dong repot bawa Temulawak, pisau, parutan, panci dan segala macamnya. Dikirain atasan saya mau kerja apa mau ngekos di lapas?.

Selain praktis dan banyak manfaatnya untuk kesehatan, saya juga memilih minuman herbal ini karena rasanya yang enak dan segar. Ketika serbuk sarinya diseduh terlihat bersih tanpa endapan karena diproduksi dengan teknologi tinggi. Sari Temulawak ini bisa dinikmati hangat ataupun dingin dengan es batu.


Enak, segar, sehat.

Herbadrink juga memiliki berbagai macam varian rasa, yaitu : Kunyit Asam, Kunyit Asam Sirih Plus Madu, Beras Kencur, Kopi Ginseng, Wedang Uwuh, Sari Jahe, Sari Temulawak, dan Lidah Buaya. Bagi kalian yang sedang mengurangi konsumsi gula, ada juga varian
sugar free, yaitu sari jahe sugar free, Sari Temulawak Sugar Free, Chrysanthemum Sugar Free dan Lidah Buaya Sugar Free. Tinggal pilih sesuai kebutuhan masing-masing.


Daripada mengkonsumsi obat-obatan kimia penambah nafsu makan, lebih baik saya #KembaliAlami dengan memilih produk yang memang berbahan dasar tumbuh-tumbuhan alam dan diolah dengan higienis tanpa memakai pengawet .
Alhamdulillah nafsu makan saya mulai membaik, tubuhpun terasa lebih bugar, nggak gampang lemas  dan sakit seperti dulu. Bahkan di Lapas saya mencoba mencari kegiatan lain selain hanya mengawasi warga binaan (narapidana). Misalnya dengan mengajari mereka yang buta huruf untuk membaca, mengajari membuat kerajinan, dan mengajar tarian daerah.


Padahal semua itu diluar tugas utama saya, tapi entah kenapa malah ada rasa senang di dalam hati ini. Dengan berbagi sedikit ilmu, saya berusaha membuat menumbuhkan kembali rasa percaya diri warga binaan yang terlanjur dicap buruk oleh masyarakat. Saya pun merasa hidup saya lebih bermakna karena bisa bermanfaat untuk orang lain.

Akhirnya saya paham kenapa Allah menakdirkan saya menjadi petugas lapas. Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari pengalaman hidup mereka. Malahan beberapa tahun kemudian saya mendapatkan jodoh sesama petugas lapas juga. Itu berarti dari awal memang sudah jalan hidup saya seperti ini.

Kadang apa yang kita inginkan nggak sesuai dengan apa yang kita dapatkan. Tapi Allah yang Maha tahu, apa yang sebenarnya kita butuhkan. Tinggal bagaimana kita menyikapinya, menyesali atau mensyukuri.


Semoga tulisan ini bermanfaat untuk teman-teman semua. Kalau kalian juga punya pengalaman bagaimana cara bangkit dari sebuah masalah, sharing di kolom komentar ya.


17 comments on "Move On! Karena Semua Ada Hikmahnya"
  1. Wah herbadrink temulawak ini favoritku bgt mbak, love love

    ReplyDelete
  2. inspiratif sekali mbak kisahnya. Saya jd ingat sama diri sendiri. Karir yang saya punya sekarang juga saya gak pernah sangka bakal jd sumber rejeki saya, tapi namanya rejeki Allah yg atur, asalkan iklas dan tekun itu nanti yg membawakan banyak hal positif buat kita hehe

    Sari temulawak kelihatan seger banget! bakal kucoba next :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mba, meskipun awalnya nggak suka tapi setelah dapat hikmahnya baru nyadar "oooh ternyata ini alasannya kenapa Allah menakdirkan begini" :D

      Delete
  3. Walau awalnya kerjanya terasa tidak nyaman...... tapi kan Lulus PNS kan Mbak.... Susah loh jadi PNS. :)

    ReplyDelete
  4. Wah sama sperti saya dulu. Umur 19 tahun sudah jadi aparatur sipil negara. Apalagi saya dulu ditempatkan di timur indonesia, sepi. Alhamdulillah Allah punya rencana baik sampai akhirnya saya pindah ke kantor pusat di Jakarta. Pasti akan dapat banyak pengalaman mbak. Terus semangat untuk menjadi ASN yang membanggakan.

    ReplyDelete
  5. Apa yang kita sesali hari ini bisa saja apa yang kita syukuri esok hari

    ReplyDelete
  6. Berat badan turun yang saya impikan saat ini hihihi.
    Tapi BB terlalu turun melorot gak boleh ya kan, soalnya saya pernah tuh BB turun drastis pas garap skripsi, asli kalau jalan rasanya melayang-layang. Butuh banget penambah nafsu makan

    ReplyDelete
  7. WAh berbobot buanget ya mbak selain itu juga ada manfaatnya mbak di lapas bisa ajarin manusia binaaa

    Salut buat mbak nya

    jaya terussssss :9 :9 :9

    ReplyDelete
  8. Apakah sari temu lawaknya bisa diminum juga untuk kalangan pria .. :D

    ReplyDelete
  9. Waaaaa, ibu pns penjaga lapas terbaik~

    Saya kagum :') setrong sekali pasti hidupmu yaaa, Mba hehe

    ReplyDelete
  10. ya ampuuun saya kira jadi petugas lapas itu enak lho. ternyata bisa menyerang psikologis juga ya... wahhha.... ngeriii.. untungnya ketemu herbadrink, jadi bisa mengembalikan kesehatan...

    btw 2 bulan hilang 8 kg itu ngeriiii

    ReplyDelete
  11. Saya yang lelaki saja takut kerja di lapas, serem-serem bayangin orang-orang yang kena kasus kriminal. Kalau kasusu korupsi mungkin lebih enak, karena jinak-jinak. Ah ternyata punya kenangan soal cinta juga to, aduh kasihan :)

    ReplyDelete
  12. Awal-awal kerja kok saya ngerasa ada di cerita teh Enny ini ya..hehe
    Apapun itu, yang penting teh Enny sudah melewati proses diawal. Semoga lelahnya jadi lillah ya, Teh. Berkah juga.

    Intinya sehat selalu, biar bisa terus berbagi lewat tulisan disini.
    Apapun yang sedang dihadapi, harus tetap duduk paling depan :)

    ReplyDelete

Jalan-jalan ke rumah caca, mampir sebentar beli kedondong, jangan cuma dibaca, kasih komentar juga dong.

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9