Mengenang 2014

Wednesday, December 31, 2014

Nggak kerasa hari ini adalah hari terakhir di tahun 2014. Bagi aku pribadi pergantian tahun bukan suatu moment yang spesial. Cuma mungkin moment ini bisa dipakai untuk evaluasi atas hal-hal yang sudah ataupun belum dicapai sepanjang tahun 2014 ini.

Untuk blog ini sendiri kayaknya aku kurang produktif menulis di tahun ini. Kelihatan dari postingan tulisan yang bahkan nggak sampai 30 post setahun.Gimana dong ya, penulis amatir sih yang masih mengandalkan mood untuk menulis. Sering banget udah ada ide di kepala eh tapi ada suara entah datang dari mana "nanti aja deh nulisnya tunggu ada laptop dan sinyal wifi" nah pas beneran ada laptop dan ,ide nulisnya keburu hilang T_T padahal kalau nggak males aku sebenarnya bisa nulis pakai kertas dan pena. *marahin diri sendiri*

Ngomong-ngomong hari terakhir di tahun 2014, aku jadi mengingat-ngingat pencapaian apa yang berhasil aku dapat di tahun ini. Alhamdulillah aku merasa setidaknya 2014 menjadi tahun yang lebih baik dari 2013 bahkan lebih menyenangkan.

Do'a Sederhana

Tuesday, December 23, 2014



Kasih sayang seorang ibu itu bukan hanya terletak pada susah payahnya beliau berjuang antara hidup dan mati untuk melahirkan kita. Lebih dari itu ada banyak  banget cintanya yang nggak bisa kita hitung.

Nggak ada manusia yang sempurna tapi aku bersyukur banget bisa lahir dari rahim wanita bernama Nur’aini. Wanita yang umurnya sudah setengah abad namun masih terlihat sangat cantik. Wanita yang meskipun marah namun tetap menyuruhku untuk makan. Wanita yang selalu bawel dengan segala keperluanku. Wanita yang belum mau tidur sebelum memastikan bahwa seragam sekolah bahakan seragam kerjaku sudah disetrikanya dengan rapi agar esok pagi anaknya hanya perlu memakai dan kemudian bersiap memakan sarapan yang telah dimasaknya dengan penuh cinta.

Mengabdi, Menginspirasi, Berprestasi!

Thursday, December 18, 2014

Judul di atas adalah slogan dari LSO (Law Science Organization) , Organisasi yang kemarin berkolaborAKSI bersama komunitas B+ mengadakan kegiatan di Lapas Anak Ma.Bulian, Jambi.


Ada bahagia yang nggak bisa dinilai dengan apapun saat aku berkegiatan seperti ini. Ada rasa haru disaat melihat teman-teman relawan yang rata-rata aku nggak kenal sebelumnya tapi atas rasa kepedulian mereka mau menempuh perjalanan kurang lebih satu jam dari kota Jambi menuju Lapas.

Lebih haru lagi saat aku melihat anak-anak didik di Lapas yang biasanya minder, malu untuk mengungkapkan pendapat, hari itu malah rebutan tunjuk tangan bahkan berdiri untuk menyuarakan opininya. Hari itu teman-teman dari LSO mengusung tema "Kejujuran mencegah korupsi" yang disampaikan dengan ringan melalui film pendek yang menarik.

Melawan Ragu

Thursday, December 11, 2014

Setiap akan memulai hal baru selalu terlintas keraguan bahkan ketakutan di dalam diri ini. Banyak pertanyaan-pertanyaan yang muncul seolah-olah menahan diri untuk melangkah. "Apa ini akan berhasil?" "Gimana kalau ternyata nggak ada yang support?" "Gimana kalau ternyata malah dicemooh orang?" "Yakin ini nggak akan sia-sia?" dan serentetan pertanyaan lainnya di dalam hati yang bikin semakin ragu memulai hal baru.


Kadang-kadang suka stres sendiri karena pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari diri sendiri justru nggak bisa aku jawab. Kalau sudah gitu kadang suka stuck sendiri dan nggak tahu harus ngapain. Tapi biasanya setelah melewati guling-guling di rumput kamar seharian akhirnya muncul kalimat lain di dalam kepala "Kalau mau tahu jawaban dari semua pertanyaan itu satu-satunya cara adalah mencoba. Gimana bisa tahu itu gagal atau berhasil kalau nggak dicoba? gimana bisa tahu ada yang support atau nggak kalau nggak berani memulai? gimana bisa tahu orang-orang akan mencibir atau malah memuji jika terus bergumul dengan keraguan? gimana bisa tahu ini akan sia-sia atau malah bermanfaat untuk orang lain jika kamu terus diam di kamar? Keluarlah, mulailah dengan sederhana, semampu yang kau bisa".

Surat Cinta Untuk Mama

Saturday, November 1, 2014



Hadiah terindah yang pernah Allah kasih buat aku adalah terlahir menjadi anak Ibu Nur dan Pak Syarif. Karena kita tidak bisa memilih dari rahim siapa kita dilahirkan, maka memiliki Ibu seperti mama adalah anugrah yang luar biasa. Memang nggak ada manusia yang sempurna, termasuk ibu.  Aku pribadi sudah nggak terhitung lagi dalam hidup ini sudah berapa kali berdebat bahkan bertengkar sama mama. Tapi aku tetap mencintainya sebagaimana dia mencintaiku meski berulang kali aku melakukan hal yang tidak disukainya atau melukai hatinya.

Ibu itu hebat. Bayangkan, disaat yang bersamaan dia harus menjadi guru yang mendidik anak-anaknya, chef yang harus memasak makanan untuk keluarga setiap harinya, belum lagi urusan rumah dengan segala remeh temehnya. Tambahan nilai plus untuk ibu pekerja yang tetap mampu menghandle urusan keluarga.

Sharing is caring

Wednesday, October 8, 2014



“This life is for loving, sharing, learning, smiling, caring, forgiving, laughing, hugging, helping, dancing, wondering, healing, and even more loving. I choose to live life this way. I want to live my life in such a way that when I get out of bed in the morning, the devil says, 'aw shit, he's up!”
Steve Maraboli, Unapologetically You: Reflections on Life and the Human Experience




Udah mayan lama nih nggak nge-post. Maafkanlah penulis amatiran yang sok sibuk ini. huhu.

Kertas Bercerita

Tuesday, September 16, 2014



Hai kawan, duduklah yang manis ketika kau membaca ini. Jika perlu sediakan secangkir teh melati hangat untuk menemanimu. Ambil bantal terempuk yang kau punya, sandarkan ke dinding dan ambillah posisi yang paling nyaman karena cerita ini akan cukup panjang. Ups, jangan khawatir ini tidak akan sepanjang sinetron-sinetron yang biasa ditonton ibumu.

Sepanjang aku hidup sudah banyak asin garam dan manis gula yang kurasakan. Kisah sedih dan bahagia sudah ku lalui. Mungkin kau mengira aku sudah cukup renta karena sudah banyak mengecap kisah semesta. Kau salah kawan, aku masih cukup muda untuk bertahan dan menantang dunia. Aku bukannya sombong, tapi memang itulah diriku. Aku tercipta untuk menjadi bagian dari rekaman sejarah. apa yang tidak bisa diingatdenganbaik oleh makhlukyang bernamamanusia, dicurahkannya kepadaku. Nah, betapa aku ini benar-benar istimewa kan?

Sebelum membahas lebih banyak tentang diriku maukah kau mendengarkan sebuah cerita? Cerita yang cukup memilukan, kawan. Silahkan ambil sekotak tissue dan letakkan disampingmu karena aku takut sensor otakmu akan memerintakah kelopak mata mengeluarkan airnya.

Simaklah dengan baik cerita yang pertama...

Jika cinta adalah kata, maka kau tentu sajak terindah yang pernah ada. Jika cinta adalah warna, maka kau adalah sebuah pelangi. Jika cinta adalah nada, maka kau adalah lagu yang paling merdu.
Sayangnya cinta adalah mimpi yang terlalu sering dicampakkan realita. Sayangnya cinta terlalu sibuk berperang dengan logika. Sayangnya cinta terlalu malu dan kemudian tenggelam dalam ragu.
Mata yang menawan untuk ditatap, bibir yang menghasilkan senyuman malaikat, aroma tubuh yang menggoda, sikap ramahmu yang membuatku terpesona, kini sudah habis ceritanya.
Aku menjelma menjadi bagian dari dedaunan kering yang selalu ada di setiap angin bertiup. Aku adalah kesetiaan yang selalu menunggu untuk dibelaskasihani. Aku adalah rindu yang menjelma menjadi abu.
Selamat tinggal hati yang terlalu banyak menimbun asa, berbahagialah pemiliknya dengan dia yang lebih sempurna”

Huhuhu... hikss *srooot*, setiap kali menceritakan ini aku tidak bisa menahan air yang mengalir dari mata dan hidungku. Lihatlah tulisan gadis itu begitu indah, aku yakin itu adalah kalimat yang keluar dari hatinya yang paling tulus. Sayangnya dia hanya memendam perasaan sendirian, sehingga ketika seseorang yang dicintainya sudah bersama orang lain maka patahlah sayap-sayap cintanya. Duh, aku sudah tertular virus puitisnya.

Gadis itu sudah lama menjadi teman setiaku, segenap perasaannya terhadap lelaki itu dia curahkan kepadaku. Tapi ternyata sajak patah hati itu adalah cerita terakhir yang dibaginya kepadaku.

Itu baru cerita pertama, kawan. Masih banyak cerita-cerita lainnya yang harus kau baca. Kau boleh meminum seteguk dua teguk teh hangat yang disampingmu itu. hm... harum melati dari cawan teh itu benar-benar nikmat.

Nah, sekarang resapi cerita yang kedua

kalau bukan demi anakku, aku sudah lama meninggalkan dia. seseorang seperti dia apanya yang harus aku banggakan? Penghasilannya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Hobinya main  judi dan main perempuan. Kalau bukan karena mengingat Siska yang masih kecil, aku sudah mau lari dari rumah petak sempit ini. Kalau saja waktu bisa diulang tentu aku tidak akan menerima lamarannya yang hanya penuh dengan janji palsu. Oh seharusnya aku lebih hati-hati dalam memilih pasangan seumur hidup.
Tuhan, cukuplah aku yang menjadi korban yang disia-siakan suami tak bertanggung jawab. Kelak ketika Siska besar nanti lindungi ia dan berikan ia lelaki yang baik sebagai pendamping hidupnya. Tuhan, kuatkanlah aku menghadapi hari-hari kedepannya. Cukuplah kulit tanganku melepuh dan mengelupas terkena air panas akibat amukan suamiku, cukuplah merah dan perih dipunggungku karena cambukan ikat pinggangnya, cukuplah balu dipipiku karena tamparannya. Jika memang kau percaya aku kuat menghadapi ini, maka berikan aku kesabaran tak berbatas.”

Aku benci sekali dengan lelaki yang semena-mena terhadap perempuan. Apalagi perempuan itu adalah seseorang yang harusnya ia kasihi dan lindungi. Sangking bencinya, aku berharap lelaki itu mendapat balasan setimpal. Misalnya saja saat dia hendak menganiaya istrinya tiba-tiba ada petir besar yang membelah langit dan dengan tepat menyambar badannya sehingga seketika dia menjadi gosong kehitaman. Hm.. bisa juga ketika dia sedang berselingkuh, tiba-tiba perempuan yang dia selingkuhi menjadi lelaki. Aaaaaaaa aku tahu menyumpahi orang lain itu tidak baik, tapi pantaskah lelaki jahat seperti itu dido’akan kebaikan? 

Ingatlah untuk mencari pasangan hidupmu kelak harus seseorang yang paham benar ajaran agamanya dan takut akan Tuhan. Dengan begitu dia akan memperlakukanmu dengan baik dan lembut. Karena ajaran agama manapun tidak akan mengajarkan kekerasan terhadap orang lain apalagi pasangan hidup. Pilihlah pasangan yang benar-benar pas untukmu. Yaaah, walaupun biasanya jomblo lapuk jarang ada yang memilih hahahahaha *kemudian ditimpuk blender*.

Sudah dua cerita yang aku bagi kepadamu, kawan. Wah sudah banyak tissue berserakan disampingmu. Memang aku yang menganjurkan untuk menyediakan sekotak tissue namun jangan terlalu banyak kau gunakan tissue. Kenapa? Ah nanti akan kujelaskan setelah cerita-ceritaku selesai. Jika nanti ada cerita sedih yang memaksamu menangis, lap saja dengan ujung-ujung bajumu atau selimutmu. Berlendir sedikit tak apalah, kau bisa mencucinya esok.

Kali ini ada cerita dari seorang lelaki tua.

setiap pagi ku lihat matahari terbit dengan indahnya. Tak pernah lupa ia menerbitkan pagi dengan cahayanya yang mempesona. Aku terpukau akan ciptaan-Nya yang luar biasa. Aku menikmati pagi ini dengan lukisan langit yang bersapukan arakan awan putih. Aku menikmati pagi ini dengan nyanyian burung-burung yang meski aku tak tahu jenisnya tapi aku menyukai keindahan sayapnya. Aku menikmati pagi ini dengan tarian dedaunan yang berdansa ketika angin meniupnya. Aku menikmati pagi ini dengan secangkir teh dan sepotong roti yang sudah mulai berjamur namun tetap enak rasanya. Sayangnya aku menikmati setiap keindahan pagi seorang diri.
Apakah sudah nasibku menjadi bagian siklus kehidupan manusia? Menikmati dunia sendirian di usia senja. Andai saja Tuhan tak cepat-cepat memanggil istriku, tentu aku tak akan kesepian meski anak-anaku lebih memilih menetap di kota metropolitan dan tenggelam dalam kesibukan duniawi.
Jika burung saja akan kembali pulang ke sangkarnya ketika senja tiba, kenapa anak-anakku tidak? Mungkin mereka lupa membawa catatan penting didalamhati mereka tentang siapa yang merawat dan membesarkannya. Mungkin mereka lupa sosok renta ini dulu yang tak kenal lelah siang dan malam mencari rupiah hanya untuk mewujudkan cita-cita mereka. Kini mereka telah lupa, atau hati mereka telah beku.
Seperti hangatnya mentari pagi yang ku rasakan, aku berharap kehangatannya juga akan mencairkan kebekuan hati anak-anaku.”

Kejaaaaaaaaaaam!!! (kalau teriakanku ini dibarengi dengan bunyi petir dan kemudian turun hujan deras pasti akan jadi lebih dramatis). Itukah potret balas jasa dari anak kepada orangtuanya? tega sekali membiarkan orangtua sendirian di usia senjanya, padahal sewaktu mereka kecil dan belum bisa apa-apa orangtualah yang membantu mereka, mengajarkan mereka banyak hal, dan rela melakukan apapun hanya untuk memenuhi kebutuhan den keinginan anak-anaknya.

Semoga kau tidak termasuk anak yang durhaka seperti itu ya, kawan. Orangtua adalah jalan menuju surga. Kalau kau ingin tiket menuju surga, ya berbaktilah kepada orangtuamu. Hehehe, omonganku sudah seperti seorang motivator ya. Bukankah di awal tadi sudah ku bilang bahwa aku sudah banyak merasakan asin garam dan manis gula kehidupan? Itulah yang membuatku menjadi lebih bijak. Ditambah dengan menonton program “Mario Teguh Golden Ways” setiap minggu.

Sudah tiga cerita yang ku bagi kepadamu. Sekarang biarkan aku beristirahat dan mengambil nafas. Aku tidak terbiasa bercerita karena aku biasanya menampung cerita. Tapi biarlah kali ini demi kau, kawan yang teristimewa maka aku akan meluangkan waktu dari jadwalku yang padat untuk berbagi cerita. Aku memang bukan artis, tapi jadwalku lebih padat daripada jadwal konser Syahrini.

Sudah siap membaca cerita selanjutnya?

ini sudah hari keempat aku ditempat pengungsian. Aku sudah tidak nyaman berada disini. Dari hari pertama saja aku sudah merasa risih disini. Aku tidak terbiasa menempati satu tenda beramai-ramai apalagi dengan orang yang tak kukenal. Selain sempit, iyuuuuh bau mereka bermacam-macam. Malam pertama aku tak bisa tidur karena kepanasan dan kepalaku pusing. Aku mual dan memuntahkan isi perutku yang hanya berisi air karena memang belum ada makanan yang masuk ke peruku seharian. Aku mengeluh kepada mama, tapi mama tidak menjawab keluhanku dan hanya memberikanku ketenangan dengan sebuah pelukan.
Aku membenci tempat ini. apa-apa harus berdesak-desakan dan berebutan. Apalagi ketika datang jatah bantuan makanan dari entah-siapa-yang-menyumbang maka mereka semua berkerubung dan setengah berteriak seolah-olah takut jika tidak kebagian makanan maka mereka akan mati saat itu juga.
Hari ini aku diberikan sebuah buku tulis dan pensil dari kakak-kakak yang menyebut diri mereka sebagai relawan. Aku lebih memilih duduk di pojokan tenda daripada ikut bermain bersama anak-anak pengungsi lain. Meskipun kuperhatikan dari sini sepertinya mereka seru sekali menikmati permainan yang dibawakan kakak-kakak relawan itu. Ah,tapi ada hal yang lebih penting yang harus kutulis.
Papa, mama, dan guru-guru di sekolah selalu bilang bahwa Allah itu maha penyayang dan pengasih. Tapi kenapa Dia tega mendatangkan musibah banjir di daerah tempat tinggalku? Kulihat waktu itu ada air dimana-mana, aku memang sangat takut dan hanya memejamkan mata ketika papa menggendongku untuk segera ikut rombongan evakuasi, tapi aku sempat melihat bahwa air sudah meninggi bahkan rumahku hanya tinggal terlihat atapnya saja.
Kata papa, mama, dan guru-guru di sekolahku kalau kita jadi anak yang baik yang rajin sholat dan patuh pada orangtua maka Allah akan menyayangi kita dan memberikan apapun yang kita inginkan. Aku sudah menjadi anak yang baik. Aku rajin belajar dan selalu dapat rangking di sekolah. Aku juga anak yang tidak pernah membantah mama dan papa, aku juga selalu rajin menyiram tanaman mama  di halaman dan membantu papa mencuci mobilnya. Aku juga rajin sholat lima waktu, kecuali kalau aku terlalu lelah dan mengantuk.
Lantas,kenapa Allah malah memberikan apa-apa yang tidak aku inginkan dan tidak pernah aku minta?
Allah malah mendatangkan banjir yang membuatku harus berada di tempat pengungsian yang bau ini. Tidak hanya itu, banjir ini juga membuatku kehilangan papa. Kata orang-orang papa ikut terseret arus, meskipun setahuku papa adalah perenang yang handal. Kalau tahu begitu, tentu aku lebih memilih hanyut terbawa arus bersama papa.
Allah, aku memang masih Sekolah Dasar. Tapi aku ingin Kau mendengarkan protes dari anak kecil ini. Mengapa kau berikan kami musibah banjir? Mengapa Kau mengambil papaku dan juga orangtua anak-anak yang lain atau sebaliknya, mengapa Kau tega melihat banyak orangtua kehilangan anak-anaknya?
Beginikah caramu mengasihi mereka yang sudah menyembahMu?
Tolong berikan jawaban atas protesku ini.”

Haaaaaaaah, membaca tulisan anak ini membuatku menghela nafas panjang berkali-kali. Aku juga cukup sedih dan kaget ketika harus menampung curhat dan sekaligus protes dari seorang gadis kecil.Protes yang ditulis anak itu adalah reaksi yang wajar dari seorang anak yang belum mengerti benar kenapa banjir bisa terjadi dan akhirnya membawa kesedihan dibanyak wajah.

Tahukah kawan, bahwa musibah banjir terjadi bukan hanya atas kehendak yang maha kuasa, tapi manusialah yang seolah-olah memintanya. Memang tidak ada makhluk yang ingin dilanda musibah namun masih sedikit manusia yang menyadari bahwa musibah datangnya dari tingkah laku mereka yang tidak menjaga lingkungannya.

Banjir disebabkan oleh terjadinya hujan lokal dan propagasi limpasan dari daerah hulu pada satu daerah tangkapan. Secara non ilmiah banjir dapat terjadi karena ulah manusia. Pohon-pohon kini banyak ditebang demi memenuhi kebetuhan manusia untuk membuka lahan pertanian, membangun perumahan, dan benda-benda yang dibutuhkan manusia seperti perabotan, tissue, dan juga aku. 

Sebagai kertas, itulah mengapa aku mengetahui banyak hal dan menampung banyak cerita. Aku senang ketika bermanfaat bagi kalian, kawan. Aku senang ketika kalian menorehkan tinta dan menuliskan apa yang kalian tahu dan apa yang kalian rasakan ditubuhku. Aku merasa hidup meski aku bukan makhluk hidup seutuhnya. 

Tapi aku sedih ketika aku diperlakukan dengan semena-mena. Aku sedih ketika aku hanya dijadikan bahan coretan tak berguna, yang belum penuh tubuhku sudah dirobek, diremas, dan dilempar ke tempat sampah. Aku sedih ketika aku menjadi bagian dari buku tulis yang sudah kau abaikan padahal masih banyak lembaran yang belum kau penuhi dengan tulisan. aku sedih ketika kau berfikir bahwa kau tidak akan pernah kekurangan kertas, kau berfikir bahwa tidak akan ada hal buruk apapun yang akan terjadi ketika kau boros menggunakanku.

Padahal aku dilahirkan dari proses yang bahan bakunya adalah sebatang pohon. Tahukah kau kawan untuk menumbuhkan sebatang pohon yang kokoh membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Semakin banyak aku diciptakan maka semakin banyak pohon-pohon yang ditebang. Apa lagi begitu banyaknya penebang liar yang hanya berpikir meraup keuntungan sebesar-besarnyadan tidak melakukan reboisasi (penanaman kembali) setelah menebang pohon-pohon itu. Ah, seandainya manusia tahu bahwa pohon sangat berperan penting dalam kelangsungan hidup mereka di masa kini dan masa yang akan datang. 

Pohon menyerap air hujan dengan akarnya ke dalam tanah, air itu menjadi sumber makanan untuk pohon tumbuh dan menghasilkan oksigen yang dibutuhkan manusia untuk hidup. Kalau pohon terus ditebang, tak ada lagi akar kuat yang mampu menyerap hujan, sehingga air yang tercurah semakin banyak semakin meninggi dan menyebabkan banjir.

Setelah kau selesai membaca tulisan ini aku harap kau sadar dan turut menyadarkan orang-orang disekelilingmu tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kalau kalian memang cinta dengan bumi ini dan takut kehilangan orang-orang yang kalian cintai seperti yang dialami anak itu maka mulailah peduli dengan lingkunganmu, terutama terhadap pohon-pohon. Jika kau tak bisa menahan orang-orang yang berkuasa itu untuk tidak terlalu banyak menebang pohon maka kau bisa memulainya dari dirimu sendiri. 

Seperti cerita pertama tentang gadis yang memendam cintanya dan kemudian harus menyesal karena keburu diambil orang, maka belajarlah untuk mengungkapkan cintamu dan melakukan sesuatu untuk membuktikannya. Ini berlaku tidak hanya untuk sesama manusia tetapi juga manusia terhadap lingkungannya. Kau bisa menanam satu pohon di halaman rumahmu, sebagai bukti cintamu terhadap bumi. Lagipula halaman akanterasateduh dan sejuk, nggak kayak hati para jomblo yang selalu gersang *kemudian ditimpuk dispenser*.

Jangan lupa juga cerita kedua yang salah memilih cinta. Eum.... yang ini aku nggak tahu apa hubungannya sama lingkungan. Oh, mungkin kau harus mencari pasangan hidup yang mencintai lingkungan. Kalau sama pohon aja dirawatnya dengan baik, apalagi kamu. hehehehe *maksa* 

Cerita yang ketiga tentang seorang ayah yang ditinggalkan anak-anaknya di usia senja. Sedih ya kalau kita dilupakan dan ditinggal sendirian padahal kita sudah banyak berkorban. Nah itu tuh yang sering aku rasakan! Pohon udah berkorban untuk ditebang dan diolah eh pas jadi kertas malah bukannya digunakan dengan baik malah dicoret-coret sedikit terus ditinggal gitu aja. Sakitnya kayak jomblo ditinggal pergi sama gebetan yang sudah lama diincar. *sakiiiiiiiit* *maaf ya mblo*

Nggak mau juga kan kisah kamu sama kayak cerita keempat? Harus kehilangan orang-orang yang kamu sayangi hanya karena nggak peduli sama lingkungan? Kalau kamunya sudah sadar dan peduli lingkungan tapi banjir tetap ada? Mungkin kamu harus lebih giat menularkan kepedulian itu kepada anggota keluarga yang lain, tetangga, pak RT, pak RW, pak lurah, pak camat, pokoknya semua harus diajak untuk peduli lingkungan. Kalau perlu kamu jadi duta lingkungan di sekolah atau di kotamu. Udah cakep, peduli lingkungan lagi. Dijamin status kejombloan kamu akan segera berakhir.

Aduh, maaf ya sebagai kertas berpengalaman dan gaul kadang suka susah fokus dan malah ngebully jomblo. Maaf ya kawan, aku malah berharap kau akan menjomblo lebih lama agar selalu punya waktu untuk membaca cerita-ceritaku atau menuliskan cerita ditubuhku. Baiklah, sebelum aku dibakar jomblo-jomblo menahun yang sensitif ini aku ceritakan kelanjutan dari protes anak kecil itu. 

sekarang aku sudah mulai bisa menyesuaikan diri di tempat pengungsian. Aku juga mulai menyukai bermain bersama anak-anak disini. Ini saja aku menulis setelah bermain lompat tali dan kejar tangkap bersama mereka dan kakak-kakak relawan itu.
Ah iya, aku ingin berterima kasih kepada kakak relawan yang telah membantu menjawab protesku kepada Allah beberapa hari yang lalu. Karena bingung surat protes itu harus kukirimkan lewat mana, aku menitipkannya kepada kak Arya yang memberikanku buku tulis dan pensil.
Kak Arya membaca suratku dan mengajakku mengobrol.
Kak Arya bilang, musibah banjir yang terjadi bukan karena Allah tidak menyayangi dan mengasihi aku, mama, papa, dan seluruh pengungsi korban banjir. Tapi itu karena Allah ingin mengajak aku dan yang lainnya berfikir sejenak untuk lebih peduli kepada lingkungan.Awalnya aku bingung, kemudian kak Arya menjelaskan proses terjadinya banjir dan aku langsung teringat bahwa apa yang kak Arya bilang sama dengan yang pernah bu guru ajarkan di sekolah.
Aku jadi malu dan menyesal karena sudah marah dan protes sama Allah. Padahal memang selama ini aku juga salah. Aku suka buang sampah sembarangan padahal mama sudah menyediakan tempat sampah. Aku selalu minta dibelikan buku tulis baru padahal buku lamaku masih banyak yang isinya belum terpakai. Aku malah membenci pohon karena menurutku cuma jadi sarang ulat dan semut.
Padahal pohon banyak kegunaannya dan karena banyak manfaatnya bagi manusia pohon terus ditebang, sehingga nggak ada lagi akar kuat untuk menampung hujan.Kak Arya, makasih ya sudah memberikan aku nasehat.
Allah, maafin aku ya karena udah marah-marah dan protes. Aku tahu Allah sayang sama kami semua sehingga dikasih teguran. Aku janji setelah ini akan lebih menjaga lingkungan.Oh ya, tolong jaga papa dan korban lainnya di surga-Mu ya Alah. Bilang papa, aku akan jaga mama baik-baik disini sampai nanti kita kumpul sama-sama lagi di surga.
Amiiin.”

Hiks... hiks... *sroooot*. Tissue mana tissue... 

Terimakasih sudah membaca ceritaku, kawan. Lihatlah cawan teh di sampingmu sudah dingin pertanda cerita hari ini sudah usai.
*selesai*


Enak ya,kalau....

Sunday, August 10, 2014



Enak ya,  kalau bisa punya mobil, kemana-kemana nggak kehujanan atau kepanasan. Rasanya percaya diri juga lebih naik. Tapi naik motor juga enak kok. Bisa nyelip kalau lagi macet, bisa lewat jalan-jalan kecil jadi perjalanan lebih cepat dan menikmati sejuknya angin alam.

Enak ya, kalau bisa makan di restoran mahal yang makanannya enak dan bentuknya menarik. Sebelum makan difoto dulu terus diupload ke Instagram, facebook, path, dll. Kesannya jadi lebih gaul dan menikmati hidup banget (bagi gue makan makanan enak yang halal adalah salah satu cara menikmati hidup). Tapi kalau kita pinter milih tempat banyak kok makanan di pinggir jalan atau resto sederhana yang makanannya enak luar biasa dan harganya murah meriah

Surat Untuk Amira

Sunday, August 3, 2014



Surat Untuk Amira

Oleh : @ein_luthfiii



Terkadang cinta bisa mati ditikam jarak. Namun cinta masih bisa menyisakan akarnya. Saat waktunya tiba akar cinta tersebut masih bisa menumbuhkan tunasnya. Tergantung si pemilik hati untuk memilih mencabutnya tuntas hingga ke akar atau membiarkannya tumbuh dan menjalar.”

Amira menghidupkan laptopnya dan mencolokkan modem. Setelah seharian berkutat dengan tugas aljabar linear Amira merasa perlu bersantai dengan berselancar di dunia maya. Amira memberikan bonus kepada dirinya sendiri untuk begadang malam ini ditemani dengan koneksi internet karena telah berhasil menyelesaikan begitu banyak soal yang diberikan dosennya.

Amira terkejut ketika melihat membuka inbox di akun facebooknya. 

Ramadhan Ceria Bersama Anak Didik di Lapas Anak Ma.Bulian, Jambi.

Friday, July 18, 2014


Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. Alhamdulillah..

Duh, nggak henti-hentinya aku bersyukur atas kelancaran acara kemarin.

Sudah lama sebenarnya aku menggagas sebuah komunitas sosial anak muda yang melakukan pendampingan ke Lapas (Lembaga Pemasyrakatan) namun belum ketemu moment yang pas untuk memulai langkah awal. Pas banget waktu lagi main twitter ngeliat timeline @DreamDelion yang mengadakan acara “Share the Love” yang menggalang dana  buka bersama dan pemberian donasi buku untuk anak-anak di Lapas Tanggerang. 

Terinspirasi @Dreamdelion akhirnya aku mengajak teman-teman komunitas B+ dan bekerja sama dengan komunitas Sketchers Jambi dan Bara Api untuk mengadakan acara “Ramadhan Ceria” di Lapas Anak Ma.Bulian, Jambi.

Pemuda : Berkarya, Peduli dan Berkontribusi. (Pelatihan Puisi di Lapas Anak dan Wanita Ma.Bulian)

Sunday, June 1, 2014



Senin, 26 mei 2014 yang lalu, di lapas tempat aku bekerja kedatangan teman-teman komunitas “Malam Puisi Jambi (MPJ)”. Komunitas yang isinya anak-anak muda pencinta puisi. Biasanya setiap sebulan sekali mereka mengadakan pesta puisi mengundang siapa saja untuk membacakan puisi. Aku juga sering datang untuk baca puisi atau jadi mc. 

Hari itu mereka memberikan pelatihan membaca puisi ke warga binaan wanita dan anak didik di lapas tempat aku bekerja. Pelatihan satu setengah jam dirasa kurang cukup untuk mereka semua belajar mengekspresikan diri melalui pembacaan puisi. Awalnya sih warga binaan pada malu-malu untuk bacain puisinya, harus dipancing dulu sama temen-temen komunitas MPJ.

Terjebak

Thursday, May 8, 2014



Pernah nggak sih kalian beradu argumen dengan orangtua tentang keinginan mereka yang berlawanan arus dengan keinginan kalian? Misalnya kamu pengen banget ke sekolah pakek rok panjang, tapi ortu mati-matian melarang karena............ kamu laki-laki.

............


Oke, lanjut. 

Happy first year Anniversary. (Suka Duka Jadi Polsuspas)

Friday, April 11, 2014



Hari ini tepat setahun aku kerja di Lembaga pemasyrakatan anak dan wanita Ma.Bulian, Jambi *applause*. Nggak kerasa udah setahun keluar masuk bangunan yang dikelilingi tembok tinggi dan kawat. Nggak kerasa udah setahun berhadapan dengan ibu-ibu warga binaan yang seribu satu macam kelakuannya. Nggak kerasa udah setahun pakai seragam biru itu. Nggak kerasa udah setahun nyari uang sendiri. Waktu bagiku emang kerasa cepat berlalu. Dengan kerja sistem masuk dua hari libur dua hari bikin aku ngerasa kayak melompati waktu. Di dalam lapas waktu kerasa cepat. Pas libur waktu kerasa lebih cepat. 

[UPDATE] baca juga : PENGALAMAN TES CPNS KEMENKUMHAM 2012 [TIPS LULUS MURNI] http://dudukpalingdepan.blogspot.co.id/2017/06/pengalaman-tes-cpns-kemenkumham.html


Setahun ini udah banyak suka dan duka kerja sebagai polsuspas (polisi khusus pemasyrakatan). Awalnya aku ngeri-ngeri sedap plus deg-deg-an harus berhadapan langsung dengan warga binaan (narapidana). Belum lagi pas tahu kasusnya macem-macem. Ada tipikor, Narkoba, pembunuhan, penculikan, perampokan, penganiayaan,dll. Duh dengan badan kurus dan nggak punya modal bela diri aku benar-benar menggantungkan nasib sama Allah SWT. 

Malam Begitu Panjang

Wednesday, March 26, 2014

Malam begitu panjang rasanya
Saat rindu bertemu dengan penantian

Kelabu hitam melumat kegelisahan
menjadikan malam bertambah pekat

Angin tak pernah sesedih ini,
Ku dengar lirih suaranya mengalun membelai pipi

Malam begitu panjang, sayang
Saat embun menyentuh lembut dedaunan di dahan
Aku merasa kau juga ada disana
Di balik bulan, malu-malu kau menatapku dengan mata yang sayu.

Malam ini begitu panjang, sayang.
Meninggalkan kenangan yang tak lekang. 

Cerpen : Pertemuan Empat Belas Tahun

Saturday, March 22, 2014



PERTEMUAN EMPAT BELAS TAHUN
Oleh : Enny Luthfiani

Pagi itu Agung melaksanakan pekerjaan rumah seperti biasa. Agung sudah terbiasa bangun jam empat subuh dan bergegas mengangkut air dari sumur belakang untuk memenuhi bak mandi. Tugas Agung bukan hanya mengangkut air tapi juga mencuci baju, mencuci piring, menyapu lantai, merebus air dan memasak. Pekerjaan rumah yang pada umumnya dilakukan ibu rumah tangga harus dilakoni oleh anak yang baru berumur empat belas tahun.
Agung ikhlas melakukan semua pekerjaan rumah tersebut. Karena hanya itu yang bisa dia lakukan untuk meringankan beban bapak. Agung ingin sekali membantu bapak mencari uang, tapi bapak bilang Agung harus fokus terhadap sekolahnya, dia tidak boleh menjadi seperti bapak.

"Mengapa Pendidikan Itu Penting?" Sosialisasi pendidikan di SMA 3 Tanjung Jabung Timur.

Sunday, March 2, 2014

Lima tahun tinggal di Nipah panjang (Tanjung Jabung Timur, Jambi) menciptakan banyak kenangan yang tak terlupakan ^_^ Terutama tentang sekolah. Sekolah menjadi tempat yang menyenangkan dengan guru-guru yang menginspirasi dan teman-teman yang solid. Sayangnya, ketika udah pindah dari Nipah Panjang untuk melanjutkan SMA di kota Jambi, saya malah mendengar kabar miris dari teman-teman di Nipah.

"Ein, tau dak si A dak nyambung SMA karena mau nikah. di jodohin"

"eh, si  C dak lanjut sekolah katonyo mau nikah" "ha? dijodohin?" "Bukan. emang maunyo deweklah"

Ada juga kabar teman yang nggak lanjut sekolah karena faktor ekonomi. Pun ketika saya dan teman-teman melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, saya mendapat kabar yang serupa bahwa banyak teman-teman di Nipah tidak melanjutkan pendidikan dengan alasan yang sama.

Berangkat dari kabar tersebut saya mengajak teman-teman saya yang asli anak Nipah yang sedang melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi untuk mengadakan sosialisasi di sekolah-sekolah di Nipah Panjang. Karena menurut kami, anak-anak itu hanya kurang informasi dan motivasi. Jika mereka dibantu dibukakan akses informasi dan diberikan motivasi saya yakin sedikit banyak pola pikir mereka tentang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi akan berubah ke arah yang lebih baik.

Jadilah tanggal 26 februari 2014 yang lalu, saya dan teman-teman mengadakan sosialisasi di SMA N 3 Nipah Panjang, Tanjabtim.

Alhamdulillah pihak sekolah menyambut kegiatan ini dengan baik dan berharap alumni SMA ini akan mengadakan acara ini setiap tahun. Alhamdulillah lagi, meski acara ini dipersiapkan dengan waktu yang singkat sehingga masih banyak kekurangan disana-sini namun berjalan lancar dan baik.

Ridwanto lagi ngasih sambutan sebagai perwakilan alumni SMA 3 Tanjabtim.


Aku sendiri menjadi pembicara di acara sosialisasi ini. Padahal kalau dipikir-pikir aku ini siapa ._.
bukan Alumni SMA ini, bukan pula asli orang Nipah, tidak berlatar belakang pekerjaan di bidang pendidikan. Dengan bekal seadanya dari buku-buku yang pernah aku baca, dari pengalaman sewaktu lulus SMA dan mau melanjutkan ke perguruan tinggi, dari pengalaman lulus tes cpns tanpa uang pelicin, dengan modal public speaking seadanya, Alhamdulillah aku bisa.



Kurang lebih satu setengah jam berbicara di depan mereka, melakukan interaksi tanya jawab, memberikan selingan candaan, aku berharap sedikit banyak apa yang aku sampaikan masuk ke dalam pikiran dan hati mereka.

Dalam sosialisasi itu aku menyampaikan tentang betapa pentingnya arti pendidikan yang tidak hanya sebatas nilai di atas kertas, namun pengaplikasian ilmunya yang berguna untuk masa depan mereka kelak. Pekerjaan yang layak, pandangan yang baik di tengah-tengah masyarakat, dan tentu saja akan menjadi kebanggaan dari orang tua yang sudah susah payah mencari rizki demi pendidikan mereka.

Selain itu, melalui sosialisasi ini mereka tahu bahwa untuk kuliah ada cara agar tidak menyusahkan orangtua. Ada banyak sekolah tinggi ikatan dinas yang disediakan pemerintah untukanak-anak yang mempunya kemampuan dan kompetensi yang baik. Selain tidak dipungut biaya perguruan tinggi ikatan dinas ini juga biasanya menjamin setiap lulusannya akan mendapatkan pekerjaan yang layak baik sebagai pegawai kontrak ataupun pegawai negri. Dengan syarat mereka harus giat belajar dan berlatih, karena biasanya sekolah kedinasan ini memberikan begitu banyak syarat dan kriteria dalam memilih peserta didik yang terbaik. Hal yang wajar mengingat jaminan yang akan diberikan :)

Dalam sesi tanya jawab, meski malu-malu mereka sudah mulai menampakkan antusiasnya. Di akhir sosialisasi mereka mengisi angket yang sudah panitia siapkan. Angket sederhana tentang biodata mereka dan alasan kenapa mereka ingin/tidak melanjutkan pendidikan.
Hasil angket tersebut 90% dari mereka akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena selain mengejar cita-cita juga ingin mendapatkan pekerjaan yang bagus dan membahagiakan kedua orangtua. 5% masih bimbang ingin melanjutkan atau tidak. 5% sisanya mengaku tidak akan melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi orangtua :(

Well, apapun itu segala keputusan ada di tangan mereka. Mereka sendiri yang berhak menentukan nasib masa depannya. Kami, panitia sosialisasi ini hanya berupaya memberi informasi dan motivasi. Setidaknya ada tindakan yang kami lakukan daripada sekedar hanya gumamam keprihatinan.

Aku mau ngucapin terimakasih pakek banget sama temen-temen yang sudah support ide ini. Kalian emang sahabat luar biasa, dari jaman SD-SMP-SMA-Kuliah selalu kompak membantu satu sama lain meski kadang kita disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Untuk wak Len yang menampung aku selama di Nipah, untuk Miss Rahma (Guru SMA 3) yang udah banyak support dan kasih masukan, untuk pihak SMA 3, untuk semua temen-temen alumni SMA 3 ataupun bukan yang datang hari itu, makasih yaaaaaa. Malaikat tidak akan luput mencatat semua kebaikan kalian :) 

aku (yang jilbab ungu) bersama teman-teman alumni, relawan dan perwakilan anak kelas XII.

26 februari 2014, pengalaman yang berharga untuk seorang Enny Luthfiani. Meskipun yang aku lakukan ini nggak nyambung sama pekerjaan sebagai Polsuspas, tapi aku ngerasa bahagia. Meski harus menempuh perjalanan empat jam dan pinggang udah pegel tapi semua terbayar tuntas ketika bertemu teman-teman dan anak-anak SMA di Nipah panjang. Aku terlanjur jatuh cinta pada dunia pendidikan meski kenyataan pekerjaan ada di dunia hukum.

Jangan Hanya Dari Satu Sisi (Menanggapi Kerusuhan Lapas)

Tuesday, February 18, 2014



Masih membekas rasanya ingatan tentang pemberitaan kerusuhan di Lembaga Pemasyrakatan Tanjung Gusta, Medan beberapa waktu lalu. Tidak lama setelah itu menyusul pula pemberitaan hal yang sama di beberapa lapas di Indonesia. Beberapa hari lalu pun sama-sama kita menyaksikan media memberitakan terjadi kebakaran di Lapas Lhokseumawe, Aceh.

Pemberitaan tersebut tentunya mendapat respon dari berbagai pihak terutama masyarakat. Mereka yang awam tentang Lembaga Pemasyrakatan tentu bertanya-tanya apa penyebab sehingga kerap kali terjadi kerusuhan di hotel prodeo tersebut. 

Pendampingan Sahabat Ilmu Jambi 25 januari 2014

Sunday, February 9, 2014




Setelah kurang lebih setahun lamanya Sahabat Ilmu Jambi mendampingi adik-adik di panti Al-Kautsar dalam rangkan meningkatkan minat baca dan tulis mereka, hari ini menjadi pendampingan terakhir kami disini sebelum kami pindah untuk membina adik-adik di tempat lain. 

Kali ini kami meminta adik-adik untuk menulis surat yang berisi kesan dan pesan selama kakak-kakak relawan Sahabat Ilmu Jambi mendampingi mereka. Walau agak susah mengajak mereka untuk duduk diam dan membuat lingkaran karena mereka anak-anaknya emang aktif banget, tapi akhirnya mereka juga antusias membuat surat mereka masing-masing.

Selain menulis surat, mereka juga menghias sendiri surat-surat mereka dengan crayon warna-warni dan tempelan bunga-bungan serta dedaunan yang mereka ambil di halaman panti. Kami membiarkan mereka berkreasi dengan kreativitasnya masing-masing.
Taraaaa inilah hasil kreasi surat-surat mereka.

Memberi

Wednesday, January 1, 2014

Assalamualaikum, 2014!

Selamat datang dan semoga menjadi tahun yang berkah bagi setiap umat manusia termasuk aku.
Untuk tahun 2013, maaf yaaa kalau aku sempat mengukir hal-hal yang nggak enak, nyebelin, atau bahkan merugikan diri sendiri dan orang lain. Makasih juga untuk semua hal-hal dan orang-orang yang menyenangkan, 2013 itu  bagi akukalau diungkapkan dengan warna maka ada warna hitam, abu-abu, orange, pink, ungu, hijau, dan coklat. Banyak suramnya, tapi indah dan bahagianya juga nggak sedikit.

Apapun itu yang berlalu biarlah berlalu yang jelek-jelek dilupain dan jangan diulangin, yang bagus-bagus tetap diukir baik-baik di dalam ingatan dan jadikan motivasi untuk lebih baik selanjutnya. Amiiin.
 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS