JANGAN MENCELA MAKANAN (Diary Ramadhan Penuh Berkah 2017)

Wednesday, June 21, 2017


 
Saya adalah istri yang nggak bisa masak. Bisa sih kalau sekedar masak nasi dan indomie tapi masak iya suami makan itu tiap hari? 😋. Meskipun suami bisa menerima kekurangan saya tapi ketika Ramadhan datang di tahun ini bulat tekad di hati untuk menyajikan makanan hasil masakan saya kepada suami. *Biar makin disayang, biar dikasih THR yang banyak 😂*

Syukurlah kita hidup di era digital, tinggal googling saya menemukan banyak resep untuk diuji coba selama bulan Ramadhan mulai dari makanan pembuka, hidangan utama sampai cemilan. Ihiiy saatnya menjadi ibu rumah tangga yang sesungguhnya *bawa panci dan spatula*

Karena saya nggak biasa masak, jadi saya belum tahu cara efisien memasak yang menghemat waktu. Alhasil masak satu menu saja saya butuh waktu berjam-jam, belum lagi tumpukan piring kotor yang menggunung. Dengan penuh usaha jadi juga masakan pertama saya "Fire Chicken Wings". Duh dari namanya aja sudah kedengaran keren, kan ya walau dalam bahasa Indonesianya sih sama dengan sayap asam sambal, haha. Saya juga bikin puding  untuk ta'jil buka puasa. Ah rasanya nggak sabar nunggu magrib dan melihat eskpresi suami ketika mencicipinya.


Sambil menunggu beduk Magrib, saya dan suami ngobrol-ngobrol di ruang makan.

Ramadhan Penuh Berkah Bersama Abutours & Travel


“Dek, ini ada lomba blog pengalaman Ramadhan, mau ikut nggak? Kamu kan suka nulis”

“Oh ya? Mau dong. Siapa yang ngadain lomba?”


“Biro perjalanan haji dan umroh ya? Baru dengar. Eh sekalian aja mas lihat-lihat siapa tahu ada paket umroh murah, kan kita ada keinginan untuk ibadah umroh sama-sama suatu hari nanti”

Lalu suami saya membuka website dan sosial media Abutour & Travel.


Ternyata Abutours & Travel memang biro perjalanan yang memfasilitasi masyarakat agar bisa umroh dengan biaya terjangkau. Selain itu fasilitas yang diberikan selama Haji Umroh adalah fasilitas bintang lima yang memberikan kenyamanan bagi jamaah.

source : https://www.abutours.com/

“Lihat ni dek, bahkan ada promonya kalau daftar umroh malah dapat hadiah voucher senilai dua belas juta rupiah. MasyaAllah kalau begini #SemuaBisaUmroh. Semoga kelak kita diberikan rejeki dan kesempatan oleh Allah untuk umroh dan haji”

“Aaamiin mas. Apalagi kalau bisa umroh Ramadhan. Menikmati bulan suci di tanah suci pula jadi kita bisa merasakan #LebihDariSekedarNikmatnyaIbadah 

“Iya dek kalau nanti biaya umroh kita sudah cukup kita ikut Travel Umrohnya Abutours & Travel aja ya”

*Duk..duk..duk.. Allahu Akbar, Allahu Akbar*

Alhamdulillah nggak terasa saatnya buka puasa, saya segera menghidangkan masakan saya untuk suami.

Setelah minum air putih, suami nyobain puding bikinan saya. Cuma sesuap, dia langsung minum air putih lagi.

"Kenapa mas?"

"Nggak apa-apa, mas mau makan nasi langsung aja ya"

"Oh iya, aku ambilin ya.




Di dalam hati sih bertanya-tanya apa puding buatanku nggak enak ya, tapi tadi bikinnya niru resep diinternet kok. Tapi alih-alih bertanya saya menyendokkan nasi dan lauk dulu untuknya.

Nah kali ini suami saya menghabiskan makananya, nggak perlu ditanya kalau begitu sudah pasti enak ya. Setelah memastikan suami menyukai masakan saya,  giliran saya yang mau nyicipin puding dan fire chicken wings.

"Astaghfirullah"

saya refleks istighfar ketika mencicip puding ternyata rasanya tawar sodara-sodari, pantasan aja pak suami cuma makan segigit. Mungkin gulanya terlalu sedikit saya masukkan. Alih-alih kecewa karena puding yang saya bikin rasanya nggak enak saya coba menyendok nasi dengan lauk, berharap fire chicken wings ini rasanya lebih lumayan. walaupun bentuknya nggak karuan.


 
penampakan puding hambar 😓



Alhamdulillah lauknya rasanya lumayan meski nggak bisa dibilang enak banget setidaknya bisa untuk dimakan sampai habis. Duh malu rasanya niat hati menyenangkan suami tapi malah begini hasilnya. Anehnya suami saya nggak komplain sama sekali. Meski yang saya hidangkan nggak enak namun dia nggak menyalahkan saya sama sekali.

harapan tidak selalu berbanding lurus dengan kenyataan

"Maaf ya mas, ternyata masakan aku nggak enak. Aku juga baru belajar. Maaf ya, kita beli lauk masak aja lagi ya daripada yang ini nggak bisa dimakan"

"Ah nggak usah, yang ini aja. Enak kok, cuma adek perlu lebih sering-sering uji coba resep di dapur"

"Kok mas nggak marah atau komplain?"

"Kenapa harus marah? bukankah Nabi Muhammad SAW, Rasul kita mengatakan jangan mencela makanan selagi itu halal. Kecuali makanan tersebut haram kita boleh mengecamnya dan wajib meninggalkannya. Mas akan makan apapun yang istri mas masak"

Muka saya seketika bersemu merah 😚 , alhamdulillah punya suami yang berusaha menirukan sifat Rasulullah.  Suami saya benar, selagi makanan tersebut bersumber dari yang halal kita tidak boleh mencelahnya. Jika tidak suka kita cukup untuk tidak memakannya dan diam saja. 






Berkah Ramadhan kali ini memberi hikmah untuk saya lebih giat belajar memasak demi melayani dan menyenangi suami, dan tidak mencela makanan ketika hasilnya tidak sesuai harapan. Semoga  Ramadhan tahun depan saya sudah pintar memasak 😊

 ***

 Tulisan ini sedang diikutkan dalam Blog Contest Ramadhan Bersama Abutours & travel 

2 comments:

  1. mbak aq juga gak bisa masak, dan gak kaya mbak yang masih ada keinginan masak-masak buat suami, aq mah udah nyerah aja, krn suami aq lebih bisa masak drpada aq.. hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha keren dong mba. kalau suami saya bisa bantu semua pekerjaan rumah kecuali masak. makasih sudah mampir :)

      Delete

Silahkan komentar dengan nada positif, no SARA. Terimakasih ^^

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS