Main-Main di Belitung

Tuesday, March 3, 2015

Seperti janji dipostingan sebelumnya, aku mau lanjut cerita tentang indahnya pesona Pulau Belitung. Disana aku sempat mengunjungi tiga pulau yaitu Pulau Langkuas, Pulang Kepayang, dan Pulau Pasir. Semuanya indah dan memanjakan mata. Untuk mencapai kesana bisa menyewa motor atau mobil. Karena aku takut diphpin bawa motor di tempat asing jadinya aku memutuskan untuk nyewa mobil + driver yang sekaligus jadi guide. Serunya lagi guidenya masih muda nggak beda jauh umurnya dari aku jadi ngobrolnya lebih nyambung *sekalian modus*.


Untuk menuju pulau-pulau tersebut bisa menyebrang dengan menyewa kapal nelayan dari pantai Tanjung Kelayang. Ketika sampai di Tanjung Kelayang aja udah jingkrak-jingkrak norak ngelihat putihnya pasir pantai dan birunya air laut dengan suara ombaknya yang merdu. Ternyata pulau-pulau yang ada di sekitar sana lebih bagus lagi dan bikin aku tambah norak.


Pertama kapal merapat di Pulau Langkuas. Mercusuar di pulau ini menjadi icon dan daya tarik utama. Setiap yang berlibur ke Belitung nggak sah namanya kalau belum ijab kabul berfoto di depan mercusuar ini. Selanjutnya tentu aja kudu masuk kedalam mercusuar ini meskipun ada sedikit rasa penyesalan.



Penyesalan?

Karena ada 18 lantai cyyyyn!!!! Setiap lantai ada sekitar 16 anak tangga. Bagi aku yang udah jarang olahraga dan posisinya lagi bawa ransel ini benar-benar bikin ngos-ngosan. Tapi malu dong kalau mesti ngeluh karena aku lihat banyak wisatawan lain yang umurnya jauh di atas aku tapi mereka malah sudah turun dari puncak mercusuar ini. Dengan mengkhayal bahwa ada pangeran ganteng yang menunggu aku di puncak mercusuar, aku terus menaiki anak tangga satu persatu. sesekali berhenti di lantai tertentu untuk melihat pemandangan pulau Langkuas dari jendelanya.

ngintip di tepi jendela, siapa tahu jodoh datang dari sebrang lautan.

Akhirnya dengan penuh perjuangan dan peluh yang menetes *edisi drama* sampai juga di puncak. Subhanallah... rasanya mata nggak pengen berkedip karena pemandangan dari atas sini ternyata indaaaaaaaah banget *hilang penyesalan* . Setelah menikmati pemandangan ini beberapa menit, langsung deh mengeluarkan kamera untuk jeprat sana jepret sini.
view from the top

kapal-kapal nelayan yang disewa wisatawan

gimana caranya batu-batu granit besar ini bisa tersusun begini? kuasa Allah, guys.



Puas dengan pemandangan dari atas mercusuar, aku turun dan ganti baju karena siap-siap mau snorkeling!!
sejujurnya ini pengalaman pertama aku snorkeling. Setiap kita mau memulai hal baru selalu ada perasaan takut, ragu, deg-deg-an, senang, campur aduk jadi satu. Apalagi aku nggak bisa berenang, meski pakai pelampung gimana kalau terjadi apa-apa dan aku tenggelam? jangan sampai deh soalnya kan belum nikah *curcol*

Untungnya pikiran buruk itu cepat pergi karena sahabat aku dengan semangat membara ngompor-ngomporin dengan bilang "Ayo Ein, kapan lagi coba. Nggak akan tenggelam kan kita pakai pelampung. Kalau tenggelam ntar juga ngambang lagi kalau udah gembung, hehe" maksudnya bikin tenang tapi malah tambah bikin parno.

Awalnya sempat bingung gimana ngatur nafas menggunakan alat snorkeling, beberapa kali juga ketelan air laut yang rasanya asin karena kandungan garam dan keringat orang-orang yang berenang. Eh ternyata ketika udah bisa malah nagih dan nggak mau naik lagi ke kapal sangking girangnya ngelihat ikan-ikan unyu yang biasanya cuma aku lihat di tv atau di seaworld. Sayangnya nggak bawa case underwater jadi nggak bisa deh foto di bawah air dan upload di instagram kayak remaja kekinian lainnya.




Senangnya bisa mengalahkan rasa takut :D

Setelah puas snorkeling aku lanjut menuju Pulau Kepayang. Entah kenapa nama pulau ini mengingatkan judul lagu dangdut "mabuk kepayang" *oke nggak penting*. Disini ada cafe dimana kita bisa menikmati ikan bakar atau sekedar french fries ditemani es kelapa muda *segeeer*. Pemandangannya yang langsung menghadap laut bikin suasana tambah gimanaaaaa gitu.

Mungkin karena aku kesana bukan pas musim liburan, jadi pantainya sepi aja gitu. Kalau mau guling-guling puas banget tanpa ada yang menghalangi. Padahal aku kesana tanggal 14 februari tapi sejauh mata memandang nggak ada couple tuh, baguslah berarti do'a aku selama perjalanan dari Jambi-Belitung terkabulkan.

mau nyebur ke laut

Setelah puas guling-guling di pulau Kepayang, sang guide ngajakin ke pulau Pasir. Bentuk pulaunya hanya berupa dataran kecil pasir putih. Pulau ini juga terlihat kalau musim surut aja. Uniknya di pulau ini banyak bintang lautnya. Ah selama ini aku hanya lihat bintang laut dari majalah, internet, dan kartun spongebob. Tapi kali ini bisa lihat langsung, megang-megang, gelitik-gelitik manja, unyu banget soalnya.


happy smile

Jadi ingat waktu SMA aku punya geng yang namanya "bintang laut" alasan dikasih nama itu karena bintang laut adalah jenis hewan yang nggak punya otak. Sama kayak kelakuan aku dan anak-anak geng yang  kadang suka ngelakuin hal-hal konyol yang nggak dipikir pakek otak sebelumnya *soalnya kebanyakan mikirnya pakek dengkul*. Waktu lihat bintang laut di pulau pasir jadi kangen mereka deh *sekilas curcol*.

Main-main di pulau-pulau ini seru banget sampai-sampai nggak kerasa hari sudah sore, kulitpun semakin keling. Tapi biarlah, kata mama anak gadis manis itu yang kulitnya sawo matang tapi kalau kelewat matang bisa busuk juga yak.

Liburan kali ini memberikan lebih dari kesenangan melihat pemandangan indah, serunya berenang dan main sama bintang laut. Karena liburan kali ini membuat persahabatan makin erat, mengalahkan ketakutan, dan memberikan pelajaran bersyukur atas ciptaan-Nya yang luar biasa.


Duh, jadi kangen Belitung nih.




14 comments:

  1. Aku ke sini tahun 2013 lalu namun tetap aja rasanya belum puas jalan-jalannya :) InsyaAllah Juni tahun ini balik lagi ke sana yihaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaaa nggak cukup sekali kayaknya ke belitung ini

      Delete
  2. "Kalau tenggelam ntar juga ngambang lagi kalau udah gembung, hehe"

    ngambang,
    ngambang,
    ngambang,
    inget apa ya kalo ngambang XD

    ReplyDelete
  3. hheeehhehe kapan kapan lagi main ke belitung lagi ya dek. kampung kk itu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iya ya? kalau kesana lagi temenin jalan jaln yaaa

      Delete
  4. sial banget dah, liburan sekolah ke bangka belitung. kali ini ane gak ikut sedih rasanya gak mampir ke sana hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan sedihhh, lain kali pasti ada kesempatan lagi :D

      Delete
  5. jadi pengen ke Belitung, kira-kira kalo dari jatim budgetnya berapa ya... :D

    ReplyDelete
  6. Baca tulisan ini tuh + liat liat fotonya tuh bener bener lepas banget pasti rasanya, keindahannya melebihi apa yang ditulis dalam postingan ini pastinya, ah naik 288 anak tangga juga gue rela, itu mah cillll *sokuat. tapi asli, pengen dong kalo mau jalan-jalan lagi contac gue biar bareng, biar bisa berbagi cerita dan menikmati keindahannya sama sama :" huhu

    btw gue baru tau arti dari nama geng bintang laut, dulu jaman sekolah ada juga geng yang namanya bintang laut disekolah gue, gue kira mereka terinspirasi oleh patric, ternyata artinya karna suka ngelakuin hal-hal konyol yang nggak dipikir pakek otak sebelumnya toh... berarti selama ini gue belom ngerti tentang geng mereka hehe -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. hai Dimaz ^_^ huhu sorry ya baru reply. Makasih udah mampir dan komen. Haha hayoook, gue selalu senang ketemu orang baru apa lagi sama-sama suka nulis dan jalan-jalan ^_^

      Delete
  7. terima kasih telah berbagi info....
    infonya sangat bermamfaat.....
    salam kenal dan salam sukses..
    .

    ReplyDelete

Silahkan komentar dengan nada positif, no SARA. Terimakasih ^^

 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS