Memaafkan Diri Sendiri

Friday, June 23, 2017

Bulan Ramadhan akan segera berakhir dan akan disusul dengan hari kemenangan di bulan Syawal, momen yang pas untuk saling meminta maaf dan memaafkan.

Namun sudahkah kita memaafkan diri sendiri?

Kedengaran aneh?

Mungkin bagi sebagian orang meminta maaf dan memaafkan itu sulit terlebih jika ada luka yang membekas di hati. Namun bagi sebagian lain, memaafkan diri sendiri itu lebih sulit. Seringkali trauma di masa lalu masih terbayang-bayang hingga sekarang.

Saya pernah di posisi dimana rasanya susah untuk memaafkan diri sendiri. Terus terusan menyalahkan diri ini karena sudah melakukan kesalahan yang seharusnya nggak saya lakukan.

Terlebih saya nggak bisa cerita ke siapapun. Di depan orang lain saya berusaha terlihat biasa biasa saja, terlihat ceria tanpa beban. Tapi kalau sudah sendirian bawaannya pengen nangis aja, huhu.

Di titik itu sampai saya ngerasa malas untuk memikirkan masa depan dalam artian dengan kesalahan yang saya lakukan apakah saya tetap bisa punya masa depan yang baik?


Memang butuh waktu sampai saya menemukan jawabannya.


Karena nggak bisa cerita ke siapapun saya ceritanya ke Allah. Saya yakin DIA mampu memberikan solusi. Dengan mendekatkan diri kepadaNya saya dapat ketenangan hati sehingga bisa berfikir jernih.

Setiap orang pasti pernah berbuat salah baik itu sengaja atau nggak, baik itu kesalahan kecil atau besar.
Lantas jika pernah berbuat salah apakah seseorang akan selamanya seperti itu? Jawabannya adalah TIDAK.

Langkah awal untuk berubah adalah dengan memaafkan diri sendiri. Ya, karena memang kita adalah manusia biasa yang nggak luput dari salah namun kita juga manusia biasa yang ada kemauan untuk berubah.

Memaafkan diri sendiri bukan berarti lupa bahwa kita pernah berbuat salah, kita tetap ingat namun ingatan itu bukan menjadi trauma melainkan menjadi "rem" agar kesalahan yang sama tidak terulang.

Memaafkan diri sendiri juga membuat langkah kedepan menjadi ringan. Karena kita tahu bahwa masa lalu nggak bisa diubah tapi masa depan masih bisa kita raih dan rencanakan.

Alhamdulillah, ketika saya merasa terpuruk saya larinya ke Allah. Pernah sih pelariannya dengan banyakin ngumpul ngumpul dan nongkrong tapi yang saya dapat cuma "haha-hihi" sementara. Sedangkan kalau curhat ke Allah saya dapat ketenangan hati selamanya.

Jadi bisa saya simpulkan bahagia saya yang sekarang dari segi apapun itu karena saya sudah mampu memaafkan diri sendiri dari bayang-bayang kesalahan masa lalu.

Kalau kamu, punya trauma dari masa lalu? Just forgive your self and start to move on :)




1 comment:

  1. Saya pernah belum bisa memaafkan diri sendiri ketika saya belum bisa menjadi kakak yang baik untuk adik saya. Belum bisa mendidik adik dengan baik. Belum bisa punya banyak waktu bersamanya hingga adik saya meningg muda krna sakit. Itu hal yang sulit bagi saya dulu menerimanya. Sekarang alhamduliah sya sdh bsa brdamai dg diri sndri.

    ReplyDelete

Silahkan komentar dengan nada positif, no SARA. Terimakasih ^^

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS