Sunday, February 25, 2018

IDN Times Menjawab Kebutuhan Informasi Milennial dan Gen Z


Sering nggak sih kita baca atau dengar istilah Milennial dan Gen Z? Sebenarnya makhluk apa pula itu? Gen Z siapanya Gen Halilintar? Apakah kita para "mahmud macan terong" (mamah muda manis cantik tegar dan setrong) ini juga termasuk bagian dari generasi tersebut? *check KTP*

Generasi Millennial adalah sebuah istilah yang populer menggantikan istilah generasi Y (Gen Y).  Gen Y adalah cohort (kelompok demografis) yang lahir setelah Generasi X atau disebut ABG (Angkatan Bapak Gue).  Menurut para peneliti sosial, Millennials ini adalah mereka yang lahir pada rentang tahun 1980an - 2000an. Sedangkan Generasi Z adalah generasi setelah Generasi Y, yang didefenisikan sebagai orang-orang yang lahir dalam rentang tahun kelahiran 1995 sampai 2014.

Melihat dari pengertiannya saya termasuk generasi Millennial. Generasi yang sudah akrab dengan televisi berwarna dan remote kontrol. Meski kecanggihan teknologi terutama smartphone baru ditemui ketika remaja tapi Milennial dengan mudah mereka beradaptasi. Generasi ini  nggak canggung dengan teknologi. Beda dengan generasi sebelumnya yang terkesan terbata-bata dalam memahami teknologi. 

Gen Z dan Millennial sangat erat kaitannya, karena banyak dari Gen Z merupakan keturunan dari Generasi Millennial. Gen Z malah lebih cepat akrab dengan teknologi karena sudah terbiasa dengan smartphone dan internet sejak kecil. Intinya bagi Gen Z, teknologi bukan lagi sesuatu yang membuat mereka terkagum-kagum. Bagi mereka teknologi merupakan bagian dari keseharian.

Akrab dengan teknologi

Sayangnya people jaman old justru melabeli pandangan negatif terhadap Millennial dan Gen Z. Mereka menganggap generasi kita adalah generasi yang inginnya serba instan, nggak peduli dengan proses karena terbiasa dengan kecanggihan teknologi yang serba cepat.

Kita juga dianggap generasi yang nggak mengenal kerja keras, tahunya hanya ingin eksis dan bergaya. Nggak peduli orangtua mereka ternyata di kampung nyangkul sampai pinggang encok, yang penting dimata warganet mereka terlihat kekinian.

Padahal nggak semua Millennial dan Gen Z seperti itu lho, justru akrabnya kita dengan teknologi membawa dampak positif dan perubahan besar bagi masyarakat di Indonesia. Jadi please, jangan hanya meanggap bahwa generasi kami adalah generasi pembuat masalah.



Kalau mau mengikuti perkembangan jaman now, banyak lho Milennials dan Gen Z yang sukses dengan memanfaatkan teknologi, berikut beberapa kiprah mereka yang memberikan manfaat luas bagi banyak orang.


Membangun Start-UP

Pada tahu Gojek kan? Aplikasi layanan jasa berbasis online. Kalau dulu mau nyari ojek kudu nunggu di pinggir jalan, tangan melambai-lambai, bonus keringatan kalau lagi panas terik. Sekarang mah nggak perlu lagi seperti itu, cukup klik-klik dari smartphone dan tunggu sebentar, abang Gojek pun setia antar jemput. Gebetan aja kalah sama mang ojol (ojek online).


Nadiem Makarim (Image Source : Here)

Pendiri Gojek, Nadiem Makarim merupakan pria kelahiran 4 Juli 1984 dan berasal dari Pekalongan. Nadiem termasuk Milennial yang sukses mengubah hidup banyak orang, bahkan dari Gojek ribuan mitranya bisa menghidupi keluarga dengan lebih layak. *applause*.

Itu cuma salah satu contoh ya, banyak kok Milennial dan Gen Z yang sukses berkiprah dengan memanfaatkan teknologi. Googling aja ya, wa'.


Sukses Bisnis di Usia Muda


Source : here


Jaman dulu kita tahunya bahwa membangun bisnis itu butuh modal besar, atau paling nggak banyak menguras tenaga dan waktu. Eits, sekarang stigma itu sudah nggak berlaku lagi. Milennial dan Gen Z yang akrab dengan internet, memanfaatkannya menjadi ladang penghasilan dan lapangan pekerjaan.

Mereka paham betul bahwa internet bisa menjadi peluang yang menghasilkan, namun nggak keluar banyak modal. Cukup bermodalkan internet dan smartphone, sudah bisa membuka bisnis online. Hal ini membuat generasi ini bisa lebih cepat mandiri dalam hal finansial.

Menciptakan Profesi Baru

ku ingin jadi selebgram. (source : google image)


Dulu bapak ibu kita akan mengajarkan anaknya untuk menjadi profesi umum seperti PNS, Karyawan, atau Pengusaha. Sekarang, profesi tersebut dianggap terlalu mainstream bagi Milennial dan Gen Z. Profesi seperti Selebgram, Youtuber, Content Creator, Pegiat Start Up, menjadi pekerjaan yang lebih relevan dan menyenangkan bagi mereka. 


Nggak usah jauh-jauh deh, saya ini seorang PNS tapi saya akui blogger merupakan profesi yang menyenangkan karena saya bisa mengasah kreatifitas tanpa batas dengan menulis. Kalau di kantor, semua sudah ada aturan bakunya.

Nah, mau nggak mau Milennial dan Gen Z sekarang memang menguasai pasar digital. Namun apakah kita semua bisa menjadi generasi jaman now yang sukses? Eits, nggak ada kesuksesan tanpa kerja keras dan ilmu pengetahuan yang memadai. Milennial dan Gen Z harus berwawasan luas dan update dengan isu-isu yang sedang menjadi trending topic.


Pernah baca-baca artikel di IDN Times? Bagi kamu-kamu yang suka baca artikel di Line Today pasti nggak asing karena banyak artikel disana diambil dari website IDN Times.

IDN Times adalah media online yang menyajikan konten worth-sharing yang trending dan relevan untuk generasi muda Indonesia. Dilatarbelakangi oleh kejenuhand engan penyajian media konvensional yang kurang menjawab kebutuhan para pembaca muda, IDN Tmes lahir untuk menghadirkan konten kreatif dengan sudut pandang dan cara penyajian yang berbeda dari media konvensional.

IDN Times menggunakan banyak visual, video, list, dan humor dalam penulisan artikelnya. Topik yangdipilihpun sangat relevan dengan generasi muda Indonesia.

Visi dari IDN Times adalah menjadi media online yang menghubungkan dan menyuarakan generasi muda di Indonesia melalui konten yang worth-sharing.

IDN Times semacam menjawab kebutuhan Milennial dan Gen Z yang haus akan informasi yang kekinian dan juga akurat. Karena ada banyak kategori artikel yang disajikan. Mulai dari dunia hiburan, humor, hal-hal yang sedang viral, perjalanan, bisnis, teknologi, ilmiah, otomotif, pendidikan, karir, kreatifitas, komunitas, dan berita. Lengkap banget, kan.





Dengan kategori artikel yang lengkap membuat kita nggak perlu bolak balik ke situs lain untuk mencari informasi yang kita inginkan. Website IDN Times membantu banget untuk saya pribadi yang nggak suka nonton TV. Jadi segala informasi terupdate bisa saya dapatkan dari artikel-artikel di IDN Times.

Saya juga senang banget IDN Times menyajikan rubrik berita sehingga anak-anak muda nggak hanya bisa merasa gaul dengan hal-hal kekinian, tapi juga update dengan kejadian yang terjadi di negara ini.  Gaya bahasa yang disajikan pun gampang dimengerti. Lebih penting lagi, IDN Times menentang keras berita-berita hoax.


Oh ya untuk kita-kita yang suka menulis, IDN Times menyediakan wadah khusus yang bernama IDN Times Community. 


IDN Times Community merupakan platform menulis dari IDN Times untuk generasi millennial Indonesia yang memiliki hobi dan ketertarikan di dunia tulis-menulis. IDN Times Community dibuat agar kegemaran menulis yang dimiliki oleh generasi millennial Indonesia tidak hanya menjadi sekadar hobi, tapi akan mendapatkan apresiasi lebih.

Bayangkan tulisan kita juga mempunyai kesempatan untuk dibaca dan di-share oleh jutaan warganet. Tambahan lagi, IDN Times akan menyiapkan imbalan hadiah / reward untuk penulis. Nah para blogger bisa banget mengirimkan tulisannya, siapa tahu justru membuka karir yang lebih cemerlang sebagai penulis.

Meskipun siapa saja bisa menulis di IDN Times Community, tapi tetap ada aturan yang harus dipatuhi. Diantaranya adalah membuat konten yang original (dilarang menulis artikel HOAX), kalaupun ada kutipan atau gambar pendukung yang diambil dari sumber lain, maka harus mencantumkan sumber dengan jelas. Sehingga semua artikel di IDN Times dapat dipertanggungjawabkan. 

Ada lagi yang membuat saya menyenangi IDN Times sebagai bahan bacaan informasi yang akurat dan kekinian, yaitu websitenya yang ringan diakses. Mau diakses lewat PC atau Smartphone, sama-sama nggak bikin lemot. Mau baca lewat aplikasi, tinggal download di playstore. Semudah itu meraup informasi dalam genggaman.



Masih haus akan informasi dan hiburan? Tenang, IDN Times juga punya 11 channel keren dengan berbagai topik yang pas untuk Milennial dan Gen Z. Salah satu yang saya sukai karena saya adalah seorang ibu adalah channel PopMama, website yang banyak menyajikan artikel tentang gaya parenting khususnya Milennial mama.




Kalau bisa disimpulkan, berikut beberapa hal yang membuat saya merekomendasikan IDN Times sebagai bahan bacaan wajib Generasi Milennial dan Gen Z :

❤️ Kategorinya banyak dan lengkap

Mau baca berita ada, mau tahu hal-hal yang sedang viral ada, mau nyobain resep-resep kekinian juga ada. Lengkap deh, cuma biro jodoh aja yang belum ada kayaknya 😝.

❤️ Anti Hoax dan provokasi

Paling nggak suka portal media yang isinya hoax dan mengadu domba. Sedangkan IDN Times melarang keras penulisnya untuk menulis berita hoax. Judul-judul artikelnya juga nggak terkesan provokatif. Jadi layak untuk dibagikan ke semua media sosial.

❤️ Ringan diakses

Ini penting banget bagi saya, soalnya suka malas mau baca artikel tapi websitenya lemot. Mood membaca jadi hilang kalau begitu. Syukurlah Idn Times websitenya ringan untuk diakses, tampilannya juga simple dan menarik. Satu lagi, nggak ada iklan pop up yang bikin gengges.

❤️ Gaya bahasa yang ringan namun nggak alay

Kenapa banyak Milennal dan Gen Z nggak suka baca koran? karena selain ribet salah satunya adalah bahasa yang cenderung kaku. Nah IDN Times sangat mengerti akan hal itu. Makanya artikel-artikelnya ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dipahami namun nggak alay juga.

❤️ Ada Wadah Untuk Menulis

Melalui IDN Times Community, setiap orang berhak untuk turut menyuarakan informasi dari para Milennial dan Gen Z. Selain bisa menyalurkan hobi, kita semua juga bisa mendapatkan penghasilan.


***


Penting banget bagi Millennial dan Gen Z untuk cerdas memilih bacaan guna menambah wawasan di era serba digital ini. Jangan sampai ngakunya anak muda jaman now tapi malah kudet (kurang update) dan mudah diadu domba Jadikan internet dalam genggaman untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Kalau kalian suka nggak baca artikel di IDN Times? Share di kolom komentar, ya. 😃


Sumber refrensi :

-www.idntimes.com
-jurnalcowok.com
-wikipedia

Gambar :
- google image
- IDN Times

Ilustrasi :
Penulis (Enny Luthfiani)








17 comments:

  1. Alhamdulillah bersyukur saja sih ya mba mau lahir di generasi manapun asal tetap bijak dan mengharumkan nama bangsa🎶🌸

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mba, setiap generasi pasti ada plus minusnya :)

      Delete
  2. Bener banget tuh,harus cerdas dalam memilih dan memilih platform bacaan. Jangan sampe terperangkap dalam isu dan hoax. Kyknya IDNtimes bisa menjadi salah satu pilihan ya, keren. Saya biasanya baca di techinasia kalo masalah startup, tapi kyknya bakalan nambah satu nih IDNtimes ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tul mas, makin banyak refrensi makin bagus. Semoga kita menjadi milennial yang sukses di bidang masing masing.

      Delete
  3. byuuh mahmud macan terong ada lagi istilahnya mbaaa :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hha siapa tahu jadi viral ngalahin slogan syahrini

      Delete
  4. anak anak sekarang paling pinter bikin istilah,,tapi kadang menonjolkan hal yang terlewat batas...misal anak sekarang sudah tidak ada yang tau lagu balonku...pelangi...kalo suruh nyanyi didepan kelas pasti ,,"akurela pergi pagi pulang pagi hanya untuk mencari rezeki" hadehhhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. masnya guru kah? hehe. Tapi harus diakui, jaman sekarang penyanyi cilik juga udah jarang. Kalaupun ada lagunya bukan lagu anak-anak kayak dulu.

      Delete
  5. Ini job review dari idntheme kah kak? ato cuma pengen nulis aja :d

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lg ada blog competion ya, bantu up deh :D

      Klo boleh ksih saran, ni ads nya masih bisa di optimalkan lg, peningkatan jumlah ads dan peletakannya :D

      Delete
    2. Makasih,mas. Tapi karena ini blog personal takutnya pembaca nggak nyaman kalau kebanyakan. Memang selama ini penghasilan cukup besar saya dari blog adalah kompetisi seperti ini :D

      Delete
  6. wihh..kerenn nih....ada istilah mahmud terong macan..wkwkwkwk

    ReplyDelete
  7. Mantap jadilah pembaca cerdas dengan cerdas memilih situs berita yang terverivikasi

    ReplyDelete
  8. Hai, Mbak, keren, nih tulisannya.
    Soal IDN Times dah tahu namun lom ke sana, hehe. Dianjurin teman untuk kirim rulisan juga namun lom tahu kayak apa. Maklum masih kudet, baru OL di di rumah lagi setelah hatus 3 tahun lebih.
    Saya mah generasi X. yah sesuai drakor "Gentleman Dignity". Cuma bersyukur dah pernah ngerasain gimana serunya baca koran meski ada kakunya, dari kecil sampai dewasa. Sekarang media massa cetak lagi alami senjakala, ya. Generasi terkini beralih ke media daring yang lebih kekinian.
    Salam kenal, Mbak. Makasih dah mampir di blog saya minggu lalu dan ngasi saran tocker untuk diaplikasikan. Da saya mah kudet, hehe.

    ReplyDelete

Jalan-jalan ke rumah caca, mampir sebentar beli kedondong, jangan cuma dibaca, kasih komentar juga dong.