Top Social

Top Social

..........dan simak ceritanya

Mengenang 2014

Nggak kerasa hari ini adalah hari terakhir di tahun 2014. Bagi aku pribadi pergantian tahun bukan suatu moment yang spesial. Cuma mungkin moment ini bisa dipakai untuk evaluasi atas hal-hal yang sudah ataupun belum dicapai sepanjang tahun 2014 ini.

Untuk blog ini sendiri kayaknya aku kurang produktif menulis di tahun ini. Kelihatan dari postingan tulisan yang bahkan nggak sampai 30 post setahun.Gimana dong ya, penulis amatir sih yang masih mengandalkan mood untuk menulis. Sering banget udah ada ide di kepala eh tapi ada suara entah datang dari mana "nanti aja deh nulisnya tunggu ada laptop dan sinyal wifi" nah pas beneran ada laptop dan ,ide nulisnya keburu hilang T_T padahal kalau nggak males aku sebenarnya bisa nulis pakai kertas dan pena. *marahin diri sendiri*

Ngomong-ngomong hari terakhir di tahun 2014, aku jadi mengingat-ngingat pencapaian apa yang berhasil aku dapat di tahun ini. Alhamdulillah aku merasa setidaknya 2014 menjadi tahun yang lebih baik dari 2013 bahkan lebih menyenangkan.

Do'a Sederhana

Kasih sayang seorang ibu itu bukan hanya terletak pada susah payahnya beliau berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan kita. Lebih dari itu ada banyak  banget cintanya yang nggak bisa kita hitung.

Mengabdi, Menginspirasi, Berprestasi!

Judul di atas adalah slogan dari LSO (Law Science Organization) , Organisasi yang kemarin berkolaborAKSI bersama komunitas B+ mengadakan kegiatan di Lapas Anak Ma.Bulian, Jambi.


Ada bahagia yang nggak bisa dinilai dengan apapun saat aku berkegiatan seperti ini. Ada rasa haru disaat melihat teman-teman relawan yang rata-rata aku nggak kenal sebelumnya tapi atas rasa kepedulian mereka mau menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dari kota Jambi menuju Lapas.

Lebih haru lagi saat aku melihat anak-anak didik di Lapas yang biasanya minder, malu untuk mengungkapkan pendapat, hari itu malah rebutan tunjuk tangan bahkan berdiri untuk menyuarakan opininya. Hari itu teman-teman dari LSO mengusung tema "Kejujuran mencegah korupsi" yang disampaikan dengan ringan melalui film pendek yang menarik.

Melawan Ragu

Setiap akan memulai hal baru selalu terlintas keraguan bahkan ketakutan di dalam diri ini. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul seolah-olah menahan diri untuk melangkah. "Apa ini akan berhasil?" "Gimana kalau ternyata nggak ada yang support?" "Gimana kalau ternyata malah dicemooh orang?" "Yakin ini nggak akan sia-sia?" dan serentetan pertanyaan lainnya di dalam hati yang bikin semakin ragu memulai hal baru.


Kadang-kadang suka stres sendiri karena pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari diri sendiri justru nggak bisa aku jawab. Kalau sudah gitu kadang suka stuck sendiri dan nggak tahu harus ngapain. Tapi biasanya setelah melewati guling-guling di rumput kamar seharian akhirnya muncul kalimat lain di dalam kepala "Kalau mau tahu jawaban dari semua pertanyaan itu satu-satunya cara adalah mencoba. Gimana bisa tahu itu gagal atau berhasil kalau nggak dicoba? gimana bisa tahu ada yang support atau nggak kalau nggak berani memulai? gimana bisa tahu orang-orang akan mencibir atau malah memuji jika terus bergumul dengan keraguan? gimana bisa tahu ini akan sia-sia atau malah bermanfaat untuk orang lain jika kamu terus diam di kamar? Keluarlah, mulailah dengan sederhana, semampu yang kau bisa".

Surat Cinta Untuk Mama



Hadiah terindah yang pernah Allah kasih buat aku adalah terlahir menjadi anak Ibu Nur dan Pak Syarif. Karena kita tidak bisa memilih dari rahim siapa kita dilahirkan, maka memiliki Ibu seperti mama adalah anugrah yang luar biasa. Memang nggak ada manusia yang sempurna, termasuk ibu.  Aku pribadi sudah nggak terhitung lagi dalam hidup ini sudah berapa kali berdebat bahkan bertengkar sama mama. Tapi aku tetap mencintainya sebagaimana dia mencintaiku meski berulang kali aku melakukan hal yang tidak disukainya atau melukai hatinya.

Ibu itu hebat. Bayangkan, disaat yang bersamaan dia harus menjadi guru yang mendidik anak-anaknya, chef yang harus memasak makanan untuk keluarga setiap harinya, belum lagi urusan rumah dengan segala remeh temehnya. Tambahan nilai plus untuk ibu pekerja yang tetap mampu menghandle urusan keluarga.