Pengalaman uang di rekening hilang, padahal tidak melakukan transaksi.

Wednesday, September 20, 2017

Sebenarnya saya nggak mau cerita ini, tapi kemarin kakak kandung saya menelpon dengan suara yang lemes dan kedengaran mau nangis karena uangnya hilang juga di rekening padahal dia ngerasa nggak melakukan transaksi senilai uang yang hilang.  Gara-gara itu saya jadi flashback dan mau sharing supaya bisa jadi pelajaran untuk orang lain.




 *catatan : Saya tidak akan menyebutkan nama Bank tersebut karena takutnya malah jadi pencemaran nama baik padahal niat saya hanya ingin sharing*


Saya punya dua rekening dari bank yang berbeda kita sebut saja bank A dan bank Z. Dua-duanya ada kartu ATM karena saya orangnya nggak mau ribet kalau transaksi harus ngantri di bank. Rekening A adalah rekening gaji bulanan saya sebagai PNS. Otomatis banyak transaksi setiap bulannya, baik transfer atau tarik tunai.

Saya sudah lima tahun punya rekening A ini, sehingga transaksi saya sudah banyak baik di daerah tempat tinggal saya sendiri maupun luar kota. Saya orangnya nggak pernah curigaan gitu jadi kalau transaksi di ATM mana aja yang ketemu, baik di ATM yang dijaga satpam, ATM di minimarket, ATM di pinggir jalan yang nggak ada petugas jaganya sama sekali. Karena saya pikir setiap mesin ATM pasti punya sistem keamanan yang baik bagi setiap penggunanya.

Begitu juga dengan rekening Z. Bedanya, ATM Z ini nggak sesering saya pakai seperti  ATM A. Walaupun transaksi penggunaan ATMnya juga udah dimana-mana yang saya sendiri nggak ingat detail lokasi setiap transaksi.

Ceritanya, di awal bulan Juli saya ingat saldo di rekening Z itu kira-kira 200ribuan.  Kemudian saya transfer dari rekening A saya ke rek Z sebesar Rp1.500.000 untuk belanja keperluan anak saya di pertengahan bulan nanti karena kami akan ke kota. Saya tinggalnya di  kabupaten Tebo yang jaraknya 4-5 jam dari kota Jambi. Disini barang-barang bayi tentu nggak selengkap di kota. Makanya karena ada moment saya mau ke kota Jambi jadi sengaja saya sisihkan sebesar itu untuk belanja.

Kemudian masih di awal juli saya belanja baju online sebesar Rp315.000 dan sudah transfer. Ternyata penjualnya ngabarin bahwa ukuran yang saya pesan habis. Akhirnya saya memilih untuk refund saja, dan saya minta direfund ke rekening Z karena saya pikir nggak jadi beli baju uangnya ditabung ajalah untuk beli keperluan anak nantinya.

Jadi kalau ditotal kira-kira uang saya kurang lebih di Z senilai Rp2.015.000

Salahnya saya dari semenjak transfer di awal saya nggak ngecheck saldo, saya hanya mengandalkan ingatan aja.

Lanjut, sebelum ke kota Jambi saya ada transaksi transfer ke teman sebesar Rp200.000 dengan bank yang berbeda otomatis kena biaya admin Rp6.500 . Jadi seingat saya sisa saldo berarti sekitar 1,7jt-an.

Waktu berlalu akhirnya saya ke kota Jambi, tiba saatnya mau narik uang.  Saya langsung narik 1.500.000 di rek Z melalui mesin ATM di pinggir jalan tapi gagal katanya saldo tidak mencukupi. Saya kaget dong karena seingat saya saldonya masih 1,7jutaan. Buru-buru check saldo ternyata tinggal 500ribuan.

Reaksi saya kaget campur bingung 😦.

Langsung ngomong sama suami, suami nyuruh ingat-ingat apa saya ada narik atau transfer sebelumnya?

Saya ingat betul transaksi terakhir saya, adalah transfer ke teman sebesar 200ribu aja dan nggak salah input nominal karena kertas bukti transfernya masih ada dan benar saya transfer cuma 200ribu. 

Selebihnya ATM tetap di dalam dompet.

Saya sampai nyoba check di atm lain tetap hasilnya saldo saya berkurang.  Karena panik saya tarik aja sisa uangnya. Tapi gara-gara itu pas saya cetak mutasi via atm yang keluar ya transaksi biaya admin check saldo, sama penarikan sisa uang saya. Jadi nggak tahu transaksi sampai uang saya hilang sekitar 1,2juta itu.

Mau cetak mutasi di buku tabungan, bukunya ketinggal di Tebo. Di Tebo pun nggak ada bank Z. Karena waktu bikin dulu memang ketika saya masih tinggal di kota Jambi. Jadi saat itu saya hanya bisa pasrah, hiks.

Saya pernah baca berita kejadian seperti ini sebelumnya di internet  dan ada juga di tv tapi nggak nyangka kejadian di saya.

Mungkin uang saya nggak sebanyak korban lain yang sampai ratusan juta, tapi bagi saya itu cukup besar apalagi uangnya mau dipakai beli keperluan anak. Sedih, akhirnya cuma beli sepatu untuk Mukhlas karena sisanya untuk uang bensin dan makan sambil menunggu gajian selanjutnya.

Tapi sebagai makhluk Allah saya anggap ini mungkin teguran, mungkin sedekah saya kurang, atau ada harta syubhat, sehingga Allah bantu bersihkan dengan cara seperti ini.

Setelah saya browsing-browsing, kejadian seperti ini bisa jadi merupakan “Skimming Cryme” atau kejahatan Skimming ATM. Tekniknya, pembobol rekening itu mencuri data-data kita terutama pin ATM untuk kemudian mereka pakai kartu ATM yang sudah dimodifikasi dan pinnya sesuai pin atm kita. Selanjutnya mereka tinggal melakukan transaksi transfer ke rekening lain atau penarikan di tempat berbeda. Jadi kalau mau protes ke pihak Bank pun sulit karena pihak Bank punya catatan transaksi resmi seolah-olah memang kita sendiri yang melakukan transaksi tersebut.

Coba deh googling, kejadian ini sudah buanyaaaaak. Kerugiannya beragam mulai dari ratusan ribu sampai ratusan juta. Jenis banknya pun bukan hanya itu-itu saja, tapi beragam.


ini salah satu contonhnya


Bahkan saya menemukan blog dari mantan pegawai bank yang cerita sewaktu dia kerja complain kasus seperti ini sudah sering dia temukan. Dia juga ngasih tahu apa itu skimming, bagaimana modusnya, dan bagaimana mencegahnya. 



Sampai saat ini saya juga bingung. Anggaplah memang data nasabah dicuri termasuk pin ATM yang terekam dari kamera tersembunyi yang sudah disiapkan pembobol di ATM-ATM yang tidak di jaga satpam. Tapi apa sistem di mesin ATM nggak bisa mengenali mana kartu asli dan palsu?

Oh iya ini ada materi edukasi yang dibikin CommonWealth Bank tentang modus dimana para pembobol meletakkan kamera tersembunyi untuk merekam pin kita. Gilaaak, memang di tempat yang kadang kita nggak nyadar, apalagi kalau lagi buru-buru mana sempet sih mau raba-raba sisi kanan-kiri mesin atmnya untuk cari ada kamera tersembunyi atau nggak? Huft.





*👉selengkapnya bisa klik link ini *

Jadi gimana nasib uang saya yang hilang?

Saya ikhlaskan saja, berikut beberapa alasan kenapa nggak saya complain atau urus ke pihak bank Z:

·        💁Saat itu saya di kota Jambi, buku tabungan di Tebo, bank Z terdekat hanya ada di kabupaten Bungo (1-1,5 jam). Jam kerja bank dari senin-jum’at membuat saya nggak bisa urus meski hanya ke kabupaten sebelah karena saya juga bekerja senin-sabtu.

·         Kalaulah saya cetak mutasi di buku rekening, ternyata memang ada transaksi sebesar uang saya yang hilang bagaimana membuktikannya bahwa bukan saya yang melakukannya? Mau ngotot bilang bahwa atm di dompet nggak diapa-apain tentu pihak bank nggak semudah itu percaya.

Padahal memang saya hanya tinggal bertiga dengan suami dan anak yang masih bayi. Suami mempercayakan semua keuangan di  saya. Saya tau banget dia tipe yang kalau perlu uang akan bilang ke saya, nggak mungkin dia ambil diam-diam apalagi dia tahu itu untuk beli keperluan anak.

Nominal uangnya memang cukup besar tapi nggak sebanding kalau saya ngotot ngurusnya bahkan sampai ke kepolisian. Karena pasti memakan biaya, waktu dan tenaga. Kecuali ya kalau saya kayak korban lain yang sampai ratusan juta, ke pengadilan pun hayok hahaha.

·        💁Saya sudah sering transaksi di ATM mana saja, kalau memang saya korban skimming gimana mau nyalahin pihak bank kan?

Nah hari ini, kakak kandung saya tiba-tiba menelpon dan ngabarin juga kalau uangnya hilang di rekening A sebesar 800ribu. Rekening ini memang jarang dipakai, entah kenapa dia mindahin uangnya 1,5 juta dari rekening biasa ke rekening ini untuk bayar-bayar listrik dan belanja.

Pas mau bayar listrik di ATM, dia check saldo dan tinggal 700ribuan aja. Kaget, sedih, bingung, dia nelpon saya dan cerita bahwa ingat banget nggak melakukan transaksi apapun setelah nabungin 1,5jt di rekening itu.

Posisinya sekarang lagi di luar kota dan buku tabungannya di rumah, nunggu hari senin untuk lapor ke bank. Kalau ada perkembangan kejadian kakak saya ini, nanti saya update lagi ya.

Berdasarkan pengalaman saya, kakak saya, dan browsing-browsing berita orang yang mengalami kejadian serupa saya punya beberapa tips agar kejadian ini nggak terulang lagi.

1      💁Selalu rutin check saldo, kalau perlu catat di buku atau note handphone

Kebiasaan kita yang transaksi baik nabung ataupun narik uang tanpa check saldo biasanya jadi sasaran empuk hacker atau pembobol. Saat kita “ngeh” uang berkurang, kita nggak bisa memastikan apa memang hilang atau kita sudah pernah narik/transfer tapi lupa.

        💁Transaksi di ATM yang ada satpam atau ATM di dalam bank
Karena kecil kemungkinannya ada pembobol yang bisa masang kamera tersembunyi kalau dijagain satpam.

3.       💁Jangan kasih tahu pin dengan siapapun

Sebenarnya saya sendiri saling tahu pin atm dengan suami tapi kalau bisa lebih baik cukup diri sendiri yang tahu. Jadi kalau ada masalah pas complain ke bank pun kita bisa menguatkan argumen bahwa hanya pemilik rekening yang tahu pin atm.

4.       💁Bedakan rekening tabungan, belanja, dan bisnis

Kebiasaan buruk saya adalah memakai dua atm yang saya punya untuk semua keperluan, ya untuk nabunglah, untuk bayar-bayar, belanja online, gesek debit di supermarket, dll. Padahal dengan seringnya transaksi seperti itu lebih besar kemungkinan pembobol mencuri data kita.

Jadi kalau mau nabung yang benar-benar nabung, bikin rekening tanpa atm. Mungkin ribet tapi bisa meminimalisir kejahataan skimming ATM.

5.       💁Jaga keamanan password handphone

Jaman canggih kayak sekarang semua transaksi bisa via handphone, tapi gimana kalau handphone kita hilang? Dicuri orang? Apalagi banyak kan yang nulis pin e-bangkingnya di dalam draft note di handphone.

Kalau bisa sih cukup simpan passwordnya dalam ingatan, kalau handphone hilang segera telp call center bank dan minta pemblokiran transaksi.

6.       💁Sedekah dan berdoa

Nah kalau usaha dan ikhtiar sudah dilakukan, tentu kita berharap kepada Dia yang pemberi harta untuk menjaga harta yang Dia titipkan kepada kita.  Saya yakin setiap kejadian pasti ada hikmah yang Allah SWT berikan. Dengan sedekah dan berdoa semoga harta yang kita miliki menjadi berkah, dan yang hilang Allah ganti dengan yang lebih baik. Amiin. 

Semoga nggak ada lagi korban seperti saya dan yang lainnya karena berapapun nominalnya uang tersebut pasti dikumpulkan si pemilik dengan susah payah. 

Kalau ada yang ngalamin kejadian serupa, share di kolom komentar ya 👍😊


29 comments:

  1. Ya Allah semoga dapet ganti yang lebih baik Mak, klo saya ga pk mbanking n ebanking

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah mba memang Allah sudah beri gantinya, iya kudu hati-hati dalam setiap transaksi

      Delete
  2. untuk kasus skiming ini aq pikir aneh juga loh mbak, kok bisa sampe sekarang nggak hilang-hilang, padahal kan mesin atm selalu di datangi oleh petugas yg isi/ambil uang di mesin atm yah, masa gak menemukan itu kamera2 yang ditempel sm oknum2 tak bertanggung jawab.

    ReplyDelete
    Replies
    1. check nya kan berkala mba, mingguan atau bulanan, mungkin penjahatnya memanfaatkan rentang waktu tersebut. Saya yakin mereka sudah observasi sebelumnya.

      Delete
  3. Artikel dr pengalaman mbk sayang membntu bnget mbk. Mksh infonya mbk...semoga untk selnjutnya kita bs lebh hati2 lgi.

    ReplyDelete
  4. Waduuuuh semoga diganti dg yg lebih baik ya. Aku sekarang juga parno, nggak pernah ngambil uang di ATM sembarangan. Kemarin sempat kesel dg peringatan BI agar menolak gesek 2x di kasir supermarket. Kok ya baru sekarang ngasih taunya, kita belanja udah kemana-mana bertahun-tahun pake debet. Aku yg sering lupa cek saldo terakhir itulah. Kalau habis gajian bisa aja kan nggak terasa diambil 200rb. Kalau tanggal tua na itu baru terlihat berkurang 10rb aja. Terima kasih diingatkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah itu dia mba, saya juga udah debit kemana-mana. Kita nggak bisa ngandalin sistem bank aja kudu hati-hati juga dalam penggunaannya

      Delete
  5. saya juga pernah mba ngalamin saldo tabunganyg berkurang, kejadiannya kurang lebih pas lebaran idul fitri tahun kemaren yg trafik penggunaan atm lagi kenceng.
    kebetulan ambilnya di banknya langsung ada satpam, trus tanya2 disuruh ke cs.
    alhamdulillah seminggu setelah buat laporan ke cs saldo kembali.

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh kalau itu mungkin lagi gangguan aja mas bukan termasuk kejahatan skimming

      Delete
  6. wah hsr hati2 ya, duh jadi agak ngeri juga ya

    ReplyDelete
  7. anjay gak sampe liat kek gitu, wah harus hati hati ini

    ReplyDelete
  8. alhamdulillah saya belum pernah ngalamin hal ini dan berharap gak pernah kejadian juga. Tapi seumur-umur saya pake ATM, saya pernah dengar kejadian serupa dari teman katanya uangnya bablas ratusan juga.Jelb banget dengarnya, setelah di telusuri ternyata ada aktifitas gelap di transaksinya, seperti transfer dan penarikan dalam jumlah besar di beberapa lokasi. Kalau kayak gini keamanan ATM kita perlu ditingkatkan lagi nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tuh kan, I'am not alone huhu kasian yang sampai ratusan juta begitu. semoga kedepannya ada sistem keamanan yang lebih ketat dari pihak bank.

      Delete
    2. di beberapa bank ada yang nawarin kode verifikasi mbak, jadi ketika password dah masuk, nanti dikirimin kode verifikasi lewat hape. Nah setelah itu kita masukin lagi kodenya. Emang sih keliatannya ribet tapi boleh dicoba tuh demi keamanan.

      Delete
  9. untuk selalu cek saldo itu bener mbak. Aktifkan saja internet banking. Jadi bisa pantau walau buka browser dr gadget. Sekaligus mantau prngeluaran bulan lalu dan skarang.
    Jadi begitu ada yg aneh, langsung bisa tau...

    Dan aktifkan juga sms banking. Jadi transaksi yg besar lebih dari 1 juta bisa ada sms. Itu kalo di mandiri sih. Kayanya kalo BRI/BNI sekecil apapun dpt sms.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba, salah saya di rekening yang hilang uangnya itu nggak pakai m bangking huhu

      Delete
  10. membuat rekening berbeda antara bisnis dan pribadi nih yang harus dilakukan. jadi hafal kalau uang telah diambil berapa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget, saya pernah kecampur dan itu riweh banget jadinya.

      Delete
  11. Udah banyak kejadian kayaknya ya. Semoga diganti dengan yang lebih baik :)

    ReplyDelete
  12. Teman saya juga mengalami yang seperti ini. Terus setelah itu sms bankingnya disetting di limit terendah, jadi tahu kalau ada penarikan. Tapi sudah beberapa tahun lalu kejadiannya.
    Mesti lebih hati-hati nih ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. oh bisa diatur ya limitnya, makasih mba infonya.

      Delete
  13. Aku kok jadi takut ya mbak. Makasih sharingnya mbak. Kan uang memang susah dicari kalo hilang gitu aja rasanya gimana gitu.

    ReplyDelete
  14. Aku kok jadi takut ya mbak. Makasih sharingnya mbak. Kan uang memang susah dicari kalo hilang gitu aja rasanya gimana gitu.

    ReplyDelete
  15. Baca tulisan + komen2nya jadi khawatir. Mau bikin m banking juga ah..

    ReplyDelete
  16. Masya Allah sedihnya..
    Jadi serba salah ya..pake ATM ada kamera nakal, pake internet banking pun juga kadang masih bisa di hack..semoga nggak kejadian lagi ya mbak yang kayak gini ini..

    ReplyDelete
  17. Alhamdulillah saya gak pernah ngalamin ini, jangan sampe deh. Serem juga ya mba. Saya juga ada 3 atm, satu buat gajian, satu buat blog dan satu buat cicilan. Kalo saya begitu selesai transaksi lewat atm, langsung acak pin.

    Semoga gak kejadian lagi ya mba Duduk Paling Depan

    Tapi anehnya, gak semua saldo kita hilang ya, hanya sebagian saja.

    ReplyDelete

Silahkan komentar dengan nada positif, no SARA. Terimakasih ^^

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS