Memori Tentang Ayah

Monday, June 8, 2015


Kita memang tidak bisa memilih dari rahim siapa kita dilahirkan, orangtua mana yang membesarkan. Maka bersyukurlah aku dilahirkan menjadi anak mereka. Pun kalau sekiranya ada kesempatan memilih orangtua, maka aku akan tetap memilih mereka sebagai orangtua.

Nggak ada manusia yang sempurna termasuk orangtua kita. Termasuk papa. Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, papa adalah orang yang paling aku banggakan. Aku nggak perlu super hero seperti superman, batman, atau iron man. Sosok papa sudah mewakili itu semua. 

Kebanyakan sosok ayah hanyalah menjadi tulang punggung keluarga dimana tugasnya mencari nafkah dan memastikan kebutuhan finansial keluarganya tercukupi. Untungnya papa memberikan aku memori tentang sosok ayah yang bukan hanya tempat untuk meminta uang jajan. 

Papa adalah Imam dan guru ngaji untukku, pelatih sepeda, teman bermain, tempat aku berpangku dan bermanja, tempat aku mengadu tentang sekolah dan pekerjaan (kecuali soal cowok nggak berani, hahahhaa), montir jika kendaraanku rusak,  pengambil raport di sekolah, daaaaan segudang kenangan yang aku ingat tentang beliau.

Walaupun ada beberapa hal yang nggak aku suka kayak sifatnya yang protektif membatasi jam malam, dengan siapa bergaul, nggak boleh bepergian jauh, tapi semakin besar aku paham bahwa itulah cara papa menunjukkan cintanya, cara papa menjaga anaknya. Hanya saja aku berharap papa memberikan kepercayaan bahwa aku bisa bebas namun terbatas.

Papa mungkin emang nggak seganteng Robert Downey, tapi tangannya yang kokoh menggendongku ke kamar ketika terlelap di depan tv, punggungnya yang kuat mendukungku, senyum dan tawanya ketika kami bercanda, itu sudah cukup membuatku merasa punya ayah paling ganteng sedunia. 

Papa adalah orang yang mengajarkanku kesederhanaan namun harus berprogres menjadi lebih baik. Kisah papa si anak dusun yang merantau ke kota agar bisa sekolah sampai perguruan tinggi dengan biayanya sendiri, menjadi pegawai negri di jaman dulu yang gajinya jauh dari cukup sampai sekarang kami bisa lebih dari cukup. 

Mungkin nggak semua kenangan tentang papa aku ingat, tapi aku yakin malaikat sudah mencatat setiap kebaikan yang beliau lakukan untukku, untuk keluarga kami. Aku yakin Allah memberikan pahala untuk setiap peluhnya ketika mencari nafkah untuk kami. 

I am so proud to have father like him. I love him but he loves me more. 

Nggak banyak yang bisa aku lakukan untuk membuatnya bangga ditakdirkan memiliki anak kayak aku. Tapi yang bisa aku lakukan adalah selalu mendo’akannya agar kami tidak hanya menjadi keluarga di dunia namun juga di surga-Nya.

“Selamat ulang tahun  yang ke-56 papa ,

  Semoga diberikan umur panjang agar papa tetap bisa menjaga mama,

  Semoga selalu sehat karena aku selalu membutuhkan papa,

 Semoga dimurahkan rizqi dan diberikan rahmat oleh Allah SWT.

 Someday I’ll find my prince but you will always be my King."


Love,
Your little daughter.
-EL-




1 comment:

  1. Walaupun tegas , keras . tapi dalamnya lembut dan bikin nyaman . Itulah sosok ayah saya :D . Dan terlebih lagi dari saya kecil beliaulah yang bikin memberikan rasa aman dari kejamnya dunia .

    superhidz.blogspot.com

    ReplyDelete

Silahkan komentar dengan nada positif, no SARA. Terimakasih ^^

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS