Friday, March 23, 2018

Bangsa yang Maju Adalah Bangsa yang Terdidik




Kita semua tentu akan menyetujui ungkapan dari bapak pendidikan Indonesia tersebut. Bagaimana tidak, karena edukasi adalah kunci untuk kemajuan bangsa. Bahkan di dalam alinea ke empat pembukaan Undang Undang Dasar (UUD) 1945 tercantum cita-cita Negara Indonesia yang salah satunya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. 


"Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia.."

Untuk mencapai tujuan tersebut maka diperlukan pendidikan nasional yang bermutu. Pendidikan yang bermutu akan melahirkan generasi-generasi unggulan yang kelak akan menjadi penerus bangsa, penerus pemimpin negeri ini yang membuat kebijakan-kebijakan demi bangsa yang lebih baik. 

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Dr Daoed Joesoef mengatakan kita harus belajar dari kesadaran bangsa Jepang terhadap pendidikan. Sebagaimana yang kita tahu bahwa orang-orang Jepang terkenal sangat disiplin dan maju dalam bidang teknologi. Itu semua merupakan buah hasil dari pendidikan. Pendidikan yang baik akan melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

Melihat pendidikan di Indonesia secara keseluruhan, tampaknya kinerja pemerintah belum maksimal. Hal ini tercermin dari beragamnya masalah pendidikan. Kurikulum berganti seiring bergantinya menteri pendidikan, belum meratanya akses pendidikan terutama bagi daerah pelosok, kurangnya pengajar profesional, kurang lengkapnya fasilitas dan sarana prasarana di sekolah, serta yang paling saya soroti pendidikan di Indonesia cenderung terfokus pada pendidikan akademik dan kurang mengapresiasi kemampuan non akademik yang dimiliki anak-anak kita. 

Saya ingat betul bahwa peringkat di sekolah hanya ditentukan dari nilai-nilai akademik para siswa. Intinya siswa akan diapresiasi dan dikatakan pintar hanya karena nilai-nilai mata pelajarannya yang cemerlang. Lalu bagaimana dengan anak yang berbakat melukis? pintar memasak? jago karate? bukankah setiap anak mempunyai bakat dan minatnya masing-masing?.

Untuk itu biasanya para orang tua memberikan les tambahan kepada anak. Baik berupa les mata pelajaran agar anak bisa mengejar ketertinggalannya di Sekolah, dan juga les yang sesuai dengan bakat dan minat anak. 

Bersyukurnya sekarang sudah banyak lembaga swasta yang memfasilitasi bakat dan minat anak untuk belajar seni dan olahraga. Namun kendala terjadi lagi disaat anak merasa terlalu lelah menjalani serangkaian aktifitas tersebut. Di sekolah anak sudah belajar 6-8 jam, lalu menempuh perjalanan pulang ke rumah untuk istirahat sebentar lalu pergi ke tempat les mata pelajaran. Setelah selesai lagi-lagi harus menempuh perjalanan ke tempat kursus bakat dan minatnya. Belum lagi kalau harus dihadang macet di perjalanan. Tentu anak akan merasa lelah, ujung-ujungnya daya konsentrasinya akan menurun. 




Bangsa yang Maju Adalah Bangsa yang Terdidik


Kembali lagi membahas pentingnya pendidikan bagi kemajuan bangsa, tidak lepas dari andil semua pihak. Kita tidak bisa menggantungkan kualitas pendidikan hanya kepada pemerintah atau lembaga swasta. Tetapi peranan orang tua dan keluarga sangat mempengaruhi kualitas pendidikan anak. Jadikan anak termotivasi untuk belajar, bukan karena tekanan orang tuanya. Fasilitasi anak sesuai minat dan bakatnya, jangan pernah memaksa anak untuk melakukan ambisi orangtuanya. 

Saya percaya bangsa yang maju adalah bangsa yang terdidik. Kemajuan di bidang pendidikan tentu akan berdampak besar terhadap bidang-bidang lainnya. Setelah menyelesaikan pendidikan, manusia tentu akan memiliki kemampuan yang lebih dalam bidang ekonomi, politik, sosial, kesehatan, hukum, dan lain sebagainya. Semua itu memerlukan ahli-ahli yang berkompeten. Maka jelaslah bahwa pendidikan merupakan aspek terpenting dalam suatu negara, terutama modal bagi kemajuan bangsa. 



18 comments:

  1. Gue juga selalu percaya bangsa yang maju n besar adalah bangsa yang pendidikannya maju. Gue rasa sih Indonesia masih belum untuk itu, masih perlu banyak berbenah lagi. Semoga Educenter bisa menjadi salah satu penggerak ke arah tersebut. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. yap. berharap banget nanti lembaga seperti ini ada di seluruh Indonesia. Makasihsudah mampir, Rifqi.

      Delete
  2. Pendidikan bkn hnya menjadi tanggungjawab pemerintah saja tapi juga menjadi tanggungjawab orang tua. Carut marutnya pendidikan juga terjadi krn orangtua yg menyalurkan ambisinya pd anaknya dan mempush si anak menjadi spt yg orangtua inginkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. huhu iya mba, semoga saya bisa jadi orang tua yang memfasilitasi bakat minat anak.

      Delete
  3. Setuju pendidikan memang nomor 1, pendidikan agama, pendidikan moral, dan pendidikan umum. Semoga educenter menjadi penggerak ya agar menuju perubahan yang baik bagi bangsa.

    ReplyDelete
  4. Saya kesal dengan kurikulum yang berganti-ganti setiap ada pergantian Menteri Pendidikan, kadang ada murid yang harus berhadapan dengan dua kurikulum pada saat 'shift' itu. Konsep educenter yang luar biasa ini seharusnya sudah banyak didirikan di seluruh Indonesia karena anak-anak akan lebih fokus pada pembelajaran dan pengembangan diri/kepribadian. Saat ini, selain pendidikan akademik di sekolah, anak-anak memang mengikuti kursus ini itu, les ini itu, dan kegiatan ini itu, untuk menggali dan mengembangkan potensi yang ada pada diri mereka, hanya saja belum terpadu (satu pintu) sehingga betul kata kakak, waktu terbuang di perjalanan.

    Salam kenal :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal juga :D
      saya aja geleng-geleng lihat kurikulum sekarang, apakah nggak terlalu membebankan anak-anak rasanya? tapi mungkin sudah berdasarkan kajian dan penelitian juga.

      Delete
  5. Mantap bgt nih artikelnya. Seneng deh kalau ada lembaga macam educenter begini 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, solusi untuk para orang tua dan siswa :D

      Delete
  6. wih keren banget ya, banyak lembaga dalam satu gedung, konsepnya sangat kreatif dan inovatif

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, menjadi solusi untuk kendala yang selama ini dialami siswa dan orang tua.

      Delete
  7. Setuju deh sama kakak. Mungkin hampir semua sekolah dan kita diajarkan hanya untuk mengejar nilai tinggi. masalah ilmu dapet gak nya yah belakangan.

    ReplyDelete
  8. Setuju, pendidikan adalah kunci memajukan bangsa! Keren juga nih konsepnya Educenter, orang tua jadi ikut terlibat dalam pendidikan anak, bukan sekedar mengantar sekolah atau mengikutkan anak di tempat kursus.

    ReplyDelete
  9. Gaul
    Jadi kalau ada Educenter ini nggak perlu bolak balik mondar mandir dari tempat sekolah ke berbagai tempat les ya. Udah lengkap semua

    Semoga nanti segera buka cabang di seluruh kota besar di Indonesia
    Keren juga ini inovasinyaa

    ReplyDelete
  10. Betul mba, contohnya saja Jepang. Lihat aja dulu Jepang angka stunting tinggi tapi kini angka stunting menurun drastis, sedangkan bangsa kita, kalah jauh tertinggal angka stunting tetep aja sama -_-', bgtu pun pendidikan.. dulu Malaysia belajar sama kita, sekarang sebaliknya wkwk

    ReplyDelete
  11. Setujuuuu.... pendidikan penting banget untuk mengubah diri kita yang nantinya akan mengubah bangsa kita. Tp yang perlu ditanamkan adalah, pendidikan bukan semata-mata hanya pendidikan eksak seperti matematika atau kimia atau fisika. Masih banyak pendidikan lain yang juga nggak kalah penting untuk dapat mengubah bangsa ini.

    ReplyDelete
  12. Yess, pendidikan adalah yang utama. Agama juga mengajarkan ilmu pendidikan seperti membaca/bacala "iqro". Karena tanpa ilmu pengetahuan, agama dapat disalah gunakan. Kira-kira begitu...
    Kita sebagai "kakak" atau "seniork berkewajibaan mengajari adikbadik di medsos untuk berbahasa yang baik dan benar, menghindari penulisan 4lay...hehe
    Nice post ibu muchlas :)

    ReplyDelete

Jalan-jalan ke rumah caca, mampir sebentar beli kedondong, jangan cuma dibaca, kasih komentar juga dong.