Thursday, February 8, 2018

Salah Sasaran Berujung Berantem Di Pinggir Jalan

Saya bukan tipe orang yang mudah "meledak" di depan umum. Dalam artian saya jarang menunjukkan rasa marah saya dengan jelas di depan orang lain. Biasanya kalau kesal dengan suatu keadaan atau seseorang saya pasti pendam di dalam hati. Pas orangnya nggak ada baru deh saya ngedumel. 

Salah satu alasannya karena nggak mau memperpanjang masalah aja, apalagi kalau saya kenal dengan orang tersebut. Saya berusaha memaklumi mungkin dia lagi PMS jadi bawaannya sensi meskipun dia laki-laki.


Tapi kayaknya hal itu nggak berlaku kemarin. Saya sendiri kalau ingat kejadian itu antara kaget dan pengen ketawa. "Kok bisa ya saya marah-marah begitu?"

Jadi ceritanya kemarin siang jam pulang kantor saya keluar dari pintu lapas. Pas banget ada dua orang perempuan yang ingin besuk katanya. Teman saya yang waktu itu piket petugas penjaga pintu utama, bilangin secara baik-baik kalau waktu kunjungan sudah habis. Dikasih pilihan untuk dititip aja barang yang mau dikasih ke warga binaan atau besok aja balik lagi kesini. 

Sekilas saya dengar pengunjung itu tetap maksa mau masuk tapi jawaban teman saya ya tetap sama, nggak bisa.

Saya yang cuma lewat sama suami ya diam aja, karena saya sendiri mau pulang. 

Saya sudah naik motor sama suami, keluar gerbang lapas. Tiba-tiba saya dengar salah satu perempuan tadi ngomong dengan suara agak keras "dasar nggak punya hati".

Saya refleks dong noleh, pas banget mata saya dan dia tatap-tatapan gitu. Tiba-tiba dia ngomong lagi "dasar nggak punya hati" sambil ngacungin jempol ke bawah dan tetap menatap saya. 

"Stop, stop, mas" Saya langsung minta suami berhenti. Saya turun dari motor. Saya samperin perempuan itu, dia juga jalan ke arah saya.

"Maksudnya apa ngomong begitu ke saya?"

Eh dia masih melampiaskan kekesalannya karena nggak boleh berkunjung, nada suaranya meninggi pula.

"Lah, ibu kenapa marah sama saya? Saya cuma lewat, bukan saya yang petugas pintu utamanya. Tadi kan sudah dibilangin kalau jam berkunjung ada aturannya. Ini lapas bukan mall".

"Halah, harusnya dibolehin lah kami ini dari jauh. Harusnya ibu bela kami tadi."

Haa? saya makin emosi dengarnya. Pertama, dia yang salah karena sudah dibilangin baik-baik jam berkunjung habis tapi masih juga maksa. Kedua, dia nyalahin saya yang padahal cuma lewat. Kenal nggak, apa coba kepentingan saya ngebelain dia. 

Emosi saya makin tersulut jadi saya juga balas dengan nada tinggi "Heh, sudah dibilangin baik-baik sama petugas yang tadi kalau jam berkunjung habis malah ngeyel. Nyalahin saya pulak, tahu nggak ini sudah jam pulang pegawai? saya cuma lewat kenapa situ marahin saya?!"

Mungkin dia agak keder ngelihat saya yang emosi, terus dia minta maaf tapi masih tinggi gitu nada suaranya "YA UDAH, MAAF. JANGAN DIPERPANJANG". "HEh, yang mulai duluan tuh, situ!"

Model begini, ditampol jangan?

Saya naik lagi ke atas motor dan pergi. 

Saya bilang ke suami saya nggak salah kan, saya benar-benar refleks karena tersulut emosi. Nggak ada maksud mempermalukan suami karen berantem di pinggir jalan. Untungnya suami saya menenangkan dan bilang memang saya nggak salah. 

Mungkin perempuan waktu itu lagi sensi akut karena udah sembelit tujuh hari. YHA. Husnudzon saja. 

Mungkin dia kesal karena nggak dibolehin masuk berkunjung ke lapas, tapi dia nggak berani marah ke petugas penjaga pintu utama karena teman saya itu laki-laki dengan postur badan tinggi besar. Tapi ya NGGAK PERLU LAMPIASIN KE SAYA YANG CUMA NUMPANG LEWAT DONG!

Nggak habis pikir saya ketemu orang yang begitu lagi. Mimpi apa coba semalam. 

Saya yang biasanya bisa nahan kesal di depan orang, hari itu benar-benar out of control. Entah karena dorongan saya nggak merasa salah dan saya nggak ingin dia semena-mena ngatain petugas lapas nggak punya hati. 

Sampai di rumah saya ketawa, ternyata kalau kepepet saya juga bisa ya marah-marah begitu sama orang. Nggak apalah, toh bukan saya ini yang cari masalah duluan. Meskipun ada sedikit rasa sesal karena menurut saya marah bukan hal yang baik apalagi di pinggir jalan umum -_-".

Semoga jadi pelajaran sama masyarakat awam yang baru pertama kali ke Lapas. Secara logika saja, Lapas adalah tempat penampungan dan pembinaan orang yang bermasalah hukum. Nggak mungkin dibebaskan kunjungan 24 jam sehari. 

Saya masih nggak ngerti sama orang yang ngeyel maksa masuk disaat jam kunjungan habis dan marah-marah saat barang dan badannya diperiksa. Padahal ini prosedur. Hal yang sama kalau kita ke bandara bahkan ke beberapa mall besar. *urut-urut kening* 

Saya juga sudah memaafkan perempuan itu. Kalau memang dia datang lagi ke Lapas tempat saya bekerja sesuai dengan jam kunjungan, dan kebetulan saya lagi piket tentu saya akan layani dengan baik sebagaimana pengunjung lainnya. 

Kita do'akan juga bersama, sembelitnya cepat sembuh.


Kalau kalian jadi saya, reaksi apa coba yang dilakukan kalau mengalami kejadian serupa?

8 comments:

  1. ado yang videokan dak Mbak, saat adu omongannya ? kalau ado video youtubenya,mmmmm saya yakin,,,, Mbak akan dibela Netizen, termasuk saya.

    Mbak tidak salah, cuma menjelaskan kebenarannya.

    Wajar saja tersulut emosi, saya juga kalau dibuat seperti itu, pasti marah juga, terkadang perlu juga melihatkan wajah garang nan seram klu ketemu yang model seperti itu, agar orang jadi Takut.

    kesokan harinya apakah ketemu lagi dng Mbak.... ?

    ReplyDelete
  2. Sabar, diem redam dengan wudhu dan istigfar

    ReplyDelete
  3. sabar ya Mba, kita emang perlu banyak stok sabaar

    ReplyDelete
  4. Hihihihi

    Yaaaa, namanya juga orang awam
    Terkadang emang gitu ya, udah tau aturannya, malah udah diingetin juga, ttp aja ngeyel dan mau sesuka hatinya sendiri

    Btw kalau kerjanya di wilayah keras begitu sih menurutku kita emang emsti punya mental yang jauh lebih keras sih ^^" Biar nggak disepelein sama siapapun, baik penghuni maupun pengunjung

    ReplyDelete
  5. Sabar mba semua ada pembalasan nya :D

    ReplyDelete
  6. Sabaar..emang ngeseliin yaa ada yang seenaknya gitu..rasain disemprot deeh..

    ReplyDelete
  7. kadang saya sabar ,enghadapai orang seperti itu kadang juga ngamuk, sesuai dg mood hati saja

    ReplyDelete

Silahkan komentar dengan nada positif, no SARA. Terimakasih ^^